Obituari Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/category/obituari/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 08 Jul 2026 08:50:45 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Pakar Filologi dan Ilmu Sastra Prof Siti Chamamah Soeratno Meninggal Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-filologi-dan-ilmu-sastra-prof-siti-chamamah-soeratno-meninggal-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-filologi-dan-ilmu-sastra-prof-siti-chamamah-soeratno-meninggal-dunia/#respond Wed, 08 Jul 2026 08:50:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95291 Sivitas akademika Universitas Gadjah Mada kembali berduka. Fakultas Ilmu Budaya UGM kehilangan salah satu guru besar terbaiknya, Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno, yang  meninggal dunia pada Selasa (7/7) pukul 20.13 WIB di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM pada usia 85 tahun. Meninggalkan suami dan 2 orang anak. Jenazah almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum […]

Artikel Pakar Filologi dan Ilmu Sastra Prof Siti Chamamah Soeratno Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sivitas akademika Universitas Gadjah Mada kembali berduka. Fakultas Ilmu Budaya UGM kehilangan salah satu guru besar terbaiknya, Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno, yang  meninggal dunia pada Selasa (7/7) pukul 20.13 WIB di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM pada usia 85 tahun. Meninggalkan suami dan 2 orang anak. Jenazah almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karangkajen, Mergangsan, pada Rabu (8/7), setelah upacara penghormatan terakhir yang dilaksanakan di Balairung UGM pada hari yang sama.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan duka mendalam atas wafatnya eks Dekan Fakultas Sastra UGM periode 1997-2000 tersebut. Baginya, kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar FIB UGM karena selama ini almarhumah dikenal sebagai guru, mentor, sekaligus teladan yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan fakultas. “Beliau telah meletakkan fondasi akademik, budaya keilmuan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat, yang jejaknya masih kita rasakan dan terus kita rawat hingga hari ini,” ujarnya dalam upacara penghormatan terakhir Prof. Siti Chamamah di Balairung UGM.

Lebih lanjut, Setiadi mengatakan bahwa semasa hidupnya Prof. Siti Chamamah mendedikasikan diri untuk mengembangkan ilmu sastra dan kebudayaan serta melahirkan generasi akademisi yang cerdas dan berintegritas. Tak lupa, Ia juga menilai bahwa almarhumah merupakan sosok guru yang berwibawa, tetapi tetap rendah hati dan dekat dengan kolega, dosen, maupun mahasiswa. “Keteladanan beliau tidak hanya ditunjukkan di ruang kelas dan forum-forum ilmiah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan ini, insyaallah, akan senantiasa hidup dan menjadi warisan yang sangat berharga bagi kita semua,” harapnya.

Sementara itu, Rektor UGM, Prof. Dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., mengatakan bahwa kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar UGM karena sosoknya telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang filologi dan sastra. “Prof. Siti Chamamah dikenal sebagai seorang cendekiawan dan pakar di bidang filologi dan sastra. Beliau juga dikenal sebagai tokoh aktivis persyarikatan dan pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2000-2010,” ujarnya.

Dedikasi almarhumah selama 46 tahun sebagai pendidik, lanjut Ova, telah melahirkan banyak karya serta memberikan teladan bagi seluruh sivitas akademika UGM. Di akhir, ia berharap seluruh amal ibadah, ilmu, dan pengabdian Prof. Siti Chamamah diterima sebagai amal jariah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. “Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah serta diterima segala amal ibadahnya. Semoga pula keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan,” harap Ova.

Mewakili keluarga, putri almarhumah, dr. Nurul Chusna, M.P.H., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada beserta seluruh sivitas akademika yang telah memberikan penghormatan terakhir kepada ibundanya. Ia mengungkapkan bahwa selama lebih dari 46 tahun mengabdi di UGM, sang ibu memiliki kecintaan yang begitu besar terhadap almamaternya hingga akhir hayat. “Bahkan pada hari-hari terakhir ketika kondisi kesehatannya menurun, beliau masih sering menceritakan UGM dan Fakultas Ilmu Budaya. Hal itu menjadi bukti betapa besar cinta beliau kepada almamater yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya,” kenang Nurul.

Di akhir, Nurul juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila semasa hidup almarhumah memiliki kekhilafan maupun amanah yang belum sempat ditunaikan. Ia berharap segala ilmu, keteladanan, dan pengabdian yang telah diwariskan sang ibu dapat menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir. “Apabila masih ada janji beliau yang belum tertunaikan ataupun amanah yang masih menjadi tanggung jawab beliau, kiranya berkenan menghubungi keluarga agar dapat kami tunaikan sehingga jalan ibu ringan ke surga,” tutupnya.

Penulis : Agito Sitepu

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Pakar Filologi dan Ilmu Sastra Prof Siti Chamamah Soeratno Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-filologi-dan-ilmu-sastra-prof-siti-chamamah-soeratno-meninggal-dunia/feed/ 0
Prof. Retno Sunarminingsih Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/prof-retno-sunarminingsih-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-retno-sunarminingsih-berpulang/#respond Tue, 30 Jun 2026 09:27:33 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95067 Universitas Gadjah kembali berduka atas berpulangnya Guru Besar Departemen Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Retno Sunarminingsih, M.Sc., meninggal dunia pada Senin (29/6) di Jakarta pada usia 74 tahun. Jenazah istri Mantan Mendiknas RI, Prof Bambang Sudibyo, dikebumikan di Kompleks Pemakaman Keluarga UGM di Sawitsari, Sleman, Selasa (30/6), setelah disemayamkan di Balairung Gedung […]

Artikel Prof. Retno Sunarminingsih Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah kembali berduka atas berpulangnya Guru Besar Departemen Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Retno Sunarminingsih, M.Sc., meninggal dunia pada Senin (29/6) di Jakarta pada usia 74 tahun. Jenazah istri Mantan Mendiknas RI, Prof Bambang Sudibyo, dikebumikan di Kompleks Pemakaman Keluarga UGM di Sawitsari, Sleman, Selasa (30/6), setelah disemayamkan di Balairung Gedung Pusat UGM untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari civitas akademika.

