Dies Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/category/seputar-kampus/dies/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 19 Aug 2026 00:38:22 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Tingkatkan Daya Saing, Fakultas Filsafat UGM Dorong Penguatan Mutu Akademik dan Tata Kelola https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-daya-saing-fakultas-filsafat-ugm-dorong-penguatan-mutu-akademik-dan-tata-kelola/ https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-daya-saing-fakultas-filsafat-ugm-dorong-penguatan-mutu-akademik-dan-tata-kelola/#respond Wed, 19 Aug 2026 00:38:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96764 Fakultas Filsafat UGM terus memperkuat kualitas institusi melalui peningkatan mutu akademik, tata kelola, serta perluasan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut, menjadi fondasi penting bagi pengembangan fakultas yang adaptif terhadap perubahan sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keilmuan yang kritis dan humanis. Hal itu dikemukakan oleh Dekan Fakultas Filsafat UGM, Prof. Dr. Rr. Siti […]

Artikel Tingkatkan Daya Saing, Fakultas Filsafat UGM Dorong Penguatan Mutu Akademik dan Tata Kelola pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Filsafat UGM terus memperkuat kualitas institusi melalui peningkatan mutu akademik, tata kelola, serta perluasan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut, menjadi fondasi penting bagi pengembangan fakultas yang adaptif terhadap perubahan sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keilmuan yang kritis dan humanis.

Hal itu dikemukakan oleh Dekan Fakultas Filsafat UGM, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum., dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-59 yang berlangsung di Ruang Rapat Persatuan, Lantai 3 Fakultas Filsafat UGM, Selasa (18/8).

Murtiningsih juga mengungkapkan bahwa Fakultas Filsafat UGM berhasil mempertahankan predikat Unggul dari BAN-PT serta diakui memiliki kualitas pendidikan standar internasional oleh FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation). “Capaian ini menjadi pijakan bagi fakultas kita untuk terus memperluas pengakuan global,”ujarnya.

Dalam bidang akademik, Fakultas Filsafat UGM kini memiliki 828 mahasiswa aktif, yang terdiri atas 698 mahasiswa Program Sarjana, 71 mahasiswa Program Magister, dan 59 mahasiswa Program Doktor. Murtiningsih melanjutkan, admisi jumlah mahasiswa baru Program Sarjana dan Doktor pada lima tahun terakhir relatif stabil, sementara Program Magister menunjukkan perkembangan yang cukup positif. “Perkembangan ini tentunya tak lepas dari berbagai inovasi akademik yang telah dikembangkan, termasuk program Fast Track Sarjana-Magister yang dimulai pada tahun 2025,” jelas Murtiningsih.

Sementara itu, pencapaian strategis Fakultas Filsafat UGM juga tampak dari peningkatan produktivitas riset, baik dalam jumlah publikasi ilmiah, publikasi bereputasi internasional, maupun perolehan hibah penelitian. Murtiningsih menyebut, dalam empat tahun terakhir, jumlah publikasi yang terindeks Scopus meningkat lebih dari tiga kali lipat. Pada 2025, tercatat ada sebanyak 179 publikasi, 19 publikasi terindeks Scopus, 6 riset kolaboratif, dan 6 hibah penelitian. “Hal ini mencerminkan semakin kuatnya daya saing riset Fakultas Filsafat di tingkat internasional,” ujarnya.

Di akhir laporannya, Murtiningsih mengatakan bahwa segenap capaian Fakultas Filsafat UGM merupakan hasil dari kerja sama antar segenap sivitas akademika. Berbagai capaian tersebut juga merupakan fondasi sekaligus refleksi selama satu periode kepemimpinan yang telah dijalani. “Sebagaimana semangat Dies Natalis ke-59, marilah kita terus membangun jembatan, antara gagasan dan tindakan, antara tradisi dan pembaruan, antara kampus dan masyarakat, serta antara apa yang telah kita wariskan dan masa depan yang hendak kita wujudkan,” tutupnya.

Penulis : Agito Sitepu

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Tingkatkan Daya Saing, Fakultas Filsafat UGM Dorong Penguatan Mutu Akademik dan Tata Kelola pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-daya-saing-fakultas-filsafat-ugm-dorong-penguatan-mutu-akademik-dan-tata-kelola/feed/ 0
Luncurkan Maskot Baru, Fakultas Geografi UGM Buka Rangkaian Dies Natalis ke-63 https://ugm.ac.id/id/berita/luncurkan-maskot-baru-fakultas-geografi-ugm-buka-rangkaian-dies-natalis-ke-63/ https://ugm.ac.id/id/berita/luncurkan-maskot-baru-fakultas-geografi-ugm-buka-rangkaian-dies-natalis-ke-63/#respond Fri, 24 Jul 2026 09:32:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95828 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada secara resmi membuka rangkaian Dies Natalis ke-63 dengan mengusung tema Geo Inno Techno: Sinergi Sains Geografi untuk Bumi yang Berkelanjutan. Pembukaan yang berlangsung di kampus Fakultas Geografi ini dihadiri sivitas akademika, alumni, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Selain menandai dimulainya berbagai agenda akademik dan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi […]

Artikel Luncurkan Maskot Baru, Fakultas Geografi UGM Buka Rangkaian Dies Natalis ke-63 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada secara resmi membuka rangkaian Dies Natalis ke-63 dengan mengusung tema Geo Inno Techno: Sinergi Sains Geografi untuk Bumi yang Berkelanjutan. Pembukaan yang berlangsung di kampus Fakultas Geografi ini dihadiri sivitas akademika, alumni, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Selain menandai dimulainya berbagai agenda akademik dan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran maskot baru Fakultas Geografi. Acara pembukaan turut dimeriahkan dengan pelepasan burung sebagai simbol harapan dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi keberlanjutan bumi.

Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., mengatakan Dies Natalis bukan sekadar peringatan bertambahnya usia fakultas, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan kontribusi sivitas akademika. Tantangan menjaga kelestarian bumi, katanya, perlu dijawab melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kolaborasi dalam pengembangan ilmu geografi. Seluruh sivitas akademika diharapkan terus menghadirkan manfaat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Fakultas Geografi hendaknya terus berinovasi, memanfaatkan teknologi yang ada dan memperkuat kolaborasi agar ilmu yang kita kembangkan dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya untuk Indonesia bahkan dunia,” ujarnya.

Selama rangkaian Dies Natalis, Fakultas Geografi akan menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari Three Minutes Thesis Competition, Geo Awards, pengabdian kepada masyarakat, ziarah, sarasehan, bakti sosial, silaturahmi anggota senior, gerak jalan gembira, hingga rapat terbuka senat. Beragam agenda tersebut dirancang untuk mempererat hubungan antarwarga fakultas sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Momentum dies juga diharapkan menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan dan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. “Saya berharap kegiatan Dies Natalis ini bukan hanya menjadi satu kegiatan rutin dan perayaan tetapi menjadi momentum bagi kita semuanya untuk saling berkomunikasi, saling berkolaborasi dan memperkuat semangat kita untuk berkontribusi menghadirkan solusi bagi berbagai macam masalah bangsa ini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Fakultas Geografi juga memperkenalkan maskot baru bernama Buana sebagai identitas resmi fakultas. Nama Buana berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti bumi atau jagat sekaligus menjadi akronim lima nilai yang diusung Fakultas Geografi, yakni Berintegritas, Unggul, Amanah, Nalar Spasial, dan Adaptif. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter yang melekat pada sivitas universitas dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Kehadiran maskot ini sekaligus menjadi simbol semangat baru Fakultas Geografi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

Kamal menjelaskan nilai Buana mencerminkan karakter yang ingin dibangun Fakultas Geografi, mulai dari menjaga integritas, mengembangkan keunggulan akademik, mengemban amanah menjaga kelestarian bumi, hingga menguatkan kemampuan berpikir spasial dan beradaptasi terhadap perubahan. Penalaran spasial disebut sebagai ciri khas ilmu geografi yang menjadi fondasi dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan dan kewilayahan. Melalui maskot tersebut, fakultas juga ingin menghadirkan identitas yang lebih dekat dengan sivitas akademika sekaligus memotivasi mereka untuk terus berkarya dan mengabdi. “Buana adalah berintegritas, unggul, amanah, nalar spasial, dan adaptif,” jelasnya.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 Fakultas Geografi UGM, Dr. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc., mengatakan tema Geo Inno Techno dipilih untuk menegaskan pentingnya sinergi ilmu geografi, teknologi, dan inovasi dalam menjawab tantangan keberlanjutan bumi. Selama rangkaian dies, fakultas akan menghadirkan berbagai kegiatan akademik hingga puncak rapat terbuka senat pada 1 September mendatang. Melalui seluruh agenda tersebut, Fakultas Geografi ingin menunjukkan kontribusi nyata sivitas akademika dalam menghasilkan inovasi berbasis sains geografi. “Tag-nya adalah Geo Techno Inno. Nanti kita akan berusaha menunjukkan seperti apa techno yang kita tampilkan, inovasi yang kita tampilkan, dan sains geografi yang berkelanjutan,” tuturnya.

Usai pembukaan dan peluncuran maskot, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan burung yang dilakukan oleh pimpinan fakultas bersama perwakilan sivitas akademika. Pelepasan burung menjadi simbol semangat baru Fakultas Geografi UGM untuk terus tumbuh, berkolaborasi, dan menghadirkan inovasi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Simbol tersebut juga menandai dimulainya seluruh rangkaian Dies Natalis ke-63 yang akan berlangsung hingga puncak perayaan pada September mendatang.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel Luncurkan Maskot Baru, Fakultas Geografi UGM Buka Rangkaian Dies Natalis ke-63 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/luncurkan-maskot-baru-fakultas-geografi-ugm-buka-rangkaian-dies-natalis-ke-63/feed/ 0
UGM Siap Terima Calon Mahasiswa Asal Gaza Palestina https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-terima-calon-mahasiswa-asal-gaza-palestina/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-terima-calon-mahasiswa-asal-gaza-palestina/#respond Fri, 06 Mar 2026 08:31:43 +0000 https://ugm.ac.id/?p=91482 Sebanyak delapan mahasiswa asal Gaza Palestina yang menjadi korban atas konflik perang di negaranya berkesempatan untuk melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Kedelapan mahasiswa itu tengah mengikuti proses seleksi masuk UGM. “Salah satu dari mahasiswa tersebut bernama Dina, mahasiswa kedokteran asal Al-Azhar University Gaza yang terpaksa terhenti pada 2023, sebab […]

Artikel UGM Siap Terima Calon Mahasiswa Asal Gaza Palestina pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Sebanyak delapan mahasiswa asal Gaza Palestina yang menjadi korban atas konflik perang di negaranya berkesempatan untuk melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Kedelapan mahasiswa itu tengah mengikuti proses seleksi masuk UGM. “Salah satu dari mahasiswa tersebut bernama Dina, mahasiswa kedokteran asal Al-Azhar University Gaza yang terpaksa terhenti pada 2023, sebab kampusnya menjadi sasaran bom hingga hancur lebur,” kata Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, pada pidato Laporan Dekan dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalis FK-KMK UGM ke-80, Kamis (5/3), di ruang auditorium.

