Prestasi Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/category/prestasi/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 27 Aug 2026 08:55:12 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Sinergi Reposisi Brand, MarkPlus Corporate Beri Penghargaan ke Rektor UGM https://ugm.ac.id/id/berita/sinergi-reposisi-brand-markplus-corporate-beri-penghargaan-ke-rektor-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/sinergi-reposisi-brand-markplus-corporate-beri-penghargaan-ke-rektor-ugm/#respond Thu, 27 Aug 2026 08:55:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97005 MarkPlus Corporate memberikan sertifikat penghargaan kepada Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaannya kepada Mcorp dalam mendukung reposisi Universitas Gadjah Mada dalam mengusung slogan “Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan”. Pemberian penghargaan ini diberikan langsung oleh Pendiri MarkPlus Corporation, Hermawan Kartajaya, Kamis (27/8), di sela rangkaian Indonesia Marketing Festival 2026: […]

Artikel Sinergi Reposisi Brand, MarkPlus Corporate Beri Penghargaan ke Rektor UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
MarkPlus Corporate memberikan sertifikat penghargaan kepada Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaannya kepada Mcorp dalam mendukung reposisi Universitas Gadjah Mada dalam mengusung slogan “Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan”. Pemberian penghargaan ini diberikan langsung oleh Pendiri MarkPlus Corporation, Hermawan Kartajaya, Kamis (27/8), di sela rangkaian Indonesia Marketing Festival 2026: Winning The Competition in The Age of AI yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Yogyakarta.

Rektor UGM, Ova Emilia, menceritakan bahwa dulunya universitas memiliki slogan mengakar kuat menjulang tinggi, tetapi untuk istilah baru ini menguatkan makna yang lebih dalam. Ia menyebutkan penggalian slogan baru yang berupa “Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan” ini merupakan sinergi dari berbagai pihak baik melalui bantuan MCorp, mahasiswa, dosen, serta segenap sivitas akademika.

Ova menggarisbawahi sedari dulu universitas ini senantiasa menonjolkan karakteristik kerakyatannya. Ia menyebut kemanapun UGM bergerak bersama dengan alumni di belahan daerah senantiasa tidak menjadi pihak yang memonopoli. Sebaliknya, UGM melalui kurang lebih 400 ribu alumninya senantiasa bisa menjadi pihak yang memberdayakan masyarakat untuk maju bersama.

Hermawan Kartajaya mengapresiasi kerja sama MarkPlus dengan pihak UGM yang sudah terjalin selama ini. Selain perubahan slogan, di bidang edukasi pihaknya ikut menginisiasi jurusan Doktor Administrasi Bisnis (DBA) pertama di Indonesia bersama Fakultas Pertanian UGM. Jurusan ini berkaitan dengan agrikultur internasional marketing. “Luar biasa UGM ini tetap menjalankan repositioning di kala masa sulit. Setuju menjadi universitas yang merakyat, mandiri, dan berkelanjutan,” sebutnya.

Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pidato sambutannya menyoroti konsep pemasaran yang berpusat pada pelanggan perlu dilakukan selangkah lebih maju. Pasalnya, konsep isu kepatuhan menjadi strategi pertumbuhan karena kepercayaan menjadi bernilai sebagai sumber keunggulan. Sultan menyebutkan kecerdasan AI dapat memenangkan perhatian atau meningkatkan transaksi, tetapi hanya kepercayaan yang dapat memenangkan masa depan. “Bukan hanya menjadi lebih cepat, akurat, canggih, tetapi kemenangan sejati kemajuan teknologi bersamaan dengan kemajuan moral. Tidak menghilangkan empati, tidak mengorbankan kepercayaan, dan ketika AI tetap berada di bimbingan kebijaksanaan manusia,” pesannya.

Ia menyebutkan bahwa persaingan AI telah menempatkan teknologi yang semakin mampu membaca pilihan manusia. Menurutnya, hal yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana kemenangan diraih dan nilai yang tetap dijaga ketika teknologi memberi pengaruh besar. “Dalam budaya Jawa adanya ungkapan tuna satak bathi sanak yang artinya kebijaksanaan mengajarkan kehilangan sedikit untuk memperoleh sesuatu yang lebih bernilai seperti hubungan baik, kepercayaan, persaudaraan,” ungkapnya.

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Sinergi Reposisi Brand, MarkPlus Corporate Beri Penghargaan ke Rektor UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sinergi-reposisi-brand-markplus-corporate-beri-penghargaan-ke-rektor-ugm/feed/ 0
Raih Juara 2 Pilmapres Nasional, Fajar Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan https://ugm.ac.id/id/berita/raih-juara-2-pilmapres-nasional-fajar-buktikan-keterbatasan-bukan-halangan/ https://ugm.ac.id/id/berita/raih-juara-2-pilmapres-nasional-fajar-buktikan-keterbatasan-bukan-halangan/#respond Wed, 26 Aug 2026 08:42:40 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96934 Mahasiswa Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada, Fajar Rasyid Ariandhika (21), menorehkan prestasi membangggkan usai terpilih sebagai juara 2 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional tahun 2026 dalam kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemdiktisaintek RI  pada 4–8 Agustus lalu di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten. Untuk pertama kalinya, […]

Artikel Raih Juara 2 Pilmapres Nasional, Fajar Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada, Fajar Rasyid Ariandhika (21), menorehkan prestasi membangggkan usai terpilih sebagai juara 2 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional tahun 2026 dalam kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemdiktisaintek RI  pada 4–8 Agustus lalu di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten. Untuk pertama kalinya, Pilmapres membuka kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi, melengkapi kategori Program Sarjana dan Program Diploma yang telah diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Fajar mengungkapkan rasa syukur atas prestasinya yang diraihnya ini. Ia berkisah, informasi informasi kompetisi ini ia dapatkan dari Unit Layanan Disabilitas (ULD) melalui grup WhatsApp disabilitas. Berbekal rasa penasarannya akan hal baru, Fajar pun kemudian mencoba mendaftar, meskipun prosesnya ternyata penuh dengan tantangan. “Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan juara dan menunaikan amanah yang diberikan oleh UGM,”katanya, Rabu (26/8).

Tantangan yang dirasakan Fajar selama prosesnya mengikuti kompetisi tersebut antara lain adalah membagi waktu antara akademik dan persiapan Pilmapres. Selain itu, dalam penyusunan gagasan kreatif, Fajar merasa tema kali ini cukup menantang karena harus melibatkan aspek disabilitas dan membantu penyandang disabilitas. Selain itu, kesulitan lain yang dirasakannya adalah penggunaan bahasa Inggris dalam menyampaikan presentasi deskripsi diri, sedangkan Fajar sendiri memiliki kendala artikulasi bahasa, terlebih karena kondisi yang dimilikinya sebagai penyandang disabilitas rungu.

Untuk mengatasinya, Fajar pun mencoba mengatur waktu kuliah agar dapat lebih fokus menyelesaikan gagasan kreatif dan capaian unggul, terutama karena waktu menuju tenggat waktu tingkat wilayah sudah cukup dekat. “Alhamdulillah, Ditmawa UGM dan teman-teman Unit Layanan Disabilitas sangat membantu saya dalam melatih percakapan bahasa Inggris. Ini benar-benar hal baru dalam melatih artikulasi saya agar dapat dipahami oleh para juri,” kenang Fajar.

