Kerjasama Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/category/kerja-sama/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 28 Aug 2026 09:28:48 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 TVS Motor Company Buka Peluang Karier Mahasiswa UGM Lewat Program Magang Strategis https://ugm.ac.id/id/berita/tvs-motor-company-buka-peluang-karier-mahasiswa-ugm-lewat-program-magang-strategis/ https://ugm.ac.id/id/berita/tvs-motor-company-buka-peluang-karier-mahasiswa-ugm-lewat-program-magang-strategis/#respond Fri, 28 Aug 2026 09:28:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97055 Universitas Gadjah Mada bersama dengan PT TVS Motor Company resmi menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan Sumber Daya Manusia. Nota Kesepahaman ditandatangani langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., dan Direktur PT TVS Motor Company Indonesia, R. Rajesh Ramani […]

Artikel TVS Motor Company Buka Peluang Karier Mahasiswa UGM Lewat Program Magang Strategis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada bersama dengan PT TVS Motor Company resmi menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan Sumber Daya Manusia. Nota Kesepahaman ditandatangani langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., dan Direktur PT TVS Motor Company Indonesia, R. Rajesh Ramani pada Kamis (27/8) di Gedung Pusat UGM. Salah satu bentuk kerja sama ini yaitu program magang mahasiswa yang terbuka bagi mahasiswa UGM dari program studi Manajemen, Teknik Elektro dan Teknik Mesin.

Direktur PT TVS Motor Company Indonesia, Rajesh Ramani mengaku gembira dengan adanya perjanjian kerja sama bersama pihak universitas. Ia berharap, kerja sama ini dapat memberikan keuntungan dan manfaat bagi kedua belah pihak. Banyak alumni dari lembaga pendidikan yang sudah bekerja di TVS, tetapi supaya setiap generasinya memiliki kompetensi yang sama, maka skill-nya harus di tingkatkan. Oleh karena itu, program magang menjadi salah satu cara di mana mahasiswa yang akan dikenalkan dengan lingkungan industri yang profesional. “Saya gembira adanya kerja sama ini dan semoga kedepannya dapat menjadi lebih baik lagi,” ungkap Rajesh.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama membuka peluang magang dan beasiswa bagi mahasiswa yang akan mendapatkan manfaat langsung dengan terjun ke industri. “Industri saat ini banyak yang menggunakan mekanisme beasiswa agar mahasiswa memiliki pengalaman mendalam dengan industri yang akan menjadi tempatnya berkarier nantinya,” katanya.

Menurut Wening, sejak awal, mahasiswa UGM memang sudah dikenalkan dengan perusahaan, terjun langsung dalam projek, dan bekerja langsung di perusahaan tersebut. Selain itu, ia menyampaikan bahwa mahasiswa UGM memiliki keunggulan dalam attitude  dan sekitar 80-87 persen mahasiswa teknik UGM bekerja sesuai dengan bidang kompetensi masing-masing.

Aryo Gusdawar selaku Senior General Manager HR PT TVS Motor Company Indonesia memaparkan bahwa PT TVS Motor Company merupakan perusahaan yang dimulai dari jasa penyedia transportasi di India yang mengutamakan ketepatan waktu. Pada tahun 1980an, mereka baru memproduksi motor yang berjalan hingga sekarang. Pada 2006, mereka melakukan ekspansi di Indonesia dan secara resmi mulai beroperasi pada 2007. Pada tahun lalu, mereka berhasil memproduksi 200 ribu motor dan sebesar 98% dari total produksi pabrik di Indonesia dialokasikan untuk pasar ekspor (seperti Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, Timur Tengah, dan ASEAN), sementara pasar domestik Indonesia hanya menyerap sekitar 2%. TVS berada di urutan ketiga secara global dan menunjukkan tren pertumbuhan positif sebesar 0,8% pada tahun 2025–2026 di tengah kelesuan industri otomotif global.

Penulis : Jesi

Editor : Gusti Grehenson

Foto. : Donnie

Artikel TVS Motor Company Buka Peluang Karier Mahasiswa UGM Lewat Program Magang Strategis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tvs-motor-company-buka-peluang-karier-mahasiswa-ugm-lewat-program-magang-strategis/feed/ 0
UGM dan University of Melbourne Resmi Buka Tiga Program Double Degree https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-university-of-melbourne-resmi-buka-tiga-program-double-degree/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-university-of-melbourne-resmi-buka-tiga-program-double-degree/#respond Wed, 26 Aug 2026 09:09:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96941 Universitas Gadjah Mada bersama The University of Melbourne meluncurkan tiga program Master’s Double Degree dalam rangka pengembangan Transnational Education (TNE), Rabu (26/8). Peluncuran ini menjadi babak baru dalam kemitraan kedua universitas yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan berkembang melalui berbagai kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta mobilitas akademik. Tiga program yang diluncurkan mencakup bidang […]

Artikel UGM dan University of Melbourne Resmi Buka Tiga Program Double Degree pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada bersama The University of Melbourne meluncurkan tiga program Master’s Double Degree dalam rangka pengembangan Transnational Education (TNE), Rabu (26/8). Peluncuran ini menjadi babak baru dalam kemitraan kedua universitas yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan berkembang melalui berbagai kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta mobilitas akademik. Tiga program yang diluncurkan mencakup bidang teknologi agroindustri, ilmu komunikasi, serta kebijakan dan manajemen kesehatan. Ketiganya menjadi bagian dari upaya memperluas bentuk kemitraan UGM dan University of Melbourne melalui pendidikan transnasional.

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., mengatakan pertemuan kedua institusi menjadi momentum strategis untuk memperluas dan memperkuat kerja sama yang telah berjalan. Danang berujar kerja sama kedua universitas dalam lima tahun terakhir telah menghasilkan berbagai capaian, baik dalam pendidikan maupun penelitian. Kolaborasi tersebut mencakup mobilitas profesor, mobilitas mahasiswa, serta lebih dari 150 publikasi bersama. Selain itu, saat ini terdapat 17 perjanjian kerja sama aktif antara kedua institusi yang menjadi bagian dari fondasi pengembangan kemitraan. “Kami benar-benar mengapresiasi kehadiran dari University of Melbourne, karena ini menunjukkan bahwa kita memiliki semangat yang sama untuk membangun kerja sama yang semakin kuat di masa depan,” tutur Danang.

Lebih lanjut Danang menyebut pengembangan kerja sama berikutnya perlu diarahkan pada keterlibatan mahasiswa yang lebih luas, peningkatan kolaborasi penelitian, serta penyusunan agenda bersama yang dapat dikembangkan oleh kedua institusi. Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan topik, kegiatan, dan sumber daya bersama yang dapat ditindaklanjuti. Penguatan tersebut juga diharapkan dapat memperluas manfaat kemitraan bagi kedua negara dan wilayah yang terhubung melalui kerja sama UGM dan University of Melbourne.

