Kuliah Kerja Nyata Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/category/kuliah-kerja-nyata-2/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 28 Aug 2026 08:09:51 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 KKN UGM Inisiasi Budidaya Ayam Petelur Pakan Maggot https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-inisiasi-budidaya-ayam-petelur-pakan-maggot/ https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-inisiasi-budidaya-ayam-petelur-pakan-maggot/#respond Fri, 28 Aug 2026 08:09:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97038 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada memberikan pelatihan budidaya ayam petelur skala rumah tangga terintegrasi dengan maggot Black Soldier Fly (BSF) kepada ibu-ibu PKK Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kegiatan yang berlangsung saat masa KKN pada 24 Juli 2026 silam tersebut diarahkan untuk […]

Artikel KKN UGM Inisiasi Budidaya Ayam Petelur Pakan Maggot pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada memberikan pelatihan budidaya ayam petelur skala rumah tangga terintegrasi dengan maggot Black Soldier Fly (BSF) kepada ibu-ibu PKK Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kegiatan yang berlangsung saat masa KKN pada 24 Juli 2026 silam tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha berbasis peternakan yang ramah lingkungan. Program ini memanfaatkan potensi pekarangan rumah yang belum optimal serta sampah organik rumah tangga yang dapat diolah kembali.

Dalam pelatihan, mahasiswa mengenalkan budidaya ayam petelur menggunakan sistem kandang baterai yang dinilai memudahkan pemeliharaan pada skala rumah tangga. Materi mencakup pemilihan bibit, desain kandang, pemberian pakan dan air minum, pengendalian kesehatan ternak, hingga teknik pemanenan telur. Peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai budidaya maggot BSF mulai dari penetasan telur hingga menjadi lalat BSF. Penanggung jawab program, Nafi’atush Sholikhah, mahasiswa Fakultas Peternakan UGM angkatan 2023, menjelaskan bahwa praktik langsung menjadi bagian penting dalam pelatihan agar peserta memperoleh gambaran penerapan sistem secara nyata. “Kami menghadirkan percontohan budidaya ayam petelur skala rumah tangga dengan sistem baterai beserta budidaya maggot BSF yang lengkap dengan kandang maggot agar ibu-ibu PKK dapat melihat langsung bagaimana sistem integrasi ini diterapkan serta dapat memperoleh gambaran jelas terkait budidaya di pekarangan rumah masing-masing,” ujar Nafi’.

Integrasi ayam petelur dan maggot BSF menjadi bagian penting dari konsep pemanfaatan kembali limbah di tingkat rumah tangga. Sampah organik dari sisa makanan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan maggot BSF, sedangkan maggot yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pakan tambahan bagi ayam petelur. Dari budidaya ayam, telur yang dihasilkan dapat dikonsumsi keluarga maupun dijual sehingga memberikan nilai tambah bagi rumah tangga. Rangkaian tersebut membentuk siklus pemanfaatan sumber daya yang dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus mengurangi limbah organik rumah tangga.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan melalui berbagai pertanyaan dan diskusi mengenai pemeliharaan ayam maupun budidaya maggot. Ketua PKK sekaligus Ibu Kepala Desa Sumber Sari, Wantini, menyambut baik kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN-PPM UGM. Menurutnya, pengetahuan dan praktik yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi ibu-ibu PKK untuk mencoba budidaya ayam petelur di lingkungan rumah masing-masing. “Kami sangat senang ada KKN mahasiswa UGM yang dapat memberikan pelatihan budidaya ayam petelur sehingga harapannya ibu-ibu dapat mempraktikkannya di rumah,” tuturnya.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya sumber protein hewani dari telur. Pemanfaatan pekarangan untuk budidaya ayam petelur juga membuka peluang bagi keluarga untuk mengembangkan kegiatan produktif dari lingkungan rumah. Di sisi lain, pemanfaatan sampah organik untuk budidaya maggot dapat membantu mengurangi limbah sekaligus menyediakan pakan tambahan bagi ayam. Pendekatan ini memberikan gambaran mengenai pengelolaan usaha peternakan skala rumah tangga yang menghubungkan aspek pangan, lingkungan, dan ekonomi.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan setelah pelatihan selesai. Budidaya ayam petelur dan maggot BSF diharapkan dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kondisi pekarangan dan kemampuan masing-masing keluarga. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga maupun dikembangkan sebagai peluang usaha yang memberikan nilai ekonomi. Dengan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar rumah, program ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Reportase : Nafi’atush Sholikhah/Tim KKN

Penulis      : Triya Andriyani

Artikel KKN UGM Inisiasi Budidaya Ayam Petelur Pakan Maggot pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-inisiasi-budidaya-ayam-petelur-pakan-maggot/feed/ 0
Hijaukan Pekarangan, KKN UGM Ajak Warga Bawean Budidaya Tanaman Obat https://ugm.ac.id/id/berita/hijaukan-pekarangan-kkn-ugm-ajak-warga-bawean-budidaya-tanaman-obat/ https://ugm.ac.id/id/berita/hijaukan-pekarangan-kkn-ugm-ajak-warga-bawean-budidaya-tanaman-obat/#respond Thu, 27 Aug 2026 04:54:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96982 Memiliki pekarangan rumah yang luas, sebaiknya tidak hanya sekedar menjadi halaman namun bisa dimanfaatkan sebagai sumber tanaman obat untuk keluarga. Tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean mengajak warga masyarakat di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean untuk mengenal dan mengolah Tanaman Obat Keluarga. Annisa Nurhidayati, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada pengenalan manfaat tanaman obat […]

Artikel Hijaukan Pekarangan, KKN UGM Ajak Warga Bawean Budidaya Tanaman Obat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Memiliki pekarangan rumah yang luas, sebaiknya tidak hanya sekedar menjadi halaman namun bisa dimanfaatkan sebagai sumber tanaman obat untuk keluarga. Tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean mengajak warga masyarakat di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean untuk mengenal dan mengolah Tanaman Obat Keluarga.

Annisa Nurhidayati, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada pengenalan manfaat tanaman obat tetapi juga mendorong masyarakat untuk mampu mengelolanya secara mandiri. Annisa berharap jika pengetahuan dan keterampilan dari kegiatan ini dapat dikembangkan oleh warga di kemudian hari.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui bahwa tanaman di sekitar mereka memiliki manfaat sebagai obat herbal, tetapi juga memahami bagaimana cara menanam, merawat, menjaga kualitasnya setelah panen, hingga mengolahnya menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Kamis (27/8).