Sebelumnya, Fajar, yang juga merupakan Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) kategori Difabel UGM 2026 ini, sudah mengantongi lebih dari 20 prestasi selama berkuliah, baik dalam bentuk kompetisi, relawan, organisasi, dan lainnya. Tak hanya itu, saat ini ia pun menjabat sebagai Ketua Departemen Research and Innovation di Lembaga Penelitian Kajian Teknik Aplikatif (LPKTA) FT UGM.

Selama berkuliah di UGM, terutama pada satu tahun pertama, Fajar mengaku sempat merasa salah jurusan dan merasa tidak mampu mengikuti perkuliahan. Namun, ia menyadari bahwa dirinya tidak bisa hanya pasrah dengan keadaan. Fajar pun mulai mencari solusi, salah satunya dengan banyak belajar dari mahasiswa akademik yang bagus dan mencoba mengubah gaya belajarnya yang sebelumnya terbentuk saat SMA. Tak hanya itu, ia pun bersyukur karena dosen pengampu akademiknya (DPA) selalu memberikan semangat dan mendorongnya untuk terus belajar menjadi lebih baik dan tidak mudah menyerah.

Selain itu, teman-teman sekelasnya juga sangat membantu Fajar dalam memahami materi perkuliahan. Dijelaskannya bahwa ia sering belajar bersama teman-temannya, bahkan mereka membantu menjelaskan materi dengan bahasa yang lebih sederhana sehingga saya lebih mudah memahami apa yang dipelajari.

“Seiring berjalannya waktu, saya mulai melihat bahwa ilmu Teknik Fisika yang saya pelajari sebenarnya memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan melalui berbagai kompetisi. Bagi saya, lomba menjadi salah satu kesempatan untuk menuangkan ide dan menerapkan ilmu yang saya dapatkan di perkuliahan ke dalam suatu solusi nyata,” pungkas Fajar.

Semenjak itu, Fajar semakin bersyukur dapat berkuliah di Teknik Fisika. Ia belajar bahwa proses meraih prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang bagaimana ilmu yang kita pelajari dapat digunakan untuk menghasilkan ide, menyelesaikan masalah, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Fajar mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk meraih prestasi. Menurutnya, hal yang paling penting adalah berani untuk mencoba hal-hal baru. Namun, keberanian saja tidak cukup; kita juga harus mau belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya agar bisa menjadi lebih baik. Ia menegaskan bahwa jika ingin berkembang lebih cepat, kita juga bisa belajar dari orang-orang yang sudah memiliki pengalaman, misalnya mahasiswa berprestasi, orang yang pernah memenangkan lomba, pemimpin organisasi, atau siapa pun yang memiliki pengalaman yang bisa dipelajari. “Saya sendiri juga banyak belajar dari buku dan berbagai platform seperti YouTube dan Instagram. Saya pernah mempelajari buku tentang manajemen organisasi dan mengikuti kelas KTI, salah satunya dari Science Hunter Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, penting untuk memiliki teman atau tim yang bisa diajak bekerja sama dan saling mendukung. Karena dalam proses meraih prestasi, kita tidak selalu bisa berjalan sendiri. Yang paling penting bagi Fajar, selain dukungan teman-teman dan keinginan untuk mencoba hal baru, adalah konsistensi. “Kita mungkin pernah kalah, mengalami kegagalan, bahkan merasa burnout. Itu adalah bagian dari proses. Jangan sampai satu kegagalan membuat kita berhenti. Istirahat boleh, mengevaluasi diri perlu, tetapi setelah itu coba lagi dan terus belajar,” pesannya.

Fajar pun berpesan kepada teman-teman lain yang mungkin saat ini masih tak percaya diri agar tidak hanya berfokus pada kelemahan yang ada pada diri sendiri, seperti disabilitas, tetapi fokuslah pada kemauan diri sendiri untuk terus berkembang. Ia mengingatkan untuk terus berusaha mencari berbagai cara untuk berkembang dan menjadi lebih baik, karena hal yang paling penting adalah tetap konsisten dan menjaga amanah yang sudah diberikan.

Penulis : leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Fajar

Artikel Raih Juara 2 Pilmapres Nasional, Fajar Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/raih-juara-2-pilmapres-nasional-fajar-buktikan-keterbatasan-bukan-halangan/feed/ 0
Tim Arjuna UGM Raih Top 10 Formula SAE Japan 2026 https://ugm.ac.id/id/berita/tim-arjuna-ugm-raih-top-10-formula-sae-japan-2026/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-arjuna-ugm-raih-top-10-formula-sae-japan-2026/#respond Thu, 20 Aug 2026 03:46:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96792 Tim Arjuna Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih peringkat 10 besar pada ajang Formula Society of Automotive Engineers (SAE) Japan 2026. Kompetisi yang digelar di Aichi Sky Expo, Centrair, Tokoname City, Aichi Prefecture, Jepang, pada 2–7 Agustus 2026 tersebut diikuti 77 tim dari tujuh negara. Pada kompetisi tahun ini, Tim […]

Artikel Tim Arjuna UGM Raih Top 10 Formula SAE Japan 2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Arjuna Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih peringkat 10 besar pada ajang Formula Society of Automotive Engineers (SAE) Japan 2026. Kompetisi yang digelar di Aichi Sky Expo, Centrair, Tokoname City, Aichi Prefecture, Jepang, pada 2–7 Agustus 2026 tersebut diikuti 77 tim dari tujuh negara.

Pada kompetisi tahun ini, Tim Arjuna UGM berhasil meningkatkan peringkatnya dari posisi ke-12 pada tahun sebelumnya menjadi peringkat ke-10. Pencapaian tersebut diraih setelah melalui satu musim riset, pengembangan, pengujian, dan persiapan dengan membawa Surasakti AF-06, mobil listrik generasi ke-14 hasil pengembangan mahasiswa UGM. “Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi dan kerja keras tim dalam mengembangkan mobil formula hasil karya mahasiswa UGM agar mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia,” kata Pembina Komunitas, Ir. Rachmadi Norcahyo, Ph.D., dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (20/8).

Sementara itu, Kapten Tim Arjuna UGM 2026, Gamma Nasim, mengatakan peningkatan performa tersebut merupakan hasil evaluasi dari kompetisi tahun sebelumnya yang kemudian diterapkan dalam penyusunan strategi tim, baik dari aspek teknis maupun nonteknis. “Peningkatan performa di tahun ini tentu berkaca dari evaluasi tahun sebelumnya, yang membuat kami jauh lebih rapi dan matang dalam menyusun strategi tim,” ungkap Gamma. Adapun strategi tersebut, lanjut Gamma,  mencakup perancangan dan validasi desain berbasis data, manajemen waktu manufaktur, kesiapan static events, serta penguatan kerja sama tim.

Selain menempati peringkat 10 besar secara keseluruhan pada kategori kendaraan listrik (Electric Vehicle), Tim Arjuna UGM juga meraih sejumlah capaian dalam kompetisi tersebut, di antaranya Juara 2 Best Aerodynamic, Juara 3 Engineering Design Presentation, Juara 4 Business Plan Presentation, serta JAMA Chairman Awards pada kategori Electric Vehicle. Tak hanya itu, Tim Arjuna UGM juga tercatat sebagai 1st Overall EV Team from Southeast Asia.

