Kerjasama Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/category/kerjasama-2/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 27 Aug 2026 08:21:45 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Antisipasi Ancaman Krisis Pangan 2050, Kerja Sama Riset Pertanian Lintas Negara Perlu Ditingkatkan https://ugm.ac.id/id/berita/antisipasi-ancaman-krisis-pangan-2050-kerja-sama-riset-pertanian-lintas-negara-perlu-ditingkatkan/ https://ugm.ac.id/id/berita/antisipasi-ancaman-krisis-pangan-2050-kerja-sama-riset-pertanian-lintas-negara-perlu-ditingkatkan/#respond Thu, 27 Aug 2026 08:21:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96999 Dunia diprediksi akan menghadapi ancaman krisis ketahanan pangan pada tahun 2050 dimana proyeksi populasi mencapai 9,7 miliar jiwa. Kondisi ini menuntut peningkatan produksi pangan hingga 70 persen tanpa memperluas lahan pertanian demi menjaga keanekaragaman hayati. Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus merespons perubahan pola diet masyarakat global yang semakin tinggi proteinnya, diperlukan kolaborasi riset internasional yang […]

Artikel Antisipasi Ancaman Krisis Pangan 2050, Kerja Sama Riset Pertanian Lintas Negara Perlu Ditingkatkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Dunia diprediksi akan menghadapi ancaman krisis ketahanan pangan pada tahun 2050 dimana proyeksi populasi mencapai 9,7 miliar jiwa. Kondisi ini menuntut peningkatan produksi pangan hingga 70 persen tanpa memperluas lahan pertanian demi menjaga keanekaragaman hayati.

Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus merespons perubahan pola diet masyarakat global yang semakin tinggi proteinnya, diperlukan kolaborasi riset internasional yang strategis. Fokus solusi didorong mencakup intensifikasi pertanian berkelanjutan bagi petani kecil, pemanfaatan teknologi cerdas dan rekayasa genetika, penutupan kesenjangan hasil panen, serta penekanan angka kehilangan pangan sebelum dan sesudah panen yang saat ini masih mencapai 50 persen.

Hal itu mengemuka dalam Diskusi Research Talk yang bertajuk “Improving Food Security through Sustainable Agriculture and Global Partnerships”, sebagai rangkaian dari peluncuran Double Degree Program Master in Agro-Industrial Technology UGM and Master of Agricultural Sciences University of Melbourne pada Rabu (26/8) di Operation Room Lt 2, FTP UGM.

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., mengungkapkan UGM dan Universitas Melbourne sepakat membuka program double degree agar mahasiswa untuk memperoleh pengalaman berkuliah di dua tempat, namun lebih dari itu, program ini mencerminkan komitmen bersama untuk terus mengembangkan talenta yang memiliki wawasan global, memperkuat kolaborasi penelitian, serta menjawab tantangan masa depan di bidang pangan, pertanian, dan keberlanjutan melalui ilmu pengetahuan dan inovasi. “Kolaborasi ini merupakan kesempatan yang sangat berarti untuk mempertemukan kekuatan dan keunggulan yang kita miliki, memperluas wawasan akademik, serta membangun wadah bagi mahasiswa dan akademisi untuk belajar, berkolaborasi, dan berinovasi lintas batas,”katanya.

Sementara Direktur Riset Pascasarjana, School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, Associate Professor Dorin Gupta, pun turut menyampaikan hal yang selaras. Disebutkan bahwa perguruan tinggi ikut berkontribusi membangun bangsa yang lebih baik ketika kita mampu berkolaborasi dengan melampaui batas-batas negara.

Ia pun menyoroti bagaimana Australia dan Indonesia memiliki sejarah yang panjang dalam membangun komitmen bersama demi masa depan yang lebih baik, dalam konteks ini, untuk mewujudkan masa depan yang aman dan berkelanjutan, di mana setiap orang dapat memperoleh pangan yang cukup. “Kami juga berharap dapat terus mengembangkan sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.

Dorin Gupta menambahkan pendekatan inovasi yang dirancang langsung bersama petani serta perluasan program kolaborasi akademis, kemitraan lintas negara ini diharapkan mampu menciptakan sistem produksi pertanian yang lebih efisien, tangguh terhadap perubahan iklim, dan memastikan ketersediaan pangan untuk generasi mendatang. “Kolaborasi internasional semacam ini memberikan dampak yang sangat luas. Kita bisa bekerja sama untuk meningkatkan kualitas penyimpanan pascapanen, memastikan keamanan pangan, menciptakan nilai tambah, menjaga kesehatan tanah dan siklus hara (nutrisi), serta menerapkan pengelolaan air yang cerdas,” jelasnya.

Dalam sesi selanjutnya, Dr. Antanas Spokevicius sebagai Direktur Pendidikan Pascasarjana, School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, University of Melbourne mengatakan saat ini dunia dihadapkan pada tingginya kebutuhan material bangunan berbahan kayu tanpa harus mengorbankan lahan ketahanan pangan atau merusak fungsi hutan alam. Ia mendorong pengembangan hutan tanaman yang sebaiknya diakselerasi melalui pemuliaan molekuler genetik dan kecerdasan buatan (AI). Mengingat pohon memiliki siklus tumbuh dan pemuliaan yang sangat panjang dibandingkan dengan tanaman pangan, teknologi genetika dan model prediktif AI digunakan untuk mengidentifikasi serta menyeleksi sifat fisik kayu unggul, seperti kepadatan dan kecepatan tumbuh, sejak usia dini.

Menurutnya, inovasi ini telah sukses diimplementasikan pada proyek kehutanan yang dikelola masyarakat adat di Kepulauan Tiwi, Australia, di mana pemetaan DNA pada spesies Eucalyptus tropis berhasil mengurai struktur genetik yang kompleks untuk menghasilkan benih unggul dengan pertumbuhan sangat cepat yakni mencapai 2,5 meter dalam beberapa bulan. Terobosan ini tidak hanya mempercepat proses domestikasi pohon sebagai solusi pemenuhan kebutuhan papan yang ramah energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi mandiri bagi masyarakat adat sekaligus menjadi model produksi kayu yang efisien untuk wilayah tropis secara global. “Secara lebih luas, jenis Eucalyptus tropis ini dapat dikembangkan di berbagai wilayah tropis lainnya sebagai tanaman budidaya untuk memenuhi kebutuhan produksi kayu dan bahan bangunan. Hal ini menjadi keberhasilan besar bagi Kehutanan Tiwi, sebuah inisiatif yang dikelola oleh masyarakat adat, karena mampu membuka peluang ekonomi, menyediakan kayu untuk kebutuhan rumah tangga, sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk sejahtera di kawasan tropis,” jelasnya.

