Kabar Fakultas Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/category/kabar-fakultas/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 21 Aug 2026 09:23:23 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Peduli Lingkungan, FT UGM Perketat Kendaraan dan Olah Sampah Mandiri https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-lingkungan-ft-ugm-perketat-kendaraan-dan-olah-sampah-mandiri/ https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-lingkungan-ft-ugm-perketat-kendaraan-dan-olah-sampah-mandiri/#respond Fri, 21 Aug 2026 09:23:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96848 Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) merupakan salah satu dari 18 fakultas di UGM. Berdiri di atas lahan seluas 166.630 meter persegi, FT UGM terdiri atas 8 departemen, 15 program studi sarjana, 16 program studi pascasarjana, 9 program studi doktoral, dan 2 program studi profesi, serta 58 laboratorium dan fasilitas riset. Pada 2026, FT […]

Artikel Peduli Lingkungan, FT UGM Perketat Kendaraan dan Olah Sampah Mandiri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) merupakan salah satu dari 18 fakultas di UGM. Berdiri di atas lahan seluas 166.630 meter persegi, FT UGM terdiri atas 8 departemen, 15 program studi sarjana, 16 program studi pascasarjana, 9 program studi doktoral, dan 2 program studi profesi, serta 58 laboratorium dan fasilitas riset. Pada 2026, FT UGM memiliki 10.615 mahasiswa serta menjalin kemitraan dengan 175 mitra nasional dan internasional. Sebagai salah satu fakultas teknik terakreditasi unggul di Indonesia, FT UGM terus menghadirkan inovasi yang mengedepankan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan, tidak hanya melalui produk ramah lingkungan, tetapi juga program people-centered yang mendorong partisipasi sivitas dalam membangun perilaku berkelanjutan.

Berangkat dari tanggung jawab tersebut, FT UGM menjadikan lingkungan kampus sebagai bagian dari proses pembelajaran. Lingkungan tidak hanya menjadi tempat belajar dan mengajar, tetapi juga living lab bagi mahasiswa untuk memahami pengelolaan lingkungan, aspek sosial, perilaku, dan karakter.

Dekan FT UGM, Prof. Ir. Selo, mengatakan mahasiswa dan masyarakat yang datang ke FT UGM diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga belajar bagaimana hidup dan beraktivitas dalam lingkungan yang dikelola secara berkelanjutan. “Jadi, sebenarnya kita ingin mempunyai lingkungan yang sering disebut living lab, yang tidak hanya terkait dengan lingkungan teknologi, tetapi juga dengan kehidupan. Bagaimana kita hidup di lingkungan yang menjadi harapan bagi kita,” ujarnya, Jumat (21/8).

Membangun Budaya Peduli Lingkungan

Untuk mewujudkan lingkungan sebagai ruang pembelajaran tersebut, FT UGM menerapkan berbagai kebijakan yang mendorong keteraturan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui pengaturan mobilitas kendaraan di kawasan fakultas.  FT UGM memasang portal untuk mengatur jumlah kendaraan yang masuk sesuai kapasitas parkir. Kebijakan ini diterapkan bukan untuk membatasi aktivitas orang, melainkan mengendalikan jumlah kendaraan agar sesuai dengan daya tampung kawasan. Mahasiswa yang membawa mobil diatur secara bergiliran karena jumlah kendaraan lebih banyak dibandingkan kapasitas parkir. Di sisi lain, FT UGM tetap menyediakan area parkir bagi pengunjung sehingga pembatasan kendaraan tidak berarti membatasi akses masyarakat ke lingkungan fakultas. “Portal itu kita pasang bukan untuk membatasi orang, tetapi untuk membatasi kendaraannya,” jelas  Selo.

Tidak berhenti pada pengaturan mobilitas, komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui pengelolaan sampah secara mandiri. FT UGM memiliki TPS 3R dengan prinsip bahwa sampah yang dihasilkan di lingkungan fakultas harus dapat dikelola hingga selesai di dalam kawasan kampus. “Kita punya TPS 3R yang mempunyai atau menggunakan motto bahwa tidak boleh ada sampah keluar dari Fakultas Teknik apa adanya. Semua sudah dikelola, selesai di lingkungan Fakultas Teknik,” tuturnya.

Pengelolaan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melibatkan mahasiswa secara langsung. Di kantin, misalnya, penggunaan plastik sekali pakai dikurangi dengan menyediakan piring dan gelas yang dapat digunakan kembali. Mahasiswa juga dibiasakan bertanggung jawab terhadap sisa makanan dan peralatan makan setelah selesai digunakan. “Bukan kita ajari, kita ajak untuk peduli pada lingkungan,” katanya.

Selain mengurangi sampah, kepedulian terhadap lingkungan juga ditanamkan melalui penghijauan. FT UGM pernah mengajak mahasiswa baru menanam sekitar 10.000 pohon. Pada tahun ini, sekitar 250 pohon berukuran lebih besar kembali ditanam. Sebelumnya, FT UGM juga menanam 18 pohon berukuran besar dengan lingkar batang mencapai sekitar tiga meter.

Beragam upaya tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan di FT UGM tidak hanya diarahkan untuk menciptakan kawasan yang nyaman, tetapi juga membentuk kebiasaan sivitas agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. “Kita sangat peduli pada lingkungan, sehingga kita mengajak mahasiswa belajar bagaimana mengelola lingkungan. Setiap mahasiswa harus punya sense bagaimana kita mengelola lingkungan,” terangnya.

Membangun Kesadaran, Mengubah Kebiasaan

Upaya membangun kepedulian tersebut, menurut Selo, tidak selalu berjalan mudah. Sebab, keberhasilan sebuah inovasi pada akhirnya sangat bergantung pada kesediaan manusia untuk menerima dan menjalankan perubahan. “Tantangan paling menantang itu adalah mengajak orang untuk berubah. Kalau sistemnya, sistem kan dibuat, itu mudah,” ujarnya.

Ia mencontohkan penerapan portal kendaraan yang membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga akhirnya dapat diterima sivitas akademika. Namun, proses itulah yang menunjukkan jika perubahan membutuhkan waktu dan konsistensi. Pengalaman serupa kemudian diterapkan FT UGM dalam membangun kepedulian terhadap aspek Safety, Health, and Environment (SHE) atau keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.

Program tersebut mulai dijalankan sejak 2025 dengan pencatatan terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran. Menurut Selo, jumlah pelanggaran menunjukkan penurunan. Ia juga melihat adanya kesadaran mahasiswa untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Melakukan kesalahan itu hal yang biasa. Orang-orang biasa mengulang kesalahan itu, tapi pastinya untuk berikutnya dia harus sudah memikirkan, tidak boleh mengulang kesalahan itu,” tuturnya.

Bagi Selo, perubahan perilaku tersebut menjadi salah satu indikator bahwa inovasi tidak berhenti pada penciptaan sistem atau aturan, tetapi juga menghasilkan perubahan dalam keseharian sivitas. “Tantangannya adalah manusianya. Ya, manusianya,” pungkasnya.