Merespons prestasi ini, Gamma menyebut capaian tersebut merupakan bukti kerja keras dan kolaborasi tim dalam mengembangkan inovasi kendaraan listrik sekaligus berkompetisi di tingkat internasional. “Pencapaian ini menjadi bukti konkret dari kerja keras dan kerja sama tim Arjuna EV UGM dalam terus berinovasi dan berkarya di tingkat internasional, membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing secara global,” katanya.

Tak lupa, ia juga berharap bahwa capaian tersebut dapat menjadi titik awal bagi generasi penerus Arjuna EV UGM untuk melanjutkan pengembangan riset dan inovasi kendaraan listrik. “Ini menjadi titik awal baru dan pemantik semangat bagi generasi penerus di Arjuna EV UGM untuk terus melangkah lebih jauh dalam mengembangkan riset serta inovasi kendaraan listrik di masa depan,” tutupnya.

Penulis : Agito Sitepu

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim

Artikel Tim Arjuna UGM Raih Top 10 Formula SAE Japan 2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-arjuna-ugm-raih-top-10-formula-sae-japan-2026/feed/ 0
Harumkan Nama Indonesia, Mahasiswa UGM Bawa Pulang Medali Perunggu dari Ajang IMC Bulgaria https://ugm.ac.id/id/berita/harumkan-nama-indonesia-mahasiswa-ugm-bawa-pulang-medali-perunggu-dari-ajang-imc-bulgaria/ https://ugm.ac.id/id/berita/harumkan-nama-indonesia-mahasiswa-ugm-bawa-pulang-medali-perunggu-dari-ajang-imc-bulgaria/#respond Tue, 18 Aug 2026 04:17:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96717 Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional pada ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026. Dalam ajang bergengsi tersebut, Muhammad Hanif berhasil meraih medali perunggu (Third Prize), sementara Fajar Arif Shodiqin berhasil memperoleh Honorable Mention. Keduanya merupakan mahasiswa dari Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM. Kompetisi yang […]

Artikel Harumkan Nama Indonesia, Mahasiswa UGM Bawa Pulang Medali Perunggu dari Ajang IMC Bulgaria pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional pada ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026. Dalam ajang bergengsi tersebut, Muhammad Hanif berhasil meraih medali perunggu (Third Prize), sementara Fajar Arif Shodiqin berhasil memperoleh Honorable Mention. Keduanya merupakan mahasiswa dari Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM.

Kompetisi yang berlangsung di Blagoevgrad, Bulgaria, pada 27 Juli – 3 Agustus 2026 tersebut diikuti 447 mahasiswa dari 48 negara. Indonesia mengirimkan lima mahasiswa sebagai delegasi, dengan dua diantaranya berasal dari UGM. Dari lima wakil Indonesia tersebut, dua mahasiswa meraih medali perunggu dan tiga lainnya memperoleh Honorable Mention.

Bagi Hanif dan Fajar, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menekuni kompetisi matematika. Keduanya sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA). Hanif sebelumnya merupakan peraih medali emas di ONMIPA 2025, sedangkan Fajar juga berhasil menyabet medali emas di ONMIPA 2026. Pencapaian ini yang kemudian menjadi salah satu bekal untuk mengikuti seleksi menuju IMC 2026.

Dalam mempersiapkan diri menuju kompetisi, Hanif menyebut bahwa dirinya sempat melakukan persiapan secara mandiri sembari menunggu kepastian mengenai keikutsertaan Indonesia dalam IMC 2026. Kondisi itu membuat semangat belajarnya sempat naik turun karena belum ada kepastian mengenai keberangkatan. “Tantangannya tetap konsisten belajar. Pada saat itu belum ada kejelasan dari panitia apakah Indonesia berangkat IMC atau tidak. Jadi, mencari semangat belajarnya naik turun karena tidak ada informasi mau berangkat atau tidak,” jelas Hanif saat diwawancarai, Selasa (18/8).

Kondisi tersebut membuat waktu persiapan menuju seleksi menjadi relatif singkat. Ia menyebut, informasi mengenai seleksi IMC diterima sekitar tiga hari sebelum seleksi berlangsung. Setelah dinyatakan lolos, ia bersama peserta terpilih menjalani pembinaan intensif secara daring dan luring selama sekitar dua pekan. “Kalau pembinaan luring berlangsung di Departemen Matematika FMIPA UGM,” tuturnya.

Salah satu perbedaan yang dirasakan pada kompetisi IMC 2026 dibandingkan dengan kompetisi ONMIPA adalah penggunaan bahasa Inggris dalam soal. Keduanya mengaku belum terbiasa menjawab soal melalui bahasa inggris dan lebih terbiasa menggunakan bahasa Indonesia. Dari sisi materi, Hanif menuturkan terdapat sejumlah perbedaan dengan ONMIPA dan tingkat kesulitannya juga lebih tinggi. “Perbedaannya mungkin karena soalnya pakai bahasa Inggris, jadi perlu membiasakan diri lagi karena biasanya mengerjakannya pakai bahasa Indonesia. Kalau dari materi mungkin ada perbedaan sedikit, lebih sulit,” jelasnya.

Ajang IMC 2026 ini menjadi pengalaman pertama mereka dalam mengikuti kompetisi matematika di luar negeri. Berada di lingkungan baru dan berhadapan dengan peserta dari berbagai negara membuat keduanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Hanif mengaku suasana kompetisi internasional membuat dirinya merasakan tekanan yang berbeda dibandingkan ketika mengikuti ONMIPA di Indonesia. “Baru pertama kali kompetisi internasional, apalagi lawannya juga orang luar. Jadi masih belum terbiasa. Sedikit merasa tertekan, tidak percaya diri kalau di ONMIPA,” tuturnya.

Fajar pun juga merasakan tekanan serupa. Selain menghadapi suasana kompetisi yang baru, ia harus beradaptasi dengan komunikasi menggunakan bahasa asing ketika berinteraksi dengan pengawas maupun peserta dari negara lain. “Tidak terbiasa juga, mungkin ngobrolnya belum terlalu lancar kalau mau ngobrol sama pengawas dan orang-orang lain,” katanya.

Bagi Hanif, pengalaman mengikuti IMC 2026 menjadi pembelajaran mengenai pentingnya menjaga motivasi ketika tujuan yang ingin dicapai belum sepenuhnya pasti. Ia mengatakan sejak awal tetap belajar karena memang memiliki keinginan untuk mengikuti kompetisi tersebut. “Dari awal saya juga belajar karena sebenarnya ingin ikut IMC, tapi juga tidak tahu ada IMC atau tidak. Jadi, seperti menikmati saja belajarnya,” ujar Hanif.

Pengalaman di IMC 2026 juga tidak serta-merta membuat Hanif dan Fajar berhenti mengejar tantangan akademik lainnya. Keduanya kini mulai memikirkan target setelah kompetisi, termasuk menyelesaikan studi di UGM. Adapun Hanif membuka kemungkinan untuk kembali mengikuti IMC apabila mendapatkan kesempatan pada masa mendatang. Selain itu, ia berencana mencoba kompetisi matematika lain seperti kompetisi Consortium for Mathematics and Its Applications (COMAP) jika kembali mendapatkan kesempatan untuk membentuk tim. “Kalau diundang IMC lagi, mungkin belajar untuk IMC lagi. Selain itu, ada kompetisi COMAP yang mungkin mau saya coba ikuti lagi kalau ada tim,” jelas Hanif.