Sementara Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Logistik dan Rantai Pasok FTP UGM Prof. Kuncoro Harto Widodo menyoroti rantai pasok dan logistik distribusi pangan di Indonesia sebagai negara kepulauan menghadirkan tantangan besar akibat ketimpangan sebaran penduduk dan pusat industri yang masih didominasi oleh Pulau Jawa. Kondisi geografis ini memicu empat masalah utama, yaitu ketidakseimbangan pasokan dan permintaan antarpulau, disparitas volume kargo perdagangan antara wilayah barat dan timur, kendala infrastruktur, serta hambatan birokrasi antarpelaku logistik.

Meskipun demikian, Indonesia mencatat kemajuan signifikan dengan menurunnya rasio biaya logistik nasional terhadap PDB secara drastis dari 24 persen menjadi 14,29 persen pada tahun 2023. Untuk terus menekan inefisiensi dan meningkatkan daya saing global, pemerintah kini memfokuskan perbaikan melalui dua kebijakan strategis, yaitu Cetak Biru Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang berfokus pada penguatan enam pilar utama, termasuk infrastruktur, teknologi informasi, dan sumber daya manusia, serta National Logistic Ecosystem (NLE) yang mengintegrasikan alur dokumen dan pergerakan barang secara digital.

Transformasi ini juga membuka peluang kolaborasi internasional yang menjanjikan, termasuk dengan Australia, khususnya dalam pengembangan teknologi pelacakan dan sistem informasi logistik yang lebih mumpuni. “Peraturan ini bertujuan untuk memperkuat dan memperluas kebijakan sebelumnya dengan menciptakan ekosistem digital terintegrasi. Ekosistem ini dirancang untuk menyelaraskan arus pergerakan barang, dokumen logistik internasional, dan sistem operasional, mulai dari kedatangan awal armada pengangkut hingga tiba di gudang atau pabrik tujuan.,” ujarnya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Antisipasi Ancaman Krisis Pangan 2050, Kerja Sama Riset Pertanian Lintas Negara Perlu Ditingkatkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/antisipasi-ancaman-krisis-pangan-2050-kerja-sama-riset-pertanian-lintas-negara-perlu-ditingkatkan/feed/ 0
Perkuat Sinergi Pendidikan dan Riset IKN, UGM Gandeng Universitas Balikpapan  https://ugm.ac.id/id/berita/perkuat-sinergi-pendidikan-dan-riset-ikn-ugm-gandeng-universitas-balikpapan/ https://ugm.ac.id/id/berita/perkuat-sinergi-pendidikan-dan-riset-ikn-ugm-gandeng-universitas-balikpapan/#respond Sat, 22 Aug 2026 01:35:02 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96864 Universitas Gadjah Mada dan Universitas Balikpapan (Uniba) resmi memperpanjang nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk lima tahun kedepan,  Jumat(21/8), di Gedung Pusat UGM. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perguruan tinggi lokal serta pengembangan riset yang sesuai dengan kebutuhan Kalimantan Timur dan Ibu Kota […]

Artikel Perkuat Sinergi Pendidikan dan Riset IKN, UGM Gandeng Universitas Balikpapan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Universitas Balikpapan (Uniba) resmi memperpanjang nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk lima tahun kedepan,  Jumat(21/8), di Gedung Pusat UGM. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perguruan tinggi lokal serta pengembangan riset yang sesuai dengan kebutuhan Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi lokal merupakan bagian dari misi UGM ketika terlibat dalam pengembangan kolaborasi pendidikan dan IKN di Kalimantan. “Kita bukan ingin memperlebar ke Kalimantan, tapi kami juga ingin ada misi yang sifatnya adalah untuk pemberdayaan dan pembinaan. Kami di UGM juga tidak bisa berjalan sendiri, kami butuh mitra-mitra lain,” tuturnya.

Dalam kerja sama ke depan, kedua universitas sepakat mendorong pengembangan riset yang berangkat dari persoalan dan kebutuhan daerah. Ova menyebut penelitian yang dikembangkan bersama sebaiknya bersifat locally needed atau benar-benar dibutuhkan masyarakat dan dapat diterapkan di lapangan. Salah satu fokus yang dinilai relevan adalah perubahan iklim (climate change), terutama dalam mendukung pengembangan IKN sebagai forest city. “Riset-riset yang dikembangkan itu adalah riset-riset yang locally needed,” terangnya.

Selain penelitian, UGM dan Universitas Balikpapan juga membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan melalui team teaching. Skema ini memungkinkan dosen dari kedua perguruan tinggi mengajar bersama pada program studi yang memiliki bidang keilmuan yang bersesuaian. Kolaborasi juga dapat diperluas melalui pengembangan staf serta penelitian bersama dengan dukungan hibah dan matching fund dari perguruan tinggi lokal. “Dengan begitu, nantinya kerja sama dapat diarahkan menjadi program konkret dalam memperkuat kapasitas akademik,” pungkas Ova.

Rektor Uniba, Dr. Ir. Isradi Zainal, menuturkan bahwa kerja sama dengan UGM diharapkan dapat menjadi ruang bagi perguruan tinggi di daerah untuk mendapatkan pendampingan sekaligus berkembang bersama. Ia menilai, keterlibatan kampus lokal penting agar kerja sama dan berbagai proyek yang dikembangkan di daerah tidak hanya menghadirkan keahlian dari luar, tetapi juga memperkuat kapasitas perguruan tinggi setempat. “Kampus lokal perlu mendapat kesempatan untuk berkontribusi sekaligus meningkatkan kapasitasnya melalui kolaborasi,” ujarnya.