Melalui kegiatan edukasi pemanfaatan apotek hidup ini, Annisa berharap  pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri. “Kita mengajak masyarakat secara bersamaan untuk mengetahui seluk beluk tanaman obat hingga pengalaman praktek sebagai bentuk respon yang dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggal,” jelasnya.

Inisiasi program kerja KKN yang beranggotakan Annisa Nurhidayati, Dearvita Wulandari, Dwi Rivayanti, dan Annas Akhtar ini memberikan materi soal pengenalan manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA), teknik penanaman dan perawatan, penerapan SOP serta Quality Control (QC) pascapanen. “Penyampaian materi turut dilengkapi dengan demonstrasi penanaman TOGA serta praktik pembuatan spray antinyamuk berbahan serai,” kata Dwi, anggota KKN lainnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, Program ini dirancang sebagai bentuk dorongan kepada masyarakat agar dapat membudidayakan lingkungan sekitar dan memanfaatkannya secara tepat guna. Tak hanya sinergi, sejumlah integrasi antara edukasi, teknik penanaman,  pengelolaan sesuai SOP, dan pengendalian mutu, dlakukan untuk mengajak para warga memanfaatkan TOGA mereka sebagai produk yang lebih memiliki daya guna, contohnya seperti  spray anti nyamuk dari serai.

Musdalifah, warga Desa Tanjungori yang mengikuti praktik pembuatan spray antinyamuk,memberikan tanggapan terhadap produk spray anti nyamuk setelah pemakaian. Menurutnya, nyamuk yang berdatangan dengan jumlah minim dibandingkan  sebelum disemprotkan.  “Spray enak dipakai, setelah disemprot nyamuk jadi nggak terlalu banyak datang. Ternyata serai yang ada di sekitar rumah bisa dibuat jadi spray seperti ini,” ujarnya.

Reportase : Nok Annisa Nurhidayati/Tim KKN

Penulis : Zabrina Kumara

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim KKN PPM

Artikel Hijaukan Pekarangan, KKN UGM Ajak Warga Bawean Budidaya Tanaman Obat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/hijaukan-pekarangan-kkn-ugm-ajak-warga-bawean-budidaya-tanaman-obat/feed/ 0
Atasi Stunting, KKN UGM Olah Potensi Lele Jadi Abon Sangrai https://ugm.ac.id/id/berita/atasi-stunting-kkn-ugm-olah-potensi-lele-jadi-abon-sangrai/ https://ugm.ac.id/id/berita/atasi-stunting-kkn-ugm-olah-potensi-lele-jadi-abon-sangrai/#respond Mon, 24 Aug 2026 04:13:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96890 Potensi budidaya lele yang melimpah di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, mendorong mahasiswa KKN-PPM UGM menghadirkan inovasi produk pangan berupa abon lele sangrai sebagai upaya mendukung program pencegahan stunting. “Kami menggabungkan dua persoalan menjadi program kerja, yaitu pembuatan inovasi produk pangan untuk pencegahan stunting yang berkolaborasi dengan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani,” ujar Doni Ananda […]

Artikel Atasi Stunting, KKN UGM Olah Potensi Lele Jadi Abon Sangrai pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Potensi budidaya lele yang melimpah di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, mendorong mahasiswa KKN-PPM UGM menghadirkan inovasi produk pangan berupa abon lele sangrai sebagai upaya mendukung program pencegahan stunting. “Kami menggabungkan dua persoalan menjadi program kerja, yaitu pembuatan inovasi produk pangan untuk pencegahan stunting yang berkolaborasi dengan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani,” ujar Doni Ananda Pangestu dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian saat ditemui, Senin (24/8).

Ia menjelaskan bahwa lele dipilih sebagai bahan baku karena Desa Tampo memiliki potensi budidaya yang cukup besar. Selain itu, masih terdapat ikan lele afkir atau induk tidak produktif yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga memiliki peluang untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. “Sejauh ini cuma dijual mentahan, sehingga mungkin dalam penjualannya masih kurang. Kita berusaha untuk masuk ke situ agar produk lelenya juga memiliki nilai tambah,” katanya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN mengembangkan abon lele sangrai, yakni abon yang diolah tanpa proses penggorengan menggunakan minyak. Doni menjabarkan metode sangrai dipilih agar produk lebih sesuai untuk mendukung pencegahan stunting. Selain abon sangrai, tim juga mengembangkan produk turunan berupa cookies dan brownies berbahan dasar lele.

Menurut Doni, protein hewani menjadi salah satu komponen penting dalam pencegahan stunting karena mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, disebutkan Doni, pemanfaatan lele diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemenuhan gizi.

Selain mengembangkan produk pangan, KKN-PPM UGM Kerincing Cluring juga memanfaatkan limbah hasil pengolahan. Doni menceritakan bahwa tulang lele diolah menjadi pupuk organik cair (POC) sehingga seluruh bagian ikan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. “Sebenarnya programnya ada pengolahan limbahnya juga. Tulang lele menjadi POC,” ujarnya.

Lebih lanjut, Doni menyatakan bahwa produk abon lele yang dihasilkan akan didistribusikan. Ia menyebutkan selanjutnya hasil disalurkan melalui kader Posyandu untuk diberikan kepada sasaran program di Desa Tampo. Saat ini distribusi masih difokuskan pada satu desa dengan harapan dapat dikembangkan lebih luas pada masa mendatang.

Sementara itu, Pendiri Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) Desa Tampo, Irma Yunita, mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa KKN-PPM UGM. Menurutnya, sebelum adanya program tersebut, kelompoknya telah memproduksi abon lele dengan metode penggorengan. Kehadiran mahasiswa menghadirkan alternatif baru berupa abon lele sangrai. “Kalau yang sangrai itu miliknya anak KKN. Kalau produk kami yang lama itu digoreng pakai minyak, kemudian di-spin. Anak-anak KKN membuat model sangrai,” jelasnya.