Lingkungan dan Manusia sebagai Satu Kesatuan

Pandangan tersebut kemudian menjadi dasar pendekatan FT UGM dalam mengembangkan solusi pengelolaan lingkungan. Jika pendekatan konvensional cenderung menempatkan lingkungan atau sampah sebagai objek pengelolaan, FT UGM memandang manusia dan lingkungan sebagai satu kesatuan ekosistem. “Kalau kami, lingkungan dan orang ini satu kesatuan ekosistem. Semua harus dikelola dengan baik,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, berbagai inovasi tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mengajak sivitas mengubah cara kerja dan budaya sehari-hari. Dampaknya pun mulai dirasakan di luar lingkungan FT UGM.

Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya institusi yang datang untuk mempelajari praktik pengelolaan lingkungan di FT UGM. Sejumlah sekolah dan lembaga telah belajar mengenai pengelolaan sampah, termasuk salah satu sekolah yang kemudian mengikuti kompetisi pengelolaan sampah tingkat nasional. Beberapa perguruan tinggi juga melakukan kunjungan untuk mempelajari praktik serupa.“Kalau dari banyaknya mitra yang kemudian belajar tentang kita, mungkin sesuatu yang bisa kita pakai sebagai ukuran dampak,” katanya.

Ketertarikan tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dengan perguruan tinggi mitra dari luar negeri yang memiliki perhatian serupa terhadap penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pendidikan.

Memperkuat Kolaborasi dan Inovasi

Upaya FT UGM dalam membangun budaya peduli lingkungan tidak berdiri sendiri. Semangat tersebut tumbuh dalam ekosistem inovasi yang mempertemukan sivitas akademika dengan mitra industri, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya. Bagi Selo, inovasi perlu dikembangkan melalui kolaborasi agar pengetahuan dan pengalaman dari berbagai bidang dapat saling melengkapi serta menghasilkan solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Salah satu ruang yang mewadahi kolaborasi tersebut ialah Engineering Research Innovation Center (ERIC). Melalui ERIC, dosen, mahasiswa, peneliti, dan mitra industri dapat berinteraksi dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan. Selo menyebut salah satu perusahaan panas bumi bahkan memiliki ruang khusus di ERIC untuk melakukan penelitian bersama. Selain industri, ERIC juga menjadi ruang bagi berbagai aktivitas yang melibatkan pemerintah dan pemerintah daerah.

Ekosistem kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan gagasan inovatif. FT UGM mendorong mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan dan kompetisi dengan dukungan dosen, sehingga inovasi tidak hanya menjadi hasil pembelajaran di kelas, tetapi juga lahir dari pengalaman dan proses kolaborasi.“Kita berharap tidak hanya mahasiswa kegiatan, tetapi siapa saja yang masuk Fakultas Teknik ini mendapat support agar mereka bisa berkreasi, berinovasi tanpa batas,” ujarnya.

Menurut Selo, ruang berinovasi tersebut juga tidak harus terbatas pada satu disiplin ilmu. Pengembangan kendaraan seperti Arjuna, SEMAR, Bimasakti, misalnya, tidak hanya berbicara mengenai aspek teknis, tetapi juga membentuk ekosistem yang memungkinkan mahasiswa dari bidang ekonomi, hukum, maupun bidang lainnya untuk turut berkontribusi sesuai keahliannya.

Mempertemukan Pembelajaran dan Dunia Nyata

Ekosistem kolaborasi tersebut juga tercermin dalam proses pembelajaran. Meskipun sistem pembelajaran FT UGM tidak secara khusus berbeda dari fakultas lainnya, pengalaman dosen dalam menyelesaikan persoalan di dunia industri menjadi salah satu sumber pembelajaran yang memperkaya perkuliahan. Sejumlah dosen memiliki pengalaman penelitian dan pengembangan solusi untuk berbagai persoalan industri, mulai dari energi hingga teknologi. Pengalaman tersebut kemudian dibawa ke dalam materi perkuliahan.

Selain melalui pengalaman dosen, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk melihat langsung penerapan ilmu di lapangan. Sejumlah program studi mengajak mahasiswa mengunjungi industri untuk memahami persoalan nyata sesuai bidang keilmuannya. Pada industri petrokimia, misalnya, mahasiswa teknik kimia dan teknik elektro dapat mempelajari aspek yang berbeda sesuai kompetensinya, mulai dari proses kimia hingga sistem kelistrikan.“Jadi kombinasi antara pengalaman dosen dan kemudian dengan lapangan itu mungkin menjadi kita cukup banyak mengirim mahasiswa ke industri,” jelasnya.

Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia nyata.

Mewujudkan Fakultas yang Nyaman untuk Bertumbuh

Seluruh upaya tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yakni menciptakan lingkungan FT UGM yang memungkinkan seluruh sivitas belajar dan berkembang secara optimal. Selama hampir lima tahun memimpin FT UGM, Selo menaruh perhatian pada bagaimana lingkungan fakultas dapat menjadi tempat yang nyaman untuk belajar sekaligus berkembang. “Saya memikirkan tentang bagaimana lingkungan Fakultas Teknik menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, nyaman untuk berkembang, bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh semua sivitas,” tuturnya.

Ia berharap setiap sivitas dapat berkembang sesuai potensi masing-masing. Dosen diharapkan terus mengembangkan keilmuan dan karier, sementara mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik serta memiliki karakter yang kuat. “Saya bayangkan adalah semua orang, baik itu dosen maupun mahasiswa, semuanya bisa tumbuh berkembang sesuai dengan posisi terbaiknya,” pungkasnya.

Penulis : Zabrina Kumara

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Aidil dan Dok. FT UGM

Artikel Peduli Lingkungan, FT UGM Perketat Kendaraan dan Olah Sampah Mandiri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-lingkungan-ft-ugm-perketat-kendaraan-dan-olah-sampah-mandiri/feed/ 0
Jaga Ekosistem Perairan, Dosen dan Mahasiswa UGM Aksi Bersih Embung Tambakboyo https://ugm.ac.id/id/berita/jaga-ekosistem-perairan-dosen-dan-mahasiswa-ugm-aksi-bersih-embung-tambakboyo/ https://ugm.ac.id/id/berita/jaga-ekosistem-perairan-dosen-dan-mahasiswa-ugm-aksi-bersih-embung-tambakboyo/#respond Fri, 21 Aug 2026 07:58:13 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96842 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui aksi Bersih Embung Tambakboyo pada Kamis (20/8) di Kabupaten Sleman. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-63 Departemen Perikanan UGM ini menjadi bentuk kepedulian civitas universitas terhadap kebersihan dan keberlanjutan ekosistem perairan tawar. Aksi tersebut melibatkan sekitar 70 peserta […]

Artikel Jaga Ekosistem Perairan, Dosen dan Mahasiswa UGM Aksi Bersih Embung Tambakboyo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui aksi Bersih Embung Tambakboyo pada Kamis (20/8) di Kabupaten Sleman. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-63 Departemen Perikanan UGM ini menjadi bentuk kepedulian civitas universitas terhadap kebersihan dan keberlanjutan ekosistem perairan tawar. Aksi tersebut melibatkan sekitar 70 peserta yang terdiri atas dosen Departemen Perikanan UGM, pengelola Embung Tambakboyo, serta mahasiswa di semua jenjang. Melalui kegiatan ini, peserta terlibat langsung dalam menjaga kebersihan kawasan embung sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan perairan.