Dari perspektif University of Melbourne, pengembangan TNE tersebut menjadi bagian dari hubungan yang telah terbangun dalam jangka panjang. Pro-Vice Chancellor Global University of Melbourne, Professor Frank Vetere, menyampaikan bahwa kedua universitas telah bekerja sama selama lebih dari 30 tahun dengan kolaborasi yang mencakup hampir seluruh disiplin ilmu. Hubungan tersebut juga berkembang melalui publikasi bersama, forum akademik, mobilitas mahasiswa, serta berbagai bentuk kolaborasi pendidikan dan penelitian. “Dalam lingkungan yang semakin tidak pasti dan dibentuk oleh kompleksitas geopolitik, peran universitas tidak pernah menjadi lebih penting,” ucapnya.

Vetere menilai peluncuran tiga program double degree, meliputi Master of Agro-industrial Technology UGM dan Master of Agricultural Sciences University of Melbourne, Master of Communication Science UGM dan Master of Global Media Communications University of Melbourne, serta Master of Health Policy and Management UGM dan Master of Public Health University of Melbourne menjadi bagian dari perkembangan bentuk baru pendidikan transnasional dalam hubungan UGM dan University of Melbourne. Ia menekankan pentingnya co-design atau perancangan bersama dalam membangun program sehingga kedua institusi dapat merespons kebutuhan lokal sekaligus menciptakan peluang baru bagi mahasiswa. Menurutnya, kemitraan yang kuat akan menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak. “Melalui kemitraan yang benar-benar dibangun bersama, kita dapat merespons persoalan lokal dengan lebih baik sekaligus menciptakan peluang baru bagi mahasiswa,” ujarnya.

Associate Dean Global Engagement Faculty of Science University of Melbourne, Professor Willa Huston, menjelaskan bahwa TNE tidak semata-mata dipandang sebagai penyelenggaraan pendidikan di dua negara. Bagi University of Melbourne, pengembangan TNE perlu menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari pengalaman belajar, sekaligus membangun hubungan akademik yang kuat dan kemitraan yang dapat berkembang menjadi kolaborasi lebih luas. Pendekatan tersebut kemudian menjadi dasar dalam pengembangan program bersama mitra.

Huston mengatakan kemitraan pendidikan transnasional juga membuka peluang untuk mempertemukan pendidikan dengan penelitian dan keterlibatan industri. Menurutnya, hubungan yang dibangun melalui program pendidikan dapat berkembang menjadi penelitian yang dirancang bersama dan diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata, baik bagi komunitas lokal maupun mitra industri. Dengan demikian, mahasiswa pascasarjana dapat menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan pendidikan, penelitian, dan kebutuhan masyarakat. “Bagi kami, pertukaran dua arah menjadi salah satu titik temu antara pendidikan transnasional, penelitian, dan industri,” tutur Huston.

Perspektif serupa terlihat dalam pengalaman kerja sama FISIPOL UGM dan Faculty of Arts University of Melbourne. Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, S.I.P., M.P.P., M.Sc., menjelaskan bahwa kemitraan tersebut juga mencakup pertukaran akademisi, visiting scholars, joint courses, forum akademik, serta berbagai kegiatan pengembangan kapasitas dan pengetahuan. Selama sekitar satu dekade, berbagai kegiatan bersama telah mempertemukan akademisi, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat untuk membahas isu strategis, mulai dari pandemi, lingkungan, demokrasi, dan keragaman hingga ketegangan geopolitik, pengetahuan masyarakat adat, dan kecerdasan artifisial. Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi kedua institusi untuk membuka babak kolaborasi berikutnya, termasuk melalui pengembangan inisiatif baru di bidang ilmu komunikasi.

Pengalaman kemitraan multidimensi tersebut juga terlihat dalam bidang kesehatan yang telah menghubungkan UGM dan University of Melbourne. Associate Dean International Faculty of Medicine, Dentistry and Health Sciences University of Melbourne, Professor Margie Danchin, menyoroti kolaborasi penelitian kesehatan anak yang antara lain menghasilkan pengembangan vaksin rotavirus dan transfer teknologi untuk produksi vaksin di Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana kerja sama akademik dapat berkembang dari penelitian bersama menjadi penguatan kapasitas dan menghasilkan manfaat yang lebih luas. “Ini merupakan kisah luar biasa tentang bagaimana sebuah vaksin dikembangkan oleh institusi akademik, bukan oleh perusahaan farmasi,” tuturnya.

Setelah panel diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi informasi bagi calon mahasiswa yang membahas pengenalan program, kurikulum, proses penerimaan, serta jalur mobilitas mahasiswa. Sesi tersebut menjadi ruang bagi calon mahasiswa untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai peluang mengikuti tiga program double degree yang baru diluncurkan. Ke depan, pengembangan TNE juga diharapkan tidak berhenti pada tiga program yang diluncurkan. Kedua universitas melihat peluang untuk memperluas mobilitas mahasiswa non-gelar, joint lectures, kolaborasi penelitian, hingga pengembangan program doktoral sebagai bagian dari kelanjutan kemitraan. Penguatan pendidikan transnasional dengan demikian menjadi salah satu pijakan untuk membawa hubungan UGM dan University of Melbourne menuju bentuk kolaborasi yang semakin luas dan berdampak.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel UGM dan University of Melbourne Resmi Buka Tiga Program Double Degree pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-university-of-melbourne-resmi-buka-tiga-program-double-degree/feed/ 0
UGM dan YESSA Jepang Dorong Pengembangan Agroekologi Kawasan Karst Gunungkidul https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-yessa-jepang-dorong-pengembangan-agroekologi-kawasan-karst-gunungkidul/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-yessa-jepang-dorong-pengembangan-agroekologi-kawasan-karst-gunungkidul/#respond Sat, 22 Aug 2026 02:10:43 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96869 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada kembali memperkuat kerja sama dengan Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA), Jepang, melalui kolaborasi selama lima tahun untuk mengembangkan sistem agroekologi dan ekonomi sirkular berbasis kawasan karst berkelanjutan di Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding […]

Artikel UGM dan YESSA Jepang Dorong Pengembangan Agroekologi Kawasan Karst Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada kembali memperkuat kerja sama dengan Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA), Jepang, melalui kolaborasi selama lima tahun untuk mengembangkan sistem agroekologi dan ekonomi sirkular berbasis kawasan karst berkelanjutan di Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Operation Room FTP UGM, Jumat (21/8).

Guru Besar FTP UGM, Prof. Lilik Soetiarso mengatakan pemilihan Umbulrejo sebagai lokasi program pengembangan agroekologi karst mempertimbangkan karakteristik wilayah Ponjong yang memiliki potensi sekaligus tantangan dalam pengembangan pertanian. Selain didominasi lahan persawahan dengan sistem irigasi, wilayah tersebut juga memiliki kawasan perbukitan kapur yang menjadi karakteristik khas kawasan karst.

“Di Ponjong, kami melihat sebagian besar wilayahnya berupa sawah dengan sistem irigasi. Namun, terdapat pula kawasan perbukitan kapur yang menjadi karakteristik khas wilayah ini. Keunikan tersebut menjadi salah satu hal yang kami pertimbangkan karena sekaligus menghadirkan tantangan dan potensi tersendiri. Kami kemudian memutuskan untuk melakukan diversifikasi komoditas,” jelasnya.