Zainal menyoroti adanya keresahan di Kalimantan Timur ketika berbagai proyek lebih banyak melibatkan perguruan tinggi besar, sementara kampus di daerah sendiri belum selalu mendapatkan kesempatan yang memadai. Ia berharap UGM dapat memberikan bimbingan dan dukungan kepada perguruan tinggi di luar Jawa agar dapat berkembang bersama. “Jadi poin yang disampaikan yakni kami meminta bimbingannya agar perguruan tinggi di luar Jawa bisa berkembang bersama-sama,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kiprah jaringan alumni Kagama yang terdapat di Kalimantan Timur. Menurutnya, jejaring tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pihak dalam pengembangan daerah.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Perkuat Sinergi Pendidikan dan Riset IKN, UGM Gandeng Universitas Balikpapan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/perkuat-sinergi-pendidikan-dan-riset-ikn-ugm-gandeng-universitas-balikpapan/feed/ 0
Bahas Peluang PLTN, UGM dan Kementerian ESDM Garap Kerja Sama Strategis https://ugm.ac.id/id/berita/bahas-peluang-pltn-ugm-dan-kementerian-esdm-garap-kerja-sama-strategis/ https://ugm.ac.id/id/berita/bahas-peluang-pltn-ugm-dan-kementerian-esdm-garap-kerja-sama-strategis/#respond Tue, 11 Aug 2026 07:24:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96488 Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI membahas penguatan ketahanan energi nasional, termasuk peluang pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan listrik Indonesia. Dalam audiensi yang berlangsung di UGM, Senin (10/8), Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung bersama jajaran Kementerian ESDM menyampaikan sejumlah tantangan dalam […]

Artikel Bahas Peluang PLTN, UGM dan Kementerian ESDM Garap Kerja Sama Strategis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI membahas penguatan ketahanan energi nasional, termasuk peluang pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan listrik Indonesia. Dalam audiensi yang berlangsung di UGM, Senin (10/8), Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung bersama jajaran Kementerian ESDM menyampaikan sejumlah tantangan dalam penyediaan energi dan kelistrikan nasional serta peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Wakil Menteri ESDM mengatakan penguatan ketahanan energi menjadi kebutuhan penting bagi Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan aktivitas industri. Ia mencontohkan kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah yang masih menghadapi gangguan pasokan, termasuk Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Menurutnya, kapasitas pembangkit terpasang yang besar belum sepenuhnya mencerminkan daya mampu yang tersedia sehingga diperlukan perencanaan energi yang lebih terintegrasi. “Kita harus memperkuat pertahanan energi. Tidak ada negara yang kuat tanpa didukung oleh pertahanan energinya,” kata Yuliot.

Yuliot menjelaskan tantangan tersebut semakin penting karena kebutuhan listrik di Pulau Jawa terus tumbuh sekitar 4–6 persen. Keterbatasan pasokan listrik bahkan disebut telah menjadi salah satu pertimbangan bagi sejumlah industri untuk memindahkan investasinya ke negara lain seperti Vietnam dan Malaysia. Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan penambahan pembangkit dengan kapasitas besar sekaligus perencanaan sistem kelistrikan yang mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan. “Kalau kita tidak bangun cepat sekarang, dengan pertumbuhan sekitar enam persen di Pulau Jawa, tahun depan kita akan menghadapi krisis kelistrikan,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Yuliot menyampaikan bahwa pemerintah mulai mempertimbangkan pengembangan nuklir sebagai bagian dari bauran energi nasional. Pemerintah telah memasukkan pengembangan small modular reactor (SMR) dalam RUPTL 2025–2034 dan melakukan kajian terhadap pilihan teknologi serta kebutuhan investasinya. Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan pembangkit nuklir berskala besar karena kapasitas listrik yang dihasilkan dinilai lebih besar dengan kebutuhan investasi yang tidak jauh berbeda. “Kalau kita mengembangkan large scale, dengan selisih biaya yang sedikit, kita mendapatkan kapasitas listrik sekitar lima kali lipat,” jelasnya.

Yuliot mengatakan pengembangan PLTN tidak dapat dilepaskan dari kesiapan tapak. Sebelum menentukan lokasi pembangunan, diperlukan kajian geologi untuk mengetahui karakteristik struktur dan kondisi tapak, sebagaimana kajian geologi diperlukan dalam pengembangan berbagai sumber energi lainnya. Namun, keterbatasan peralatan dan sumber daya manusia di pemerintah membuat kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi penting.

Pemerintah, lanjut Yuliot, telah memiliki sejumlah kandidat lokasi yang perlu dikaji lebih lanjut. Ia menyebut terdapat 29 subtapak yang telah dikaji dan pemerintah ingin mempercepat penentuan lokasi prioritas, terutama di wilayah barat Indonesia. Beberapa lokasi juga telah memperoleh persetujuan studi tapak, termasuk di Bangka Belitung. Pemerintah menargetkan pengembangan pembangkit nuklir dapat mulai diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi pada 2032.

Dalam pembahasan tersebut, Yuliot juga menekankan bahwa pengembangan nuklir perlu dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknologi, lingkungan, regulasi, keselamatan, dan penerimaan masyarakat. Menurutnya, pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa pemanfaatan nuklir membutuhkan kesiapan lintas sektor dan komunikasi publik yang memadai. Pemerintah karena itu berharap perguruan tinggi dapat berperan dalam mengintegrasikan berbagai aspek tersebut dalam satu ekosistem kajian.

Menanggapi paparan tersebut, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM Prof. Tumiran menyampaikan bahwa tantangan energi perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan ekonomi yang lebih luas. Menurutnya, ketersediaan listrik tidak cukup hanya dipandang sebagai persoalan penyediaan energi, melainkan harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ketahanan nasional. Ia menilai kebutuhan energi juga perlu disusun berdasarkan arah pembangunan ekonomi dan kebutuhan industri yang realistis. “Kalau listrik kita tidak baik-baik, saya setuju, tetapi yang bertanggung jawab memanfaatkan energi itu supaya menjadi gerakan ekonomi juga harus ada,” ujar Tumiran.