Embung Tambakboyo merupakan kawasan perairan yang secara geografis mencakup wilayah Desa Wedomartani, Desa Condongcatur, dan Desa Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Embung tersebut berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS Serayu Opak) dan memiliki fungsi ekologis serta sosial bagi masyarakat sekitar. Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., menyampaikan bahwa menjaga kondisi perairan tawar memerlukan kepedulian bersama dari perguruan tinggi, pengelola, mahasiswa, dan masyarakat. “Embung ini memiliki fungsi ekologis dan sosial bagi masyarakat, sehingga menjaga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama. Harapannya kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian dan mendorong semakin banyak pihak untuk ikut menjaga ekosistem perairan,” ujarnya.

Aksi bersih embung dilakukan dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di kawasan tersebut. Para peserta membersihkan sampah plastik maupun sampah organik yang tersebar di sekitar embung. Rangkaian kegiatan juga mencakup pemasangan papan anjuran serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai penanganan ikan dan pentingnya menjaga ekosistem perairan. Dari kegiatan pembersihan, peserta berhasil mengumpulkan lebih dari 25 trashbag sampah.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pengelola Embung Tambakboyo. Pengelola Embung Tambakboyo, Sumaryanto, menyampaikan bahwa sampah masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi di kawasan embung sehingga kegiatan pembersihan perlu dilakukan secara rutin. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak agar kebersihan dan kelestarian embung tetap terjaga. “Sampah masih menjadi salah satu persoalan di kawasan embung. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin dan berkelanjutan supaya kebersihan dan kelestarian Embung Tambakboyo tetap terjaga,” ungkapnya.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam Bersih Embung Tambakboyo menjadi kesempatan untuk belajar mengenai pengelolaan lingkungan perairan melalui pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan tersebut mempertemukan proses pembelajaran akademik dengan aksi nyata dalam menjaga ekosistem perairan tawar. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Bersih Embung Tambakboyo menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-63 Departemen Perikanan UGM sekaligus bentuk kontribusi akademisi dalam menjaga lingkungan perairan. Pembersihan kawasan, pemasangan papan anjuran, dan sosialisasi mengenai penanganan ikan menjadi rangkaian kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran bersama. Kolaborasi dengan pengelola embung juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan upaya pemeliharaan kawasan setelah kegiatan selesai. Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM berharap sinergi dengan pengelola embung dan masyarakat dapat terus berkembang untuk mewujudkan ekosistem perairan tawar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Reportase: Departemen Perikanan UGM

Editor: Triya Andriyani

Artikel Jaga Ekosistem Perairan, Dosen dan Mahasiswa UGM Aksi Bersih Embung Tambakboyo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/jaga-ekosistem-perairan-dosen-dan-mahasiswa-ugm-aksi-bersih-embung-tambakboyo/feed/ 0
Rektor UGM Resmikan Gedung Laboratorium Bahasa dan Pusat Pengembangan Riset Humaniora https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-resmikan-gedung-laboratorium-bahasa-dan-pusat-pengembangan-riset-humaniora/ https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-resmikan-gedung-laboratorium-bahasa-dan-pusat-pengembangan-riset-humaniora/#respond Mon, 17 Aug 2026 13:27:19 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96707 Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., meresmikan Gedung C Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM yang diperuntukkan sebagai Laboratorium Bahasa dan Pusat Pengembangan Riset Humaniora. Peresmian tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan dihadiri oleh pimpinan universitas, jajaran pimpinan FIB UGM, guru besar, sivitas akademika, serta pimpinan PT Waskita Karya […]

Artikel Rektor UGM Resmikan Gedung Laboratorium Bahasa dan Pusat Pengembangan Riset Humaniora pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., meresmikan Gedung C Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM yang diperuntukkan sebagai Laboratorium Bahasa dan Pusat Pengembangan Riset Humaniora. Peresmian tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan dihadiri oleh pimpinan universitas, jajaran pimpinan FIB UGM, guru besar, sivitas akademika, serta pimpinan PT Waskita Karya selaku kontraktor pembangunan gedung, Sabtu (17/8).

Gedung C FIB UGM diharapkan menjadi fasilitas yang mendukung pengembangan riset dan kegiatan akademik di bidang humaniora, meliputi sejarah, linguistik, sastra, arkeologi, antropologi, hingga kajian pariwisata. Keberadaan fasilitas baru tersebut juga menjadi bagian dari upaya FIB UGM memperkuat perannya dalam pengembangan keilmuan dan kebudayaan di lingkungan UGM.

Dalam sambutannya, Rektor UGM Ova Emilia menyampaikan bahwa keberadaan gedung baru perlu diiringi dengan pemanfaatan fasilitas secara optimal oleh sivitas akademika. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan gedung, termasuk mempertahankan ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH). “RTH adalah aset bagi kelangsungan ekologi, kesehatan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat sehingga tercipta ruang akademik yang sehat dan kondusif bagi proses pembelajaran,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa peresmian Gedung C tidak sekadar menandai selesainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang FIB UGM yang tahun ini memasuki usia 80 tahun.

Menurutnya, pembangunan Gedung C merupakan bagian dari masterplan pembangunan kampus FIB UGM yang telah disusun sejak 2014. Pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap sebagai upaya mewujudkan lingkungan kampus yang terintegrasi sekaligus memperkuat fasilitas pendukung kegiatan akademik.

“Pembangunan Gedung C sendiri merupakan bagian dari masterplan pembangunan kampus FIB UGM yang telah dibuat pada tahun 2014 hingga pada akhirnya satu per satu elemen penyusun kampus semakin terwujud,” tuturnya.

Setiadi turut menyampaikan laporan mengenai pembiayaan pembangunan gedung. Setelah mengalami adendum final pada 22 Juli 2026, berdasarkan keputusan Rektor UGM, nilai kontrak maksimal yang diizinkan untuk menyelesaikan pembangunan Gedung C mencapai Rp127,22 miliar. Nilai tersebut mencakup tambahan sekitar 12,5 persen atau Rp14 miliar untuk pengembangan sejumlah fasilitas penting yang diperlukan dalam mendukung operasional fakultas.

Ia menjelaskan, pendanaan pembangunan gedung berasal dari akumulasi anggaran atau sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) yang dikelola sesuai dengan standar biaya UGM, serta dukungan dana hibah UGM sebesar Rp10 miliar.

Pembangunan Gedung C juga diarahkan untuk mendukung transformasi FIB UGM. Setiadi mengatakan, FIB tidak hanya ingin berfokus pada produksi riset, artikel, dan buku, tetapi juga mendorong sivitas akademika menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. “FIB UGM ingin bertransformasi, memberikan kesempatan kepada civitas akademika untuk menghasilkan banyak karya-karya yang lebih langsung bisa dinikmati oleh masyarakat seluruh Indonesia. Karena itu, di lantai tujuh misalnya, kami sediakan nanti ruang DKV, ada multimedia yang cukup representatif untuk mengembangkan kajian-kajian digital,” tambahnya.