Semasa hidup, Prof. Retno dikenal sebagai sosok yang penuh kasih dan jujur dalam mendidik serta membimbing mahasiswa maupun juniornya. Ia selalu mengibaratkan diri manusia sebagai gelas kosong yang bisa diisi apa saja. “Beliau selalu berharap, bahwa isi gelas kosong tersebut haruslah bermakna, mencerahkan, dan penuh hidayah,” kenang Rektor UGM, Prof. Ova Emilia.

Mewakili segenap sivitas, Ova mengungkapkan duka mendalam atas berpulangnya Prof. Retno. “Kita semua bersyukur, telah mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara lebih dekat dan berdinamika bersama dengan Prof. Retno dalam berbagai kegiatan, dan kita juga berterima kasih karena beliau menjadi teladan bagi sivitas Universitas Gadjah Mada. Segenap amalan ilmu dan karya beliau Insya Allah menjadi ladang ibadah dan pembuka jalan bagi pengembangan ilmu pengetahuan masa depan,” ujarnya.

Selama hidup, Prof. Retno telah berjasa besar bagi UGM, mengingat beliau pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (periode 2002-2007) dan Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Periode 2007-2012). Selama menjabat, beliau dikenal sebagai teladan para peneliti dan sebagai inisiator serta evaluator andal.

Salah dua dari program-program yang pernah Prof. Retno kembangkan antara lain adalah pengembangan Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM serta inisiator dari Sekolah Vokasi. Pada awalnya, Sekolah Vokasi masih tersebar di 8 fakultas yang kini telah berdiri mandiri sebagai wadah pendidikan diploma dan dikelola secara profesional.

Prof Agus Sartono, Guru Besar FEB UGM, salah satu koleganya semasa menjabat jajaran pimpinan universitas mengaku bahwa semasa hidupnya, Prof. Retno sangat berdedikasi dalam pekerjaannya, humble dan open minded. Salah dua hasil lain dari kerja beliau adalah terbangunnya gedung Fisipol dan RSA UGM dengan lancar dan tanpa persoalan. “Selamat jalan Prof. Retno Sudibyo, begitu banyak jasa-jasamu, insyaallah jasamu akan menjadi jembatan menuju surga jannah,” kata Agus.

Seperti diketahui, Prof. Retno dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM pada tahun 2002, dengan judul pidato “Metabolit Sekunder: Manfaat dan Perkembangannya dalam Dunia Farmasi.” Selama berkarya dan menekuni bidang farmasi, beliau dikenal sebagai pribadi yang sederhana, disiplin, visioner, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi.

Dalam riwayat hidup yang dibacakan,  Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr.rer.nat. Raden Rara Endang Lukitaningsih, S.Si., M.Si., Apt., diketahui bahwa Prof. Retno menyelesaikan S1 Farmasi di UGM pada tahun 1976, melanjutkan profesi apoteker pada tahun 1977, S2 di Bidang Farmasi di University of Kentucky, Amerika Serikat, dan S3 di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Setelah dua kali menjadi wakil rektor, Prof. Retno pun menjadi Anggota Senat Akademik dan Dewan Guru Besar Tetap pada Fakultas Farmasi UGM tahun 2012 hingga memasuki masa purna tugas, dan setelahnya terus mengabdikan diri di Fakultas Farmasi UGM dan telah mendapatkan berbagai penghargaan atas kesetiaannya selama lebih dari 35 tahun tersebut.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Salwa

Artikel Prof. Retno Sunarminingsih Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-retno-sunarminingsih-berpulang/feed/ 0
Guru Besar FK-KMK UGM Prof Soeripto Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fk-kmk-ugm-prof-soeripto-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fk-kmk-ugm-prof-soeripto-berpulang/#respond Sat, 30 May 2026 07:03:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=93987 Guru Besar Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. Dr. dr. Soeripto, Sp.PA(K), meninggal dunia pada Jumat (29/6) pukul 09.29 WIB di Rumah Sakit Sardjito pada usia 86 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar UGM serta keluarga. Mewakili keluarga, Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E, Subsp.D.T., menyampaikan rasa […]

Artikel Guru Besar FK-KMK UGM Prof Soeripto Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Guru Besar Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. Dr. dr. Soeripto, Sp.PA(K), meninggal dunia pada Jumat (29/6) pukul 09.29 WIB di Rumah Sakit Sardjito pada usia 86 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar UGM serta keluarga.

Mewakili keluarga, Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E, Subsp.D.T., menyampaikan rasa terima kasih kepada UGM, FK-KMK UGM, dan RSUP Dr. Sardjito yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdian almarhum. “Beliau merupakan tokoh dan pionir pengembangan kedokteran onkologi, tidak hanya di UGM tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Hardyanto di upacara penyemayaman di Balairung Gedung Pusat UGM,Jumat (29/5).

Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang tidak hanya berkiprah sebagai akademisi dan dokter, tetapi juga memiliki kecintaan besar terhadap seni dan budaya. Ia menuturkan bahwa di luar aktivitas akademiknya, mendiang juga menekuni dunia pedalangan. “Beliau pernah mengikuti pendidikan pedalangan di Habirandha, Keraton Yogyakarta,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga menyerahkan jenazah almarhum kepada UGM untuk mendapatkan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga UGM di Sawitsari, Yogyakarta.

Ketua Departemen Patologi Anatomi FK-KMK UGM, dr. Hanggoro Tri Rinonce, Ph.D., Sp.P.A., Subsp. URL (K), Subsp. KA (K)., berkesempatan untuk membacakan riwayat hidup almarhum. Mendiang lahir di Nganjuk pada 16 Maret 1940 dan seluruh perjalanan pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Gadjah Mada, mulai dari pendidikan kedokteran, profesi, magister, doktor, hingga pendidikan spesialis patologi anatomi.

Karier akademiknya dimulai sebagai pegawai negeri sipil serta tenaga pengajar pada tahun 1969. Seiring perjalanan waktu, beliau menempati berbagai jenjang jabatan akademik hingga akhirnya dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM. Selama masa pengabdiannya, Prof. Soeripto juga menerima berbagai penghargaan, di antaranya penghargaan kesetiaan mengabdi selama 10 tahun dan 25 tahun di UGM, serta Satyalancana Karya Satya ke-30 dari Pemerintah Republik Indonesia.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya salah satu guru terbaik UGM tersebut. Ia menambahkan, Prof. Soeripto berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di UGM pada tahun 1988 dan kemudian dikukuhkan sebagai guru besar dengan pidato ilmiah berjudul “Diagnosis dan Epidemiologi Kanker di Yogyakarta”.

Ia menyatakan bahwa mendiang selain dikenal sebagai akademisi yang tegas dalam keilmuan, juga memiliki ketertarikan mendalam terhadap spiritualitas timur serta praktik meditasi. Menurut Ova, almarhum memandang kedua praktik tersebut sebagai bentuk keseimbangan serta pemahaman hidup manusia. “Pesan beliau yang selalu diingat adalah carilah kebenaran, layani kebenaran, jadilah kebenaran. Kebenaran akan mengungkapkan dirinya sendiri ketika hati dipenuhi dengan kasih,” tuturnya.

Tidak lupa kesyukuran juga diungkapkan oleh Ova karena diberi kesempatan mengenal serta berdinamika bersama Prof. Soeripto. Ia juga menyingkap rasa terima kasih karena sosok almarhum menjadi guru serta teladan baginya serta sivitas UGM. “Segenap amalan ilmu dan karya beliau insyaallah menjadi pembuka jalan bagi pengembangan ladang ibadah dan ilmu pengetahuan masa depan,” pungkasnya.

Penulis : Hanifah

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Donnie

Artikel Guru Besar FK-KMK UGM Prof Soeripto Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fk-kmk-ugm-prof-soeripto-berpulang/feed/ 0
Guru Besar UGM Prof Sebastian Margino Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-prof-sebastian-margino-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-prof-sebastian-margino-berpulang/#respond Sun, 08 Mar 2026 03:14:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=91494 Universitas Gadjah Mada kembali berduka atas berpulangnya Guru Besar Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Sebastian Margino, Ph.D., berpulang pada Kamis (5/3) lalu di usianya yang ke 72 tahun 11 bulan. Sebelum dikebumikan Sabtu (7/3) di Kompleks Pemakaman Keluarga UGM di Sawitsari, Sleman, jenazah mendiang disemayamkan di Balairung UGM untuk mendapatkan penghormatan terakhir […]

Artikel Guru Besar UGM Prof Sebastian Margino Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali berduka atas berpulangnya Guru Besar Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Sebastian Margino, Ph.D., berpulang pada Kamis (5/3) lalu di usianya yang ke 72 tahun 11 bulan. Sebelum dikebumikan Sabtu (7/3) di Kompleks Pemakaman Keluarga UGM di Sawitsari, Sleman, jenazah mendiang disemayamkan di Balairung UGM untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari Keluarga Besar UGM.

Mewakili segenap civitas UGM, ungkapan duka disampaikan oleh Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. selaku Ketua Dewan Guru Besar UGM. “Atas nama Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga besar Prof. Ir. Sebastian Margino, Ph.D.,” katanya.

Baiquni mengenang semasa hidup mendiang sebagai kolega yang ramah dan santun, sehingga senantiasa memberikan kenyamanan pada lingkungannya. Beliau juga dikenal merupakan sosok yang tekun dalam mendalami ilmunya, terbukti dari berbagai deret panjang publikasinya dalam berbagai buku dan jurnal, terlebih pada bidang yang ia dalami, yaitu Bioteknologi Pertanian.

Menurut Baiquni, mendiang merupakan salah satu tokoh UGM yang patut diteladani. “Tidak hanya memberikan perhatian besar dalam bidang akademik, Prof. Sebastian Margino juga merupakan salah satu putra terbaik UGM yang senantiasa mau bekerja keras, memberikan energi dan waktunya untuk pengembangan universitas. Tidak hentinya beliau berkontribusi bagi UGM, ” kenangnya.

Diketahui pula berdasarkan penuturan Baiquni bahwa mendiang menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai guru besar, pada 23 tahun lalu, tepatnya pada 18 Mei 2002. Pada saat itu ia menyampaikan pidatonya yang berjudul “Mikrobiologi dalam Perspektif Bioteknologi Pertanian: Prospek dan Tantangan”.