Tumiran mengatakan UGM memiliki kekuatan multidisiplin yang dapat mendukung pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan energi. Ia menilai tantangan pembangunan lima hingga sepuluh tahun ke depan perlu diterjemahkan menjadi peluang bagi sumber daya manusia yang disiapkan perguruan tinggi. Karena itu, kedekatan perguruan tinggi dengan pemerintah penting agar pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan pembangunan nasional. “UGM itu multi disiplin yang sangat kuat. Bisa tidak membuat suatu konsep, ke mana sebaiknya arah pembangunan lima sampai sepuluh tahun yang akan datang, supaya anak-anak Indonesia yang muda-muda ini bisa terkapitalisasi setelah lulus?” katanya.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Tumiran menyampaikan UGM akan melakukan pembahasan internal untuk merumuskan bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada Kementerian ESDM. Pembahasan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan UGM dalam menjawab tantangan energi nasional, termasuk kebutuhan kajian dan pengembangan energi nuklir.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel Bahas Peluang PLTN, UGM dan Kementerian ESDM Garap Kerja Sama Strategis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bahas-peluang-pltn-ugm-dan-kementerian-esdm-garap-kerja-sama-strategis/feed/ 0
UGM dan Kedubes Chile Perkuat Riset Antarktika dan Perubahan Iklim https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kedubes-chile-perkuat-riset-antarktika-dan-perubahan-iklim/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kedubes-chile-perkuat-riset-antarktika-dan-perubahan-iklim/#respond Mon, 22 Jun 2026 08:54:47 +0000 https://ugm.ac.id/?p=94741 Universitas Gadjah Mada dan Kedutaan Besar (Kedubes) Chile untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, memperkuat komitmen kerja sama di bidang akademik dan riset, terutama riset mengenai antarktika dan perubahan iklim. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Dr. Danang Sri Hadmoko bersama Prof. Dr. Mirwan Ushada selaku Direktur […]

Artikel UGM dan Kedubes Chile Perkuat Riset Antarktika dan Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Kedutaan Besar (Kedubes) Chile untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, memperkuat komitmen kerja sama di bidang akademik dan riset, terutama riset mengenai antarktika dan perubahan iklim. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Dr. Danang Sri Hadmoko bersama Prof. Dr. Mirwan Ushada selaku Direktur Penelitian UGM, serta Ir. Nugroho Imam Setiawan, S.T., M.T., D.Sc., IPM selaku Direktur Tropical–Polar Interconnection Research Group (TPI-RG) dengan Duta Besar (H.E.) Mario Ignacio Artaza Kamis (18/6) lalu di Kampus UGM.

Danang Sri Hadmoko menuturkan, kedua belah pihak menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung dan memfasilitasi komunikasi antara UGM dengan berbagai institusi strategis di Chile. Bahkan UGM akan memperkuat kerja sama yang berjalan dengan beberapa institusi pendidikan tinggi di Chile. Ia menyebutkan salah satu perkembangan yang telah dicapai adalah proses kerja sama dengan Pontificia Universidad Católica de Chile. Kerja sama dengan kampus ini ini diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas kolaborasi akademik dan penelitian antara Indonesia dan Chile. “Harapannya ini dapat berkembang tidak hanya pada bidang pendidikan dan pertukaran akademik, tetapi juga pada penelitian bersama yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan kedua negara,” kata Danang dalam keterangan yang dikirim Senin (22/6).

Dalam diskusi tersebut kata Danang, juga dibahas pentingnya keterlibatan pemerintah Indonesia dalam berbagai isu terkait Antarktika, khususnya dalam konteks Antarctic Treaty System (ATS). Antarktika tidak hanya dipandang sebagai wilayah penelitian ilmiah, tetapi juga sebagai ruang strategis yang memerlukan partisipasi aktif komunitas internasional dalam menjaga perdamaian, keberlanjutan lingkungan, dan kerja sama ilmiah global. “Keterlibatan pemerintah menjadi salah satu aspek penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan kerja sama dan diplomasi ilmiah terkait Antarktika di masa mendatang,” ungkapnya.

Dubes Chile menyebutkan beberapa potensi kolaborasi ada dalam bidang Tropical–Polar Research, termasuknya Chilean Antarctic Institute (INACH), Universidad de Magallanes (UMAG), Instituto Milenio BASE, dan Universidad de Chile. “Dukungan ini mencakup fasilitasi komunikasi, penjajakan kerja sama, serta penguatan jejaring akademik dan penelitian antara kedua negara,” ujar Danang .

Selain bidang penelitian Antarktika dan perubahan iklim, Danang menegaskan bahwa peluang kerja sama antara Chile dan Indonesia sangat terbuka untuk berbagai disiplin ilmu. Ia menilai beberapa bidang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bersama. Bidang tersebut tidak jauh dari pertanian dan ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan keberlanjutan, kelautan dan perikanan, kebencanaan dan perubahan iklim, serta vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

Ia mengungkapkan terutama pada bidang vulkanologi, Chile dan Indonesia memiliki karakteristik yang serupa sebagai negara yang berada pada jalur tektonik aktif (Ring of Fire). Menurutnya, terdapat peluang besar untuk pengembangan penelitian bersama. Hal tersebut terkait aktivitas vulkanik, mitigasi bencana, sistem pemantauan gunung api, geotermal, serta dampak vulkanisme terhadap lingkungan dan masyarakat.

Sementara Duta Besar Chile Mario Artaza menegaskan di Chile khususnya Kota Punta Arenas, memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu gerbang utama menuju Antarktika. Ia menyebutkan terkait infrastruktur, jaringan logistik, dan ekosistem penelitian di area tersebut telah berkembang. Berangkat dari hal ini, Chile menjadi mitra penting bagi Indonesia dan UGM dalam upaya meningkatkan keterlibatan pada penelitian dan aktivitas ilmiah di kawasan Antarktika.

Lebih lanjut, pertemuan juga menyoroti kesamaan posisi Chile dan Indonesia sebagai negara-negara Global South yang memiliki peran dalam menjawab berbagai tantangan global. Menurutnya, kedua negara memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat kontribusi negara berkembang dalam isu-isu strategis dunia. “Termasuk perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan penelitian kutub,” katanya.

Mario Artaza turut menyampaikan komitmennya untuk mendukung peningkatan keterlibatan UGM dan Indonesia dalam berbagai kegiatan ilmiah dan kolaborasi terkait Antarktika. Dukungan tersebut didasarkan pada prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan kepentingan bersama. “Kerja sama yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi Chile, Indonesia, serta komunitas ilmiah internasional secara lebih luas,” pungkasnya.