Yodi menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali pendidikan kedokteran dan kesehatan bagi masyarakat Gaza. “Cerita Dina dan teman-temannya tersebut merupakan satu sekian banyak catatan yang mewarnai fakultas ini dalam mencerdaskan dan memajukan kesehatan bangsa dan dunia,” ungkapnya.

Selain menerima mahasiswa dari korban konflik perang di Palestina, Dekan Yodi menuturkan FK-KMK berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menerima mahasiswa dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Ia menyebutkan, FK-KMK turut mewujudkan mimpi banyak anak muda dari daerah terpencil di Indonesia. Ia menyebutkan nama dr. Merlins Renatasia Waromi, Sp.MK., sebagai lulusan tercepat pada jenjang pendidikan dokter spesialis yang berasal dari Serui, Kabupaten Yapen, Provinsi Papua. Dengan hanya menempuh masa studi 3 tahun 6 bulan 12 hari, kata Dekan,  Merlins mampu menyelesaikan studi spesialis mikrobiologi klinik. Selain memberi bantuan berupa beasiswa, FK-KMK UGM juga aktif mendampingi FK Universitas Cenderawasih Papua untuk dapat merintis pembukaan PPDS. “Alhamdulillah bulan lalu, kita turut menorehkan sejarah, saat FK Uncen meluncurkan PPDS pertama di tanah Papua, PPDS anestesi,” jelas Yodi.

FK-KMK UGM turut berupaya mengembangkan riset dan inovasi yang berdampak nyata. Yodi menjelaskan bahwa FK-KMK melalui beragam inovasi yang memajukan bidang kesehatan, mampu berkontribusi dalam menyelesaikan masalah kesehatan dan menjadi rujukan nasional maupun internasional. Yodi turut menerangkan bahwa FK-KMK juga berusaha mewujudkan pengabdian masyarakat yang berkualitas secara berkelanjutan dan komprehensif dengan melibatkan alumni dan mitra strategis untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai contoh penanganan korban bencana banjir dan longsor Provinsi Aceh. “Hal ini turut meningkatkan kapasitas dan reputasi yang di bangun dalam manajemen bencana kesehatan semakin diakui dunia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yodi menerangkan bahwa FK-KMK berhasil meningkatkan akselerasi jumlah doktor pada lima tahun terakhir, dari 47% menjadi 51%. Selain itu, FK-KMK turut sukses mewujudkan peningkatan jumlah guru besar yang sebelumnya 8,1% di tahun 2021, kini pada 2025 menjadi 9,47%. Tak hanya peningkatan dalam sisi jumlah, dosen dan tenaga pendidik juga memborong banyak penghargaan pada lima tahun terakhir, termasuk anugerah UGM, Ambassador Award, dan World Top 2% Scientist.

Walikota Yogyakarta, Dr. dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam orasi ilmiahnya menyoroti bahwa dalam mewujudkan kesehatan masyarakat Jogja melalui pendekatan kebijakan sosial. Dari aspek kebersihan lingkungan, fasilitas publik, pentingnya perencanaan keluarga, masalah stunting, dan permasalahan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa untuk mengatasi hal tersebut tidak cukup dengan inovasi, tetapi juga revolusi. “Jika kita membuat inovasi, harapannya juga revolusioner bisa mendobrak tatanan sekaligus dapat merubah mindset,” terangnya.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D. mengucapkan selamat sekaligus mengapresiasi atas delapan dekade berdirinya FK-KMK UGM. Rektor mengapresiasi capaian FK-KMK yang berhasil menghasilkan berbagai prestasi dan inovasi berdampak, dari prestasi mahasiswa hingga hilirisasi produk kesehatan. “Selamat FK-KMK merayakan Dies ke-80 dan ini menjadi doa sekaligus harapan agar setiap karya yang diukir bisa menjadi kekuatan dan penentu arah perkembangan pendidikan serta pelayanan kesehatan negeri ini,” pungkas Ova.

Penulis : Fatihah Salwa Rasyid

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel UGM Siap Terima Calon Mahasiswa Asal Gaza Palestina pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-terima-calon-mahasiswa-asal-gaza-palestina/feed/ 0
Dies ke-78, FKG UGM Memperkuat Sosiopreneur di Bidang Kedokteran Gigi https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-78-fkg-ugm-memperkuat-sosiopreneur-di-bidang-kedokteran-gigi/ https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-78-fkg-ugm-memperkuat-sosiopreneur-di-bidang-kedokteran-gigi/#respond Thu, 05 Mar 2026 08:28:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=91422 Fakultas Kedokteran Gigi menggelar puncak Dies Natalis ke-78 dengan mengusung tema Memberdayakan Sosiopreneur di Bidang Kedokteran Gigi: Pendidikan dan Teknologi untuk Transformasi Kesehatan Mulut di Auditorium Lantai 3, Gedung Margono Soeradji FKG UGM, Kamis (5/3). Pada peringatan dies kali ini, Fakultas Kedokteran Gigi UGM terus berkomitmen dalam menjaga serta meningkatkan keunggulan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian […]

Artikel Dies ke-78, FKG UGM Memperkuat Sosiopreneur di Bidang Kedokteran Gigi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran Gigi menggelar puncak Dies Natalis ke-78 dengan mengusung tema Memberdayakan Sosiopreneur di Bidang Kedokteran Gigi: Pendidikan dan Teknologi untuk Transformasi Kesehatan Mulut di Auditorium Lantai 3, Gedung Margono Soeradji FKG UGM, Kamis (5/3). Pada peringatan dies kali ini, Fakultas Kedokteran Gigi UGM terus berkomitmen dalam menjaga serta meningkatkan keunggulan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hadir dalam Rapat Terbuka Senat, Rektor UGM Prof. Ova Emilia memberikan apresiasi  terhadap tema dies FKG kali ini yang secara khusus berfokus pada upaya mewujudkan pemberdayaan wirausahawan sosial di bidang kedokteran gigi melalui penguatan pendidikan dan adaptasi teknologi guna mewujudkan transformasi kesehatan gigi dan mulut. “Kita tidak bisa memungkiri bahwa perkembangan teknologi berdampak besar dalam proses pendidikan dan pelayanan kesehatan, dan salah satunya di bidang kedokteran gigi dan mulut,” ujarnya.