Selain Laboratorium Bahasa dan Pusat Bahasa, Gedung C dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung, seperti selasar, ruang pameran, auditorium, co-working space, dan amphitheater. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas pembelajaran, penelitian, kolaborasi, serta pengembangan karya sivitas akademika FIB UGM.

Peresmian Gedung C ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Rektor UGM. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata berupa Kayon Sekartaji, tokoh perempuan dalam mitologi Panji yang dikenal sebagai salah satu tokoh utama dalam pertunjukan wayang gedhog.

Kayon Sekartaji tersebut merepresentasikan sosok perempuan yang memiliki peran penting sebagai pasangan ksatria protagonis sekaligus simbol rahim peradaban yang melahirkan para pemimpin tanah Jawa dan Nusantara. Pemberian simbol tersebut diharapkan dapat menjadi nilai yang dijiwai oleh seluruh sivitas akademika UGM. Sebelumnya, rangkaian peresmian diawali dengan tarian penyambutan flashmob oleh sivitas akademika FIB UGM. Acara dilanjutkan dengan prosesi gunting pita oleh Rektor UGM, Dekan FIB UGM, dan pimpinan PT Waskita Karya, kemudian ditutup dengan tur Gedung C.

Penulis : M. Aidil Syahputra

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie dan Dok. FIB

Artikel Rektor UGM Resmikan Gedung Laboratorium Bahasa dan Pusat Pengembangan Riset Humaniora pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-resmikan-gedung-laboratorium-bahasa-dan-pusat-pengembangan-riset-humaniora/feed/ 0
UGM Kembangkan Smart Eco Bioproduction untuk Dorong Pertanian Regeneratif https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kembangkan-smart-eco-bioproduction-untuk-dorong-pertanian-regeneratif/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kembangkan-smart-eco-bioproduction-untuk-dorong-pertanian-regeneratif/#respond Wed, 12 Aug 2026 09:31:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96585 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada mengembangkan Smart Eco Bioproduction yang sering dikenal sebagai konsep pertanian pintar yang menggunakan sensor, kecerdasan buatan, robotika, atau teknologi digital. Konsep ini nantinya diarahkan menuju ke model pertanian regeneratif yang mampu mempertemukan beberapa elemen dasar seperti kecerdasan digital, kekuatan biologis, prinsip ekologis, dan tujuan produksi. Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM, […]

Artikel UGM Kembangkan Smart Eco Bioproduction untuk Dorong Pertanian Regeneratif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada mengembangkan Smart Eco Bioproduction yang sering dikenal sebagai konsep pertanian pintar yang menggunakan sensor, kecerdasan buatan, robotika, atau teknologi digital. Konsep ini nantinya diarahkan menuju ke model pertanian regeneratif yang mampu mempertemukan beberapa elemen dasar seperti kecerdasan digital, kekuatan biologis, prinsip ekologis, dan tujuan produksi.

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM, Prof. Dr. Jaka Widada, mengatakan pengembangan Smart Eco Bioproduction sudah dilakukan lima tahun terakhir di Faperta dengan mengaplikasikannya ke dalam kurikulum, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan berbagai ekosistem pendukung di lingkungan Faperta UGM. “Telah dirancang sejak tahun 2017, gagasan tersebut terus berkembang melalui proses pembelajaran, penelitian, inovasi, dan implementas,” kata Jaka dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Rabu (12/8).

Menurutnya, pengembangan Smart Eco Bioproduction selaras dengan tantangan pertanian nasional dan global semakin kompleks, sehingga konsepnya perlu mengintegrasikan berbagai kekuatan keilmuan untuk mempercepat pertanian regeneratif berbasis holobiont. Implementasi dalam kurikulum, dilakukan dengan penguatan paradigma baru mulai diterjemahkan ke dalam pembelajaran yang semakin integratif, memperkenalkan mahasiswa pada pendekatan sistem, biologi, ekologi, teknologi digital, mikrobioma, dan pertanian regeneratif.

Sementara dalam riset dan pengembangan, semakin diarahkan pada persoalan lintas disiplin, termasuk kesehatan tanah, mikrobioma, interaksi tanaman–mikroba, digital phenotyping, multi-omics, AI, dan sistem produksi regeneratif. Sedangkan dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, diimplementasikan dengan konsep pengetahuan dan teknologi dibawa lebih dekat kepada petani dan masyarakat melalui pendampingan, penerapan teknologi tepat guna, penguatan kapasitas, dan pengembangan praktik pertanian yang lebih regeneratif.

Ia menegaskan, Fakultas Pertanian UGM ingin menjadi bagian dari gerakan yang membangun pertanian di tanah air bukan hanya sebagai sektor produksi, tetapi sebagai sistem kehidupan yang mampu meregenerasi dirinya sendiri. “Karena pada prinsipnya pertanian yang baik bukan hanya pertanian yang mampu memberi makan manusia, pertanian yang baik adalah pertanian yang juga mampu memberi kehidupan kepada bumi beserta isinya,” imbuhnya.

Sedangkan dalam konteks ekosistem pendukung, penerapan Smart Eco Bioproduction dengan pendekatan laboratorium, kebun percobaan, fasilitas penelitian, infrastruktur digital, jejaring kemitraan, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat terus dikembangkan sebagai fondasi inovasi.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama di Fakultas Pertanian Prof. Dr. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menuturkan salah satu tantangan terbesar dunia akademik adalah kecenderungan ilmu berkembang dalam batas-batas disiplin yang kaku. Persoalan pertanian juga tidak dapat diselesaikan secara terpisah. Oleh karenanya Faperta UGM ingin bergerak from disciplines to systems. Prinsip dasarnya adalah dari ilmu yang terpisah menuju ekosistem pengetahuan, dari penelitian individual menuju inovasi kolaboratif, dari laboratorium menuju lapangan, dan dari publikasi menuju manfaat nyata.

Pada akhirnya, pertanian regeneratif bukan semata-mata agenda teknologi. Ia adalah pilihan moral dan tanggung jawab antar generasi. “Kita menerima tanah dari generasi sebelumnya. Kita menggunakan air yang bukan hanya milik kita. Kita menikmati biodiversitas yang terbentuk selama ribuan bahkan jutaan tahun. Dan karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa apa yang kita tinggalkan kepada generasi berikutnya tidak lebih buruk daripada apa yang kita terima,” jelas Subejo.

Menurut Subejo, Faperta UGM mendorong kekuatan berbagai departemen untuk bergerak sebagai satu ekosistem keilmuan. Departemen Mikrobiologi Pertanian menjadi salah satu kekuatan penting dalam pengembangan microbiome dan holobiont engineering. 