Menurut Lilik, melalui kerja sama ini diharapkan mampu mengangkat potensi sumber daya yang ada di Umbulrejo dari pengelolaan lahan untuk pertanian terpadu hingga potensi kawasan karst hingga menghasilkan produk yang dapat dikonsumsi. “Melalui penelitian teknologi pertanian tepat guna dan pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut sekaligus ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dekan FTP UGM, Prof. Eni Harmayani, menuturkan kerja sama dengan YESSA ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Kolaborasi tersebut juga menjadi ruang untuk mengembangkan model pengabdian yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi mendorong pemberdayaan dan inovasi yang berkelanjutan. “Kemitraan ini sangat relevan dengan misi kami untuk menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dengan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat dan sektor pertanian,” kata Eni.

Executive Secretary YESSA, Kamikubo Keita, mengatakan  Kolaborasi FTP UGM dan YESSA bukan merupakan kerja sama pertama. Kedua pihak telah membangun kemitraan selama sembilan tahun melalui berbagai program di sejumlah desa, di antaranya di Desa Sambak, Magelang, Desa Selopamioro dan Sriharjo, Bantul. Keberlanjutan kerja sama tersebut menjadi dasar bagi kedua pihak untuk memasuki tahap kolaborasi berikutnya selama lima tahun.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program, pihaknya menyerahkan hibah untuk mendukung pelaksanaan program di tahun pertama, untuk membangun fondasi proyek, terutama dalam memahami kondisi awal di lapangan yang akan menentukan kualitas dan akurasi penelitian selanjutnya. “Kami akan terus mendampingi tim sebagai mitra agar proyek ini menghasilkan penelitian berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” ujar Kamikubo.

Dalam kesempatan itu, Kamikubo Keita menyampaikan apresiasi terhadap capaian program yang telah dilakukan bersama FTP UGM. Menurutnya, pembaruan MoU menjadi langkah untuk membawa kemitraan tersebut ke tahap berikutnya dengan fokus pengembangan ekonomi sirkular berkelanjutan dan sistem agro-sosio-ekologis terpadu di Umbulrejo.

Dr. Arifin Dwi Saputro, selaku Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, menegaskan bahwa keberlanjutan kerja sama tersebut menjadi kesempatan untuk memperpanjang perjalanan kemitraan yang telah dibangun selama hampir satu dekade. Ia berharap penelitian dan pengabdian ini tidak berhenti pada laporan atau kajian akademik semata, tetapi menghasilkan inovasi teknologi tepat guna, model pengelolaan sumber daya, dan praktik pertanian yang benar-benar dapat diterapkan serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Melalui konsep ekonomi sirkular dan sistem agroekologi, kami berharap potensi pertanian, peternakan, dan lingkungan dapat dikelola secara terpadu sehingga limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Lurah Umbulrejo, Wakimin, mengaku pemerintah Kalurahan siap mendukung pelaksanaan program sekaligus menjadi penghubung antara tim akademisi dan masyarakat. “Kami juga siap menjadi penghubung antara tim akademisi dan masyarakat, dengan menempatkan masyarakat bukan sebagai objek penelitian, melainkan sebagai subjek dan mitra utama,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh KPH Yudonegoro selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil DIY. Ia mengharapkan kerja sama ini mampu mendorong lahirnya para petani milenial di masa mendatang. “Di Yogyakarta terdapat petani milenial yang potensial untuk dikolaborasikan dalam program ini. Namun, mereka tidak cukup hanya memiliki tenaga, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan mentoring agar memiliki arah yang jelas,” katanya.

Yudonegoro menuturkan, Pemerintah DIY melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyatakan siap mendukung program-program yang diusulkan tim pengabdian UGM untuk Kalurahan Umbulrejo. Dukungan pemerintah daerah juga diharapkan dapat memperluas dampak program sehingga praktik baik yang dikembangkan di Umbulrejo berpotensi menjadi pembelajaran bagi kalurahan lain di DIY.

Bagi UGM, keberlanjutan kolaborasi ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran UGM di Umbulrejo juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan wilayah DIY. Melalui kolaborasi tersebut, FTP UGM dan YESSA berharap pengembangan Umbulrejo tidak hanya menghasilkan inovasi di bidang pertanian, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat, menciptakan praktik pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, serta menghadirkan model pemberdayaan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pembangunan pertanian di DIY.

Penulis/Foto : M. Aidil Syahputra

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM dan YESSA Jepang Dorong Pengembangan Agroekologi Kawasan Karst Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-yessa-jepang-dorong-pengembangan-agroekologi-kawasan-karst-gunungkidul/feed/ 0
UGM dan OJK DIY Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Lingkungan Kampus https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-ojk-diy-tingkatkan-literasi-dan-inklusi-keuangan-di-lingkungan-kampus/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-ojk-diy-tingkatkan-literasi-dan-inklusi-keuangan-di-lingkungan-kampus/#respond Sat, 15 Aug 2026 03:14:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96662 Universitas Gadjah Mada dan Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY) resmi melanjutkan kerja sama terkait peningkatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan kampus. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., dan Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, Eko Yunianto, S.E., M.M., […]

Artikel UGM dan OJK DIY Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Lingkungan Kampus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Universitas Gadjah Mada dan Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY) resmi melanjutkan kerja sama terkait peningkatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan kampus. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., dan Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, Eko Yunianto, S.E., M.M., di Ruang Tamu Rektor, Gedung Pusat UGM pada Kamis (13/8).

Kerja sama ini meliputi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, peningkatan literasi keuangan dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen dan masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Selain itu, terdapat juga lingkup koordinasi dan dukungan program magang serta pemanfaatan data dan informasi.

Danang menyampaikan bahwa saat ini kemajuan dunia digital dapat menjadi dua mata pisau. Di satu sisi memiliki banyak manfaat tetapi di sisi yang lain banyak disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan penipuan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sehingga masyarakat lebih bijak lagi. “Saya berharap adanya kerjasama ini dapat memberikan edukasi lebih terkait literasi keuangan di lingkungan kampus,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Eko menyatakan bahwa OJK siap berkolaborasi dalam meningkatkan edukasi dan sosialisasi baik akademisi maupun mahasiswa. Meskipun OJK DIY sudah mencapai inklusi hingga 98 persen tetapi literasinya baru mencapai 76 persen. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang memahami manfaat yang didapatkan masing-masing individu sehingga diperlukan peningkatan edukasi agar masyarakat terutama di lingkungan kampus tidak terjebak investasi ilegal. “Kedepannya, kita akan terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara OJK DIY dan UGM agar menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.