Irma menilai abon lele sangrai memiliki keunggulan karena diolah tanpa minyak sehingga lebih sesuai dikonsumsi anak-anak, khususnya balita. Terlebih, ia menyebutkan pencegahan stunting itu merupakan program Pemerintah Banyuwangi. “Kalau sangrai itu tanpa minyak, lebih non kolesterol. Cocok untuk anak-anak, banyak anak balita yang suka,” ujarnya.

Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan diproduksi dalam jumlah lebih besar. Selama ini, pemasaran produk Poklahsar banyak dilakukan melalui Posyandu sehingga produk baru tersebut juga akan mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui Taman Posyandu.

Irma turut menyatakan bahwa Poklahsar Desa Tampo sendiri merupakan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di bawah binaan Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi. Kelompok ini memberdayakan perempuan di desa dengan kegiatan produksi yang dilakukan setiap akhir pekan. Dalam sekali produksi, sekitar 15–20 kilogram lele diolah menjadi sekitar 2,5 kilogram abon dengan kisaran Rp25.000 per 100 gram.

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Atasi Stunting, KKN UGM Olah Potensi Lele Jadi Abon Sangrai pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/atasi-stunting-kkn-ugm-olah-potensi-lele-jadi-abon-sangrai/feed/ 0
Tim KKN UGM Hadirkan Tempat Sampah Pintar Tenaga Surya di Kepulauan Seribu https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ugm-hadirkan-tempat-sampah-pintar-tenaga-surya-di-kepulauan-seribu/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ugm-hadirkan-tempat-sampah-pintar-tenaga-surya-di-kepulauan-seribu/#respond Wed, 19 Aug 2026 09:20:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96786 Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Panggang Bercerita meluncurkan dan mengimplementasikan Smart Eco Trash Bin di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Inovasi tempat sampah pintar ini dikembangkan untuk mendorong kebiasaan masyarakat dan wisatawan dalam memilah serta membuang sampah pada tempatnya melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi surya. Mayang Fauni, anggota Tim KKN, mengatakan Smart […]

Artikel Tim KKN UGM Hadirkan Tempat Sampah Pintar Tenaga Surya di Kepulauan Seribu pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Panggang Bercerita meluncurkan dan mengimplementasikan Smart Eco Trash Bin di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Inovasi tempat sampah pintar ini dikembangkan untuk mendorong kebiasaan masyarakat dan wisatawan dalam memilah serta membuang sampah pada tempatnya melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi surya.

Mayang Fauni, anggota Tim KKN, mengatakan Smart Eco Trash Bin merupakan tempat sampah yang dilengkapi sensor untuk membuka dan menutup tutup secara otomatis tanpa perlu disentuh. “Sensor ultrasonik mendeteksi keberadaan pengguna di depan tempat sampah dan mengaktifkan motor servo untuk membuka tutup. Setelah pengguna menjauh, tutup akan kembali menutup secara otomatis,” ujarnya dalam keterangan yang dikirim Rabu (19/8).

Selain mekanisme tanpa sentuh, kata Mayang, tempat sampah pintar tersebut dilengkapi speaker yang memutar pesan edukasi setiap kali digunakan. “Pesan tersebut mengingatkan pengguna mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempatnya sehingga edukasi lingkungan dapat disampaikan secara langsung dan berulang,” katanya.

Program tempat pemilahan sampah pintar ini menyasar dua kelompok utama, yakni masyarakat setempat dan wisatawan. Bagi masyarakat, keberadaan Smart Eco Trash Bin diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara bagi wisatawan, fasilitas tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan selama berada di Pulau Pramuka. “Penggunaan Smart Eco Trash Bin dirancang sederhana. Pengguna cukup mendekatkan diri ke tempat sampah sehingga sensor ultrasonik mendeteksi keberadaan pengguna dan mengaktifkan motor servo. Saat tutup terbuka, speaker secara bersamaan menyampaikan pesan edukasi mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempatnya, yang kemudian diakhiri dengan ucapan terima kasih,” terangnya.

Sekedar informasi, peluncuran Smart Eco Trash Bin turut disambut hangat oleh Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, S.E., M.Si., serta secara langsung oleh Lurah Pulau Pramuka, Jamaluddin, bersama ibu PKK dan kader. Menurut Bupati, kehadiran inovasi tersebut mendapat apresiasi karena dinilai dapat mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan di Pulau Pramuka.

Lurah Pulau Pramuka, Jamaluddin, mengapresiasi penerapan Smart Eco Trash Bin di wilayahnya. Ia menilai inovasi tersebut unik dan bermanfaat karena memadukan sensor dan fitur suara yang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Hadirnya teknologi tersebut dinilai dapat menarik perhatian masyarakat sekaligus mendorong kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. “Saya berharap fasilitas serupa dapat dikembangkan dan ditempatkan di sejumlah titik yang rawan mengalami penumpukan sampah,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Asyhar, mengakui pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi yang lebih hemat listrik dan ramah lingkungan. Sementara itu, kader PKK, Romlah, menilai teknologi tersebut lebih modern dibandingkan tempat sampah manual dan dapat menarik perhatian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. “Smart Eco Trash Bin  menurut saya merupakan inovasi unik dan menarik ya. Semoga teknologi seperti ini dapat terus dikembangkan dalam mendukung kebersihan lingkungan di Pulau Pramuka,” tuturnya.

Implementasi Smart Eco Trash Bin menjadi salah satu langkah awal Tim KKN-PPM UGM Panggang Bercerita 2026 dalam mendorong pengelolaan sampah melalui pemilahan sejak dari sumbernya. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat membantu membentuk kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah sesuai jenis sekaligus mendukung terciptanya lingkungan Pulau Pramuka yang lebih bersih dan tertata. Pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi juga menjadikan Smart Eco Trash Bin sebagai sarana edukasi mengenai penggunaan energi terbarukan. Dengan mengintegrasikan teknologi IoT, edukasi lingkungan, dan energi surya, inovasi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di Pulau Pramuka.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim KKN