Rektor mengungkapkan terjadinya pergeseran pelayanan kedokteran gigi tidak lagi hanya terkait perubahan pola penggunaan alat namun juga terjadinya perubahan pengalaman pasien yang saat ini bisa mencari berbagai informasi kesehatan secara digital, dan perkembangan teknologi pelayanan kedokteran gigi dan mulut sudah seharusnya bisa diakses oleh seluruh masyarakat. Disinilah, katanya, arti penting peran Dental Sociopreneurs yang diharapkan mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kemajuan teknologi, dan Dental Sociopreneurs tentu bisa meniadi bagian dari paradigma baru pelayanan kedokteran Gigi di Indonesia yang komprehensif dengan mengutamakan aspek preventif, berbasis teknologi, serta menggunakan pendekatan holistik, inovatif, serta berpusat pada pasien. “Fakultas Kedokteran Gigi dalam hal ini berperan strategis sebagai ‘laboratorium’ pembelajaran untuk meninakatkan kualitas kompetensi SDM yang bisa dilakukan melalui transformasi kurikulum, penguatan program pengabdian masyarakat, peningkatan kualitas riset dan inovasi membangun jejaring sekaligus berbasis teknologi,” terangnya.

Dekan FKG UGM, Prof. drg. Suryono, Ph.D., S.H menyatakan Dies Natalis ke-78 FKG UGM di tahun 2026 menjadi penutup dari lima tahun masa jabatan pimpinan fakultas yang ditandai dengan berbagai capaian strategis hasil kerja berkelanjutan dengan berbagai kerja kolaboratif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika serta tantangan yang terus berkembang. “Selama lima tahun terakhir, Fakultas Kedokteran Gigi UGM terus berupaya melakukan penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan jejaring kerja sama,” paparnya.

Berbagai capaian kinerja yang berhasil diraih, disebutnya, merupakan hasil sinergi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan visi fakultas sebagai institusi pendidikan kedokteran gigi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mengakui tanpa kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan, capaian Target Capaian Kinerja (TCK) yang tertuang dalam program kerja fakultas tidak akan dapat terwujud. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan aktif dan memberikan dukungan sepanjang tahun 2025 dan selama lima tahun masa jabatan ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, iapun menyampaikan berbagai laporan perkembangan dan kemajuan dalam bidang terkait pendidikan berkualitas, inkusif, dan berkelanjutan dan ekosistem riset serta inovasi yang berdampak pada jejaring, pengabdian, dan dampak sosial. Disampaikan pula soal kampus yang kondusif, produktif, sehat, dan inklusif yang berdampak pada sumber daya manusia yang mampu menumbuhkan kapasitas, menjaga keberlanjutan jejak kepemimpinan dan keberlanjutan institusi.

Beberapa hal yang yang ia sampaikan terkait arah strategis pendidikan dan rekognisi global, diantaranya agenda penguatan reputasi menuju QS WUR by Subject Dentistry. Bahwa di tahun 2025 menjadi momentum akselerasi strategis FKG UGM dalam memperkuat pendidikan bermutu dan bereputasi global. Target Top 100 QS Dentistry ditegaskan melalui tata kelola akuntabel, riset produktif, dan kontribusi profesional, didukung Outcome-Based Education, integrasi digital dentistry, serta pengembangan kompetensi global mahasiswa.

Sementara rekognisi FKG UGM di Komunitas Akademik dan Profesional Nasional serta Internasional tercermin dari 285 kerja sama pada 2025 dengan kemitraan internasional yang terus meningkat, dari 4 di tahun 2022 menjadi 9 di tahun 2025 bersama universitas bereputasi dan WHO. Mobilitas akademik pun berkembang melalui partisipasi 22 mahasiswa dalam program student exchange 2021–2025 serta keterlibatan adjunct professor global. “Internasionalisasi dan Student Mobility Program student mobility menjadi instrumen strategis untuk memperluas cakrawala akademik. Melalui mekanisme inbound dan outbound, kita menciptakan ekosistem pembelajaran dua arah yang inklusif bagi seluruh sivitas akademika, tanpa membatasi peluang hanya pada program sarjana, melainkan juga membuka pintu seluas-luasnya bagi program pascasarjana,” imbuhnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel Dies ke-78, FKG UGM Memperkuat Sosiopreneur di Bidang Kedokteran Gigi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-78-fkg-ugm-memperkuat-sosiopreneur-di-bidang-kedokteran-gigi/feed/ 0
Prodi Antropologi, Arkeologi dan Sastra Inggris FIB UGM Peringkat 1 di Indonesia   https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-antropologi-arkeologi-dan-sastra-inggris-fib-ugm-peringkat-1-di-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-antropologi-arkeologi-dan-sastra-inggris-fib-ugm-peringkat-1-di-indonesia/#respond Wed, 04 Mar 2026 05:16:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=91354 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM melaksanakan Rapat Senat Terbuka untuk memperingati Dies Natalis ke- 80 pada Selasa (3/3) di  Auditorium Gedung Poerbatjaraka. Mengusung tema, “Delapan Dekade Membangun Peradaban”, FIB UGM telah banyak menorehkan prestasi dan kontribusi dalam pengembangan Ilmu Humaniora. Berdasarkan laporan dari Dekan FIB UGM, Prof Setiadi, menyampaikan Program Studi Antropologi, Arkeologi, dan Sastra […]

Artikel Prodi Antropologi, Arkeologi dan Sastra Inggris FIB UGM Peringkat 1 di Indonesia   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM melaksanakan Rapat Senat Terbuka untuk memperingati Dies Natalis ke- 80 pada Selasa (3/3) di  Auditorium Gedung Poerbatjaraka. Mengusung tema, “Delapan Dekade Membangun Peradaban”, FIB UGM telah banyak menorehkan prestasi dan kontribusi dalam pengembangan Ilmu Humaniora.