Penulis: Jesi

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel UGM dan OJK DIY Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Lingkungan Kampus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-ojk-diy-tingkatkan-literasi-dan-inklusi-keuangan-di-lingkungan-kampus/feed/ 0
Pengembangan Energi Nasional Hadapi Tantangan Besar, Pakar UGM Diajak Buat Terobosan https://ugm.ac.id/id/berita/energi-nasional-hadapi-tantangan-besar-pakar-ugm-diajak-buat-terobosan/ https://ugm.ac.id/id/berita/energi-nasional-hadapi-tantangan-besar-pakar-ugm-diajak-buat-terobosan/#respond Tue, 11 Aug 2026 08:20:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96501 Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan Universitas Gadjah Mada memiliki banyak pakar dan peneliti lintas multidisiplin yang diharapkan bisa mendukung program pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan sektor energi nasional. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Yuliot Tanjung bersama jajaran Kementerian ESDM dengan pimpinan dan sivitas akademika UGM, Senin (10/8). Pertemuan tersebut […]

Artikel Pengembangan Energi Nasional Hadapi Tantangan Besar, Pakar UGM Diajak Buat Terobosan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan Universitas Gadjah Mada memiliki banyak pakar dan peneliti lintas multidisiplin yang diharapkan bisa mendukung program pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan sektor energi nasional. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Yuliot Tanjung bersama jajaran Kementerian ESDM dengan pimpinan dan sivitas akademika UGM, Senin (10/8). Pertemuan tersebut mempertemukan juga dengan sejumlah para pakar dari bidang  teknik nuklir, geologi, dan geofisika hingga peneliti di bidang ilmu ekonomi, hukum, dan sosial.

Wamen ESDM mengatakan pertemuan dengan UGM merupakan bagian dari kerja sama yang telah berjalan antara Kementerian ESDM dan UGM. Ia mencontohkan pembangunan sistem informasi di sektor mineral dan batubara yang sebelumnya dikerjakan bersama UGM dan kini telah digunakan dalam mendukung proses perizinan, RKAB, serta pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. “Kami sudah melakukan kerja sama dengan teman-teman di UGM. Salah satunya pembangunan sistem informasi, dan alhamdulillah sistemnya sudah berjalan,” kata Yuliot.

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM Prof. Tumiran mengatakan perguruan tinggi perlu melihat tantangan pembangunan dalam jangka panjang agar pendidikan dan riset yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan masa depan. Menurutnya, UGM memiliki kekuatan multidisiplin yang dapat dipertemukan untuk merumuskan arah pembangunan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri. “Teman-teman guru besar juga harus forward looking, melihat ke mana tantangan yang akan dihadapi. Tantangan ini harus menjadi peluang bagi anak-anak kita,” kata Tumiran.

Tumiran menilai keterhubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah perlu diperkuat agar sumber daya manusia yang dihasilkan dapat mengisi kebutuhan pembangunan nasional. Tantangan sektor energi, menurutnya, perlu dibaca dalam kerangka yang lebih luas karena berkaitan dengan perkembangan industri dan perekonomian sekaligus kebutuhan akan sumber daya manusia yang mampu mengisinya. Karena itu, UGM perlu mampu merumuskan gagasan pembangunan yang dapat menjadi arah bagi pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda.

Salah satu kapasitas tersebut berada di Pusat Studi Energi (PSE) UGM yang mengembangkan kajian lintas disiplin dengan melibatkan peneliti dari berbagai fakultas. Kepala PSE UGM Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU, menjelaskan kajian yang dilakukan mencakup aspek teknis, ekonomi, hukum, sosial, dan politik. Dalam bidang nuklir, PSE sebelumnya mendapat amanah untuk mengkaji pemilihan teknologi PLTN dan skema pengadaan dengan melibatkan keahlian teknis dan legal. “Kalau kajian yang membutuhkan lintas disiplin, teknis, ekonomi, legal, sosial, politik, biasanya di kami karena kami memang melibatkan peneliti dari berbagai fakultas,” ujar Sarjiya.

Kapasitas tersebut diperkuat oleh Program Studi Teknik Nuklir UGM yang memiliki keahlian dalam berbagai aspek pemanfaatan teknologi nuklir secara damai. Ir. Dr-ing Kusnanto, salah satu peneliti Teknik Nuklir, menjelaskan kompetensi yang dikembangkan mencakup keselamatan dan keamanan, fasilitas pembangkit, pilihan teknologi, hingga teknoekonomi. Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian, termasuk pemenuhan kompetensi dan sertifikasi yang mengacu pada standar internasional. Selain aspek teknologi, menurutnya, kesiapan masyarakat perlu dibangun sejak awal melalui komunikasi dan sosialisasi. “Yang tidak kalah penting adalah aspek sosialisasi. Sebelum proyek itu masuk, kami mohon diberikan kesempatan untuk sosialisasi,” katanya.

Pada aspek tapak, Teknik Geologi UGM memiliki pengalaman melakukan kajian lokasi pembangkit dan siap mendukung kajian PLTN melalui kolaborasi dengan bidang geofisika. Pengembangan kajian tersebut dapat dilakukan melalui pengukuran hingga kedalaman 200 meter untuk memperoleh data kondisi bawah permukaan secara lebih komprehensif. Kolaborasi juga dapat diperluas dengan mempertimbangkan aspek sosial dalam menilai kelayakan suatu tapak.

Prof. Ferian Anggara, peneliti di Teknik Geologi berujar kapasitas UGM dalam bidang energi juga mencakup pengembangan sumber daya dan teknologi di luar nuklir. Teknik Geologi UGM terlibat dalam pengembangan critical minerals dan eksplorasi panas bumi, termasuk pemetaan sumber daya serta pengembangan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah. “Bahkan kamu juga telah mengembangkan teknologi pemanfaatan senyawa humat yang diaplikasikan pada sektor pertambangan dan perkebunan, serta teknologi ekstraksi rare earth elements (REE) yang telah dikembangkan hingga menghasilkan elemental oksidan” ujarnya.

Ragam pengalaman tersebut menunjukkan kapasitas UGM dalam menghubungkan keilmuan, riset, dan kebutuhan pembangunan di sektor energi dan sumber daya. Kekuatan tersebut mencakup pengembangan teknologi, kajian tapak, pemanfaatan sumber daya, hingga penerapan dan hilirisasi hasil riset. Dengan kekuatan multidisiplin yang dimiliki, UGM memiliki ruang untuk terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda energi nasional sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan di masa depan.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel Pengembangan Energi Nasional Hadapi Tantangan Besar, Pakar UGM Diajak Buat Terobosan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/energi-nasional-hadapi-tantangan-besar-pakar-ugm-diajak-buat-terobosan/feed/ 0
UGM dan AIC Perkuat Kolaborasi Riset dan Beasiswa Program Doktor https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-aic-perkuat-kolaborasi-riset-dan-beasiswa-program-doktor/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-aic-perkuat-kolaborasi-riset-dan-beasiswa-program-doktor/#respond Wed, 05 Aug 2026 08:49:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96294 Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan kehormatan delegasi Australia-Indonesia Centre (AIC) yang dipimpin Executive Director AIC, Boyd Whalan, di Ruang Tamu Rektor, Selasa (4/8). Pertemuan ini menjadi ajang perkenalan Boyd Whalan sebagai Executive Director AIC sekaligus membahasa penguatan kolaborasi riset, pendidikan tinggi, dan kemitraan kelembagaan  antara Indonesia dan Australia. Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, […]

Artikel UGM dan AIC Perkuat Kolaborasi Riset dan Beasiswa Program Doktor pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan kehormatan delegasi Australia-Indonesia Centre (AIC) yang dipimpin Executive Director AIC, Boyd Whalan, di Ruang Tamu Rektor, Selasa (4/8). Pertemuan ini menjadi ajang perkenalan Boyd Whalan sebagai Executive Director AIC sekaligus membahasa penguatan kolaborasi riset, pendidikan tinggi, dan kemitraan kelembagaan  antara Indonesia dan Australia.