Ia menyebutkan, Departemen Budidaya Pertanian diarahkan mengembangkan regenerative cropping systems. Lalu, Departemen Ilmu Tanah memperkuat konsep living soil dan regenerative soil. Sedangkan Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan mengembangkan holobiont plant health.

Selanjutnya, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian memastikan bahwa regenerasi ekologi berjalan bersama regenerasi ekonomi dan kesejahteraan petani. Departemen Perikanan memperluas paradigma regeneratif ke dalam sistem perairan melalui regenerative aquatic production.

Semua kekuatan tersebut diperkuat oleh Artificial Intelligence, sensor dan IoT, multi-omics, biotechnology, digital phenotyping, modelling, dan data science. “Inilah yang membuat Smart Eco Bioproduction bukan sekadar program teknologi, tetapi sebuah ekosistem pengetahuan dan inovasi,” jelasnya.

Penulis : Fatihah Salwa Rasyid

Editor : Gusti Grehenson

Foto: Magnific

Artikel UGM Kembangkan Smart Eco Bioproduction untuk Dorong Pertanian Regeneratif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kembangkan-smart-eco-bioproduction-untuk-dorong-pertanian-regeneratif/feed/ 0
UGM dan Pemkot Semarang Kembangkan Urban Gastronomy Berbasis Riset https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemkot-semarang-kembangkan-urban-gastronomy-berbasis-riset/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemkot-semarang-kembangkan-urban-gastronomy-berbasis-riset/#respond Tue, 11 Aug 2026 02:30:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96473 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang mengembangkan kajian potensi urban gastronomy di Kota Semarang. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Kontrak Kerja Sama Swakelola yang dilanjutkan dengan diskusi tindak lanjut kajian pada Rabu (5/8) silam di Operation Room FTP UGM. […]

Artikel UGM dan Pemkot Semarang Kembangkan Urban Gastronomy Berbasis Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang mengembangkan kajian potensi urban gastronomy di Kota Semarang. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Kontrak Kerja Sama Swakelola yang dilanjutkan dengan diskusi tindak lanjut kajian pada Rabu (5/8) silam di Operation Room FTP UGM. Kajian berbasis riset ini diarahkan untuk memetakan potensi gastronomi, kekayaan kuliner, serta nilai budaya yang membentuk identitas Kota Semarang. Hasil kajian nantinya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan gastronomi sekaligus mendukung penguatan ekonomi kreatif daerah.

Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa kajian urban gastronomy akan melihat kondisi eksisting dan keragaman kuliner sebagai bagian dari identitas Kota Semarang. Kajian juga akan menelusuri sejarah serta proses akulturasi budaya yang membentuk kekayaan kuliner di kota tersebut. Pendekatan co-creation value digunakan untuk melihat potensi penciptaan nilai melalui keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan gastronomi. Hasil kajian diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengembangan gastronomi.

Pembahasan mengenai pengembangan gastronomi kemudian diarahkan pada upaya menjaga karakter dan kualitas produk kuliner yang menjadi bagian dari identitas daerah. Ketua Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Gastronomi Indonesia (GI) UGM, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D., menilai standardisasi diperlukan agar produk kuliner memiliki karakter yang kuat sekaligus memenuhi aspek keamanan dan kualitas. Menurutnya, pengembangan gastronomi juga perlu memperhatikan pemasaran dan keberlanjutan produk agar dapat berkembang dalam jangka panjang. “Standarisasi resep berfungsi sebagai penegas identitas produk. Di samping variasi resep, faktor utama yang wajib diperhatikan adalah sanitasi, branding, dan umur simpan,” jelas Bambang.

Aspek penelitian menjadi bagian penting dalam memastikan kajian mampu menggambarkan kekayaan gastronomi Semarang secara komprehensif. Dosen FTP UGM, Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc., menilai penyusunan instrumen survei yang komprehensif dan pemilihan metode analisis yang tepat diperlukan untuk mengolah data pada skala makro. Dokumentasi kuliner yang terstruktur juga dapat membantu mengidentifikasi kekayaan pangan lokal sekaligus memperkuat identitas gastronomi daerah. Masukan tersebut menjadi bagian dari penyusunan pendekatan penelitian agar kajian yang dihasilkan memiliki dasar data yang kuat.

Dari sisi pemerintah daerah, pengembangan urban gastronomy dipandang memiliki kaitan erat dengan penguatan identitas Kota Semarang. Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan BRIDA Kota Semarang, Asdani Kindarto, S.Sos., M.Eng., Ph.D., menilai kekayaan gastronomi perlu dikembangkan dengan mengintegrasikan produk kuliner dan nilai budaya yang selama ini tersebar dalam berbagai narasi. Penguatan fondasi tersebut dinilai dapat mendukung strategi city branding sekaligus memperluas nilai ekonomi dari produk unggulan daerah. “Diplomasi yang baik dimulai dari perut. Karena itu, penguatan fondasi kuliner akan mempermudah pencapaian city branding Kota Semarang,” ujarnya.

Pengembangan ekosistem gastronomi juga menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi antara UGM dan Pemerintah Kota Semarang. Kepala BRIDA Kota Semarang, Dr. Bagus Irawan, S.T., M.T., M.Eng., menyampaikan bahwa gastronomi dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat produk unggulan Kota Semarang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Dalam diskusi juga dibahas peluang Kota Semarang untuk memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy yang antara lain mensyaratkan keberadaan sedikitnya tiga produk kuliner unggulan, penyelenggaraan seminar secara berkala, serta laporan tahunan mengenai pengembangan produk dan kegiatan gastronomi. Kegiatan seperti seminar dan masterclass dinilai dapat mendukung terbentuknya ekosistem gastronomi yang berkelanjutan.

Melalui kerja sama FTP UGM bersama BRIDA dan Bappeda Kota Semarang, kajian urban gastronomy diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis riset yang dapat mendukung penyusunan kebijakan pemerintah daerah. Pengembangan tersebut mencakup pemetaan kekayaan kuliner, penguatan identitas gastronomi, pelestarian warisan kuliner, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi ruang untuk mempertemukan kekayaan kuliner Semarang dengan pendekatan ilmiah dalam merumuskan strategi pengembangan kota. Dengan fondasi riset yang kuat, potensi gastronomi Kota Semarang diharapkan dapat berkembang sebagai bagian dari identitas kota sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan ekonomi kreatif daerah.