Berdasarkan laporan dari Dekan FIB UGM, Prof Setiadi, menyampaikan Program Studi Antropologi, Arkeologi, dan Sastra Inggris UGM berhasil meraih peringkat 1 nasional.  Untuk prodi Antropologi berada di peringkat 101-170 dunia. Sedangkan Prodi Arkeologi dan Antropologi berada di peringkat 151-200 dunia pada QS World University Rankings By Subject 2025. Bahkan pada tahun 2025, lembaga pemeringkat EduRank menempatkan Bidang Sastra FIB Universitas Gadjah Mada pada peringkat pertama dari 68 penyelenggara pendidikan sastra di Indonesia.

Lebih lanjut, FIB UGM juga menghasilkan 169 judul penelitian lintas disiplin atau setara dengan 201% dari target awal sebanyak 84 judul dengan tingkat sitasi publikasi dosen FIB UGM melonjak tajam dari 50 sitasi pada tahun 2022 menjadi 381 sitasi pada tahun 2025, juga pada tahun 2025, terdapat 5 jurnal di FIB yakni Deskripsi Bahasa, Bakti Budaya, Lembaran Antropologi, Gama JTS, dan Lembaran Sejarah yang berhasil mendapatkan indeksasi tingkat internasional DOAJ.

Di bidang program pertukaran mahasiswa, FIB pun sukses menerima 150 mahasiswa asing untuk semua jenjang, mencapai 150% dari target yang ditetapkan sebanyak 100 mahasiswa. Serta,  dalam 4 tahun terakhir, mahasiswa FIB sukses mengumpulkan 23 prestasi tingkat internasional, 224 prestasi nasional, dan 48 prestasi regional.

Menurut Setiadi, pencapaian-pencapaian yang dihasilkan oleh FIB UGM tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dan bukan hanya pencapaian sesaat. “Capaian ini merupakan puncak-puncak dari upaya kerja keras di atas fondasi keilmuan yang telah dibangun oleh para guru kita. Kita patut berterima kasih kepada para sesepuh, warga senior, dan pendiri Fakultas ini,” ujarnya.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia menyampaikan apresiasi atas prestasi yang dicapai oleh sivitas akademika FIB UGM. Menurut Rektor, di usia ke-80 tahun ini, kita bisa mengenang perjalanan panjang FIB dalam mendidik putra-putri terbaik bangsa. “Sejak berdirinya di tahun 1946, resiliensi, adaptasi, dan inovasi menjadi jawaban atas keteguhan Fakultas Ilmu Budaya dalam menghadapi tekanan segala zaman, tekanan akibat krisis ekonomi ataupun politik dan juga tantangan perubahan zaman. Dan ini membuktikan ketangguhan Fakultas dalam melahirkan alumi dengan karya-karya inovasi yang berdampak bagi negeri,” ujarnya.

Guru Besar Bidang Linguistik Antropologis UGM, Prof. Dr. Suhandano, M.A., pun turut menyampaikan Pidato Ilmiahnya yang bertajuk “Studi Bahasa dan Tantangannya pada Era Digital”. Dalam pidato ini, Suhandono memaparkan mengenai evolusi ilmu linguistik dari masa ke masa dan bagaimana ilmu tersebut diuji oleh perubahan cara manusia berkomunikasi di era digital saat ini.

Menurutnya, di era digital ini ada perbedaan dalam cara orang berbahasa. Saat ini, percakapan di media sosial seringkali melibatkan orang yang tidak saling mengenal sehingga normanya lebih longgar, memiliki gaya bahasa yang berbeda, dan banyak menggunakan emotikon. Ada pun tantangan terbesar yang terjadi pada era virtual ini adalah bahasa kerap digunakan untuk memanipulasi kebenaran dan membangun opini publik melalui buzzer (pendengung). “Opini publik yang sudah terbangun kadang tidak mudah diubah, tetapi kajian ilmiah bahasa tidak boleh tunduk pada opini tersebut,” ingatnya.

Lebih lanjut, Suhandano pun menekankan bahwa bahasa memengaruhi persepsi manusia terhadap dunia. Oleh karena itu, studi bahasa harus bisa membantu menyelesaikan masalah nyata di masyarakat, seperti menganalisis bagaimana bahasa di media massa membingkai isu “perubahan iklim” yang pada akhirnya memengaruhi kepedulian manusia terhadap lingkungan. “Studi bahasa saat ini menghadapi banyak tantangan, tetapi di balik tantangan itu, terdapat peluang untuk maju,” ujarnya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Prodi Antropologi, Arkeologi dan Sastra Inggris FIB UGM Peringkat 1 di Indonesia   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-antropologi-arkeologi-dan-sastra-inggris-fib-ugm-peringkat-1-di-indonesia/feed/ 0
FT UGM Beri Anugerah Herman Johannes Award ke Sukadji Ranuwihardjo https://ugm.ac.id/id/berita/ft-ugm-beri-anugerah-herman-johannes-award-ke-sukadji-ranuwihardjo/ https://ugm.ac.id/id/berita/ft-ugm-beri-anugerah-herman-johannes-award-ke-sukadji-ranuwihardjo/#respond Wed, 18 Feb 2026 02:52:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=90599 Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) merayakan Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-80 dengan menggelar Rapat Senat Terbuka, di SGLC, Jumat (13/2). Dekan FT UGM, Prof. Ir. Selo, Ph.D., menyampaikan bahwa transformasi Fakultas Teknik tidak hanya bertumpu pada implementasi riset, tetapi juga pada penguatan ketahanan institusi serta relevansinya terhadap kebutuhan industri dan masyarakat. Sinergi […]