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Tim TPI-RG UGM dan Magnific

Artikel UGM dan Kedubes Chile Perkuat Riset Antarktika dan Perubahan Iklim pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kedubes-chile-perkuat-riset-antarktika-dan-perubahan-iklim/feed/ 0
Dukung Pengembangan Smart Forest City di IKN, UGM Kelola Gedung IFL Wanagama Nusantara https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengembangan-smart-forest-city-di-ikn-ugm-kelola-gedung-ifl-wanagama-nusantara/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengembangan-smart-forest-city-di-ikn-ugm-kelola-gedung-ifl-wanagama-nusantara/#respond Mon, 08 Jun 2026 09:22:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=94300 Universitas Gadjah Mada terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pengelolaan kawasan Wanagama Nusantara dan pemanfaatan Gedung Institute for Future Life (IFL) yang diserah kelolakan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penguatan sinergi tersebut ditandai melalui audiensi antara Kepala OIKN, Dr. (H.C.) Ir. H. M. […]

Artikel Dukung Pengembangan Smart Forest City di IKN, UGM Kelola Gedung IFL Wanagama Nusantara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Universitas Gadjah Mada terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pengelolaan kawasan Wanagama Nusantara dan pemanfaatan Gedung Institute for Future Life (IFL) yang diserah kelolakan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penguatan sinergi tersebut ditandai melalui audiensi antara Kepala OIKN, Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., dan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., di Kantor OIKN, Jumat (5/6). Dalam pertemuan tersebut, OIKN secara resmi menyerahkan pengelolaan Gedung IFL kepada UGM. Audiensi juga menjadi forum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta pembahasan rencana penyelenggaraan program pascasarjana UGM di IKN.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan Gedung IFL akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan akademik yang mendukung pendidikan, penelitian, diskusi ilmiah, pelatihan, serta berbagai program pengabdian kepada masyarakat. “Keberadaan fasilitas ini diharapkan memperkuat peran UGM dalam pengembangan sumber daya manusia, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan IKN,” kata Rektor, Senin (8/6).

Selain mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Gedung IFL juga diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan program pascasarjana UGM di Nusantara. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan riset sekaligus mendukung kebutuhan talenta dan kepemimpinan masa depan bagi pembangunan IKN.

Dalam audiensi tersebut, kata Rektor, kedua pihak turut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, inovasi teknologi, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. Berbagai inisiatif tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang mengintegrasikan kemajuan teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. “Kolaborasi ini menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, pendidikan, dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang Nusantara,” ujarnya.

Menurut Rektor, Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya bersama UGM dan OIKN dalam membangun ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi yang mendukung terwujudnya IKN sebagai Smart Forest City. “Kehadiran UGM di Nusantara sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ibu kota negara yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” terangnya.

Seperti diketahui, Wanagama Nusantara yang berada di kawasan IKN dikelola UGM sebagai laboratorium alam untuk pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, kehutanan, konservasi biodiversitas, serta pembangunan berkelanjutan.Melalui pengelolaan Wanagama Nusantara, UGM dan OIKN berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam mendukung terwujudnya IKN sebagai Smart Forest City sekaligus ibu kota negara yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis : Jelita Agustine

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Dok. OIKN

Artikel Dukung Pengembangan Smart Forest City di IKN, UGM Kelola Gedung IFL Wanagama Nusantara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengembangan-smart-forest-city-di-ikn-ugm-kelola-gedung-ifl-wanagama-nusantara/feed/ 0
Dubes Belanda dan Jerman Kunjungi UGM, Dorong Kolaborasi Pendidikan Tinggi  https://ugm.ac.id/id/berita/dubes-belanda-dan-jerman-kunjungi-ugm-dorong-kolaborasi-pendidikan-tinggi/ https://ugm.ac.id/id/berita/dubes-belanda-dan-jerman-kunjungi-ugm-dorong-kolaborasi-pendidikan-tinggi/#respond Thu, 21 May 2026 00:58:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=93711 Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, dan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia pada Rabu (20/5) di Gedung Pusat UGM. Kunjungan ini menjadi momentum dalam rencana memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, riset, inovasi, serta pertukaran mahasiswa dan akademisi antara UGM dengan institusi pendidikan dan penelitian di kedua […]

Artikel Dubes Belanda dan Jerman Kunjungi UGM, Dorong Kolaborasi Pendidikan Tinggi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, dan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia pada Rabu (20/5) di Gedung Pusat UGM. Kunjungan ini menjadi momentum dalam rencana memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, riset, inovasi, serta pertukaran mahasiswa dan akademisi antara UGM dengan institusi pendidikan dan penelitian di kedua negara.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai bahwa masih banyak peluang dalam memperluas kolaborasi riset antara UGM dengan institusi di Belanda dan Jerman, terkhusus pada pendanaan riset skala kecil sebagai langkah awal membangun kerja sama yang lebih besar. “Adapun kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui diskusi lanjutan dan inisiatif konkret di berbagai bidang strategis,” jelasnya.

Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menilai bahwa UGM merupakan salah satu universitas paling prestisius di Indonesia yang memiliki pondasi kuat untuk memperluas kerja sama akademik dan ilmiah dengan Belanda. Tidak hanya itu, menurut Marc, UGM menunjukkan lingkungan kampus yang dinamis, di mana ilmu pengetahuan, seni, dan inovasi berkembang tidak hanya untuk mencapai standar akademik tertinggi, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. “Pengetahuan idealnya tidak berhenti di kampus, tetapi juga harus diperkenalkan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Belanda bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam memberikan beasiswa di bidang-bidang strategis seperti hortikultura, pertanian, pangan, serta pengelolaan dan kualitas air. Bidang tersebut merupakan kekuatan utama Belanda yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia. “Kami ingin talenta Indonesia belajar di universitas seperti Wageningen University & Research dan Delft University of Technology, kemudian membawa kembali pengetahuan itu untuk menjawab tantangan di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menegaskan bahwa kerja sama dalam bidang pendidikan merupakan pondasi yang sangat penting dalam membangun hubungan jangka panjang antarnegara. Adapun program German Academic Exchange Service menjadi salah satu instrumen utama pemerintah Jerman dalam membangun hubungan pendidikan dan riset dengan Indonesia. “Program ini merupakan mesin pertukaran people-to-people yang telah berjalan selama lebih dari satu abad dan menjadi fondasi hubungan akademik yang bermakna,” ujarnya.

Ia memberikan contoh mengenai Presiden ke-3 Republik Indonesia, B. J. Habibie, sebagai bukti bahwa pengalaman belajar di Jerman dapat memberikan dampak besar, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi pembangunan bangsa. Menurutnya, sistem pendidikan tinggi Jerman terus membutuhkan energi baru melalui mobilitas mahasiswa dan peneliti. Karena itu, pemerintah Jerman secara konsisten berinvestasi dalam program pertukaran dan kerja sama universitas ke universitas. “Oleh karena itu kami akan terus mendukung kerja sama akademik dan riset dengan Indonesia, termasuk dengan UGM, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia,” ucapnya.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan kerja sama UGM dengan universitas-universitas di Belanda dan Jerman, baik dalam bidang publikasi ilmiah, mobilitas mahasiswa, maupun pendanaan riset bersama. Ia menjelaskan bahwa UGM telah mencatat lebih dari 600 publikasi bersama dengan universitas di Belanda dan hampir 500 publikasi dengan perguruan tinggi di Jerman. Menurutnya, capaian tersebut merupakan investasi akademik yang sangat berharga bagi semua pihak. “Ini merupakan investasi yang sangat baik bagi UGM dan universitas-universitas di Eropa,” katanya.