Artikel Tim KKN UGM Hadirkan Tempat Sampah Pintar Tenaga Surya di Kepulauan Seribu pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ugm-hadirkan-tempat-sampah-pintar-tenaga-surya-di-kepulauan-seribu/feed/ 0
KKN UGM Digitalisasi Informasi Desa dan Pasang Lampu Surya di Pulau Bawean https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-digitalisasi-informasi-desa-dan-pasang-lampu-surya-di-pulau-bawean/ https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-digitalisasi-informasi-desa-dan-pasang-lampu-surya-di-pulau-bawean/#respond Tue, 18 Aug 2026 08:48:00 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96738 Tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean 2026 menghadirkan media informasi digital Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, melalui StoryMap berbasis ArcGIS. Lewat informasi ini masyarakat dapat memperoleh informasi terkait dengan profil dan potensi desa dalam bentuk peta interaktif. “StoryMap yang kami kembangkan ini merupakan upaya mendukung digitalisasi informasi Desa Telukjatidawang dengan menghimpun berbagai informasi […]

Artikel KKN UGM Digitalisasi Informasi Desa dan Pasang Lampu Surya di Pulau Bawean pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean 2026 menghadirkan media informasi digital Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, melalui StoryMap berbasis ArcGIS. Lewat informasi ini masyarakat dapat memperoleh informasi terkait dengan profil dan potensi desa dalam bentuk peta interaktif. “StoryMap yang kami kembangkan ini merupakan upaya mendukung digitalisasi informasi Desa Telukjatidawang dengan menghimpun berbagai informasi desa yang sebelumnya tersebar ke dalam satu platform,” kata Arindra Najwa Nafasari dari Program Studi D4 Sistem Informasi Geografi, Sekolah Vokasi UGM, Selasa (18/8).

Ia menambahkan informasi yang disajikan meliputi profil dan sejarah desa, kondisi geografis dan demografi. Selain itu, lingkup informasinya juga mencakup profil serta potensi tujuh dusun, fasilitas umum, UMKM, objek wisata, perikanan, pertanian, peternakan, budaya dan tradisi, hingga berbagai aktivitas masyarakat. Informasi tersebut dilengkapi dengan peta, foto, dan titik lokasi sehingga kondisi serta potensi desa dapat dikenali secara lebih kontekstual. Untuk memperluas akses, tim juga membuat poster yang dilengkapi QR Code menuju StoryMap untuk ditempatkan di lokasi strategis seperti balai desa.

Najwa menjelaskan dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKN melakukan observasi, wawancara, dan survei ke setiap dusun untuk mengumpulkan data spasial maupun informasi mengenai kondisi dan potensi desa. Data tersebut kemudian diolah menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan disusun menjadi StoryMap. Sebelum dipublikasikan, informasi yang telah dihimpun juga melalui proses validasi bersama pemerintah desa.

Lebih lanjut, ia mengatakan pembuatan StoryMap berangkat dari kebutuhan akan media yang dapat menghimpun informasi Desa Telukjatidawang secara terpusat. Menurutnya, laman ini memudahkan desa memiliki identitas digital yang diakses siapa dan kapan saja. Dijelaskannya bahwa prosesnya kami lakukan bersama masyarakat sejak awal, mulai dari menggali informasi hingga memvalidasi hasilnya, supaya benar-benar mencerminkan kondisi dan kebutuhan desa. “Semoga dengan adanya WebGIS ini, potensi Desa Telukjatidawang dapat lebih dikenal khalayak luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi informasi maupun promosi desa,” jelasnya, Selasa (18/8).

Kepala Desa Telukjatidawang, Fahrurazi mengapresiasi karya para mahasiswa KKN tersebut. Ia menambahkan, sebelumnya sudah ada beberapa mahasiswa KKN di Desa Telukjatidawang, namun belum ada yang membuat profil desa secara digital. “Saya sangat bangga dengan hasil KKN UGM, terutama dengan adanya profil Desa Telukjatidawang ini. Sebelumnya sudah beberapa kali ada KKN di sini, tetapi belum ada yang membuat profil desa seperti ini. Atas nama pribadi, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada mahasiswa KKN UGM yang sudah membantu membuat sekaligus mengenalkan profil desa kami,” ujarnya.

Selain program StoryMap, tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean 2026 juga melaksanakan program pemanfaatan energi surya dan reflektor untuk menunjang aktivitas masyarakat. Program tersebut meliputi edukasi panel surya, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya di Dusun Pinang Gunung, serta pemasangan reflektor di keramba kawasan Pulau Cina, Dusun Dedawang, untuk membantu nelayan mengenali jalur saat berlayar pada malam hari.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mengenalkan pemanfaatan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Telukjatidawang. Edukasi panel surya diberikan untuk memperkenalkan prinsip kerja serta pemanfaatan energi matahari sebagai sumber listrik. Materi tersebut kemudian diterapkan melalui pemasangan PJU tenaga surya yang memanfaatkan energi matahari untuk menyalakan lampu pada malam hari.

Menurut Kepala Dusun Pinang Gunung, Hamidi, menyampaikan bahwa pemasangan PJU ini sangat membantu karena di dusun masih minim penerangan. Ia menyebutkan terlebih PJU ini menggunakan energi surya sehingga tidak perlu pemasangan kabel. Poin positif yang ia sebutkan juga ialah lampunya bisa menyesuaikan kondisi terang dan redup secara otomatis. “Menurut saya, PJU ini sangat membantu sekaligus lebih hemat energi. Edukasi yang diberikan juga menambah wawasan kami tentang cara kerja dan perawatannya,” pungkasnya.

Masih sejalan, tim KKN-PPM UGM juga menggarap program pemasangan reflektor di kawasan karang di Dusun Dedawang tambak Pulau Cina yang menjadi salah satu titik yang dilalui nelayan saat beraktivitas pada malam hari. Reflektor tersebut berfungsi sebagai penanda visual yang membantu nelayan mengenali posisi keramba dan menemukan jalur pelayaran ketika kondisi sekitar minim cahaya. Data dari Kepala Dusun Dedawang, Najmuddin, menyebutkan bahwa para nelayan cukup kesulitan mencari keramba pada malam hari. “Dengan adanya reflektor ini, ketika terkena cahaya senter dari perahu, cahayanya bisa memantul sehingga keramba lebih mudah ditemukan. Setelah keramba terlihat, nelayan juga jadi lebih mudah mengenali jalur untuk menuju ke tempat melaut,” ungkapnya.

Mahasiswa KKN-PPM UGM, Alya Presilia Susanti dari program studi Elektronika dan Instrumentasi selaku penanggungjawab program menjelaskan bahwa program diambil berangkat dari kebutuhan masyarakat. Menurutnya, program ini dirancang tidak hanya untuk menghadirkan fasilitas, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai teknologi yang digunakan. Alya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing dusun.