Artikel FT UGM Beri Anugerah Herman Johannes Award ke Sukadji Ranuwihardjo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) merayakan Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT) ke-80 dengan menggelar Rapat Senat Terbuka, di SGLC, Jumat (13/2). Dekan FT UGM, Prof. Ir. Selo, Ph.D., menyampaikan bahwa transformasi Fakultas Teknik tidak hanya bertumpu pada implementasi riset, tetapi juga pada penguatan ketahanan institusi serta relevansinya terhadap kebutuhan industri dan masyarakat. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pengembangan co-working space, komitmen keberlanjutan berbasis zero waste, termasuk pembagian tumbler kepada mahasiswa baru, serta penguatan jejaring alumni melalui Career Summit dan KATGAMA Talk Series. Kerja sama internasional juga terus diperluas sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing global.

Ia menegaskan bahwa Fakultas Teknik memiliki konsekuensi sistemik dalam membangun budaya akademik yang berkelanjutan. “Tiap sivitas menyadari bahwa ketidakberaturan lahir dari ketidakpedulian. Ekosistem harus bergerak bukan karena keterpaksaan aturan, melainkan karena kesadaran bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Selo menyampaikan bahwa Fakultas terus mengembangkan upaya intelektual agar perjalanan delapan dekade tidak berhenti sebagai perayaan seremonial. Ia menguatkan bahwa fakultas ini dituntun menjadi pondasi kontribusi bagi bangsa. Sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan tersebut, Fakultas Teknik meluncurkan sejumlah publikasi yang merekam praktik, gagasan, dan capaian keberlanjutan di lingkungan kampus.

Selo menjabarkan peluncuran tiga buku, yakni Harmoni di Lorong Ilmu: Potret Keberlanjutan di Kampus Fakultas Teknik UGM, Cerita di Balik Dinding Hijau Kampus Teknik, serta Modul Pelatihan Pengelolaan Sampah. Ketiga buku tersebut merekam berbagai program, praktik baik, serta capaian Fakultas Teknik dalam membangun ekosistem akademik yang berkelanjutan.

Rangkaian puncak perayaan HPTT ke-80, dilanjutkan dengan orasi Sharlini Eriza Putri, Direktur Econexus.ai yang mengangkat tema AI, Entropi, dan, Peradaban. Menurutnya, kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat bumi mulai tergerus dan sumber daya perlahan menghilang. Kecerdasan buatan (AI) yang sudah meluas dan menjadi keseharian masyarakat disinyalir membutuhkan pasokan energi yang besar sejalan dengan penggunaannya.

Ia melanjutkan dengan menegaskan upaya bertahan hidup justru mengarah pada strategi yang melemahkan kemampuan manusia untuk bertahan. Krisis yang kini hadir bukan sekadar konflik manusia dengan alam, tetapi juga internal peradaban manusia melawan realitas yang diciptakan sendiri. “Kita sebagai generasi muda penting menggunakan AI dengan bijak. Misal fokus ke memahami rahasia alam tentang hal-hal magnificent atau kearifan lokal. Bisa juga dengan mengurangi curhat atau mengerjakan tugas kuliah mengandalkan AI,” tegasnya.

Rapat Senat Terbuka Dies ke-80 Fakultas TekT UGM disempurnakan dengan Penganugerahan Herman Johannes Award 2026 oleh KATGAMA kepada (alm.) Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo M.A., dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Suasana haru menyelimuti akhir rangkaian kegiatan ini. Mewakili pihak keluarga, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog., mengaku terharu dan mengucapkan terima kasih kepada KATGAMA yang memberikan penghargaan ini. Ia mengenang sosok alm. Sukadji sebagai panutan baik di keluarga maupun dalam dunia akademik. “Beliau memang orang yang luar biasa. Saya banyak belajar tentang kesederhanaan, kedermawanan dari beliau, serta keteguhan hatinya yang luas. Saya berterima kasih banyak atas apresiasi ini,” tutupnya haru.

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Salwa

Artikel FT UGM Beri Anugerah Herman Johannes Award ke Sukadji Ranuwihardjo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ft-ugm-beri-anugerah-herman-johannes-award-ke-sukadji-ranuwihardjo/feed/ 0
Dies ke-80, Fakultas Hukum UGM Peringkat 1 di Indonesia dan 201-250 Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-80-fakultas-hukum-ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-201-250-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-80-fakultas-hukum-ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-201-250-dunia/#respond Fri, 13 Feb 2026 10:16:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=90558 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16 dengan menggelar Rapat Senat Terbuka dengan tema “Konstitusi untuk Rakyat: Mengurai Ketidakadilan Struktural dan Mewujudkan Keadilan Agraria”, di Auditorium Gedung Fakultas Hukum UGM, Jum’at (13/2). Disamping penyampaian laporan tahunan oleh Dekan Fakultas Hukum, Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D, rapat senat diisi pula […]

Artikel Dies ke-80, Fakultas Hukum UGM Peringkat 1 di Indonesia dan 201-250 Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16 dengan menggelar Rapat Senat Terbuka dengan tema “Konstitusi untuk Rakyat: Mengurai Ketidakadilan Struktural dan Mewujudkan Keadilan Agraria”, di Auditorium Gedung Fakultas Hukum UGM, Jum’at (13/2). Disamping penyampaian laporan tahunan oleh Dekan Fakultas Hukum, Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D, rapat senat diisi pula penyampaian orasi ilmiah oleh Prof. Ward Berenschot, Guru Besar University of Amsterdam & KITLV Leiden.