Ia menambahkan bahwa negara Belanda dan Jerman merupakan dua destinasi studi yang paling diminati oleh mahasiswa UGM. Oleh sebab itu, UGM berupaya mendorong penguatan kerja sama yang lebih konkret, termasuk dengan melalui skema joint funding yang tengah dibahas bersama mitra dari Jerman. Selain itu, UGM terus memperluas kemitraan dengan berbagai institusi di Belanda, termasuk Wageningen University & Research, serta melalui program Erasmus+ yang mendukung mobilitas mahasiswa dan dosen. “Mobilitas mahasiswa sangat penting, selain tentu manfaat dari berbagai proyek riset dan kerja sama profesional,” ujarnya.

CEO Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Alfatika Aunuriella Dini, turut menyampaikan peluang kolaborasi dengan Belanda dan Jerman melalui program magang mahasiswa internasional, residensi seniman, serta pengembangan ekosistem inovasi yang melibatkan industri dan investor. “GIK merupakan pusat kreativitas dan inovasi baru yang dibangun UGM untuk mempertemukan industri, inkubator, akselerator, dan modal ventura dalam mempercepat lahirnya inovasi,” ungkapnya.

Menurutnya kerja sama ini tidak hanya dapat dikembangkan di bidang riset, tetapi juga terdapat peluang dalam kerja sama seni dan budaya. Ia menuturkan bahwa GIK UGM memiliki galeri seni serta ekosistem inovasi yang dapat menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa, seniman, dan pelaku industri dari berbagai negara. “Kami berharap dapat menerima lebih banyak mahasiswa internasional untuk magang di salah satu pusat kreativitas dan inovasi terbesar di kawasan ini,” katanya.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Dubes Belanda dan Jerman Kunjungi UGM, Dorong Kolaborasi Pendidikan Tinggi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dubes-belanda-dan-jerman-kunjungi-ugm-dorong-kolaborasi-pendidikan-tinggi/feed/ 0
UGM dan Pemprov Papua Kerja Sama Penguatan SDM dan Pelayanan Kesehatan  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemprov-papua-kerja-sama-penguatan-sdm-dan-pelayanan-kesehatan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemprov-papua-kerja-sama-penguatan-sdm-dan-pelayanan-kesehatan/#respond Fri, 08 May 2026 08:21:49 +0000 https://ugm.ac.id/?p=93337 Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Provinsi Papua sepakat menjalin kerja sama melalui penandatanganan piagam Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan fokus utama mencakup pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas kesehatan, pembangunan daerah melalui kolaborasi, serta pengabdian melalui pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri, menyampaikan pemerintah Daerah Papua tengah mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan […]

Artikel UGM dan Pemprov Papua Kerja Sama Penguatan SDM dan Pelayanan Kesehatan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Provinsi Papua sepakat menjalin kerja sama melalui penandatanganan piagam Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan fokus utama mencakup pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas kesehatan, pembangunan daerah melalui kolaborasi, serta pengabdian melalui pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri, menyampaikan pemerintah Daerah Papua tengah mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan sebagai pondasi utama dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM). Ia berharap kerja sama ini dapat mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan di enam provinsi di Papua dengan adanya pembentukan Hospital Based University yang dikhususkan untuk mencetak dokter-dokter ahli asli masyarakat Papua. “Tentunya kami berharap kedepannya anak-anak kami bisa menimba ilmu di UGM sehingga mereka bisa pulang membawa bekal yang baik untuk mengabdikan diri di tanah Papua,” ujarnya, Jumat (8/5), di Gedung Pusat UGM.

Selain di bidang kesehatan, ia menyampaikan harapan pemerintah Papua dapat berkolaborasi demi mendukung visi Papua Cerah (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni) bersama dengan para ahli UGM dalam bidang pertanian seperti program cetak sawah, bidang kesehatan, serta pengembangan dunia pertambangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Selain itu, ia mengharapkan kontribusi UGM sebagai garda terdepan dalam menekan isu-isu kemerdekaan di kawasan Pasifik, salah satunya dengan membuka kelas bahasa bagi warga dari negara-negara pasifik agar dapat belajar di Papua agar mereka dapat melihat kemajuan Papua secara langsung. “Semoga kolaborasi ini dapat membantu kami untuk mengadakan kelas bahasa sehingga saudara-saudara kami dari Pasifik bisa belajar di Papua. Hal ini diharapkan dapat menjadikan Papua sebagai garda terdepan bangsa,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menyambut baik rencana kerja sama di bidang kesehatan yang menjadi prioritas utama. Menurut Arie, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM nantinya akan menjadi penggerak utama dalam kolaborasi, terkhusus pada bidang kesehatan di Papua dengan melibatkan perguruan tinggi di Papua. “Dan tentu ini akan di ikut juga kerja sama yang secara praktis akan bisa menopang agar program peningkatan kualitas kesehatan dapat berjalan dengan sukses,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa UGM terus berkomitmen dalam menyediakan program beasiswa ADik bagi generasi muda Papua. Bahkan UGM juga terus berkomitmen mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menyasar di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di wilayah Papua. Program diharapkan agar mahasiswa dapat beradaptasi langsung dengan masyarakat Papua dan melihat realitas Papua yang sesungguhnya. “Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Papua yang selama ini juga menerima kehadiran kami dalam berbagai program pengabdian dan kerja sama. Banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan ketika berinteraksi dan beradaptasi bersama teman-teman di Papua. Hal tersebut menjadi dasar agar kerja sama ini dapat terus berlanjut dan semakin kuat ke depannya,” terangnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi ini dengan menggandeng dari berbagai pihak, khususnya dengan perguruan tinggi di Papua  untuk melahirkan perubahan nyata dan memecahkan permasalahan secara menyeluruh, seperti masalah kesejahteraan, ketimpangan sosial, hingga kemiskinan. “Kekuatan yang paling penting adalah kolaborasi daripada kompetisi. Sehingga semoga hal ini dapat membawa kedekatan antara UGM dan Papua,” pungkas Arie.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Aldi Firmansyah