Alya menjelaskan bahwa PJU di Pinang Gunung ingin memberikan solusi penerangan yang sekaligus mengenalkan pemanfaatan energi surya kepada masyarakat. Karena itu, disebutkannya bahwa edukasi juga diberikan agar masyarakat tidak hanya menggunakan PJU yang sudah terpasang, tetapi memahami cara kerja dan perawatannya. “Harapannya, apabila ke depan ada kesempatan untuk menambah fasilitas dari desa, masyarakat sudah memiliki pengetahuan dasar untuk menggunakan dan merawat PJU serupa secara mandiri,” jelasnya.

Mahasiswa lain, Kalleh Nur Subekti dari program studi Teknik Sipil menjelaskan bahwa tim melihat bahwa nelayan membutuhkan penanda yang mudah terlihat saat malam hari. Ia menyebutkan bahwa tim memilih reflektor sebagai solusi yang sederhana dan tidak membutuhkan sumber listrik, tetapi tetap dapat terlihat ketika terkena cahaya senter dari perahu. “Harapannya, penanda ini bisa membantu nelayan mengenali keramba sekaligus jalur mereka saat melaut pada malam hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, melalui berbagai program kerja tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean 2026 berupaya menggabungkan edukasi teknologi dengan penerapan langsung di tengah masyarakat. Pemanfaatan energi surya untuk PJU serta reflektor sebagai penanda jalur diharapkan dapat memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat sekaligus memperkenalkan penerapan teknologi yang sederhana dan sesuai dengan kondisi Desa Telukjatidawang.

Kontributor : Alya Presilia Susanti/Tim KKN Bawean

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim KKN

Artikel KKN UGM Digitalisasi Informasi Desa dan Pasang Lampu Surya di Pulau Bawean pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-digitalisasi-informasi-desa-dan-pasang-lampu-surya-di-pulau-bawean/feed/ 0
KKN UGM Petakan Potensi Desa Dawung sebagai Tujuan Wisata Agroedukasi https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-petakan-potensi-desa-dawung-sebagai-tujuan-wisata-agroedukasi/ https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-petakan-potensi-desa-dawung-sebagai-tujuan-wisata-agroedukasi/#respond Tue, 18 Aug 2026 06:36:43 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96725 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada memetakan potensi Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya mengembangkan desa wisata berbasis agroedukasi. Desa Dawung memiliki lanskap agraris berupa hamparan sawah, aliran sungai, serta panorama Gunung Lawu yang menjadi bagian dari potensi alam setempat. Kekayaan tersebut juga didukung sumber daya manusia […]

Artikel KKN UGM Petakan Potensi Desa Dawung sebagai Tujuan Wisata Agroedukasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada memetakan potensi Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya mengembangkan desa wisata berbasis agroedukasi. Desa Dawung memiliki lanskap agraris berupa hamparan sawah, aliran sungai, serta panorama Gunung Lawu yang menjadi bagian dari potensi alam setempat. Kekayaan tersebut juga didukung sumber daya manusia dan keterampilan masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis edukasi. Melalui program KKN, mahasiswa berupaya mengidentifikasi dan mengemas berbagai potensi yang telah dimiliki desa agar dapat dikembangkan tanpa menghilangkan karakter lokal.

Salah satu gagasan yang diusung mahasiswa KKN adalah pengembangan kawasan agroedukasi dengan memadukan potensi pertanian, lingkungan, dan keterampilan masyarakat. Mahasiswa Filsafat UGM, Michael Cosmas Hamonangan Silalahi, menggagas konsep tersebut dengan melihat Desa Dawung telah memiliki sumber daya alam dan kemampuan masyarakat yang dapat menjadi fondasi pengembangan wisata. Kawasan agroedukasi diarahkan menjadi ruang belajar langsung bagi pengunjung, terutama generasi muda, mengenai produksi pangan berkelanjutan dan keterampilan kerajinan lokal. “Kami melihat Desa Dawung sebenarnya sudah memiliki banyak modal untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Karena itu, kami ingin mengemas potensi yang sudah ada menjadi pengalaman wisata yang juga memberi ruang belajar bagi pengunjung,” ujar Michael, Selasa (18/8).

Konsep tersebut kemudian didukung dengan upaya memperkenalkan potensi Desa Dawung melalui media digital. Mahasiswa KKN memproduksi delapan konten video visual yang dipublikasikan melalui akun Instagram Pemerintah Desa Dawung untuk memperkenalkan lanskap, potensi, dan aktivitas masyarakat kepada khalayak yang lebih luas. Perangkat desa menyambut positif inisiatif tersebut dan berharap konsep kawasan agroedukasi dapat mulai diterapkan ketika dukungan pendanaan tersedia. Publikasi digital diharapkan menjadi salah satu modal awal bagi desa untuk mengenalkan potensinya secara lebih luas.

Selain publikasi digital, mahasiswa KKN menyusun Peta Potensi Desa untuk mengidentifikasi berbagai kekayaan Desa Dawung secara spasial. Peta tersebut dirancang agar dapat membantu pemerintah desa melihat persebaran potensi wilayah sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengelolaan pariwisata. Proses pemetaan dilakukan oleh mahasiswa Teknik Sipil UGM, Yudhistira Zhafran Hamid, melalui survei lapangan untuk mengumpulkan titik-titik potensi desa. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan lembar kerja digital dan divisualisasikan dengan QGIS hingga menghasilkan peta tata letak yang siap dicetak.

Bagi Yudhistira, proses pemetaan menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung potensi yang tersebar di Desa Dawung sekaligus menerjemahkannya ke dalam informasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa. Pemetaan dilakukan dengan turun ke lapangan untuk mengumpulkan data sebelum diolah dan divisualisasikan dalam bentuk peta. Hasilnya kemudian diserahkan secara resmi kepada perangkat Desa Dawung pada 5 Agustus 2026. “Kami ingin peta ini bisa menjadi gambaran yang lebih jelas mengenai potensi yang dimiliki Desa Dawung. Harapannya, data yang sudah dikumpulkan dapat membantu desa menentukan potensi mana yang bisa dikembangkan dan menjadi dasar untuk merencanakan pengembangan wisata ke depan,” ujarnya.