Kontributor: Humas FTP UGM

Penulis: Triya Andriyani

Artikel UGM dan Pemkot Semarang Kembangkan Urban Gastronomy Berbasis Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemkot-semarang-kembangkan-urban-gastronomy-berbasis-riset/feed/ 0
Sekolah Vokasi UGM Luncurkan Pusat Pengembangan Bahasa https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-ugm-luncurkan-pusat-pengembangan-bahasa/ https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-ugm-luncurkan-pusat-pengembangan-bahasa/#respond Sat, 01 Aug 2026 01:02:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96112 Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada baru saja meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7) di gedung Teaching Industry Learning Center (TILC). Hal ini dimaksudkan untuk memastikan dan mempercepat agar lulusan vokasi dapat terserap ke pasar kerja internasional melalui penguasaan bahasa global dan budaya kerja. Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr. […]

Artikel Sekolah Vokasi UGM Luncurkan Pusat Pengembangan Bahasa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada baru saja meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7) di gedung Teaching Industry Learning Center (TILC). Hal ini dimaksudkan untuk memastikan dan mempercepat agar lulusan vokasi dapat terserap ke pasar kerja internasional melalui penguasaan bahasa global dan budaya kerja.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., dalam pembukaannya menjelaskan bahwa ia menginginkan Sekolah Vokasi menciptakan dampak yang besar dan Gedung TILC dapat dikembangkan menjadi pusat bahasa, bukan sekadar kursus bahasa, tetapi juga untuk bahasa komunikasi profesional dan bisnis. “Dulu kursus bahasa Inggris difokuskan untuk dosen yang mau sekolah ke luar negeri. Sekarang eranya berbeda; bahasa ditujukan untuk komunikasi bisnis dan bekerja bagi mahasiswa,” jelasnya.

Ia pun berharap bahwa dengan kemampuan bahasa asing ini, para lulusan UGM dapat berdaya saing global dan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan serta mendapatkan pekerjaan yang lebih luas. Terlebih dengan fakta bahwa banyak negara di luar yang membutuhkan sumber daya manusia, Indonesia memiliki hal tersebut. Ia memberikan contoh Taiwan dan Jepang yang saat ini membutuhkan puluhan ribu pekerja terampil. “ Keduanya menyukai tenaga kerja dari Indonesia karena tiga hal, yaitu patuh pada aturan, daya tahan (endurance) serta kerja samanya tinggi. Ini kekayaan yang luar biasa,” ujarnya.

Hal selaras diungkapkan oleh Dr. Ir. Wiryanta, S.T., M.T. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM. Wiryanta menegaskan bahwa banyak mitra dari luar negeri seperti  Taiwan, Tiongkok, dan Jepang yang mencari pekerja di Indonesia. Oleh karena itu, penguasaan bahasa asing seperti Mandarin dan Jepang menjadi penting, selain bahasa Inggris. “Dengan kondisi seperti itu, salah satu aksi strategisnya adalah penguasaan bahasa ini harus kita dorong. Mudah-mudahan dengan semangat launching dari Pusat Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis di Sekolah Vokasi ini, menjadi langkah awal dan spirit kita untuk menggapai peluang bekerja di luar negeri,” harapnya.

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan bahwa selama ini ada 3 kelemahan utama untuk mendapatkan peluang kerja di luar negeri. Ketiga hal tersebut adalah kelemahan dalam bahasa, gap kompetensi, dan permasalahan yang ada pada masyarakat sendiri.

Direktur Intact (International Talent Circulation) Base (Taiwan-Indonesia) Bangka Belitung, Supriyantono, B.A., M.B.A., memaparkan tentang program INTENSE  (International Industrial Education Special Program) yang juga menjadi bagian dari kerja sama peluncuran Pusat Pengembangan Bahasa ini. Intactbase merupakan kantor perwakilan yang diberikan mandat oleh Ministry of Education Taiwan untuk mempromosikan Beasiswa INTENSE.

Program INTENSE ini menyiapkan para penerima beasiswanya secara profesional untuk bisa langsung bekerja di Taiwan dengan fokus pada bidang STEM, semikonduktor, dan finansial, dengan skema  beasiswa full funding. Beasiswa ini didukung oleh 3 pilar di Taiwan, yaitu pemerintah, perusahaan, dan kampus. Pada tahun ini tercatat ada 46 mahasiswa dari UGM yang lulus dari program beasiswa INTENSE.

Selain mendapatkan biaya hidup, visa yang didapat pun merupakan visa tenaga profesional, serta ada 150 kampus di Taiwan yang dapat dipilih oleh para calon pendaftar dari semua jenjang pendidikan dari D3 sampai dengan S3. Dalam prosesnya, Intact Base juga menyediakan kelas bahasa Mandarin gratis sebagai penguatan kemampuan para pendaftar dan calon penerima beasiswa INTENSE. “Untuk persiapan, kami membuka Kelas Pengantar Bahasa Inggris dan Kelas Pengantar Bahasa Mandarin. Kalau kalian belajar bahasa Mandarin, otomatis saat interview peluang lulusnya lebih tinggi,” jelasnya.

Seperti diketahui, Sekolah Vokasi membuka Program Pelatihan Bahasa Inggris dan juga Bahasa Jepang. Kedua kurikulum program ini disesuaikan dengan kebutuhan industri yang terkini dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Tak hanya itu, Program Pelatihan Bahasa Jepang pun menawarkan pengalaman belajar yang lebih dari sekadar teori, tetapi juga bagaimana menggunakan bahasa Jepang tersebut sesuai dengan konteks profesional. Program yang ditawarkan yaitu persiapan kerja dan persiapan studi.

Penulis/Foto : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Sekolah Vokasi UGM Luncurkan Pusat Pengembangan Bahasa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sekolah-vokasi-ugm-luncurkan-pusat-pengembangan-bahasa/feed/ 0
UGM dan UPM Perkuat Kolaborasi Akademik melalui Pertukaran Budaya https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-upm-perkuat-kolaborasi-akademik-melalui-pertukaran-budaya/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-upm-perkuat-kolaborasi-akademik-melalui-pertukaran-budaya/#respond Thu, 30 Jul 2026 07:27:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96035 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada bersama Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences, Universiti Putra Malaysia (UPM), memperkuat kolaborasi akademik melalui UPM ASEAN Cultural Exchange–Indonesia Programme yang berlangsung pada 27–28 Juli silam. Program ini mempertemukan masing-masing 14 mahasiswa dari UPM dan FTP UGM dalam rangka memperluas wawasan akademik, meningkatkan kompetensi komunikasi lintas budaya, sekaligus […]

Artikel UGM dan UPM Perkuat Kolaborasi Akademik melalui Pertukaran Budaya pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada bersama Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences, Universiti Putra Malaysia (UPM), memperkuat kolaborasi akademik melalui UPM ASEAN Cultural Exchange–Indonesia Programme yang berlangsung pada 27–28 Juli silam. Program ini mempertemukan masing-masing 14 mahasiswa dari UPM dan FTP UGM dalam rangka memperluas wawasan akademik, meningkatkan kompetensi komunikasi lintas budaya, sekaligus mempererat jejaring mahasiswa di kawasan ASEAN. Kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal penjajakan kerja sama antara Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences UPM dengan FTP UGM, khususnya Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FTP UGM, Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., menuturkan bahwa program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar dari keberagaman budaya sekaligus membangun jejaring internasional. Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari negara lain menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia yang semakin terhubung. “ASEAN dibangun atas keberagaman dan saling menghormati. Melalui program seperti ini, mahasiswa dapat saling belajar, memahami budaya yang berbeda, serta mengembangkan kompetensi lintas budaya yang dibutuhkan di era global,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Selama mengikuti program, mahasiswa UPM memperoleh kesempatan mengenal lingkungan akademik di FTP UGM melalui sesi pengenalan fakultas, presentasi aktivitas kemahasiswaan, serta kunjungan ke laboratorium. Kegiatan tersebut memberikan gambaran mengenai fasilitas pendidikan dan penelitian yang dimiliki FTP UGM sekaligus membuka ruang diskusi mengenai pengalaman belajar di kedua perguruan tinggi. Interaksi yang terjalin diharapkan menjadi awal terbentuknya kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pertukaran mahasiswa.