Rektor UGM Prof. Ova Emilia  menyampaikan ucapan selamat Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16 untuk Fakultas Hukum UGM yang tahun ini mengusung tema mengenai “Konstitusi untuk Rakyat: Mengurai Ketidakadilan Struktural dan Mewujudkan Keadilan Agraria”. Menurutnya, di usia ke 80 tahun FH UGM membawa misi pengembangan ekosistem keilmuan dengan melakukan berbagai kajian akademis terkait permasalahan agraria.  “UGM tentu mendorong berbagai program riset unggulan ataupun riset trans dan interdisiplin berdampak yang dikembangkan sivitas Fakultas Hukum untuk menyelesaikan permasalahan bangsa. Fakultas Hukum UGM yang memberikan perhatian secara khusus pada terwujudnya keadilan agraria ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rektor mengucapkan selamat kepada Fakultas Hukum yang pada awal tahun 2026 ini berhasil meraih prestasi di tingkat internasional melalui capaian dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) by Subject 2026, dengan menempati peringkat 1 nasional serta berada pada peringkat 201–250 dunia untuk bidang hukum. “Akhir kata, semoga melalui peringatan Dies Natalis ini kita senantiasa bisa memperbarui semangat untuk terus berkarya di bidang tridarma terutama untuk terus berkontribusi mewujudkan kesejahteraan dan keadilan pembangunan bangsa,” terangnya.

Dekan Fakultas Hukum UGM Dr. Dahliana Hasan menyatakan seluruh kemajuan yang telah dicapai Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada hingga saat ini merupakan akumulasi dari perjuangan dan kerja keras dari seluruh pihak dan kepemimpinan fakultas secara berkelanjutan, serta dari para pendahulu yang telah mewariskan dasar yang kuat bagi kemajuan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Pada kesempatan ini, iapun menyampaikan laporan capaian Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada di tahun 2025 dan rencana pengembangan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada di tahun depan.

Selain menyampaikan laporan bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dekan menyampaikan pula berbagai kemajuan bidanf Kerja Sama dan Alumni, Keuangan, Infrastruktur dan fasilitas, Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Publikasi, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Teknologi dan Sistem Informasi. Dekan menyebut Fakultas Hukum UGM secara konsisten mempertahankan kualitas akademiknya melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Hal tersebut tercermin dalam capaian peringkat nasional dan global pada tahun 2025, dan berdasarkan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2025, Fakultas Hukum UGM berhasil mempertahankan posisinya di peringkat ketiga secara nasional dan berada pada rentang peringkat 201–250 dunia.

Selain itu, Fakultas Hukum UGM juga kembali menorehkan prestasi melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) by Subject dengan menempati peringkat 201-250 dunia serta mempertahankan peringkat pertama secara nasional. “Capaian ini menunjukkan konsistensi Fakultas Hukum UGM dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Sebanyak 214 bentuk kerja sama telah dilakukan Fakultas Hukum UGM sepanjang Tahun 2025. Diakui semua kerja sama tersebut tidak lepas dari peran serta mitra kerja sama yang pada Tahun 2025. “Tercatat berjumlah 97 mitra kerja sama aktif, baik mitra dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, sebanyak 117 kegiatan kerja sama telah diselenggarakan oleh Departemen, Pusat Kajian, dan LO/LSO,” ucapnya.

Di sepanjang tahun 2025 juga telah dilakukan kerja sama di tingkat internasional. Berbagai kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan MoU dengan beberapa mitra internasional, antara lain Fakultas Hukum UGM dengan Durham Law School, University of Durham, Hong Kong Association for International Communication of Higher Education Limited, dan Maastricht University. Selain itu mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada juga kembali menunjukkan capaian prestasi yang membanggakan di sepanjang tahun 2025. Prestasi tersebut diraih melalui berbagai ajang kompetisi di tingkat regional, nasional, maupun internasional. “Tercatat kita berhasil meraih 123 prestasi dari 129 kompetisi tingkat nasional, dan 23 medali dari 26 even di tingkat internasional. Capaian tentu mencerminkan keberlanjutan peningkatan kualitas dan daya saing mahasiswa dibandingkan tahun sebelumnya, yang didukung oleh peran aktif seluruh sivitas akademika serta upaya berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi dan keterampilan mahasiswa,” paparnya.

Sementara itu, Ward Berenschot dalam orasinya mengungkapkan kemerdekaan Indonesia tidak secara fundamental membongkar arsitektur hukum di Indonesia. Terlepas adanya reformasi hukum dan dekolonisasi, termasuk adopsi baru KUHP, namun sistem hukum Indonesia dinilainya tetap masih dipengaruhi oleh virus kolonial. “Sedikit  perubahan telah ada, sayang hukum terus saja tetap terkesan memfasilitasi pengambilan sumber daya dan akumulasi oleh elit dengan mengorbankan rakyat biasa,” paparnya.