Artikel UGM dan Pemprov Papua Kerja Sama Penguatan SDM dan Pelayanan Kesehatan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemprov-papua-kerja-sama-penguatan-sdm-dan-pelayanan-kesehatan/feed/ 0
UGM dan Mayapada Group Jalin Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Riset https://ugm.ac.id/id/berita/mayapada-berkeinginan-kerjasama-bidang-pendidikan-penelitian-dan-pengembangan-gedung-riset/ https://ugm.ac.id/id/berita/mayapada-berkeinginan-kerjasama-bidang-pendidikan-penelitian-dan-pengembangan-gedung-riset/#respond Tue, 13 Jan 2026 08:18:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=89272 Universitas Gadjah Mada dan Rumah Sakit Mayapada sepakat menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Senin (13/1), di Gedung Pusat. Beberapa bidang kesepakatan yang segera diwujudkan antara lain jalinan kerja sama bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan gedung riset di RSA UGM. Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyambut baik inisiatif kerja sama […]

Artikel UGM dan Mayapada Group Jalin Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Rumah Sakit Mayapada sepakat menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Senin (13/1), di Gedung Pusat. Beberapa bidang kesepakatan yang segera diwujudkan antara lain jalinan kerja sama bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan gedung riset di RSA UGM.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyambut baik inisiatif kerja sama bersama Rumah Sakit Mayapada dalam rangka mengembangkan clinical research unit di Indonesia dan mendorong penciptaam alat-alat kesehatan. “Kita juga berkeinginan membentuk trauma center yang arahnya nanti untuk rujukan trauma dan rehab medik” ujarnya di Ruang Sidang Pimpinan UGM, Senin (13/1).

Rektor menuturkan kerja sama di bidang pendidikan,kedua belah pihak sepakat untuk mendidik calon dokter spesialis RS Mayapada di kampus UGM dan memberi kesempatan mahasiswa residen UGM untuk dididik di RS Mayapada. Sementara di  bidang riset, baik UGM maupun RS Mayapada sepakat menjalin kerjasama pengembangan bahan medis seperti obat-obatan (clinical trial) dan stem cell. Sedangkan di bidang pengembangan gedung untuk riset, keduanya merencanakan adanya pengembangan riset akademik bersama yang meliputi pembangunan gedung riset Unit di RSA UGM, pengisian alat lab dan alat pendukung penelitian lainnya, pembentukan tim kolaborasi riset, dan pengembangan program riset bersama.

Dini Handayani, MARS, FISQUA, FIPC, Chief Medical Officer Mayapada Healthcare Group menyampaikan apresiasi atas beberapa rancangan kesepakatan yang akan dilakukan bersama UGM. “Terima kasih, dan sebagai kelanjutan dari kunjungan ini, Tim Strategic Mayapada akan segera berkunjung ke RSA, dan kita akan segera menandatangani piagam kerja sama secepatnya,” ucapnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel UGM dan Mayapada Group Jalin Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mayapada-berkeinginan-kerjasama-bidang-pendidikan-penelitian-dan-pengembangan-gedung-riset/feed/ 0
UGM dan Pemprov Maluku Utara Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemprov-maluku-utara-sepakati-kerja-sama-penguatan-sdm/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemprov-maluku-utara-sepakati-kerja-sama-penguatan-sdm/#respond Fri, 09 Jan 2026 08:22:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=89182 Universitas Gadjah Mada menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UGM Prof. Ova Emilia bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di Kampus UGM, Jumat (9/1). Kerja sama diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah berbasis penguatan sumber daya manusia, […]

Artikel UGM dan Pemprov Maluku Utara Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UGM Prof. Ova Emilia bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di Kampus UGM, Jumat (9/1). Kerja sama diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah berbasis penguatan sumber daya manusia, riset terapan, serta pengembangan sektor strategis. Pada kesempatan itu, kedua pihak menyampaikan pandangan serta harapan atas arah kerja sama ke depan.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan bahwa UGM mengikuti perkembangan Provinsi Maluku Utara dengan penuh perhatian. Keterlibatan UGM melalui program Kuliah Kerja Nyata telah berlangsung cukup lama di berbagai wilayah. Saat ini terdapat 18 kelompok mahasiswa yang menjalankan KKN di sejumlah kecamatan, antara lain Obi, Morotai Selatan, Pulau Kiri, dan Pulau Rau. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi bagian penting dari peran universitas dalam mendampingi masyarakat. “Bagi kami, KKN merupakan proses pembelajaran yang membentuk karakter mahasiswa agar memahami persoalan nyata di lapangan,” ujar Rektor.

Ova menegaskan bahwa pembelajaran mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan teori di ruang kelas. Pengalaman terjun langsung ke masyarakat menjadi bagian penting dalam pembentukan kepekaan sosial. Mahasiswa diajak mengenali persoalan riil yang dihadapi masyarakat, termasuk tantangan pembangunan di daerah kepulauan. Proses ini diyakini mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai insan terdidik. “Mahasiswa belajar memahami persoalan bangsa secara langsung dan berkontribusi sesuai kapasitas keilmuannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ova menyampaikan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah sejalan dengan misi UGM. UGM mengedepankan prinsip merakyat, mandiri, dan berkelanjutan dalam setiap kolaborasi. Program dirancang dengan melibatkan mitra lokal serta menyesuaikan kebutuhan daerah, termasuk pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan. UGM juga membuka peluang program afirmasi dan pendidikan lintas disiplin untuk mendukung kebutuhan tersebut. “Kami siap mendukung penguatan agriculture dan penyediaan pangan sesuai kebutuhan pembangunan daerah,” kata Ova.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menambahkan bahwa Maluku Utara merupakan wilayah favorit pelaksanaan KKN mahasiswa UGM. Proses seleksi mahasiswa dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kesiapan mental dan kompetensi. Selain KKN, UGM telah mengembangkan riset dan kerja sama inovasi sesuai potensi daerah, termasuk sektor pertanian, kelautan, dan industri. Ruang kolaborasi dinilai masih sangat luas untuk dikembangkan bersama pemerintah daerah. “Kerja sama ini membuka peluang penguatan riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Danang.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menilai UGM sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menyinggung pengalamannya mendampingi mahasiswa KKN UGM di Pulau Galu-Galu yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah hasil karya mahasiswa bahkan dimanfaatkan dalam program pemerintah daerah. “Kehadiran mahasiswa UGM memberi manfaat nyata dan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat,” ungkap Sherly Tjoanda.