Sementara itu, Fajar menargetkan untuk dapat menyelesaikan studinya. Ia tengah mengerjakan skripsi dan menargetkan dapat menyelesaikan pendidikan sarjana sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya. Setelah lulus, ia berencana mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi S2. “Kalau dari saya kurang lebih sama, tapi mungkin ada tambahan, karena lagi mengejar kelulusan. Mungkin sekarang fokus mengerjakan tugas akhir dulu,” jelas Fajar.

Keduanya berharap pengalaman yang diperoleh di IMC 2026 dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan. Hanif berpesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi matematika agar memperbanyak latihan, membangun lingkungan belajar yang mendukung, serta tidak ragu belajar secara mandiri. “Banyak belajar, bisa mencari teman yang frekuensinya sama untuk belajar. Kalau tidak ada, bisa belajar secara mandiri. Manfaatkan teknologi yang sudah ada seperti AI dan sebagainya,” jelas Hanif.

Fajar menambahkan, motivasi menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki sebelum seseorang memutuskan untuk mengikuti kompetisi. Motivasi tersebut, kata Fajar, dapat menjadi pengingat ketika proses persiapan mulai terasa berat. “Cari motivasi kenapa ingin ikut. Kalau sudah dapat motivasinya, selalu ingat itu terus,” pungkas Fajar.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim

Artikel Harumkan Nama Indonesia, Mahasiswa UGM Bawa Pulang Medali Perunggu dari Ajang IMC Bulgaria pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/harumkan-nama-indonesia-mahasiswa-ugm-bawa-pulang-medali-perunggu-dari-ajang-imc-bulgaria/feed/ 0
BSN Resmikan SNI G2R Tetrapreneur, Dorong Wirausaha Berbasis Gotong Royong https://ugm.ac.id/id/berita/bsn-resmikan-sni-g2r-tetrapreneur-dorong-wirausaha-berbasis-gotong-royong/ https://ugm.ac.id/id/berita/bsn-resmikan-sni-g2r-tetrapreneur-dorong-wirausaha-berbasis-gotong-royong/#respond Mon, 17 Aug 2026 01:49:46 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96692 Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan SNI 9445:2026 Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur, sebuah standar yang menerjemahkan nilai gotong royong ke dalam ekosistem kewirausahaan. SNI ini sekaligus mencetak sejarah sebagai standar nasional pertama di Indonesia yang secara khusus mengatur penguatan ekosistem wirausaha berbasis gotong royong yang penetapannya bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik […]

Artikel BSN Resmikan SNI G2R Tetrapreneur, Dorong Wirausaha Berbasis Gotong Royong pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan SNI 9445:2026 Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur, sebuah standar yang menerjemahkan nilai gotong royong ke dalam ekosistem kewirausahaan. SNI ini sekaligus mencetak sejarah sebagai standar nasional pertama di Indonesia yang secara khusus mengatur penguatan ekosistem wirausaha berbasis gotong royong yang penetapannya bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Dosen FEB UGM, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., menjadi salah satu penggagas, Founder, Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur mengatakan SNI G2R Tetrapreneur adalah model kewirausahaan yang mengajak pelaku usaha untuk tidak berjalan sendiri, tetapi membangun usaha melalui gotong royong dan kolaborasi dalam satu ekosistem. “SNI G2R Tetrapreneur merupakan sebuah inovasi kebijakan nasional yang menerjemahkan abstraksi yang bersifat intangible, yaitu gotong royong, menjadi pedoman mutu yang tangible dalam proses berwirausaha,” katanya, Senin (17/8).

Rika juga menegaskan hadirnya SNI ini memberikan semangat dan kepastian untuk membangun kelembagaan serta ekosistem usaha secara bersama sehingga pelaku usaha tidak lagi bergerak sendiri-sendiri. Pendekatan ini sekaligus menjadi salah satu ikhtiar untuk mewujudkan praktik Ekonomi Pancasila yang berkeTuhanan, berkemanusiaan, bersatu, berkebijakan, dan berkeadilan.

Lebih jauh ia menambahkan, G2R Tetrapreneur dikembangkan melalui empat pilar yang mencakup rantai, pasar, kualitas, dan merek wirausaha. Keempatnya dirancang untuk menghubungkan potensi lokal dengan rantai usaha, akses pasar, peningkatan kualitas, hingga penguatan identitas produk agar mampu bersaing lebih luas. “Masing-masing Tetra memiliki peran yang saling melengkapi. Rantai Wirausaha berfokus pada bagaimana kita mengidentifikasi potensi lokal dan membangun rantai usaha di sekitarnya agar potensi tersebut dapat menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan pekerjaan,” katanya.

Selanjutnya, Pasar Wirausaha mendorong terciptanya ruang kerja sama antarpelaku usaha agar mereka dapat saling melengkapi, bukan hanya saling berebut konsumen. Setelah itu, Kualitas Wirausaha diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar mampu memenuhi standar dan bersaing di pasar. Sementara itu, Merek Wirausaha berupaya membangun identitas produk yang kuat sehingga produk lokal tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar global.” Ujar Rika

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagar, turut mengapresiasi ditetapkannya SNI tersebut. Mneurutnya, SNI G2R Tetrapreneur memberikan arah yang lebih jelas mengenai bagaimana potensi lokal dapat dikelola secara bersama, ditingkatkan mutunya, diberi nilai tambah, serta dihubungkan dengan akses pasar yang lebih luas” tuturnya.

Hal tersebut sejalan dengan agenda transformasi transmigrasi oleh Kementerian Transmigrasi RI. “Menempatkan pembangunan kawasan tidak semata-mata sebagai proses penempatan penduduk, tetapi sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi, sosial, dan kewilayahan yang produktif dan berkelanjutan.” tambah Iftitah. “Jangan biarkan standar ini berhenti sebagai dokumen. Jadikan ia sebagai gerakan bersama untuk mendorong usaha rakyat naik kelas, membawa produk lokal menembus pasar global, membuka lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Direktur Perencanaan Perwujudan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi; sekaligus Ketua Komite Teknis 03 – 13 Manajemen Ekonomi Kolaboratif , Dr. R. Bambang Widyatmiko, S.Si., M.T.  menegaskan bahwa pekerjaan utama setelah SNI ditetapkan adalah memastikan standar tersebut dapat diterapkan secara terukur dan berkelanjutan hingga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Kemudian, Dr. Heru Suseno, Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Penilaian Kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional juga turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih  kepada Kementerian Transmigrasi, Universitas Gadjah Mada, Badan Standardisasi Nasional, Komite Teknis 03–13 Manajemen Ekonomi Kolaboratif, para konseptor, serta seluruh pihak dan masyarakat yang telah memberikan pemikiran, tenaga, dukungan, dan gotong royong selama proses penyusunan hingga ditetapkannya SNI ini. “Semoga SNI 9445:2026 tidak berhenti sebagai dokumen standardisasi, tetapi menjadi gerakan bersama, memperkuat ekonomi yang berkeadilan, dan mengantarkan produk unggulan Indonesia menjadi ikon yang mampu berjaya di pasar global.” harapnya.