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyampaikan bahwa UGM telah menjadi bagian dari perjalanan AIC sejak awal pembentukannya pada 2014. Menurutnya, pengalaman UGM dalam menjalankan program split-site, double degree, serta berbagai kolaborasi riset dengan universitas-universitas Australia menjadi modal penting dalam pengembangan program doktor bersama. “UGM menjadi saksi lahirnya Australia-Indonesia Centre pada 2014. Kami tentu sangat senang melihat perkembangan AIC yang semakin besar karena sejak awal kami telah mengikuti proses pembentukannya,” tutur Danang.

Ia menilai salah satu aspek yang masih perlu diperkuat dalam kerja sama tersebut adalah pengembangan skema beasiswa doktor yang lebih terstruktur. “Salah satu hal yang masih perlu diperkuat dalam program AIC adalah skema beasiswa doktor. Karena itu, kami menyambut baik inisiatif untuk mengembangkan program tersebut,” ujarnya.

Menurut Danang, UGM juga telah menjalin komunikasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengenai peluang pengembangan program doktor bersama dengan universitas-universitas unggulan di Australia. Berbagai capaian kolaborasi yang telah dihasilkan, mulai dari riset bersama hingga publikasi internasional, dinilai menjadi fondasi yang kuat untuk membangun skema pendidikan doktor yang lebih terintegrasi.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Kemitraan dan Relasi Global, Prof. Puji Astuti, menekankan jika pengembangan program doktor kolaboratif tidak perlu dimulai dari awal. Menurutnya, berbagai skema kerja sama yang telah dimiliki UGM bersama mitra di Australia dapat diintegrasikan sebagai fondasi pengembangan program baru. “Kita bisa memulai dari apa yang sudah kita miliki. Berbagai skema pendanaan, program gelar ganda, maupun kolaborasi yang telah berjalan dapat menjadi dasar untuk membangun program ini. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana mengintegrasikan semuanya dalam satu sistem sehingga tidak perlu memulai dari nol,” ujar Prof. Puji.

Ia menambahkan, penyelarasan berbagai program yang telah berjalan, termasuk kolaborasi riset tematik dan jejaring pembimbing dari kedua negara, akan mempermudah pengembangan program doktor bersama sekaligus memperkuat ekosistem riset antara Indonesia dan Australia.

Dalam diskusi, kedua belah pihak juga menyoroti peluang pengembangan skema pendanaan bersama (co-funding) dengan mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan yang telah tersedia, termasuk LPDP, dukungan universitas mitra di Australia, serta peluang keterlibatan sektor industri. Sejumlah tema strategis seperti ketahanan pangan, transisi energi, perubahan iklim, kesehatan, hingga pengembangan wilayah pesisir dan Indonesia Timur turut menjadi fokus pembahasan karena dinilai sejalan dengan prioritas pembangunan kedua negara.

Saat ini UGM merupakan salah satu anggota konsorsium AIC  yang telah menjalin berbagai kolaborasi riset dengan universitas-universitas di Australia. Selain itu, UGM juga memiliki puluhan program double degree dengan mitra perguruan tinggi Australia yang menjadi fondasi bagi pengembangan kerja sama pendidikan tinggi dan riset di masa mendatang.

Boyd Whalan memaparkan gagasan pengembangan ekosistem pendidikan doktor Indonesia-Australia yang lebih terintegrasi melalui pembentukan model kolaborasi baru. Model tersebut dirancang memiliki tiga pilar utama, yakni program persiapan bagi calon mahasiswa doktor, jalur pendidikan doktor bersama (joint doctoral pathways), serta riset yang berfokus pada prioritas nasional Indonesia. Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan calon mahasiswa, memperluas akses terhadap pendanaan beasiswa, sekaligus memperkuat dampak penelitian melalui kolaborasi antaruniversitas. “Salah satu tantangan yang selama ini dihadapi calon mahasiswa doktor adalah banyak di antara mereka yang belum memenuhi syarat untuk memperoleh beasiswa. Karena itu, kami ingin mempersiapkan mereka sebelum proses pendaftaran agar peluang keberhasilannya lebih besar,” ujar Whalan.

Ia menjelaskan, konsep tersebut mendapat respons positif dalam diskusi yang melibatkan sekitar 20 perguruan tinggi Indonesia dan Australia pada Juli lalu. Menurutnya, berbagai universitas telah memiliki beragam bentuk kerja sama, namun diperlukan koordinasi yang lebih sistematis agar skema pendanaan, mobilitas akademik, dan penyelenggaraan program doktor bersama dapat saling terintegrasi. “Program ini kami pandang sebagai upaya koordinasi. Kami ingin menjadi force multiplier yang memperkuat berbagai inisiatif yang sudah berjalan, bukan menggantikannya,” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, UGM beserta sivitasnya akan menggelar serangkaian koordinasi antar unit untuk membahas masukan terkait desain program. Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar perencanaan penyusunan model kolaborasi, mekanisme pendanaan, serta skema penyelenggaraan program doktor bagi AIC. Sejalan dengan itu, AIC juga akan mencoba untuk berkoordinasi dengan sejumlah universitas di Australia untuk memperkuat perencanaan.

Penulis : Zabrina Kumara

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel UGM dan AIC Perkuat Kolaborasi Riset dan Beasiswa Program Doktor pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-aic-perkuat-kolaborasi-riset-dan-beasiswa-program-doktor/feed/ 0
UGM Terima Kunjungan Duta Besar Qatar, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terima-kunjungan-duta-besar-qatar-perkuat-kolaborasi-pendidikan-dan-riset/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terima-kunjungan-duta-besar-qatar-perkuat-kolaborasi-pendidikan-dan-riset/#respond Tue, 04 Aug 2026 06:02:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96237 Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring internasional dengan memperkuat kemitraan bersama negara-negara di kawasan Timur Tengah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, beserta delegasi ke Kampus UGM, Senin (3/8), sebagai langkah mempererat hubungan bilateral di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi. Kunjungan […]

Artikel UGM Terima Kunjungan Duta Besar Qatar, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring internasional dengan memperkuat kemitraan bersama negara-negara di kawasan Timur Tengah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, beserta delegasi ke Kampus UGM, Senin (3/8), sebagai langkah mempererat hubungan bilateral di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas peluang kerja sama antara UGM dengan berbagai universitas maupun institusi di Qatar. Selain menjajaki penguatan program mobilitas akademik, kedua belah pihak juga membahas potensi skema pendanaan bersama bagi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, UGM menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan kolaborasi internasional yang berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan global melalui riset kolaboratif, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Hubungan kerja sama antara UGM dan berbagai institusi di Qatar telah terjalin sejak 2021 dan terus berkembang hingga saat ini. Berbagai program telah dilaksanakan, di antaranya student mobility, lecturer mobility, serta joint research and publication. UGM juga telah menjalin kemitraan resmi dengan Qatar University dan University of Doha for Science and Technology (UDST) yang berlaku hingga tahun 2030 sebagai landasan pengembangan kerja sama akademik jangka panjang.