Pengalaman lintas budaya kemudian dilanjutkan melalui kunjungan ke Desa Wisata Pentingsari, Sleman. Di lokasi tersebut, mahasiswa UPM dan FTP UGM belajar memainkan gamelan, membatik, serta mempelajari tari klasik Yogyakarta sesuai pakem yang berlaku. Berbagai aktivitas tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia sekaligus mempererat interaksi antarmahasiswa dari kedua negara.

Mahasiswa UPM, Norhaikal Bin Norhaizad, mengaku program tersebut memberikan pengalaman yang berkesan karena dapat mengenal mahasiswa UGM secara lebih dekat. “Program kolaborasi antara UPM dan UGM ini sangat menyenangkan. Kami bisa menjalin persahabatan dengan mahasiswa UGM. Jika harus menggambarkannya dalam satu kata, saya akan mengatakan program ini luar biasa,” tuturnya.

Senada dengan itu, Nor Syameel Azraie Bin Nor Ezlie Azram mengatakan dirinya belajar banyak mengenai budaya Indonesia, mulai dari gamelan, kuliner, hingga keramahan masyarakatnya. Sementara itu, Nur Irdina Rauqah Binti Nasrun mengaku kunjungan pertamanya ke Yogyakarta memberikan pengalaman yang melampaui ekspektasinya. “Semua hal tentang Yogyakarta sangat mengesankan, mulai dari makanan, lingkungan, hingga masyarakatnya. Saya benar-benar menikmati program ini,” ungkapnya.

Melalui UPM ASEAN Cultural Exchange–Indonesia Programme, FTP UGM terus memperkuat komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pengalaman belajar yang memadukan aspek akademik dan budaya. Program ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara FTP UGM dan UPM dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun mobilitas mahasiswa. Dengan semakin kuatnya jejaring antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif global sekaligus apresiasi terhadap keberagaman budaya.

Reportase: Humas FTP UGM

Penulis: Triya Andriyani

Artikel UGM dan UPM Perkuat Kolaborasi Akademik melalui Pertukaran Budaya pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-upm-perkuat-kolaborasi-akademik-melalui-pertukaran-budaya/feed/ 0
Fakultas Biologi UGM dan Jeonbuk National University Buka Peluang Mobilitas Mahasiswa dan Double Degree https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-dan-jeonbuk-national-university-buka-peluang-mobilitas-mahasiswa-dan-double-degree/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-dan-jeonbuk-national-university-buka-peluang-mobilitas-mahasiswa-dan-double-degree/#respond Tue, 21 Jul 2026 01:20:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95687 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring internasional melalui kunjungan resmi ke Jeonbuk National University (JBNU), Korea Selatan, pada 13–15 Juli 2026 lalu. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pengalaman internasional bagi sivitas akademika kedua institusi. “Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki dan memperkuat kerja […]

Artikel Fakultas Biologi UGM dan Jeonbuk National University Buka Peluang Mobilitas Mahasiswa dan Double Degree pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring internasional melalui kunjungan resmi ke Jeonbuk National University (JBNU), Korea Selatan, pada 13–15 Juli 2026 lalu. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pengalaman internasional bagi sivitas akademika kedua institusi.

“Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki dan memperkuat kerja sama akademik antara Fakultas Biologi UGM dan Jeonbuk National University, khususnya dalam bidang mobilitas mahasiswa, pendidikan pascasarjana, dan kolaborasi akademik,” ungkap Dekan Fakultas Biologi UGM Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, MAgr.Sc., dalam keterangan yang dikirim Selasa (21/7).

Delegasi Fakultas Biologi UGM yang dipimpin Dekan dan  Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., disambut oleh Cho Hwarim, Vice President of International Affairs, serta Lee Sehoon, Team Manager of Global Recruitment and Engagement, Office of International Affairs, Jeonbuk National University. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi yang dapat segera diimplementasikan.

Budi menerangkan, salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah komitmen Jeonbuk National University untuk menyediakan kuota bagi 100 mahasiswa Universitas Gadjah Mada setiap tahunnya untuk mengikuti program student exchange selama satu semester. “Dari jumlah tersebut, 20 kuota secara khusus dialokasikan bagi mahasiswa Fakultas Biologi UGM, sehingga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional,”ujarnya.

Selain itu, kedua institusi juga menginisiasi pembahasan mengenai pengembangan Program Double Degree antara Fakultas Biologi UGM dengan Department of Life Sciences and Molecular Biology, Jeonbuk National University untuk jenjang Magister dan Doktor. “Program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global dan mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu hayati di tingkat internasional,” paparnya.

Melalui kerja sama ini, kata Budi, Fakultas Biologi UGM semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik global, serta memperkuat kolaborasi riset dengan institusi bereputasi internasional.

Penulis : Jelita Agustine

Foto : Dok. Fakultas Biologi

Artikel Fakultas Biologi UGM dan Jeonbuk National University Buka Peluang Mobilitas Mahasiswa dan Double Degree pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-dan-jeonbuk-national-university-buka-peluang-mobilitas-mahasiswa-dan-double-degree/feed/ 0
Rektor UGM Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru Fakultas Psikologi  https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-lakukan-peletakan-batu-pertama-pembangunan-gedung-baru-fakultas-psikologi/ https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-lakukan-peletakan-batu-pertama-pembangunan-gedung-baru-fakultas-psikologi/#respond Wed, 15 Jul 2026 02:39:40 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95544 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada secara resmi memulai pembangunan gedung baru. Dimulainya pembangunan gedung C ini ditandai peletakan batu pertama oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D., bersama Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Psikologi UGM, serta berbagai jajarannya, pada Selasa (14/7), di sisi timur Fakultas Psikologi. Simbolisasi juga dilakukan dengan penandatanganan […]

Artikel Rektor UGM Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru Fakultas Psikologi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada secara resmi memulai pembangunan gedung baru. Dimulainya pembangunan gedung C ini ditandai peletakan batu pertama oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D., bersama Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Psikologi UGM, serta berbagai jajarannya, pada Selasa (14/7), di sisi timur Fakultas Psikologi. Simbolisasi juga dilakukan dengan penandatanganan Prasasti oleh Rektor UGM sebagai penanda proses pembangunan resmi dimulai.