Selanjutnya, Sherly juga memaparkan bahwa Maluku Utara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional dengan angka mencapai 39 persen. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya bersifat inklusif dan merata. Tantangan utama masih terletak pada kesiapan sumber daya manusia lokal dalam mengisi kebutuhan industri. Kawasan industri di Halmahera Tengah, misalnya, menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja, sementara pekerja lokal diperkirakan baru sekitar 30 ribu orang. “Penguatan kapasitas SDM lokal menjadi pekerjaan penting agar masyarakat dapat mengambil peran lebih besar,” ujar Sherly.

Sherly juga menekankan potensi besar Maluku Utara dalam pengembangan hilirisasi nikel dan industri baterai kendaraan listrik. Provinsi ini menyumbang sekitar 50 persen produksi nikel Indonesia, sementara Indonesia sendiri memasok sekitar 40 persen kebutuhan nikel dunia. Ke depan, Maluku Utara akan mengembangkan industri baterai hingga produk bernilai tambah tinggi, termasuk rencana produksi baterai kendaraan listrik. Penguatan pendidikan, riset, dan kolaborasi akademik dinilai krusial untuk mendukung arah tersebut. “Kami ingin menyiapkan ekosistem pendidikan dan riset bersama UGM agar potensi besar ini dapat dikelola secara berkelanjutan,” kata Sherly Tjoanda.

Dalam kesempatan yang sama, Sherly menyoroti persoalan penyediaan bahan pangan bagi kawasan industri. Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan bahan pangan masih didatangkan dari luar Maluku Utara. Kondisi ini menyebabkan potensi ekonomi daerah belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menilai sektor pertanian, perikanan, dan UMKM lokal memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok utama. “Kami ingin petani dan nelayan lokal terlibat sehingga perputaran ekonomi dapat dinikmati masyarakat Maluku Utara,” tegas Sherly.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel UGM dan Pemprov Maluku Utara Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemprov-maluku-utara-sepakati-kerja-sama-penguatan-sdm/feed/ 0
UGM dan Maybank Indonesia Perkuat Sinergi Pengembangan Ekosistem Layanan Keuangan Syariah https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-maybank-indonesia-perkuat-sinergi-pengembangan-ekosistem-layanan-keuangan-syariah/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-maybank-indonesia-perkuat-sinergi-pengembangan-ekosistem-layanan-keuangan-syariah/#respond Tue, 02 Dec 2025 07:48:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=87511 Universitas Gadjah Mada dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk,  Senin (1/12), di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat UGM.resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam memperkuat sinergi, baik untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut juga mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pengembangan layanan keuangan syariah. Melalui kolaborasi ini, UGM dan Maybank berharap dapat memberikan […]

Artikel UGM dan Maybank Indonesia Perkuat Sinergi Pengembangan Ekosistem Layanan Keuangan Syariah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk,  Senin (1/12), di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat UGM.resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam memperkuat sinergi, baik untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut juga mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pengembangan layanan keuangan syariah. Melalui kolaborasi ini, UGM dan Maybank berharap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Direktur Maybank Shariah Banking, Romy Buchari, dalam sambutannya menegaskan posisi Maybank sebagai institusi keuangan syariah terbesar di ASEAN. Ia menyebutkan bahwa Maybank sebelumnya dikenal sebagai Bank Internasional Indonesia dan kini telah memiliki aset sekitar 200 triliun rupiah. Romy juga menambahkan, Maybank Islamic sebagai bank syariah terbesar kelima di dunia, akan dapat memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan. Menurutnya, kekuatan Maybank terletak pada kemampuannya menyediakan solusi syariah yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Romy berharap akan terselenggaranya kerja sama yang lebih intensif dengan UGM melalui MoU ini. Ia menilai bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan dapat membuka ruang bagi pengembangan literasi keuangan syariah dan riset yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kami berharap ke depan dapat bekerja sama lebih erat dengan UGM, baik dalam edukasi, riset, maupun pengembangan ekosistem keuangan syariah,” ujarnya. Adapun delegasi Maybank lainnya yang turut hadir meliputi Dewi Irawati selaku Regional Director Jawa Tengah dan Budi Haristiono selaku Area Branch Manager Yogyakarta, dan jajaran pimpinan lainnya.

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, menegaskan bahwa UGM memiliki orientasi jangka panjang untuk menerapkan syariah compliance, baik dalam tata kelola keuangan maupun pengembangan akademik dan riset. Danang menyebutkan beberapa aset universitas, seperti halal center, program studi Magister Ekonomi Islam, serta peneliti aktif yang mengembangkan inovasi di bidang keuangan syariah. “Perkembangan riset berbasis teknologi yang pernah dikerjakan oleh ilmuwan UGM, seperti penggunaan kecerdasan buatan untuk mendeteksi material non-halal yang terhubung dengan sistem blockchain dan supply chain, guna mendukung perkembangan industri halal,” paparnya.

Danang menyampaikan bahwa UGM memiliki ekspektasi tinggi terhadap potensi kolaborasi ini. Ia berharap, MoU dapat terselenggara dalam bentuk edukasi keuangan, program investasi syariah, serta kegiatan yang memperkuat kapasitas literasi keuangan sivitas. “Kami berharap kerja sama ini tidak hanya terbatas pada pengelolaan keuangan, tetapi juga membuka ruang edukasi finansial dan investasi berbasis syariah bagi mahasiswa dan dosen,” ujarnya.

Melalui piagam nota kesepahaman bersama ini menjadi penanda kerja sama strategis antara PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan UGM. Beberapa lingkup kerja sama, meliputi layanan perbankan institusi dan personal, program beasiswa, program hadiah khusus, serta diseminasi informasi layanan finansial kepada civitas akademika. Kerja sama akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Direktorat Keuangan UGM sebagai tahap operasional awal. Melalui MoU ini, UGM menegaskan komitmennya dengan memperkuat jaringan kemitraan dengan institusi keuangan terkemuka di ASEAN untuk mendorong pengembangan ekosistem keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

Penulis : Ika Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel UGM dan Maybank Indonesia Perkuat Sinergi Pengembangan Ekosistem Layanan Keuangan Syariah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-maybank-indonesia-perkuat-sinergi-pengembangan-ekosistem-layanan-keuangan-syariah/feed/ 0