Kerja sama tersebut dibangun melalui serangkaian aktivitas diplomasi akademik yang berlangsung secara berkesinambungan. Pada 8 Mei 2023, UGM menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Qatar untuk Indonesia periode 2020–2024, **Her Excellency Fawziya Edrees Salman Al-Sulaiti**, yang membuka peluang kerja sama strategis dengan Qatar University.

Tidak lama berselang, pada 7 Juni 2023, UGM kembali menerima kunjungan delegasi Pemerintah Qatar. Semula kunjungan direncanakan dipimpin oleh Sheikha Al Mayassa binti Hamad Al Thani, Chairperson Qatar Museums sekaligus adik Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Namun, delegasi kemudian dipimpin oleh Dr. Hamad Bin Abdulaziz Al-Kawari, Menteri Negara Qatar, untuk membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan penelitian.

Penguatan hubungan bilateral terus berlanjut pada Februari 2024 ketika Rektor UGM melakukan kunjungan balasan kepada Duta Besar Qatar di Jakarta sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi dan memperluas peluang kemitraan strategis.

Pada Mei 2024, UGM turut berpartisipasi dalam The 1st Indonesian Education Expo di Doha, Qatar, sebagai bagian dari promosi pendidikan tinggi Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperluas jejaring dengan berbagai institusi pendidikan di Qatar.

Masih pada bulan yang sama, Rektor UGM bersama jajaran pimpinan universitas melakukan kunjungan resmi ke Qatar. Delegasi yang terdiri atas Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dekan Sekolah Vokasi, Dekan Fakultas Geografi, Wakil Dekan Fakultas Teknik, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Direktur Kemitraan dan Relasi Global, Kepala Kantor Urusan Internasional, serta Prof. Sangidu mengunjungi sejumlah institusi terkemuka, yaitu Qatar University, University of Doha for Science and Technology, Hamad Bin Khalifa University (HBKU), Qatar Foundation, serta Sidra Medical and Research Center. Dalam kunjungan tersebut, UGM juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Qatar University sebagai dasar pengembangan berbagai program kolaboratif.

Kolaborasi juga terus berkembang pada tingkat fakultas. Pada 9 Juli 2024, Sekolah Vokasi UGM menerima kunjungan Dean of College of Engineering Technology University of Doha for Science and Technology, Dr. Awni Al-Otoom, untuk membahas peluang kerja sama dalam pengembangan pendidikan vokasi dan bidang rekayasa terapan.

Selain itu, setelah pertemuan Rektor UGM dengan Presiden Hamad Bin Khalifa University (HBKU) di Hong Kong, UGM juga telah mengirimkan proposal **strategic partnership** guna memperluas kolaborasi kedua universitas. Proposal tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama yang lebih komprehensif pada masa mendatang.

Penguatan kemitraan internasional UGM dengan Qatar juga memasuki babak baru melalui pengembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Pada 2025, UGM menjalin kemitraan strategis bersama Indosat Ooredoo Hutchison yang diawali dengan kesepakatan antara Rektor UGM dan President Director & CEO Indosat untuk membangun ekosistem kolaborasi AI yang berkelanjutan.

Melalui kerja sama tersebut akan dibentuk NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) Joint Centre, yang dijadwalkan diluncurkan secara resmi pada 13 Agustus 2026 di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Pusat kolaborasi ini akan mengembangkan tiga proyek unggulan, yaitu e-Nose TB dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Tech4Disaster dari Fakultas Geografi, serta Smart Agriculture dari Fakultas Teknologi Pertanian.

Melalui kunjungan Duta Besar Qatar kali ini, UGM berharap hubungan yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga inovasi teknologi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai program yang memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian tantangan global dan penguatan hubungan Indonesia–Qatar.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel UGM Terima Kunjungan Duta Besar Qatar, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terima-kunjungan-duta-besar-qatar-perkuat-kolaborasi-pendidikan-dan-riset/feed/ 0
Modernisasi Pertanian, Pemkab Tegal Tertarik Terapkan Agrivoltaic dan Smart Farming https://ugm.ac.id/id/berita/modernisasi-pertanian-pemkab-tegal-tertarik-terapkan-agrivoltaic-dan-smart-farming/ https://ugm.ac.id/id/berita/modernisasi-pertanian-pemkab-tegal-tertarik-terapkan-agrivoltaic-dan-smart-farming/#respond Sat, 01 Aug 2026 01:26:31 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96118 Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada membuka peluang kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ruang lingkup kerja sama  tersebut mengenai penerapan sistem teknologi agrivoltaic dan smart farming pada lahan pertanian di Kabupaten Tegal sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi daerah menuju industri hijau. Peneliti Agrivoltaic UGM seklaigus […]

Artikel Modernisasi Pertanian, Pemkab Tegal Tertarik Terapkan Agrivoltaic dan Smart Farming pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada membuka peluang kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ruang lingkup kerja sama  tersebut mengenai penerapan sistem teknologi agrivoltaic dan smart farming pada lahan pertanian di Kabupaten Tegal sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi daerah menuju industri hijau.

Peneliti Agrivoltaic UGM seklaigus Dosen Teknik Fisika UGM Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., memaparkan teknologi agrivoltaic merupakan penerapan teknologi tepat guna yang mengusung konsep pemanfaatan sumber energi terbarukan. Kepala Laboratorium Energi Terbarukan FT UGM ini menegaskan pengembangan agrivoltaic selaras dengan upaya pemerintah yang tengah mendorong langkah strategis menuju kedaulatan energi nasional. “Kami memberikan solusi teknologi, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistem agrivoltaic,” papar Ahmad.

Ia menjelaskan, kombinasi pertanian dengan sistem agrivoltaic dapat membantu mengurangi penguapan air tanah, mencegah dehidrasi tanaman, hingga meningkatkan efisiensi panel surya (PV). Lebih jauh, Ahmad menuturkan bahwa hasil inovasi PLTS Hybrid dengan desain agrivoltaic ini mampu mengefisiensikan pemanfaatan ruang untuk pertanian sekaligus pembangkitan energi. “Nah, PLTS pada pertanian ini sudah kami terapkan pada pertanian dengan sistem agrivoltaics di Pandowoharjo, Sleman,” ujarnya.

Sementara itu, Pakar Agroklimatologi dan Pertanian Pintar, Prof. Dr. Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., memaparkan bahwa konsep smart farming merupakan pendekatan yang mengintegrasikan teknologi digital dalam pengelolaan pertanian. Menurutnya, sistem ini memungkinkan seluruh proses pertanian saling terhubung, mulai dari lahan hingga produk sampai ke tangan konsumen sehingga setiap tahapan dapat ditelusuri secara transparan. “Semua akan terkoneksi dari hulu ke hilir. From land to table, artinya dari lahan sampai ke atas meja. Ini bisa dilacak dan bisa dicek bagaimana transparansinya,” kata Bayu.