Pengembangan Desa Dawung sebagai desa wisata diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal yang telah dimiliki masyarakat. Konsep agroedukasi memberikan alternatif pengembangan wisata dengan memadukan aktivitas pertanian dan pengalaman belajar mengenai produksi pangan berkelanjutan serta keterampilan masyarakat. Peta Potensi Desa juga menjadi instrumen pendukung agar pengembangan tersebut memiliki dasar informasi mengenai kondisi dan persebaran potensi wilayah. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan wisata diharapkan dapat berjalan secara bertahap sambil tetap mempertahankan karakter alam, aktivitas pertanian, dan keterampilan lokal Desa Dawung.

Reportase: Jovita M.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel KKN UGM Petakan Potensi Desa Dawung sebagai Tujuan Wisata Agroedukasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-petakan-potensi-desa-dawung-sebagai-tujuan-wisata-agroedukasi/feed/ 0
Kenalkan Sejarah Lokal, Tim KKN UGM Susun Arsip Budaya Desa Bayan Lombok Utara  https://ugm.ac.id/id/berita/kenalkan-sejarah-lokal-tim-kkn-ugm-susun-arsip-budaya-desa-bayan-lombok-utara/ https://ugm.ac.id/id/berita/kenalkan-sejarah-lokal-tim-kkn-ugm-susun-arsip-budaya-desa-bayan-lombok-utara/#respond Sun, 16 Aug 2026 04:12:33 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96687 Tim Mahasiswa KKN PPM UGM mendokumentasikan warisan budaya sekaligus meluruskan pemahaman masyarakat mengenai makna dan nilai budaya Bayan. Penyusunan catatan bertajuk “Arsip Ingatan Bayan” ini diinisiasi oleh Muhammad Lodhi Firmansyah bersama Amanda Maika Marjano berdasarkan sejumlah referensi ilmiah yang relevan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, diskusi bersama masyarakat, serta hasil observasi lapangan di Desa Bayan, […]

Artikel Kenalkan Sejarah Lokal, Tim KKN UGM Susun Arsip Budaya Desa Bayan Lombok Utara  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa KKN PPM UGM mendokumentasikan warisan budaya sekaligus meluruskan pemahaman masyarakat mengenai makna dan nilai budaya Bayan. Penyusunan catatan bertajuk “Arsip Ingatan Bayan” ini diinisiasi oleh Muhammad Lodhi Firmansyah bersama Amanda Maika Marjano berdasarkan sejumlah referensi ilmiah yang relevan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, diskusi bersama masyarakat, serta hasil observasi lapangan di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Lodhi Firmansyah mengatakan penyusunan arsip budaya ini dilatarbelakangi oleh belum adanya dokumentasi yang disepakati bersama sebagai rujukan dalam memahami berbagai bentuk kebudayaan yang berkembang di Bayan. “Kita menjelaskan, sejumlah pemaknaan dari pihak luar tidak selalu sesuai dengan pemahaman masyarakat setempat. Salah satunya adalah istilah Watu Telu yang kerap disederhanakan sebagai praktik salat tiga waktu,” katanya dalam keterangan yang dikirim Sabtu, (16/8).

Dalam Arsip Ingatan Bayan, kata Lodhi, dijelaskan bahwa Watu berkaitan dengan asal-usul dan proses kehidupan. Konsep ini antara lain menjelaskan tiga cara berkembang biak, yakni tioq (tumbuhan), menteloq (bertelur), dan menganaq (melahirkan), serta tiga tahapan eksistensi manusia, yaitu Alam Rahim, Alam Dunia, dan Alam Akhirat yang dikenal sebagai metu, idup, dan mate. Pemahaman tersebut juga tercermin dalam tata kehidupan masyarakat melalui tiga pilar, yakni kyai sebagai otoritas agama, pemangku sebagai otoritas adat, dan pembekel sebagai otoritas pemerintaha.

Kepala Desa Bayan, Satradi, mengungkapkan bahwa pemahaman tersebut telah melahirkan pandangan keliru yang melukai hati masyarakat Desa Bayan. “Nyatanya, bukan itu maksudnya. Kami di sini banyak lulusan pesantren dan kami mengamalkan ajaran Islam sebagaimana mestinya,” kata Satradi,

Lebih jauh, arsip yang menjadi salah satu luaran Program KKN-PPM UGM Lembaran Bayan 2026 Periode II tersebut turut mendokumentasikan bangunan adat Sasak Bayan beserta sejumlah elemen arsitekturnya, meliputi Bale Mengina, Berugaq, Lumbung, Dapur, dan Kandang. Tidak hanya mendokumentasikan bentuk fisiknya, arsip tersebut juga menjelaskan makna yang melekat pada masing-masing bangunan.

Kepala Bidang Kebudayaan Lombok Utara, Raden Sawinggih, menerangkan bahwa bangunan adat Bayan adalah tradisi yang telah diwariskan lintas generasi. “Bayan adalah wajah Lombok 100 tahun yang lalu. Menyebut telah mengenal Lombok belumlah lengkap jika belum menginjakkan kaki di Bayan,” ujarnya.

Penyusunan Arsip Ingatan Bayan turut mendapat apresiasi dari R. Wikto Kusuma, anggota Badan Permusyawaratan Desa. Menurut Wikto, buku atau catatan mengenai budaya Bayan tersebut dapat menjadi salah satu rujukan awal bagi masyarakat dari luar Bayan untuk mengenal budaya setempat secara lebih mendalam. “Kami sangat bersyukur jika ada pendokumentasian seperti ini, sebab kadang satu sama lain tokoh adat saja ada detail kecil yang berbeda sehingga kita butuh referensi atau istilahnya pedoman,” tutupnya.