Senada dengan Pak Heru, Rika berharap SNI G2R Tetrapreneur tidak berhenti sebagai standar, tetapi dapat diimplementasikan dan direplikasi di berbagai daerah melalui kolaborasi lintas pihak. Menurutnya, pengembangan tersebut menjadi langkah untuk menghadirkan model kewirausahaan berbasis gotong royong yang berakar pada nilai-nilai Indonesia, mampu memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi praktik yang dapat menginspirasi dunia.

“Salah satu visionernya SNI G2R Tetrapreneur adalah menjadi bagian seri Manajemen Mutu ISO 9000 sehingga kemudahan dan ‘kewajaran’ kemuliaan berwirausahanya Ekonomi Pancasila masyarakat Indonesia pula mendapatkan penerimaan askes pasar global serta menginspirasi warga dunia secara lebih bersesuaian.” pungkasnya.

Penulis : Aidil Syahputra

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim

Artikel BSN Resmikan SNI G2R Tetrapreneur, Dorong Wirausaha Berbasis Gotong Royong pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bsn-resmikan-sni-g2r-tetrapreneur-dorong-wirausaha-berbasis-gotong-royong/feed/ 0
Kisah Perjuangan Tim KKN UGM Laskar Selasik Juara Kompetisi Genera-Z Berbakti https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-perjuangan-tim-kkn-ugm-laskar-selasik-juara-kompetisi-genera-z-berbakti/ https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-perjuangan-tim-kkn-ugm-laskar-selasik-juara-kompetisi-genera-z-berbakti/#respond Mon, 10 Aug 2026 08:52:18 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96464 Tim KKN-PPM UGM Laskar Selasik berhasil menjuarai kompetisi pemberdayaan masyarakat yang bertajuk “Genera-Z Berbakti” yang diselenggarakan oleh BCA pada bulan Juli lalu. Kompetisi ini merupakan bentuk dari program pemberdayaan masyarakat yang berlokasi di desa binaan yang bekerja sama dengan BCA, yaitu Desa Wisata Kakaskasen Dua, Desa Wisata Situs Gunung Padang, Desa Wisata Patakbanteng, dan Desa […]

Artikel Kisah Perjuangan Tim KKN UGM Laskar Selasik Juara Kompetisi Genera-Z Berbakti pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim KKN-PPM UGM Laskar Selasik berhasil menjuarai kompetisi pemberdayaan masyarakat yang bertajuk “Genera-Z Berbakti” yang diselenggarakan oleh BCA pada bulan Juli lalu. Kompetisi ini merupakan bentuk dari program pemberdayaan masyarakat yang berlokasi di desa binaan yang bekerja sama dengan BCA, yaitu Desa Wisata Kakaskasen Dua, Desa Wisata Situs Gunung Padang, Desa Wisata Patakbanteng, dan Desa Wisata Kreatif Terong yang bertempat di Kecamatan Sijuk, Belitung yang menjadi tim Laskar Selasik melakukan pengabdian.  Melalui program kerja pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, tim Laskar Selasik berhasil mendapatkan dana pengabdian sebesar Rp108 juta untuk membantu menunjang program kerja di sub unit Desa Wisata Kreatif Terong.

Keikutsertaan Tim Laskar Selasik dalam kompetisi ini berawal dari kegagalan tim mereka mendapatkan pendanaan penuh dari kampus. Meskipun tim ini sudah berhasil mendapatkan sponsor dari beberapa perusahaan, tetapi dana untuk kebutuhan program kerja masih kurang. Oleh karena itu, Generasi-Z Berbakti menjadi upaya Laskar Selasik berusaha untuk mendapat dana sponsor tambahan. “Pada tanggal 1 April, kami mendapat informasi dari ketua tim Laskar Selasik tahun lalu, yaitu Mas Awan mengenai program Generasi Berbakti BCA yang membuka lowongan pengabdian di Desa Wisata Kreatif Terong. Lokasi desa tersebut tidak jauh dari Desa Batu Hitam yang menjadi target awal kami,” kata Fauzyah, salah satu perwakilan dari Tim Laskar Selasik, Senin (10/8).

Untuk meraih juara dan mendapatkan bantuan dana pemberdayaan tersebut, tim Laskar Selasik harus menjalani proses yang cukup panjang. Mereka harus menyusun proposal terkait program kerja selama kurang lebih 2 minggu untuk diseleksi oleh tim BCA. Fauziah mengaku terdapat ratusan tim lainnya dari berbagai universitas di Indonesia yang menjadi pesaing dalam kompetisi ini. “Dari UGM sendiri, kebetulan hanya tim KKN kami yang mendaftar karena lokasi desanya paling dekat dengan wilayah kerja tim kami,” ungkap Fauzyah.

Program kerja pengelolaan sampah yang dikemas dalam konsep ekonomi sirkular menjadi keunggulan dari tim ini. Terdapat tiga program kerja unggulan dari sub unit Desa Wisata Kreatif Terong, yaitu Terong Eco-Cycle dengan pembuatan rumah maggot, pembuatan rocket stove, dan lubang biopori untuk menyelesaikan masalah sampah dari hulu ke hilir di desa ini. Kemudian, Terong Xplore sebagai upaya untuk membantu meningkatkan kualitas UMKM dan Pariwisata di desa ini, serta Festival Fun Trail Run 7 km yang sebagai wadah perlombaan olahraga di masyarakat.

Fauzyah menceritakan berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh timnya. Dari masalah pendanaan di awal hingga rasa cemas atau overthinking dari masing-masing anggota tim, karena merasa program kerja tersebut terlalu sederhana. Selain itu juga, tekanan semakin kuat datang ketika tim Laskar Selasik dinyatakan lolos ke tahap final di Jakarta. Di final mereka harus menghadapi tim lawan yang memiliki persiapan yang lebih matang dengan rencana cadangan. “Ketika kami berangkat ke Jakarta untuk final, kami merasakan pressure yang luar biasa. Kami berpikir bahwa Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk mendapatkan pendanaan. Jika gagal, kami bahkan bingung bagaimana cara pulang ke Yogyakarta karena keterbatasan dana,” terang Fauzyah.

Tantangan lain juga datang saat pelaksanaan program kerja. Tim Laskar Selasik di Subunit Desa Wisata Kreatif Terong harus melaksanakan tiga program kerja besar tersebut dalam waktu singkat. Meskipun demikian, di lapangan Fauzyah dan tim belajar banyak tentang dinamika dengan masyarakat berjalan. Ia mengaku bahwa kehidupan dengan masyarakat sangat berbeda dengan di kampus, yang mana sangat fleksibel dan dapat berubah-ubah. “Kami dituntut untuk cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut,” ungkapnya.

Fauzyah berharap program kerja pengelolaan sampah tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Ia juga berharap fasilitas fisik yang sudah berhasil dibangun tidak sekedar menjadi bangunan kosong, melainkan dapat menjadi wadah yang terus dikembangkan oleh pemerintah desa dan warga setempat agar menghasilkan nilai guna ekonomi. “Karena masa KKN kami sebentar dan tidak bisa mendampingi secara terus-menerus, kami sangat berharap warga desa memiliki kesadaran yang tinggi untuk merawat dan memanfaatkan fasilitas yang telah kami sediakan,” harapnya.