Rahmat menyebutkan bahwa pembangunan gedung tersebut sudah lama perintisannya. Ia menceritakan bahwa inisiasi adanya pembangunan gedung baru ini tercetus kisaran tahun 2022–2023. Disebutkannya bahwa salah satu struktur gedung Fakultas Psikologi mengindikasikan tanda persoalan struktur yang rentan. “Pada tahun 2022 dilanjut 2023 kami meminta bantuan Lab Departemen Teknik Sipil FT UGM yang menyimpulkan bahwa struktur Gedung G yang empat lantai itu tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Dikatakan Rahmat, gedung baru ini akan dibangun di area seluas 8.220 meter persegi yang terdiri dari tujuh lantai ke atas dan satu lantai basement. Gambaran pembangunannya disinyalir menyediakan 17 ruang pembelajaran dan kegiatan umum bagi Fakultas Psikologi. Rahmat juga menyebutkan gedung ini dapat menyediakan sampai 1.500 kursi termasuk di dalamnya terdapat lecture hall dengan kapasitas 250 bangku dan dua ruang kuliah besar berkapasitas 300 kursi, .

Ia berharap ruangan yang baru tidak sekadar masalah pembangunan fisik melainkan sebagai sarana improvisasi. Menurutnya, pembangunan ini merupakan sarana untuk mengaktualisasikan seluruh potensi yang ada di fakultas serta melancarkan kegiatan Tri Darma. “Terima kasih kepada berbagai pihak dalam seluruh proses pembangunan ini. Insyaallah selama 1 tahun nanti serah terima, kalau tidak salah tanggal 26 Juni 2027,” sebutnya.

Rektor UGM Ova Emilia menyatakan pimpinan universitas selalu mendukung pengembangan lingkungan kampus untuk kenyamanan semua sivitas. Seiring dengan pembangunan, Ova juga tidak lupa mengingatkan prinsip menjaga 30 persen ruang terbuka hijau. Menurutnya, adanya renovasi atau pemudaran tetap perlu digaungkan konsep kampus hijau.

Ditekankan Ova bahwa kondisi yang menandakan adanya perbaikan, renovasi, atau pembongkaran bangunan secara konsekuen akan dialihkan untuk mendukung konsep kampus hijau. “Jadi prinsipnya kita akan terus mendukung dan juga kemudian rencana strategis untuk mewujudkan kampus hijau ini memang terus kita akan gaungkan,”terangnya.

Selain itu, ia mendukung fasilitas yang dibangun perlu menyesuaikan kebutuhan zaman dengan adanya berbagai alternatif super kreatif hub. Mengingat pembangunan gedung baru ini menjadi representasi komitmen dalam meningkatkan kolaborasi lintas disiplin. “Mari kita jaga bersama, kita kawal bersama, kita dukung bersama, semoga pembangunan gedung C Fakultas Psikologi berjalan lancar dan berdampak bagi pembangunan bangsa,” harapnya.

Penulis/Foto : Hanifah

Editor            : Gusti Grehenson

Artikel Rektor UGM Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru Fakultas Psikologi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-lakukan-peletakan-batu-pertama-pembangunan-gedung-baru-fakultas-psikologi/feed/ 0
Dukung Swasembada Pangan, UGM Bangun Fasilitas Pengembangan Benih Varietas Unggul https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-swasembada-pangan-ugm-bangun-fasilitas-pengembangan-benih-varietas-unggul/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-swasembada-pangan-ugm-bangun-fasilitas-pengembangan-benih-varietas-unggul/#respond Fri, 10 Jul 2026 05:56:52 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95381 Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, menegaskan para peneliti di lingkungan UGM siap mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah sebagai prioritas nasional melalui inovasi dan hilirisasi riset. Ia menilai, berbagai tantangan tengah dihadapi sektor pertanian saat ini seperti elnino dan perubahan iklim serta konversi lahan, perlu adanya pengembangan teknologi, smart farming, dan […]

Artikel Dukung Swasembada Pangan, UGM Bangun Fasilitas Pengembangan Benih Varietas Unggul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, menegaskan para peneliti di lingkungan UGM siap mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah sebagai prioritas nasional melalui inovasi dan hilirisasi riset. Ia menilai, berbagai tantangan tengah dihadapi sektor pertanian saat ini seperti elnino dan perubahan iklim serta konversi lahan, perlu adanya pengembangan teknologi, smart farming, dan modernisasi sarana produksi yang dapat didukung melalui riset. “Kami sangat mendukung prioritas ataupun juga misi yang akan diemban ke depannya karena soal swasembada pangan adalah prioritas bangsa dan negara sebagai bagian dari strategi transformasi bangsa,” tutur Rektor Ova Emilia saat meresmikan pembangunan infrastruktur riset modern Gedung Smart Eco Bioproduction di Fakultas Pertanian, Jumat (10/7).

Riset Smart Eco Bioproduction dikatakan Rektor menjadi paradigma baru dalam pembangunan pertanian yang memadukan teknologi, kecerdasan buatan, bioteknologi, pertanian presisi, efisiensi sumber daya, ekonomi sirkular, serta prinsip keberlanjutan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan laboratorium, praktikum, serta lahirnya inovasi-inovasi baru yang berdampak bagi masyarakat. “Capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan UGM memiliki nilai komersial tinggi sekaligus berpotensi meningkatkan daya saing sektor hortikultura dan memperkuat kedaulatan benih nasional,” ujarnya.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction merupakan langkah strategis dalam mendukung pendidikan, keberlanjutan riset, sekaligus pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian. Ia berharap, seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga bisa memberikan manfaat bagi generasi penerus pertanian di Indonesia. “Kami mohon doa dari Bapak Ibu semuanya agar pembangunan Smart Eco Bioproduction ini berjalan lancar tanpa kendala satu apa pun dan dapat menjadi program yang sangat bermanfaat untuk mewujudkan generasi penerus, khususnya generasi di bidang pertanian,” harap Jaka.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc, menegaskan komitmen UGM dalam memperkuat ekosistem riset dan pengembangan benih melalui pembangunan infrastruktur pendukung dan kolaborasi lintas fakultas. Ia mengungkapkan bahwa UGM tengah menyiapkan pembangunan tujuh unit greenhouse di kawasan Fakultas Pertanian sebagai upaya mempercepat proses pemuliaan tanaman dan pengembangan varietas unggul.

Selain itu, UGM juga akan mengintegrasikan para peneliti benih yang tersebar di berbagai fakultas. “Pengembangan riset benih unggul, termasuk melon Premium Hibrida yang telah dipanen perdana oleh Fakultas Pertanian UGM akan terus ditindaklanjuti sebagai bagian dari penguatan inovasi dan hilirisasi hasil riset universitas,” pungkas Danang.

Seperti diketahui, pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction dilaksanakan di sela  pembukaan rangkaian Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16. Selain peresmian, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan simbolisasi penguatan hilirisasi riset melalui panen perdana Melon Hibrida Premium hasil pengembangan dari Fakultas Pertanian UGM. Benih Melon Hibrida Premium ini merupakan produk unggulan hasil Research and Development Fakultas Pertanian UGM yang dikembangkan melalui proses panjang dan sistematis. Hal ini menunjukkan bahwa proses penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang siap bermanfaat di masyarakat.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Dukung Swasembada Pangan, UGM Bangun Fasilitas Pengembangan Benih Varietas Unggul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-swasembada-pangan-ugm-bangun-fasilitas-pengembangan-benih-varietas-unggul/feed/ 0