Dalam riwayat hidup yang dibacakan, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., diketahui bahwa Prof. Margino menyelesaikan S1 Mikrobiologi Pertanian di UGM, dan melanjutkan S2 dan S3-nya di Tokyo University Japan. Ia pun diketahui telah mengabdi sebagai tenaga pengajar di UGM semenjak 1979 silam dan telah mendapatkan berbagai penghargaan atas kesetiaannya tersebut.

Penulis/Foto : Leony

Editor           : Gusti Grehenson

Artikel Guru Besar UGM Prof Sebastian Margino Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-prof-sebastian-margino-berpulang/feed/ 0
“Bapak KKN” itu Telah Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/bapak-kkn-itu-telah-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/bapak-kkn-itu-telah-berpulang/#respond Sat, 14 Feb 2026 04:14:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=90582 Di sebuah grup whatsapp alumni aktivis gelanggang, tiba-tiba terhenyak oleh pesan berantai  yang mengabarkan dosen purna tugas Fakultas Peternakan UGM Gatot Murdjito berpulang pada jumat(13/2) lalu pada pukul 06.35 WIB di RS Sardjito. Beberapa dari mereka menyampaikan ucapan belasungkawa sekaligus mengenang sosok yang dikenal sebagai “Bapak KKN” di era tahun 90-an hingga tahun 2000-an. Sebutan […]

Artikel “Bapak KKN” itu Telah Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Di sebuah grup whatsapp alumni aktivis gelanggang, tiba-tiba terhenyak oleh pesan berantai  yang mengabarkan dosen purna tugas Fakultas Peternakan UGM Gatot Murdjito berpulang pada jumat(13/2) lalu pada pukul 06.35 WIB di RS Sardjito. Beberapa dari mereka menyampaikan ucapan belasungkawa sekaligus mengenang sosok yang dikenal sebagai “Bapak KKN” di era tahun 90-an hingga tahun 2000-an. Sebutan tersebut disematkan padanya, karena ia lama memimpin Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) di Kampus UGM. Setiap penerjunan tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke berbagai lokasi di pulau Jawa atau di sekitar DIY dan Jateng, Gatot tidak segan-segan berkunjung dan berinteraksi dengan mahasiswa yang tengah mengabdi di desa.

Tahun 2011, Gatot Murdjito menjadi juri di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXIV di Makassar, Sulawesi Selatan. Usai penghelatan Pimnas, para tim juri yang berasal dari kampus UGM diundang khusus oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring, untuk bertandang ke rumahnya di Rantepao. Menggunakan bus, rombongan menempuh perjalanan kurang lebih 10 jam. Undangan tersebut sebenarnya ditujukan untuk Gatot, sebagai bentuk ungkapan terima kasih sang Bupati padanya. Di hadapan Gatot, Frederik mengenang kisahnya melaksanakan KKN saat jadi mahasiswa Filsafat UGM. Frederik mengaku, usai lulus dari UGM dan bekerja sebagai penyuluh KB di Asmat Papua, pengalamannya melaksanakan KKN sangat membantunya berinteraksi dengan masyarakat.

Semasa hidupnya, Gatot Murdjito, dikenal sebagai seorang akademisi yang memiliki kontribusi pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Ia berperan aktif dalam pengelolaan program Kuliah Kerja Nyata serta pemberdayaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UGM. Selain itu, almarhum juga aktif mendampingi berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro,mengungkapkan bahwa Gatot Murdjito merupakan sosok dosen yang dikenal tegas dan disiplin, namun tetap penuh kebaikan dan ketulusan. Menurutnya, almarhum memiliki rasa kepedulian dan keikhlasan dalam membimbing, sehingga jejak pengabdiannya akan senantiasa berkesan bagi orang yang pernah belajar dan berinteraksi dengannya. “Almarhum akan selalu dikenang atas dedikasi, keteladanan, dan pengabdiannya bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” jelasnya.

Dikenal sebagai pribadi yang hangat dalam memberikan dukungan kepada orang-orang sekitarnya. Menantu almarhum, Galih Sekarayu, menuturkan bahwa semasa hidupnya, mertuanya tersebut memperlakukan dirinya layaknya anak kandung sendiri. Ia mengatakan bahwa almarhum sebagai sosok yang tidak pernah marah dan senantiasa memberi semangat, terutama dalam hal pekerjaan dan menjaga kesehatan. “Bapak selalu mengingatkan untuk semangat bekerja dan menjaga kesehatan. Pesan itu yang paling sering beliau sampaikan,” tuturnya.

Sebagai seorang pendidik, almarhum juga kerap memberikan nasihat yang membekas bagi keluarga. Salah satu pesan yang selalu diingat Galih adalah prinsip bekerja yang diajarkan almarhum: menyenangi pekerjaan, menekuninya, dan menjalaninya secara profesional. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan dan meniti karier.

Dedikasi almarhum dalam dunia pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat menjadi warisan nilai yang terus hidup di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Melalui perannya dalam pengabdian masyarakat, Ir. Gatot Murdjito, M.S. turut menanamkan kepekaan sosial, kepemimpinan, serta mendorong akan adanya semangat pengabdian. Keteladanan dan integritasnya akan senantiasa dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan pengabdian UGM.

Seperti diketahui, Ir. Gatot Murdjito, M.S. lahir di Kutoarjo pada 27 September 1948. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada dengan meraih gelar Sarjana pada Fakultas Peternakan tahun 1978 dan gelar Magister pada Program Pascasarjana tahun 1989. Ia mulai mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil pada 1 Maret 1980 dan menyelesaikan masa tugasnya pada 1 Oktober 2013.