Penulis : Fatihah Salwa Rasyid

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. BCA dan Tim Laskar Selasik

Artikel Kisah Perjuangan Tim KKN UGM Laskar Selasik Juara Kompetisi Genera-Z Berbakti pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-perjuangan-tim-kkn-ugm-laskar-selasik-juara-kompetisi-genera-z-berbakti/feed/ 0
FKG UGM Raih Rekor MURI Usai 3 Tahun Pertahankan Posisi 100 Besar Dunia WURI https://ugm.ac.id/id/berita/fkg-ugm-raih-rekor-muri-usai-3-tahun-pertahankan-posisi-100-besar-dunia-wuri/ https://ugm.ac.id/id/berita/fkg-ugm-raih-rekor-muri-usai-3-tahun-pertahankan-posisi-100-besar-dunia-wuri/#respond Wed, 05 Aug 2026 01:28:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96270 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) karena berhasil menduduki peringkat satu dunia pada dua kategori dalam pemeringkatan World University Rankings for Innovation (WURI) 2026. Pencapaian ini mendapat apresiasi tertinggi dari dengan penganugerahan tiga rekor sekaligus. Tiga catatan rekor MURI yang berhasil didapatkan FKG UGM yakni  FKG […]

Artikel FKG UGM Raih Rekor MURI Usai 3 Tahun Pertahankan Posisi 100 Besar Dunia WURI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) karena berhasil menduduki peringkat satu dunia pada dua kategori dalam pemeringkatan World University Rankings for Innovation (WURI) 2026. Pencapaian ini mendapat apresiasi tertinggi dari dengan penganugerahan tiga rekor sekaligus. Tiga catatan rekor MURI yang berhasil didapatkan FKG UGM yakni  FKG berhasil meraih Peringkat 1 Dunia dalam Kategori Innovative Representative Research Project dan Financial Impact Driven Technology Transfer serta memperoleh Peringkat 100 Besar Dunia dalam 3 Tahun berturut-turut pada 2024, 2025, dan 2026.

Inovasi unggulan FKG yang berhasil menorehkan peringkat satu pada tahun ini adalah pengembangan fiber dari serat sutra alam untuk aplikasi kedokteran gigi oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes., dan pengembangan produk berbasis propolis dari lebah klanceng untuk pencegahan gigi berlubang dan penyakit gusi, yang dikembangkan oleh Prof. Suryono.

Penyerahan piagam penghargaan MURI dilangsungkan pada Senin (3/8) di Gedung Margono Soeradji FKG UGM. Piagam penghargaan diserahkan oleh Ari Andriani, Senior Representative MURI, kepada Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D.

Ari Andriani menyampaikan bahwa selama tiga tahun terakhir, FKG UGM konsisten dalam membangun ekosistem inovasi sehingga menunjukkan prestasi yang masif dan berkelanjutan. “Saya kira ini merupakan tonggak sejarah tidak hanya bagi UGM, tetapi juga bagi dunia pendidikan, terutama dunia pendidikan kedokteran gigi di Indonesia. FKG UGM dalam waktu 3 tahun terakhir berhasil mempertahankan posisi di peringkat top 100 dunia pada 14 kategori berbeda, dan tahun ini meraih pencapaian tertinggi, peringkat 1 dunia,” paparnya.

Dekan FKG,  Suryono menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas rekognisi internasional dan apresiasi dari MURI. Ia menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh civitas akademika FKG UGM, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. “Kita bersyukur meraih pengakuan dari MURI terkait pencapaian yang kami lakukan di tingkat global,” ungkapnya.

Suryono juga menjelaskan bahwa pemeringkatan WURI menilai inovasi dan dampak nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat. Oleh karena itu, FKG UGM terbukti mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka dunia, bahkan melampaui posisi institusi elit dalam kategori tertentu. Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya. “Kami juga mendorong mahasiswa baru untuk ikut berkontribusi dalam meraih prestasi dan menjadikan FKG UGM sebagai bagian dari Kampus Berdampak yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat internal maupun eksternal,” pungkasnya.

Reportase: Fajar Budi Harsakti/Humas FKG

Penulis: Jesi

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Dok. FKG UGM

Artikel FKG UGM Raih Rekor MURI Usai 3 Tahun Pertahankan Posisi 100 Besar Dunia WURI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fkg-ugm-raih-rekor-muri-usai-3-tahun-pertahankan-posisi-100-besar-dunia-wuri/feed/ 0
Media Gathering Fapet Menyapa Raih Penghargaan Media Relations Awards  https://ugm.ac.id/id/berita/media-gathering-fapet-menyapa-raih-penghargaan-media-relations-awards/ https://ugm.ac.id/id/berita/media-gathering-fapet-menyapa-raih-penghargaan-media-relations-awards/#respond Wed, 05 Aug 2026 01:03:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96266  Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menorehkan prestasi di bidang komunikasi publik dengan meraih Silver Winner pada Media Relations Award (MRA) 2026 pada kategori Press Gathering Terbaik. Penghargaan diserahkan saat malam puncak Media Brand Awards dan Media Relations Awards 2026 yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (31/7) […]

Artikel Media Gathering Fapet Menyapa Raih Penghargaan Media Relations Awards  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
 Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menorehkan prestasi di bidang komunikasi publik dengan meraih Silver Winner pada Media Relations Award (MRA) 2026 pada kategori Press Gathering Terbaik. Penghargaan diserahkan saat malam puncak Media Brand Awards dan Media Relations Awards 2026 yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (31/7) malam.

Program berjudul “Fapet Menyapa: Membangun Literasi Jurnalis dan Kepercayaan Publik pada Isu Peternakan dan Pangan” berhasil membawa Fapet memperoleh penghargaan tersebut. Adanya program ini dapat memperkuat hubungan dengan media sekaligus menghadirkan informasi ilmiah yang kredibel mengenai sektor peternakan dan pangan kepada masyarakat. 

Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., Asean.Eng., menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diperoleh fakultas. Menurutnya, Fapet Menyapa merupakan program media gathering pertama di tingkat fakultas di UGM yang secara konsisten memperkenalkan berbagai capaian tridarma perguruan tinggi kepada masyarakat melalui media massa. “Program ini berhasil menyajikan berbagai capaian, hasil riset, dan tridarma Fapet UGM melalui media massa,” ujar Budi, Minggu (2/8).

Budi juga menyampaikan bahwa sejak peluncuran program pada Agustus 2024, Fapet Menyapa sudah memperkenalkan produk dan inovasi dari 14 laboratorium yang ada di fakultas. Atas keberhasilannya, program mulai mendapat perhatian di lingkungan UGM dan menjadi inspirasi bagi fakultas lain dalam membangun komunikasi publik yang lebih efektif.

Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS), Januar P. Ruswita, dalam sambutan saat penganugerahan menjelaskan bahwa penghargaan Media Relations Awards bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat profesionalisme media sekaligus mendorong institusi membangun hubungan yang lebih terbuka, transparan, dan berintegritas dengan media. Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan terbesar bukan lagi kecepatan penyebaran informasi, tetapi menjaga kualitas, kredibilitas, dan kepercayaan publik. “Pers yang bermartabat adalah fondasi lahirnya informasi yang berdaulat. Di tengah banjir informasi dan disrupsi teknologi, relasi yang sehat antara media dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi syarat utama agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya,” ujar Januar.