Konsep smart farming, lanjut Bayu, memadukan berbagai teknologi, seperti sensor, drone, sistem manajemen informasi, pertanian presisi , serta otomatisasi dan robotika. Menurutnya, data yang diperoleh dari berbagai sensor tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga harus diolah menjadi informasi yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan. “Semua data yang diperoleh harus bisa diterjemahkan, harus bisa dibaca, sehingga sampai pada pengambilan keputusan,” jelasnya.

Di akhir pemaparannya, Bayu mengatakan penerapan pertanian presisi bertujuan memberikan perlakuan sesuai kebutuhan tanaman sehingga penggunaan air, pupuk, maupun input pertanian lainnya menjadi lebih efisien. Untuk mendukung hal tersebut, timnya mengembangkan sistem yang mengintegrasikan sensor cuaca, sensor tanah, serta drone pemantau dan drone penyemprot. Sistem tersebut juga dilengkapi dashboard yang memungkinkan petani maupun pemangku kepentingan memantau kondisi lahan secara real-time sekaligus memperoleh rekomendasi budidaya berdasarkan data lapangan dan kearifan lokal. “Teknologi itu menjadi salah satu variabel. Jangan teknologi ini dijadikan seolah-olah segala-galanya. Semua tergantung pada ekosistem pertaniannya,” tuturnya.

Menanggapi berbagai paparan tersebut, Kepala BAPPERIDA Kabupaten Tegal, Dr. Muhammad Faried Wajdy, mengatakan kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mempertemukan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di daerah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tegal menargetkan transformasi menuju industri hijau pada tahun 2028 melalui pembangunan yang berbasis riset dan inovasi.

“Inisiatif kami adalah menciptakan ruang yang menghubungkan riset dan inovasi perguruan tinggi dengan permasalahan di lapangan. Kami berencana menerapkan agrivoltaic untuk mewujudkan pertanian terpadu komoditas hortikultura di Kabupaten Tegal mulai tahun 2027, dengan pendekatan berbasis BUMDes dan Kelompok Tani,” ujar Faried.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Kabupaten Tegal dan UGM bukanlah hal baru. Sebelumnya, program KKN-PPM UGM telah menghadirkan solusi energi berbasis panel surya di Desa Wotgalih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, yang sebelumnya belum terjangkau akses listrik.

Setelah sesi diskusi usai, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium Energi Terbarukan (RELab) DTNTF UGM. Selanjutnya, rombongan meninjau lokasi agrivoltaic di Kebun Ketahanan Pangan BUMDes Pandowoharjo, Sleman. Dalam kunjungan kali ini diterima oleh Ketua Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Prof. Dr. Ir. Faridah, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., yang memperkenalkan profil departemen, fasilitas laboratorium, kelompok bidang keahlian, serta berbagai hasil riset dan inovasi yang telah dikembangkan.

Penulis : Agito Sitepu

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Laboratorium Energi FT UGM

Artikel Modernisasi Pertanian, Pemkab Tegal Tertarik Terapkan Agrivoltaic dan Smart Farming pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/modernisasi-pertanian-pemkab-tegal-tertarik-terapkan-agrivoltaic-dan-smart-farming/feed/ 0
UGM Perkuat Pengembangan Kemitraan Lintas Batas dengan Pemprov NTT dan Timor Leste  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-perkuat-pengembangan-kemitraan-lintas-batas-dengan-pemprov-ntt-dan-timor-leste/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-perkuat-pengembangan-kemitraan-lintas-batas-dengan-pemprov-ntt-dan-timor-leste/#respond Wed, 22 Jul 2026 03:46:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95736 Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada terus memperkuat internasionalisasi melalui pengembangan kemitraan lintas batas di kawasan Indonesia–Timor-Leste. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian kunjungan strategis ke sejumlah institusi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor-Leste pada 13–17 Juli 2026 yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi alumni, hingga pemerintah Timor-Leste. Kunjungan ini menjadi bagian dari […]

Artikel UGM Perkuat Pengembangan Kemitraan Lintas Batas dengan Pemprov NTT dan Timor Leste  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada terus memperkuat internasionalisasi melalui pengembangan kemitraan lintas batas di kawasan Indonesia–Timor-Leste. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian kunjungan strategis ke sejumlah institusi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor-Leste pada 13–17 Juli 2026 yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi alumni, hingga pemerintah Timor-Leste.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen SPs UGM untuk membangun ekosistem kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan. Sebagai wilayah yang memiliki kedekatan geografis sekaligus tantangan pembangunan yang saling berkaitan, kawasan Indonesia–Timor-Leste membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat agar mampu menghasilkan solusi berkelanjutan melalui pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama SPs UGM, Prof. Widyanto Dwi Nugroho, menjelaskan bahwa Timor-Leste dipilih sebagai mitra strategis karena menjadi bagian dari payung unggulan Cross-Border Partnership yang dikembangkan SPs UGM sebagai bagian dari Tridharma. “Cross Border Partnership merupakan salah satu payung Tridharma unggulan dari SPs dimana Timor Leste merupakan negara yang memiliki wilayah perbatasan langsung dengan NKRI,” ujar Widyanto dalam keterangan yang dikirim Rabu (22/3).

Sejalan dengan komitmen tersebut, berbagai pertemuan selama kunjungan difokuskan pada penjajakan peluang kolaborasi multidisiplin dalam isu-isu strategis, seperti pembangunan wilayah perbatasan, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pengelolaan sumber daya alam, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. “Kita ingin mendorong pengembangan riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan di kawasan perbatasan,” jelasnya.

Menurut Widyanto, kemitraan ini memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan kerja sama yang hanya berfokus pada penandatanganan nota kesepahaman. Cross-Border Partnership dirancang sebagai kolaborasi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem kerja sama. “Kegiatan ini melibatkan sivitas akademika SPs UGM dari berbagai latar belakang keilmuan yang disinergikan dalam pelaksanaan tridarma. Selain itu, kerja sama juga menghubungkan mitra di dalam negeri, khususnya Nusa Tenggara Timur, dengan mitra di Timor-Leste,” jelasnya.

Pendekatan kolaboratif tersebut diwujudkan melalui berbagai agenda akademik selama kunjungan. Delegasi SPs UGM bekerja sama dengan Dili Institute of Technology (DIT) dan Kagama Timor-Leste menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan mini seminar yang diikuti oleh jajaran pimpinan DIT, mahasiswa DIT, sivitas akademika di Timor-Leste, serta mahasiswa KKN UGM.

Acara dibuka oleh Wakil Perdana Menteri II Timor-Leste, Mr. Mariano Assanami Sabino Lopes, yang menegaskan komitmen pemerintah Timor-Leste dalam memperkuat hubungan dengan UGM. Dalam sambutannya, ia juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa.”Sebagai pemuda, harus mencintai tantangan, karena dari situlah karakter dibentuk,” pesan Mariano.

Widyanto menerangkan, salah satu agenda utama dalam FGD adalah sosialisasi mengenai peluang bagi mahasiswa Timor-Leste untuk mengikuti program mahasiswa asing non-degree di SPs UGM. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk mengikuti perkuliahan, kegiatan riset, maupun program akademik lainnya di UGM dalam jangka waktu tertentu sebagai bagian dari pengalaman belajar internasional tanpa harus menempuh program gelar penuh.