Bapak KKN tersebut kini telah berpulang. Banyak alumnus yang mengenang dedikasi beliau selama menjadi pembimbing mahasiswa yang mengalami kendala selama mengabdi di desa-desa terpencil di Pulau jawa di era akhir tahun 1990an hingga tahun 2000an. Almarhum dimakamkan Sabtu (14/2) pada pukul 10.00 WIB di TPU UGM di Sawitsari.

Selamat Jalan Pak Gatot…

Penulis : Diyana Khairunnisa

Editor : Gusti Grehenson

Artikel “Bapak KKN” itu Telah Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bapak-kkn-itu-telah-berpulang/feed/ 0
Pakar Sistem dan Pembangkitan Energi, Prof Sasongko Pramonohadi Meninggal Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-sistem-dan-pembangkitan-energi-prof-sasongko-pramonohadi-meninggal-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-sistem-dan-pembangkitan-energi-prof-sasongko-pramonohadi-meninggal-dunia/#respond Mon, 09 Feb 2026 04:04:56 +0000 https://ugm.ac.id/?p=90358 Sivitas akademika Universitas Gadjah Mada berduka, salah satu Guru Besar terbaiknya, Prof. Dr. Ir. Sasongko Pramonohadi, DEA., IPU. meninggal dunia pada hari Sabtu (7/2) pukul 11.30 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih Jogjakarta. Jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM Sawitsari pada hari Minggu (8/2) pukul 10.00 WIB, setelah sebelumnya disemayamkan di Balairung, Gedung Pusat […]

Artikel Pakar Sistem dan Pembangkitan Energi, Prof Sasongko Pramonohadi Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sivitas akademika Universitas Gadjah Mada berduka, salah satu Guru Besar terbaiknya, Prof. Dr. Ir. Sasongko Pramonohadi, DEA., IPU. meninggal dunia pada hari Sabtu (7/2) pukul 11.30 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih Jogjakarta. Jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM Sawitsari pada hari Minggu (8/2) pukul 10.00 WIB, setelah sebelumnya disemayamkan di Balairung, Gedung Pusat UGM.

Prof. Dr. Ir. Sasongko Pramonohadi, DEA., IPU, Guru Besar Departemen Teknik Elektro dan Teknik Informasi (DTETI) Fakultas Teknik UGM. Sebagai dosen, almarhum memiliki kepakaran di bidang  konversi energi, transmisi, distribusi, dan sistem tenaga listrik.

Sekretaris Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Almarhum Prof. Sasongko Pramonohadi dinilainya sebagai sosok guru, patron keteladanan, maupun rekan sejawat yang sangat layak mendapatkan penghormatan dan dicintai. ”Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Swt serta diterima segala amal ibadahnya di dunia. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan, senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, serta keikhlasan,” ucapnya, Minggu (8/2) saat memimpin upacara penghormatan dan pelepasan di Balairung UGM.

Wahyudi menuturkan almarhum Prof. Dr. Ir. Sasongko Pramonohadi, DEA., IPU melaksanakan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar pada Rapat Senat Terbuka Universitas pada Rabu, 02 September 2015. Dalam pandangannya, almarhum merupakan seorang akademisi dan peneliti di bidang Teknik Elektro, khususnya Sistem Energi dan Pembangkitan Energi, di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Pada momen penghormatan terakhir ini, iapun meminta ijin atas nama Universitas Gadjah Mada menghaturkan terima kasih atas peran dan kontribusi almarhum yang telah menjadi guru dan teladan bagi keluarga besar UGM.

”Semoga segenap amalan ilmu dan karya almarhum, Insya Allah menjadi ladang ibadah bagi pengembangan ilmu pengetahuan kesehatan masa depan. Akhir kata, semoga Allah Swt memberikan pengampunan dan tempat mulia kepada Almarhum Prof. Dr. Ir. Sasongko Pramonohadi, DEA., IPU. dalam ruang kedamaian. Dan kiranya Allah Swt senantiasa melindungi dan mengiringi langkah kita semua dalam mengembangkan pengetahuan dan melanjutkan karya serta inovasi beliau di masa-masa mendatang,” tuturnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Pakar Sistem dan Pembangkitan Energi, Prof Sasongko Pramonohadi Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-sistem-dan-pembangkitan-energi-prof-sasongko-pramonohadi-meninggal-dunia/feed/ 0
Guru Besar FMIPA UGM Prof Soeparna Darmawidjaja Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fmipa-ugm-prof-soeparna-darmawidjaja-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fmipa-ugm-prof-soeparna-darmawidjaja-berpulang/#respond Mon, 29 Dec 2025 00:50:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=88624 Mendung temaram menyelimuti keluarga besar Universitas Gadjah Mada saat kabar duka datang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UGM). Salah satu guru besarnya, Prof. Dr. Soeparna Darmawidjaja, meninggal dunia pada Kamis (25/12) dalam usia 87 tahun. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Sawit Sari UGM, Jumat (26/12), setelah mendapatkan penghormatan terakhir dari Keluarga Besar UGM […]

Artikel Guru Besar FMIPA UGM Prof Soeparna Darmawidjaja Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mendung temaram menyelimuti keluarga besar Universitas Gadjah Mada saat kabar duka datang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UGM). Salah satu guru besarnya, Prof. Dr. Soeparna Darmawidjaja, meninggal dunia pada Kamis (25/12) dalam usia 87 tahun. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Sawit Sari UGM, Jumat (26/12), setelah mendapatkan penghormatan terakhir dari Keluarga Besar UGM di Balairung.