Kontributor: Satria/Humas Fapet

Penulis: Jesi

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Dok.Satria

Artikel Media Gathering Fapet Menyapa Raih Penghargaan Media Relations Awards  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/media-gathering-fapet-menyapa-raih-penghargaan-media-relations-awards/feed/ 0
UGM Raih Penghargaan atas Pendampingan Koperasi Berbasis Keilmuan di DIY https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-penghargaan-atas-pendampingan-koperasi-berbasis-keilmuan-di-diy/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-penghargaan-atas-pendampingan-koperasi-berbasis-keilmuan-di-diy/#respond Thu, 30 Jul 2026 12:23:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96070 Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada menerima penghargaan dari Pemerintah Daerah DIY sebagai Mitra Pendamping Koperasi dalam perhelatan Gebyar Koperasi 2026 yang digelar pada Rabu (22/7) silam di Yogyakarta. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, komitmen, dan kontribusi UGM dalam mendampingi koperasi melalui penguatan kelembagaan serta peningkatan kapasitas koperasi di DIY. […]

Artikel UGM Raih Penghargaan atas Pendampingan Koperasi Berbasis Keilmuan di DIY pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada menerima penghargaan dari Pemerintah Daerah DIY sebagai Mitra Pendamping Koperasi dalam perhelatan Gebyar Koperasi 2026 yang digelar pada Rabu (22/7) silam di Yogyakarta. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, komitmen, dan kontribusi UGM dalam mendampingi koperasi melalui penguatan kelembagaan serta peningkatan kapasitas koperasi di DIY.

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat DPkM UGM, Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas kepercayaan pemerintah terhadap peran UGM yang telah berkomitmen memperkuat koperasi di masyarakat. Ia menuturkan, selama ini UGM hadir tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga membantu koperasi menemukan berbagai peluang pengembangan melalui inovasi dan solusi atas persoalan yang sedang dihadapi. “Penghargaan ini merupakan prestasi atas kepercayaan pemerintah dan masyarakat terhadap UGM. Kita membuka peluang peningkatan kapasitas koeprasi, baik dalam bentuk inovasi maupun ruang untuk menjawab tantangan perkoperasian itu sendiri,” jelasnya saat diwawancarai, Kamis (30/7).

Djoko menyebutkan, bentuk pendampingan yang dilakukan oleh UGM berbeda dengan pelatihan yang bersifat umum, yakni dengan menerapkan skema pendampingan yang berangkat dari identifikasi persoalan setiap koperasi sehingga solusi yang diberikan lebih tepat sasaran. Pendekatan tersebut juga mendorong koperasi untuk berkembang secara bersama-sama, saling menguatkan, dan membangun daya saing secara kolektif. “Skema pendampingan itu ternyata sangat efektif agar koperasi-koperasi ini merasa maju bersama-sama, berdaya bersama-sama, tidak sendiri-sendiri, tidak saling kanibal, tetapi bersama-sama memajukan koperasi menjadi koperasi yang berdaya,” ungkapnya.

Sebelum dilakukan skema pendampingan, tim dari UGM terlebih dahulu mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh masing-masing koperasi. Hasil identifikasi menunjukkan sedikitnya terdapat lima persoalan utama, yaitu kualitas sumber daya manusia pengurus, tata kelola organisasi, pemasaran, penerapan teknologi tepat guna, serta inovasi dan digitalisasi usaha. “Pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan yang dibutuhkan setiap koperasi,” ujarnya.

Disamping itu, kata Djoko, UGM melibatkan para dosen dari berbagai lintas disiplin ilmu sesuai bidang keahlian masing-masing untuk memberi pendampingan. Pendampingan juga dilakukan secara langsung di lokasi koperasi sehingga dosen dapat memahami persoalan yang dihadapi dan memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi lapangan.  “Karena ketika kita sudah memiliki peta kelemahannya, maka kita pilihkan pendamping yang tepat,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini program pendampingan dilaksanakan oleh para tim dosen dilakukan selama 3 bulan. Akan tetapi pada periode berikutnya, UGM berencana akan melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Mahasiswa akan mendampingi koperasi selama pelaksanaan KKN sehingga proses penguatan dapat berlangsung lebih intensif dan berkelanjutan. “Nanti kita akan menggandeng teman-teman mahasiswa yang melaksanakan KKN-PPM dalam penguatan koperasi. Selama sekitar 50 hari mereka berada di dekat koperasi sehingga pendampingannya lebih masif,” terangnya.

Untuk memperluas dampak pendampingan akan menyempurnakan modul pelatihan dan pendampingan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya. Dari sisi digitalisasi menjadi salah satu fokus utama dalam pendampingan. Menurutnya, koperasi perlu segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI)  agar mampu menarik minat generasi muda sekaligus meningkatkan daya saing di era digital. “Mau tidak mau kita harus bisa berdampingan dengan teknologi dan AI. Sebelum masuk ke AI, koperasi harus siap dulu dengan digitalisasi. Dan itu sudah kami siapkan dalam modul-modul pendampingan,” jelasnya.

Untuk sementrara ini, proses pendampingan difokuskan pada koperasi yang ada di DIY. Langkah tersebut dilakukan agar koperasi yang telah ada dapat memiliki tata kelola yang semakin kuat dan mampu menjadi model pendampingan bagi daerah lain. Harapannya, UGM nantinya dapat mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang menghubungkan koperasi dengan pelaku UMKM sehingga keduanya dapat tumbuh dan saling menguatkan. “Kali ini kita fokus di DIY terlebih dahulu. Kalau koperasi-koperasi yang sudah existing ini mantap dan kuat, bisa menjadi role model. UMKM juga bisa menjadi buffer zone bagi koperasi sehingga terbentuk ekosistem perekonomian yang pro rakyat,” pungkasnya.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. DPkM

Artikel UGM Raih Penghargaan atas Pendampingan Koperasi Berbasis Keilmuan di DIY pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-penghargaan-atas-pendampingan-koperasi-berbasis-keilmuan-di-diy/feed/ 0
Dedikasi di Bidang Mekanika Fluida dan Rekayasa Energi, Deendarlianto Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Energi Nasional  https://ugm.ac.id/id/berita/dedikasi-di-bidang-mekanika-fluida-dan-rekayasa-energi-deendarlianto-raih-penghargaan-tokoh-penggerak-energi-nasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/dedikasi-di-bidang-mekanika-fluida-dan-rekayasa-energi-deendarlianto-raih-penghargaan-tokoh-penggerak-energi-nasional/#respond Wed, 29 Jul 2026 09:04:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96007 Guru Besar Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM, Prof. Dr. Eng. Deendarlianto, S.T., M.Eng atau yang akrab disapa Deen, mendapat penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Energi Nasional atau Outstanding Contribution to Indonesia’s Energy Sector di ajang  Energy Executive Award yang diselenggarakan oleh Majalah Listrik Indonesia. Penghargaan bergengsi di bidang energi ini diserahkan langsung oleh […]

Artikel Dedikasi di Bidang Mekanika Fluida dan Rekayasa Energi, Deendarlianto Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Energi Nasional  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Guru Besar Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM, Prof. Dr. Eng. Deendarlianto, S.T., M.Eng atau yang akrab disapa Deen, mendapat penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Energi Nasional atau Outstanding Contribution to Indonesia’s Energy Sector di ajang  Energy Executive Award yang diselenggarakan oleh Majalah Listrik Indonesia. Penghargaan bergengsi di bidang energi ini diserahkan langsung oleh Ketua Komisi Energi DPR RI  di Jakarta (22/7).