Kerja sama tersebut juga membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi mahasiswa UGM. Menurut Widyanto, sinergi dengan program KKN UGM di Kabupaten Belu memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dari Indonesia maupun Timor-Leste. Berbagai persoalan lokal yang ditemukan di lapangan juga dapat menjadi inspirasi pengembangan penelitian maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat. “Pemetaan masalah-masalah lokal dapat menjadi inspirasi judul-judul penelitian maupun PKm di wilayah Perbatasan dengan mitra yang mendukung,” katanya.

Ia menjelaskan, topik penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dibingkai dalam payung utama Cross-Border Partnership meliputi pertanian lahan kering, kesehatan masyarakat khususnya penanganan stunting, potensi tanaman obat, studi post-memory, serta penelitian daerah aliran sungai (DAS) perbatasan. Dialog yang berlangsung secara interaktif memberikan kesempatan bagi pemerintah dan sivitas akademika Timor-Leste untuk mengenal lebih jauh skema pembelajaran di SPs UGM, pengalaman akademik di UGM, serta berbagai peluang kolaborasi riset dan pengembangan kapasitas.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, SPs UGM tidak hanya memperkenalkan program akademiknya, tetapi juga membuka peluang kerja sama jangka panjang di bidang pendidikan tinggi. Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun mobilitas akademik antara SPs UGM dan DIT sebagai bagian dari strategi internasionalisasi dan penguatan jejaring pendidikan tinggi di kawasan Indonesia–Timor-Leste. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar sivitas akademika melalui pertukaran perspektif, budaya, dan pengetahuan.

Selain itu, kunjungan kerja kali ini juga bersinergi dengan program KKN UGM di Kabupaten Belu yang memiliki agenda pertukaran kegiatan lintas negara. Melalui rangkaian kunjungan tersebut, SPs UGM menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi yang tidak hanya berhenti pada kerja sama kelembagaan, tetapi juga menghasilkan dampak nyata melalui penelitian kolaboratif, pengembangan kapasitas, mobilitas akademik, serta inovasi bagi pembangunan kawasan perbatasan Indonesia-Timor-Leste.“Kita oingin kolaborasi ini memberikan penguatan dan perluasan kegiatan dengan lebih konkret dan berdampak,” pungkas Widyanto.

Seperti diketahui, kunjungan kerja delegasi SPs UGM ke NTT dan Timor Leste meliputi Universitas Nusa Cendana (Undana), Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang), Pemerintah Kabupaten Belu (Kantor Bupati Belu dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah/BP4D), Dili Institute of Technology (DIT), Kagama NTT, dan Kagama Timor-Leste.

Reportase : Eis/SPs

Penulis : Zabrina Kumara

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. SPs

Artikel UGM Perkuat Pengembangan Kemitraan Lintas Batas dengan Pemprov NTT dan Timor Leste  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-perkuat-pengembangan-kemitraan-lintas-batas-dengan-pemprov-ntt-dan-timor-leste/feed/ 0
UGM Gandeng Stellarvision Kembangkan Teknologi Deteksi Kebocoran Pipa Air Bawah Tanah Berbasis Citra Satelit https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gandeng-stellarvision-kembangkan-teknologi-deteksi-kebocoran-pipa-air-bawah-tanah-berbasis-citra-satelit/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gandeng-stellarvision-kembangkan-teknologi-deteksi-kebocoran-pipa-air-bawah-tanah-berbasis-citra-satelit/#respond Tue, 14 Jul 2026 00:37:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95485 Universitas Gadjah Mada resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Stellarvision, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Proof of Concept (PoC) Agreement, Jumat (10/7) di Kampus UGM. Kolaborasi ini menjadi langkah awal pengembangan riset teknologi deteksi kebocoran pipa air bawah tanah berbasis citra satelit untuk mendukung tata kelola sumber daya […]

Artikel UGM Gandeng Stellarvision Kembangkan Teknologi Deteksi Kebocoran Pipa Air Bawah Tanah Berbasis Citra Satelit pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Stellarvision, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Proof of Concept (PoC) Agreement, Jumat (10/7) di Kampus UGM. Kolaborasi ini menjadi langkah awal pengembangan riset teknologi deteksi kebocoran pipa air bawah tanah berbasis citra satelit untuk mendukung tata kelola sumber daya air yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Penandatangan nota kesepahaman berlangsung di UGM dengan dihadiri delegasi dari Stellarvision, Junse Oh, B.S., M.S., selaku peneliti, serta delegasi UGM yang dipimpin oleh Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, beserta jajaran.

Danang menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan antara UGM dan Stellarvision. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi yang diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan kebocoran jaringan pipa air bawah tanah yang selama ini sulit dideteksi dan menyebabkan hilangnya sumber daya air dalam jumlah besar. Sinergi ini juga diperkuat dengan adanya alumni UGM yang saat ini meniti karier sebagai profesional di Stelarvision dan terlibat langsung di dalam kolaborasi ini.

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada UGM untuk bersama-sama mengembangkan penelitian dan teknologi yang diharapkan mampu menjawab tantangan besar dalam tata kelola air, khususnya dalam mendeteksi kebocoran pipa air bawah tanah yang selama ini sulit diidentifikasi,” ujar Danang dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Selasa (14/7).

Melalui kerja sama tersebut, teknologi FluidVision  milik Stellarvision yang memanfaatkan citra satelit Synthetic Aperture Radar (SAR) akan diintegrasikan dengan fasilitas testbed yang dimiliki Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM di Sleman. Integrasi ini akan menjadi bagian dari uji coba teknologi selama enam bulan melalui simulasi kebocoran pipa yang dirancang secara terkontrol.

Selama pelaksanaan riset, UGM memastikan seluruh proses penelitian dan simulasi akan dilaksanakan secara profesional dengan menjunjung tinggi tata kelola penelitian yang baik. Perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan kerahasiaan data kedua belah pihak juga menjadi komitmen utama dalam pelaksanaan kerja sama tersebut. “UGM berkomitmen memastikan seluruh rangkaian penelitian dan simulasi kebocoran yang akan berlangsung selama enam bulan ke depan berjalan secara profesional. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual maupun kerahasiaan data kedua belah pihak akan dijamin sepenuhnya sesuai regulasi internal UGM dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Danang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan kerjasama ini, khususnya tim Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi  (PUAPT) Working Group Water Security UGM, serta berbagai pihak yang terlibat dalam proses perencanaan hingga penandatanganan kerja sama.

Ia berharap kolaborasi yang dibangun atas dasar kepercayaan, sinergi, dan integritas tersebut dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Semoga langkah awal yang dibangun atas semangat sinergi dan integritas ini dapat berjalan lancar serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan teknologi pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. BMS UGM

Artikel UGM Gandeng Stellarvision Kembangkan Teknologi Deteksi Kebocoran Pipa Air Bawah Tanah Berbasis Citra Satelit pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gandeng-stellarvision-kembangkan-teknologi-deteksi-kebocoran-pipa-air-bawah-tanah-berbasis-citra-satelit/feed/ 0