Dedikasi dan pengabdian almarhum Prof. Soeparna selama puluhan tahun dalam pengembangan ilmu matematika dikenang sebagai teladan bagi generasi penerus. Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia FMIPA UGM, Dr.-Ing. MHD. Reza M.I. Pulungan, S.Si., M.Sc., dalam pembacaan riwayat hidup almarhum menyampaikan bahwa beliau merupakan sosok pendidik dengan komitmen yang tinggi terhadap pengembangan matematika, terutama bidang analisis. 

Menurut Reza, almarhum tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga pemimpin yang aktif mengembangkan FMIPA UGM melalui berbagai posisi strategis yang pernah diembannya. “Beliau merupakan tokoh matematika yang telah melahirkan banyak murid unggul terkemuka dan berkontribusi besar bagi perkembangan ilmu matematika di Indonesia,” tambahnya.

Prof. Soeparna Darmawidjaja lahir di Kuala Lumpur pada 10 Januari 1938. Almarhum menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Indonesia sebelum melanjutkan studi tinggi dan meraih gelar doktor pada tahun 1986. Jabatan akademik tertingginya sebagai Guru Besar Matematika FMIPA UGM diperoleh pada tahun 1991. Selama karirnya, almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Matematika serta aktif dalam organisasi profesi, termasuk sebagai Presiden Indonesian Mathematical Society.

Rasa duka yang mendalam juga disampaikan oleh Sekretaris Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P., yang mewakili pimpinan serta keluarga besar universitas. Ia mengenang almarhum sebagai ilmuwan yang tekun dan serius dalam mendalami keilmuannya. “Hal ini tercermin dari deretan panjang publikasi karya ilmiah yang beliau hasilkan, baik dalam bentuk buku maupun jurnal,” ungkapnya.

Selain jejak akademik, Wahyudi mengenang almarhum sebagai pribadi yang ramah dan bersahaja dalam keseharian. “Dalam pergaulan sehari-hari, beliau adalah kolega yang santun, bersahabat, dan senantiasa memberi rasa nyaman. Beliau juga gemar berolahraga badminton pada masanya,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. “Mari kita hantarkan beliau ke peristirahatan terakhir dengan doa, semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, melipatgandakan amal ibadahnya, dan memberikan tempat damai yang paling mulia,” pungkasnya.

Penulis/Foto : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Guru Besar FMIPA UGM Prof Soeparna Darmawidjaja Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fmipa-ugm-prof-soeparna-darmawidjaja-berpulang/feed/ 0
Guru Besar Ilmu Penyakit Syaraf, Prof Harsono Meninggal Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ilmu-penyakit-syaraf-prof-harsono-meninggal-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ilmu-penyakit-syaraf-prof-harsono-meninggal-dunia/#respond Fri, 05 Dec 2025 23:33:19 +0000 https://ugm.ac.id/?p=87760 Universitas Gadjah Mada berduka, salah satu guru besar pakar Ilmu Penyakit Syaraf, Prof. Dr. Harsono, SpS(K)., meninggal dunia pada hari Jum’at (5/12) pukul 03.15 wib di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Almarhum Prof. Harsono, Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM dimakamkan di pemakaman Sawitsari, Jum’at (5/12) setelah sebelumnya mendapat penghormatan terakhir dari Keluarga […]

Artikel Guru Besar Ilmu Penyakit Syaraf, Prof Harsono Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada berduka, salah satu guru besar pakar Ilmu Penyakit Syaraf, Prof. Dr. Harsono, SpS(K)., meninggal dunia pada hari Jum’at (5/12) pukul 03.15 wib di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Almarhum Prof. Harsono, Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM dimakamkan di pemakaman Sawitsari, Jum’at (5/12) setelah sebelumnya mendapat penghormatan terakhir dari Keluarga Besar UGM.

Ketua Dewan Guru Besar, Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A mewakili Keluarga Besar UGM  menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga. Almarhum adalah Guru Besar khususnya dalam bidang Neurologi (Ilmu Saraf),  Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. Almarhum melaksanakan Pidato Guru Besar pada tanggal 4 Desember 2004 dengan judul pidato Karakteristik Epilepsi pada Perempuan.

Semasa hidupnya, kata Muh Baiquni, almarhum pernah ditugaskan oleh pemerintah memberi pelayanan kesehatan di Irian Jaya. Disamping mendapat banyak pelajaran dan pengalaman, almarhum juga berkesempatan berbagi terutama dalam pendidikan kedokteran. “Dalam banyak hal, almarhum selain memberikan layanan kesehatan juga memberikan bimbingan kepada para perawat mengenai Pendidikan saraf. Dengan pengalaman yang begitu banyak dan sebagai staf pengajar, almarhum Prof Harsono diberikan kehormatan besar dan dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Kedokteran UGM pada tahun 2004,” ungkap Baiquni di Balairung UGM, Jum’at (5/12).

Dalam pandangan Muh Baiquni, almarhum Prof. Harsono selain dikenal sebagai orang yang tekun mendalami bidang ilmunya, sosok Prof Harsono memiliki hobby menari Jawa atau menari wayang orang yang ditekuninya sejak kecil. Bahkan almarhum berkesempatan mengikuti berbagai pentas festival dibeberapa kota dan menjabat menjadi Ketua Paguyuban wayang bocah dari TK sampai SMP.