Menjadi salah satu dari lima tokoh yang yang dinilai berhasil menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor energi dan ketenagalistrikan nasional, Deen mengaku bersyukur bahwa pengabdian dan dedikasi dalam riset yang ia tekuni mendapat apresiasi.

Di bidang energi, Deen mengatakan dirinya menekuni riset two-phase flow atau aliran dua fasa. Bidang ini mempelajari fenomena aliran fluida yang kompleks dalam sistem perpipaan, permesinan, dan berbagai sistem produksi energi. Ia aktif membangun kolaborasi riset internasional dengan mitra di Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, dan Korea Selatan. Jejaring tersebut melahirkan berbagai publikasi ilmiah bersama serta sejumlah hibah riset internasional yang semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu rekayasa energi.

Selain aktif sebagai peneliti, Deen juga sempat menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Energi UGM (PSE UGM) periode 2013-2022. Pengalam selama menjadi ketua PSE ini menurut Deen, ia berkesempatan mempelajari banyak hal perihal energi yang bersifat multidisiplin. Menurutnya, energi tidak lagi dipelajari dari kacamata seorang engineer yang melihatnya sebagai ilmu murni, melainkan sesuatu yang sangat membutuhkan riset-riset multidisiplin mulai dari hukum hingga ekonomi. “Kami banyak melakukan riset-riset yang bersifat multidisiplin. Jadi ketika bicara ada energy sovereignty, kemiskinan energi juga kita bahas, kemudian aspek politik dari energi, aspek hukumnya energi, low energy politics, energy economic,” katanya, Rabu (29/7).

Lebih lanjut, Deen mengungkapkan penelitian lintas disiplin yang dilakukan olehnya dan tim di PSE UGM tidak hanya soal teori semasa, misalnya teori mekanika fluida yang dipelajari pada S1. Secara luas tetapi tetap berfokus pada pengabdian dan masyarakat, proses berpikir di dalam penelitiannya melahirkan usulan Undang-Undang, perencanaan sistem energi, modelling energi terbarukan untuk Indonesia, sistem kelistrikan nasional, hingga inovasi infrastruktur energi yang ditempatkan di beberapa wilayah. “Penelitian saya dan tim di PSE UGM sangat berpatokan terhadap kondisi masyarakat di wilayah tertentu hingga di Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.

Sebagai peneliti yang tergabung ke dalam berbagai riset multidisplin, bagi Deen yang menjadi tantangannya adalah ego masing-masing peneliti. Ketika para peneliti yang berasal dari berbagai disiplin berkumpul menjadi satu untuk membahas satu topik, maka kecenderungan untuk memiliki pandangan yang berbeda sangat kuat. Namun, bagi Deen, yang berharga justru proses adaptasi dan saling menghargai antar peneliti yang menghasilkan dampak untuk masyarakat serta usulan kebijakan bagi pemerintah. Bahkan, riset-riset multidisplin yang Deen serta para peneliti PSE UGM lakukan banyak digunakan oleh Industri, DPR, dan pemerintah sebagai acuan. “Banyak juga hasil-hasil riset kita itu di Pusat Studi Energi UGM yang menjadi acuan di beberapa Kementerian, bahkan juga pernah dibawa ke DPR juga,” papar Deen.

Dedikasinya dalam mengabdikan ilmunya untuk mengabdi di tengah masyarakat diakui Deen, telah ia lakukan semenjak dirinya menjadi mahasiswa UGM pada tahun 1991. Setelah lulus dan menjadi akademisi, Deen semakin terdorong untuk membuat karya inovasi dan penelitian yang bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat di berbagai sektor mulai dari komunitas hingga industri. “Satu yang mendorong saya sampai saat ini adalah UGM, yang salah satu jati dirinya adalah Universitas Kerakyatan. Artinya apapun karya kita, sebesar apapun karya kita, harus bermanfaat bagi masyarakat. Tentu saja masyarakatnya macam-macam, ada masyarakat di level komunitas, ada juga masyarakat pada level industri,” tutur Deen.

Membangun Kolaborasi Riset 

Deen menilai setiap penelitian sebaiknya perlu dirancang dengan tujuan akhir yang jelas agar hasilnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, peneliti perlu terlebih dahulu mengidentifikasi siapa pengguna hasil riset dan bagaimana temuan tersebut akan diterapkan sebelum menentukan topik penelitian yang akan dikembangkan. Pendekatan tersebut, menurutnya, akan membantu memastikan bahwa riset tidak hanya menghasilkan temuan ilmiah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

Meski demikian, Deen mengingatkan pengetahuan yang diperoleh dari negara maju tidak dapat diterapkan secara langsung di Indonesia tanpa mempertimbangkan konteks dan kebutuhan lokal. Oleh karena itu, hilirisasi hasil riset harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat agar memberikan dampak yang optimal. Ia mendorong para peneliti untuk menjadikan persoalan yang dihadapi masyarakat dan industri sebagai titik awal dalam merumuskan topik penelitian. Dengan demikian, laboratorium tidak hanya menjadi tempat menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga ruang untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. “Dengan kata lain, persoalan yang dihadapi masyarakat maupun industri perlu dibawa ke laboratorium untuk dijadikan sebagai fokus penelitian,” kata Deen.

Selaras dengan prinsip tersebut, Deen senantiasa membawa persoalan-persoalan nyata ke dalam proses pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu melihat penerapannya di lapangan. Meskipun membimbing banyak mahasiswa, ia menerapkan sistem kolaborasi dengan berbagai mitra, mulai dari industri, peneliti di dalam dan luar negeri, hingga kolega lintas laboratorium, dan departemen. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi mahasiswa.”Ilmu itu bisa datang dari mana saja, kerja sama juga bisa dilakukan dengan siapa saja,” ujarnya.

Deen mengatakan keterlibatan dalam berbagai kolaborasi tersebut turut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek riset maupun kerja sama dengan industri. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya dapat mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga belajar menghadapi dinamika dunia kerja dan penelitian. Baginya, pengalaman meraih keberhasilan maupun menghadapi kegagalan sama-sama menjadi bekal penting dalam proses pembelajaran. “Mahasiswa yang terlibat biasanya senang. Selain bisa mengaplikasikan ilmunya, mereka juga memperoleh pengalaman. Pengalaman berhasil maupun gagal sama-sama penting sebagai bagian dari proses belajar,” katanya.

Menutup perbincangan, Deen berharap UGM terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum dengan posisi strategis di Indonesia, UGM memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi melalui kolaborasi lintas bidang. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Indonesia. “Negara membutuhkan kontribusi kita. Karena itu, sudah saatnya kita berpikir dan berkarya bersama melalui kolaborasi lintas bidang yang memberikan dampak bagi Indonesia. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa juga perlu terus diperkuat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Deen termasuk dari lima tokoh yang mendapatkan penghargaan ini, yakni Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU., QRMP., QCRO. selaku Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Prof. Ir. Rinaldy Dalimi, M.Sc., Ph.D. Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU. , selaku Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, dan  Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU.

Penulis : Zabrina Kumara

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Deendarlianto

Artikel Dedikasi di Bidang Mekanika Fluida dan Rekayasa Energi, Deendarlianto Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Energi Nasional  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dedikasi-di-bidang-mekanika-fluida-dan-rekayasa-energi-deendarlianto-raih-penghargaan-tokoh-penggerak-energi-nasional/feed/ 0