Penulis : Agito Sitepu

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim KKN

Artikel Kenalkan Sejarah Lokal, Tim KKN UGM Susun Arsip Budaya Desa Bayan Lombok Utara  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kenalkan-sejarah-lokal-tim-kkn-ugm-susun-arsip-budaya-desa-bayan-lombok-utara/feed/ 0
Atasi Masalah Sampah di Pulau Bawean, Mahasiswa KKN UGM Buat Inovasi Kompor Roket https://ugm.ac.id/id/berita/atasi-masalah-sampah-di-pulau-bawean-mahasiswa-kkn-ugm-buat-inovasi-kompor-roket/ https://ugm.ac.id/id/berita/atasi-masalah-sampah-di-pulau-bawean-mahasiswa-kkn-ugm-buat-inovasi-kompor-roket/#respond Fri, 14 Aug 2026 03:41:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96646 Menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM 2026, Tim Bentangan Bawean menghadirkan inovasi berupa alat pembakaran sampah sederhana berbasis rocket stove  atau kompor roket di dua titik, di Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program ini menjadi salah satu program kerja unggulan sekaligus terakhir yang dilaksanakan oleh tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean […]

Artikel Atasi Masalah Sampah di Pulau Bawean, Mahasiswa KKN UGM Buat Inovasi Kompor Roket pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM 2026, Tim Bentangan Bawean menghadirkan inovasi berupa alat pembakaran sampah sederhana berbasis rocket stove  atau kompor roket di dua titik, di Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program ini menjadi salah satu program kerja unggulan sekaligus terakhir yang dilaksanakan oleh tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah di wilayah Desa Tanjungori dan Desa Telukjatidawang.

Dua unit rocket stove ditempatkan berdasarkan subunit masing-masing. Unit pertama berada di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Tanjungori dengan dengan pembangunan yang dipimpin Dimaz Adam Prasetyo dari Prodi Teknik Infrastruktur Lingkungan UGM. Sementara itu, unit kedua ditempatkan di Dusun Dedawang, Desa Telukjatidawang, yang pembangunannya dipimpin Kalleh Nur Subekti dari Prodi Teknik Sipil UGM.

Rocket stove adalah alat pembakaran sampah sederhana yang dirancang untuk membantu proses pengurangan sampah melalui pembakaran dengan kapasitas sekitar 5–10 kilogram per jam dalam sekali pengoperasian. Kehadiran alat ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pendukung pengelolaan sampah, khususnya terhadap sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pemilahan dan pengolahan.

Dimaz sebagai penanggung jawab pembuatan rocket stove di Desa Tanjungori, menjelaskan  pembuatan alat tersebut mempertimbangkan kebutuhan pengelolaan sampah yang ada di tingkat desa. “Pembuatan rocket stove ini kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, terutama untuk membantu mengurangi timbulan sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali. Harapannya, alat ini tidak hanya digunakan selama kegiatan KKN berlangsung, tetapi juga dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Dimaz, Jumat (14/8).

Penempatan alat di TPS Desa Tanjungori menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan di desa. Sebelumnya, masyarakat bersama pengelola sampah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Dengan adanya rocket stove, proses pengelolaan diharapkan dapat semakin terbantu, terutama untuk sampah residu yang tersisa setelah proses pemilahan.

Ketua pengelola sampah Desa Tanjungori, Sukasih, menyambut baik keberadaan alat tersebut. Menurutnya, fasilitas tambahan seperti rocket stove dapat membantu masyarakat dan pengelola dalam menangani sampah yang selama ini masih menjadi tantangan. “Adanya alat ini sangat membantu pengelolaan sampah di desa. Selama ini kami sudah berusaha memilah dan mengelola sampah yang ada, tetapi masih ada sampah yang tidak bisa dimanfaatkan. Dengan adanya rocket stove ini, mudah-mudahan pengelolaan sampah di sini bisa lebih terbantu dan masyarakat juga semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tutur Sukasih.

Program penyediaan rocket stove menjadi bagian dari rangkaian upaya KKN-PPM UGM Bentangan Bawean dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Selain menghadirkan fasilitas, mahasiswa juga memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan alat kepada masyarakat agar keberlanjutan program dapat dilanjutkan secara mandiri setelah masa KKN berakhir.

Penempatan dua unit rocket stove di Desa Tanjungori dan Desa Telukjatidawang menjadi penutup rangkaian program kerja Tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean.  Melalui program tersebut, Tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean berharap hasil kegiatan tidak berhenti setelah berakhirnya masa pengabdian, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pengelolaan sampah di masing-masing wilayah.

Reportase : Lathieffa Rizqyanova Ramadhani/Tim KKN

Penulis : Fatihah Salwa Rasyid

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim KKN

Artikel Atasi Masalah Sampah di Pulau Bawean, Mahasiswa KKN UGM Buat Inovasi Kompor Roket pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/atasi-masalah-sampah-di-pulau-bawean-mahasiswa-kkn-ugm-buat-inovasi-kompor-roket/feed/ 0
Tim KKN UGM Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Home Visit untuk Warga Desa Pararapak https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ugm-gelar-pemeriksaan-kesehatan-gratis-dan-home-visit-untuk-warga-desa-pararapak/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ugm-gelar-pemeriksaan-kesehatan-gratis-dan-home-visit-untuk-warga-desa-pararapak/#respond Thu, 13 Aug 2026 08:51:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96624 Tim KKN-PPM UGM Kesan Barisan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan home visit bagi lansia serta penyandang disabilitas di Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Nailah Harmonisa Nemalia Rafana, anggota tim KKN […]

Artikel Tim KKN UGM Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Home Visit untuk Warga Desa Pararapak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Tim KKN-PPM UGM Kesan Barisan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan home visit bagi lansia serta penyandang disabilitas di Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Nailah Harmonisa Nemalia Rafana, anggota tim KKN sekaligus penanggung jawab kegiatan, mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis, baik di balai desa maupun secara home visit, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi kesehatan walaupun merasa sehat. “Kita sekaligus memastikan seluruh masyarakat dari berbagai usia maupun penyandang disabilitas mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Nailah, dalam keterangan yang dikirim, kamis (13/8).

Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga didampingi oleh tenaga kesehatan di Desa Pararapak. Salah seorang perawat Desa Pararapak, Seli Maharatini, menilai pemeriksaan kesehatan maupun layanan home visit memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Seli, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien. “Semoga program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas dan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” harap Seli.

Salah seorang peserta, Delina, mengaku senang dapat mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis yang diinisiasi oleh tim KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama para lanjut usia yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Tak lupa, Delina juga berharap agar program yang telah diadakan  dapat terus berlanjut. “Kami orang tua memang sangat membutuhkan pemeriksaan kesehatan rutin,” ujarnya.