“Akhir kata, marilah kita menghantarkan Almarhum Prof Harsono ke peristirahatan terakhir dengan berdoa semoga Tuhan YME memberikan ampunan atas dosa-dosa almarhum, melipat gandakan amal ibadahnya, dan memberikan tempat yang damai dan paling mulia di sisi Tuhan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, Aamiin,” ungkapnya.

Dekan FKKMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH menambahkan almarhum Prof Harsono merupakan salah satu putra terbaik FKKMK UGM yang lahir di Sawit, Boyolali, pada 12 Desember 1945, dan mengabdikan hampir seluruh hidupnya bagi dunia pendidikan kedokteran Indonesia. Menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran UGM tahun 1964–1971 dan pendidikan spesialisasi Neurologi tahun 1980–1982. “Prof Harsono memulai karier sebagai tenaga kesehatan di Jayapura sebelum kembali membaktikan dirinya di UGM tahun 1987 sebagai pendidik, inovator, dan pemimpin akademik,” ucap Dekan.

Perjalanan karier almarhum Prof Harsono bertahap dan dijalani dengan penuh konsisten dari tenaga pengajar, lektor, hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar Neurologi pada 1 Februari 2004. Berbagai posisi strategis pernah diemban diantaranya Ketua Unit Pengembangan Pendidikan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan (P3) UGM dalam beberapa periode, hingga Staf Khusus Rektor untuk pengembangan metode pembelajaran. “Di tingkat nasional, Prof Harsono sempat memimpin Kolegium Neurologi Indonesia tahun 2007–2015,” ungkap Yodi.

Sebagai rekan sejawat, Yodi memandang Prof. Harsono sebagai sosok Guru sejati yang mewujudkan patrap triloka dalam hidupnya. Ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, lan tut wuri andayani, sebuah filosofi kepemimpinan yang almarhum jalani dengan penuh konsisten dalam setiap ruang pengabdiannya.

Dedikasinya bagi pendidikan di FKKMK UGM, dinilainya sungguh luar biasa, dan Prof Harsono berhasil membawa inovasi pendidikan ke tingkat internasional. Almarhum Prof Harsono memimpin transformasi kurikulum menuju PBL yang kemudian menjadi standar nasional, serta berjasa besar dalam menanamkan semangat student-centered learning ketika menjabat sebagai Kepala P3 UGM. “Di ranah profesi, Prof Harsono berhasil memajukan pendidikan neurologi Indonesia melalui pembenahan peran pendidik klinik, kurikulum PPDS, hingga ujian nasional yang lebih berkualitas,” tuturnya.

Yodi bertutur, di balik seluruh prestasi akademiknya, Prof. Harsono adalah pribadi yang sangat mencintai budaya. Dengan kecintaan mendalam pada wayang orang dan gamelan maka kepemimpinannya pun mencerminkan harmoni lembut layaknya sebuah orkestrasi gamelan yang indah. “Sosoknya yang ngemong lintas generasi, membuat kolega, murid, dan sahabat memanggilnya dengan penuh hormat sebagai Romo. Sugeng kondur, Romo Harsono. Mugi panjenengan pikantuk panggenan ingkang prayoga, husnul khotimah, ayem tentrem wonten ing suargi langgeng,” pungkas Dekan FKKMK UGM.

Penulis : Agung Nugroho

Foto: Donnie

Artikel Guru Besar Ilmu Penyakit Syaraf, Prof Harsono Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ilmu-penyakit-syaraf-prof-harsono-meninggal-dunia/feed/ 0
Prof. Sukamdi Berpulang, UGM Sampaikan Duka Cita https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sukamdi-berpulang-ugm-sampaikan-duka-cita/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sukamdi-berpulang-ugm-sampaikan-duka-cita/#respond Mon, 17 Nov 2025 03:34:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=86858 Keluarga besar Universitas Gadjah Mada berduka atas berpulangnya Prof. Dr. Sukamdi, M.Sc., Guru Besar Fakultas Geografi UGM, pada usia 65 tahun. Almarhum meninggal pada Minggu, 16 November 2025, di Rumah Sakit Akademik UGM dan dimakamkan pada hari yang sama di Pemakaman Keluarga UGM Sawitsari. Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di Balairung UGM untuk disalati dan […]

Artikel Prof. Sukamdi Berpulang, UGM Sampaikan Duka Cita pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Keluarga besar Universitas Gadjah Mada berduka atas berpulangnya Prof. Dr. Sukamdi, M.Sc., Guru Besar Fakultas Geografi UGM, pada usia 65 tahun. Almarhum meninggal pada Minggu, 16 November 2025, di Rumah Sakit Akademik UGM dan dimakamkan pada hari yang sama di Pemakaman Keluarga UGM Sawitsari. Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di Balairung UGM untuk disalati dan diberikan penghormatan terakhir oleh keluarga besar UGM.

Anak pertama almarhum, Dyani Priamsari, mengenang ayahnya sebagai figur sentral dalam keluarga. Ia menyebut almarhum sebagai sosok suami, ayah, dan kakek yang penuh perhatian, serta berharap nasihat-nasihat yang selama ini disampaikan dapat terus menjadi pedoman keluarga.

