Ribuan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada tengah melaksanakan Action Plan PIONIR bertema ‘Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata’. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di 20 kelurahan/kalurahan, yang terdiri atas 6 kalurahan di Kabupaten Sleman dan 14 kelurahan di Kota Yogyakarta pada 9-14 Agustus mendatang. Kegiatan Action Plan ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, mengasah kepedulian sosial, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat sejak awal menjadi Gadjah Mada Muda, sebutan untuk mahasiswa baru UGM.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Action Plan PIONIR Gadjah Mada di Padukuhan Blimbingsari dan Kalurahan Terban, Selasa (11/8). Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bibit pohon pepaya dan jambu di kedua lokasi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan semangat Green Campus melalui aksi nyata yang dapat dirawat bersama masyarakat. “Kita mengajak mahasiswa baru mengenali lingkungan sosial di sekitar tempat mereka indekos selama menempuh pendidikan di UGM,” kata Arie.
Arie mengatakan mahasiswa baru yang tinggal di sekitar kawasan kampus perlu memahami tata cara hidup bertetangga serta menghormati masyarakat yang menjadi tuan rumah. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang melengkapi pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di ruang kelas. Interaksi dengan warga juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengenai adab, toleransi, dan kehidupan sosial secara langsung. “Mahasiswa harus belajar bagaimana cara srawung dengan warga Yogyakarta, bagaimana bersikap rendah hati, toleransi, dan menghormati tuan rumah,” tutur Arie.

Arie mengingatkan mahasiswa perlu memahami bahwa menjadi pendatang di Yogyakarta berarti hadir sebagai bagian dari lingkungan yang memiliki karakter dan budaya tersendiri. Karena itu, mahasiswa didorong mengenali masyarakat secara lebih dekat, termasuk membangun komunikasi dengan ketua RT maupun warga di sekitar tempat tinggal mereka. Hubungan yang baik dengan lingkungan akan membantu mahasiswa beradaptasi sekaligus menumbuhkan rasa saling menghargai. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai bagian dari pembelajaran yang tidak diperoleh melalui perkuliahan di kelas. “Ilmu itu juga ada di masyarakat. Kalau kita bisa belajar pada masyarakat secara langsung, Anda nanti akan bisa menjadi sarjana yang punya karakter,” katanya.
Dukuh Blimbingsari Robert Purnomo menyampaikan apresiasi karena mahasiswa mendapat kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan Action Plan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa membuka ruang kolaborasi antara warga dan UGM yang sebelumnya juga telah terjalin melalui sejumlah kegiatan bersama UGM. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berkembang menjadi bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami sangat bersyukur bisa membersamai mahasiswa dalam kegiatan ini dan berharap ke depan dapat bersinergi dalam kegiatan yang lebih baik,” harapnya.
Sementara itu, pelaksanaan Action Plan di Kalurahan Terban disambut Lurah Terban Indria Cahya, S.K.M., M.P.A. bersama perwakilan warga. Indria mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal karakter masyarakat di wilayah yang berbatasan langsung dengan lingkungan UGM. Interaksi tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami kehidupan sosial sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat selama tinggal dan belajar di Yogyakarta. Ia juga mengajak mahasiswa berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama melalui pengelolaan dan pemilahan sampah dari tempat tinggal masing-masing.

Indria menambahkan mahasiswa yang tinggal di kos maupun rumah warga memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan Kota Yogyakarta. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah kota mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah dari sumbernya. Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan tersebut selama tinggal di lingkungan Terban dan kawasan lain di Yogyakarta. Kebiasaan menjaga lingkungan menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa sebagai pendatang sekaligus bagian dari masyarakat kota. “Diharapkan ke depannya adik-adik dapat melanjutkan kebersihan yang ada di Kota Yogyakarta dengan memilah sampah dari wilayah masing-masing,” tuturnya.
Setelah penyerahan bibit di Kalurahan Terban, Wakil Rektor UGM turut mengikuti kegiatan senam bersama warga Terban. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari suasana srawung yang dibangun melalui pelaksanaan Action Plan PIONIR. Kehadiran Arie Sujito dalam kegiatan bersama warga juga menunjukkan bahwa semangat kolaborasi dalam Action Plan dibangun melalui suasana yang dekat dan cair.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Donnie