Melalui program pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan home visit yang telah digulirkan di Desa Pararapak, Tim KKN-PPM UGM Kesan Barisan berharap memotivasi warga masyarakat untuk menjaga pola hidup yang lebih sehat dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim KKN

Artikel Tim KKN UGM Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Home Visit untuk Warga Desa Pararapak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ugm-gelar-pemeriksaan-kesehatan-gratis-dan-home-visit-untuk-warga-desa-pararapak/feed/ 0
KKN UGM Hadirkan Stadiometer Ultrasonik Penekan Stunting https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-hadirkan-stadiometer-ultrasonik-penekan-stunting/ https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-hadirkan-stadiometer-ultrasonik-penekan-stunting/#respond Thu, 13 Aug 2026 08:19:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96621 Pengukuran tinggi badan balita di Posyandu sering kali masih mengandalkan alat ukur manual yang membutuhkan ketelitian tinggi dari para kader. Kendala teknis ini terkadang menimbulkan kesalahan pengukuran sehingga dapat menghambat deteksi dini stunting di daerah pedesaan.  Menanggapi tantangan tersebut, tim KKN-PPM UGM Merapah Sambirejo 2026 yang ada di Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah […]

Artikel KKN UGM Hadirkan Stadiometer Ultrasonik Penekan Stunting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pengukuran tinggi badan balita di Posyandu sering kali masih mengandalkan alat ukur manual yang membutuhkan ketelitian tinggi dari para kader. Kendala teknis ini terkadang menimbulkan kesalahan pengukuran sehingga dapat menghambat deteksi dini stunting di daerah pedesaan.  Menanggapi tantangan tersebut, tim KKN-PPM UGM Merapah Sambirejo 2026 yang ada di Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah menawarkan solusi melalui pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mempermudah pemantauan tumbuh kembang anak. Alat telah diserahkan secara formal kepada Kepala Desa Dawung, Senin (10/8) lalu.

Solusi tersebut hadir dalam wujud “Stadiometer Cerdas Pendeteksi Stunting”. Inovasi ini merupakan alat ukur tinggi badan otomatis yang dikembangkan oleh mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi 2023, Julio Pradipa Anandika. Berbeda dari meteran biasa, Julio menyebutkan alat ini memiliki fungsi ganda untuk mengukur tinggi badan balita secara presisi dan otomatis. Selain itu alatnya juga sekaligus mendeteksi status pertumbuhannya ke dalam tiga kategori, yakni normal, stunted (kerdil), dan severely stunted (sangat kerdil).

Secara fisik, Julio menjelaskan alat ini dirakit dari material sederhana seperti pipa paralon dan stiker polos sebagai casing luar. Di bagian dalam, terdapat sensor ultrasonik yang bekerja dengan menembakkan gelombang suara untuk mengukur jarak antara titik atas tiang dengan papan ukur sehingga kemudian tinggi badan dapat diinterpretasikan.

Ia menjelaskan pengaplikasiannya ialah subjek yang diukur hanya perlu melaporkan berdiri di depan tiang dengan posisi kepala menghadap depan. Kemudian, petugas pengukuran akan menekan tombol ‘klik’ yang terhubung pada layar tampilan untuk mengunci angka tinggi badan secara akurat, setelah memasukkan usia (dalam tahun dan bulan) serta jenis kelamin balita. “Hasil ukur lalu akan langsung timbul di layar beserta dengan interpretasinya terkait stunting,” ungkapnya, Kamis (13/8).

Untuk mendukung keberlanjutan pemakaian di Posyandu, tim KKN-PPM UGM lain, Jovita Muliowidjojo, menjelaskan bahwa inovasinya juga melengkapi inovasi ini dengan buku panduan operasional. Selain itu, dilampirkan pula dokumen rekomendasi tindak lanjut bagi anak yang terdeteksi stunting, serta tabel batas ambang tinggi badan berdasarkan jenis kelamin sebagai referensi tambahan bagi kader kesehatan.

Melalui inovasi ini, Jovita menyebutkan harapannya bahwa monitoring antropometri bulanan balita di posyandu dapat berjalan dengan semakin lancar dan praktis. Ia menjelaskan para perangkat desa menyambut inovasi ini dengan sangat antusias karena merasa sangat terbantu dalam efisiensi waktu pengukuran. “Alat ini diharapkan dapat terus disempurnakan dari segi desain dan direplikasi secara massal agar manfaatnya dapat terasa di lebih banyak Posyandu pada berbagai daerah,” sebutnya.

Selain daripada inovasi tersebut, Jovita menjabarkan keterlibatan tim dalam bermasyarakat. Tim KKN-PPM UGM Merapah Sambirejo 2026 berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan “Subuh Ceria” di Masjid Garut 2, Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Rabu (26/7). Ia menjelaskan bahwa kegiatan dihadiri oleh ratusan warga yang berasal dari lima kebayanan, yaitu Garut 1, Garut 2, Dawung, Jebugan, dan Daren. Rangkaian acara diawali dengan salat subuh berjamaah dan ceramah keagamaan, kemudian dilanjutkan dengan pembagian paket bahan pangan gratis berbasis voucher kepada para peserta.

Jovita menceritakan antusiasme, semangat, dan keceriaan warga setempat terlihat sepanjang kegiatan sosial keagamaan ini. Bahkan, sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mahasiswa, panitia lokal turut menyuguhkan konsumsi serta membagikan paket bahan pangan kepada tim mahasiswa KKN. “Tim KKN kami juga membantu dalam pengemasan dan penataan ratusan paket bahan pangan yang berisi sayur-sayuran, telur, tempe, tahu, kerupuk, mie kering, bawang-bawangan, lain-lain,” sebutnya.

Menurutnya, peran aktif mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk sinergi nyata antara pihak akademisi dan masyarakat desa, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan warga melalui kegiatan berbasis kemasyarakatan. Ke depannya, diharapkan bahwa kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana dan menjangkau lebih banyak warga lokal untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan, sekaligus memupuk semangat dan kepedulian sosial masyarakat.

Kontributor : Jovita Muliowidjojo/Tim KKN

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Tim KKN Merapah Sambirejo

Artikel KKN UGM Hadirkan Stadiometer Ultrasonik Penekan Stunting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-hadirkan-stadiometer-ultrasonik-penekan-stunting/feed/ 0