Dyani juga menyampaikan permohonan maaf atas nama almarhum dan memohon doa agar segala amal ibadah beliau diterima serta diampuni dosa-dosanya. Ia membuka kesempatan bagi siapa pun yang memiliki urusan yang belum terselesaikan dengan almarhum untuk menghubungi keluarga. “Kami juga mohon maaf apabila sepanjang hidup, Bapak (almarhum) pernah khilaf, melakukan kesalahan, atau menyakiti hati bapak dan ibu. Kami mohon agar kesalahan tersebut dibuka pintu maafnya. Kemudian apabila terdapat hal-hal yang mungkin belum terselesaikan dengan almarhum, mohon dapat menghubungi kami,” tuturnya.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., turut menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Prof. Sukamdi. Ia mendoakan almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diterima amal ibadahnya. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ova juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sebagai guru, teladan, dan rekan sejawat. “Saya atas nama keluarga besar Universitas Gadjah Mada menghaturkan ungkapan duka cita atas berpulangnya almarhum. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diterima segala amal ibadahnya di dunia,” ujar Rektor.

Rektor menyoroti dedikasi panjang almarhum dalam bidang Geografi Penduduk dan Demografi. Almarhum dikenal memiliki konsentrasi keilmuan yang kuat dalam isu penduduk dan pembangunan, migrasi dan urbanisasi, serta kemiskinan dan ketenagakerjaan. Dedikasi tersebut juga tercermin dari berbagai peran kelembagaan yang pernah diemban, antara lain sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Fakultas Geografi UGM (2008–2012) dan Kepala Laboratorium Kependudukan dan Sumberdaya Ekonomi periode 2022–2025.

“Kita semua bersyukur telah diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan Prof. Sukamdi. Almarhum telah menjadi guru dan patron keteladanan bagi sivitas akademika UGM,” pungkas Rektor.

Penuli/Foto: Aldi Firmansyah

Editor: Triya Andriyani

Artikel Prof. Sukamdi Berpulang, UGM Sampaikan Duka Cita pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sukamdi-berpulang-ugm-sampaikan-duka-cita/feed/ 0
Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Prof. Nursamsi Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fakultas-pertanian-ugm-prof-nursamsi-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fakultas-pertanian-ugm-prof-nursamsi-berpulang/#respond Tue, 28 Oct 2025 08:02:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=85991 Keluarga besar Universitas Gadjah Mada kembali berduka. Salah satu putera  terbaiknya Prof. Dr. Ir. Nursamsi Pusposendjojo, M.Sc meninggal dunia dalam usia 82 tahun. Almarhum merupakan Guru Besar Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada yang meninggal pada hari Senin, 27 Oktober 2025, dan dimakamkan pada hari Selasa, 28 Oktober 2025 di Pemakaman […]

Artikel Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Prof. Nursamsi Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Keluarga besar Universitas Gadjah Mada kembali berduka. Salah satu putera  terbaiknya Prof. Dr. Ir. Nursamsi Pusposendjojo, M.Sc meninggal dunia dalam usia 82 tahun. Almarhum merupakan Guru Besar Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada yang meninggal pada hari Senin, 27 Oktober 2025, dan dimakamkan pada hari Selasa, 28 Oktober 2025 di Pemakaman Keluarga UGM Sawitsari setelah sebelumnya  jenazah disemayamkan di Balairung UGM untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari Keluarga Besar UGM.

“Seluruh Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada berduka karena rekan kita, guru kita, dan salah satu putra terbaik Universitas Gadjah Mada dan Indonesia telah dipanggil oleh Tuhan YME. Atas nama Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga besar Prof. Dr. Ir. Nursamsi Pusposendjojo, M.Sc. Semoga Almarhum Prof. Nursamsi Pusposendjojo mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Tuhan YME,” ucap Prof. Dr. M. Baiquni, M.A, Ketua Dewan Guru Besar UGM saat memimpin upacara pelepasan di Balairung UGM, Selasa (28/10).

Baiquni menuturkan almarhum Prof. Nursamsi Pusposendjojo dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian UGM pada, Selasa 8 Januari 2008, dengan menyampaikan pidato berjudul Jamur dan Kesehatan Tumbuhan, serta Implikasinya di Era Perubahan Global. Dalam pidato tersebut, almarhum menekankan aspek penting peran manusia sebagai penyebar dan penular patogen tumbuhan menjadi kunci di era Perdagangan Bebas. ”Di era yang ditandai dengan keterbukaan sangat luas, termasuk diberlakukannya sistim perdagangan bebas. Keadaan ini menyebabkan lalu lintas manusia dan barang, termasuk bahan dan produk pertanian menjadi sangat leluasa. Bahan dan produk pertanian dengan mudah diperdagangkan dan diangkut antar negara melalui kegiatan impor dan ekspor,” tuturnya.

Iapun menyebut almarhum Prof. Nursamsi Pusposendjojo sebagai pribadi sederhana, dan sosok yang tekun dalam mendalami bidang ilmunya. Almarhum dikenal tidak hanya memberikan perhatian besar dalam bidang akademik, namun juga sebagai salah satu putra terbaik UGM yang senantiasa mau bekerja keras, memberikan energi dan waktunya untuk pengembangan universitas. Salah satunya almarhum Prof. Nursamsi pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan I (Bidang Akademik) Fakultas Pertanian UGM 1991-1993 dan Asisten Pembantu Rektor V (Bidang Perencanaan) UGM tahun 1995-1999.

”Akhir kata, marilah kita menghantarkan almarhum Prof. Nursamsi Pusposendjojo ke peristirahatan terakhir, sembari berdoa semoga Tuhan YME memberikan ampunan atas dosa-dosanya, melipat gandakan amal ibadahnya, dan memberikan tempat yang damai dan paling mulia di sisi Tuhan, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin,” ungkap Baiquni.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Prof. Nursamsi Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fakultas-pertanian-ugm-prof-nursamsi-berpulang/feed/ 0