Dalam puncak Dies ke 80 Fakultas Hukum UGM juga diberikan UGM Law School Award kepada tiga insan terpilih. Mereka yang mendapat penghargaan ini adalah Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M kategori tokoh alumni kontributif, Aat Rahmawati, S.P kategori tokoh pelopor berkelanjutan, dan Vincen Kwipalo kategori tokoh pejuang keadilan di Papua.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel Dies ke-80, Fakultas Hukum UGM Peringkat 1 di Indonesia dan 201-250 Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-80-fakultas-hukum-ugm-peringkat-1-di-indonesia-dan-201-250-dunia/feed/ 0
Fakultas Psikologi UGM Diminta Berkontribusi dalam Penanganan Kesehatan Mental Generasi Muda  https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-psikologi-ugm-diminta-berkontribusi-dalam-penanganan-kesehatan-mental-generasi-muda/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-psikologi-ugm-diminta-berkontribusi-dalam-penanganan-kesehatan-mental-generasi-muda/#respond Fri, 09 Jan 2026 06:55:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=89176 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada mengatakan Rapat Senat Terbuka sebagai puncak peringatan Dies ke-61 resmi  pada Kamis (8/1) di ruang auditorum Fakultas Psikologi. Dalam pidato Dekan Fakultas Psikologi, Rahmat Hidayat, Ph.D., menyampaikan komitmen Fakultas Psikologi UGM untuk terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan psikologi yang unggul, relevan, dan berdampak sebagai hub science yang menjembatani riset, […]

Artikel Fakultas Psikologi UGM Diminta Berkontribusi dalam Penanganan Kesehatan Mental Generasi Muda  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada mengatakan Rapat Senat Terbuka sebagai puncak peringatan Dies ke-61 resmi  pada Kamis (8/1) di ruang auditorum Fakultas Psikologi. Dalam pidato Dekan Fakultas Psikologi, Rahmat Hidayat, Ph.D., menyampaikan komitmen Fakultas Psikologi UGM untuk terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan psikologi yang unggul, relevan, dan berdampak sebagai hub science yang menjembatani riset, pendidikan, dan praktik berbasis bukti, dengan pijakan kuat pada nilai-nilai pancasila dan kebudayaan bangsa. Menurutnya, peringatan Dies Natalis ke-61 kali ini tidak hanya menandai perjalanan waktu, tetapi juga menjadi titik refleksi strategis untuk meneguhkan arah dan peran Fakultas Psikologi di tengah dinamika perkembangan teknologi.

“Di tengah dinamika eksternal yang kompleks seperti perubahan regulasi pendidikan tinggi dan profesi psikologi, tuntutan akuntabilitas publik yang semakin tinggi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kontribusi psikologi dalam isu kesehatan mental, kesejahteraan, pendidikan, dan dunia kerja,” katanya.

Di bidang akademik, Fakultas Psikologi UGM menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang cukup tinggi. Hal tersebut tercermin dari tingginya tingkat persaingan yang menegaskan posisi Fakultas Psikologi UGM sebagai salah satu institusi pendidikan psikologi paling diminati di Indonesia.  Hal tersebut didukung dengan berbagai upaya penyesuaian dan inovasi kebijakan akademik. “Sejalan dengan penguatan akademik, Fakultas Psikologi UGM menempatkan kesejahteraan mahasiswa sebagai prioritas melalui penyediaan layanan kesehatan mental gratis serta dukungan finansial yang berkelanjutan,” ungkap Rahmat.

Sepanjang 2025, Fakultas Psikologi menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Dana Dosen Peduli kepada mahasiswa yang membutuhkan. Selain itu, diterapkan kebijakan pengembalian UKT bagi mahasiswa yang lulus tepat waktu dan keringanan UKT bagi mahasiswa sarjana reguler, sebagai insentif akademik dan dukungan terhadap keberhasilan studi.

Tahun 2025 juga menjadi tonggak penting bagi Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog di Fakultas Psikologi UGM. “Untuk pertama kalinya, Fakultas Psikologi UGM meluluskan dan melantik angkatan pertama Psikolog umum”, tuturnya.

Selain itu, Fakultas Psikologi UGM juga menyelenggarakan Program Bridging Course bagi calon mahasiswa profesi, sebagai jembatan antara kurikulum sarjana dan tuntutan pendidikan profesi.

Di bidang publikasi ilmiah, Fakultas Psikologi UGM mempertahankan produktivitas dan kualitas keluaran riset. Tercatat 48 artikel pada jurnal internasional Tier I dan II, disertai peningkatan publikasi pada Tier III dan IV. Tingkat kolaborasi internasional mencerminkan keterlibatan aktif fakultas dalam jejaring riset global.

Fakultas Psikologi UGM juga turut andil dalam program pengabdian kepada masyarakat secara masif dan terintegrasi dengan hasil penelitian. Kegiatan PKM mencakup pendampingan komunitas, psikoedukasi publik, penguatan kapasitas profesional, hingga respons kebencanaan, dengan fokus pada anak, remaja, keluarga, lansia, dan kelompok rentan.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia dalam pidato sambutannya, mengatakan Ilmu psikologi memiliki peran dan kontribusi dalam pembangunan menjadikan bangsa ini menjadi tangguh dan sejahtera. Universitas memiliki mandat untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas melalui pembangunan karakter, kesejahteraan mental, dan menggiatkan literasi dan advokasi berbasis keilmuan. “Kesehatan mental menjadi kata kunci pembangunan yang kuat sebagai modal sosial untuk menjadi bangsa yang tangguh”, tuturnya.

Beliau juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kontribusi Fakultas Psikologi pada bencana di Sumatra. Melalui program pemulihan psikososial terintegrasi pada komunitas terdampak Fakultas Psikologi mampu membantu pemulihan masyarakat dan kelompok rentan.

Dalam kesempatan itu, Ova Emilia pun membahas mengenai persoalan kesehatan mental dengan adanya fenomena bunuh diri dan depresi yang mengancam generasi muda di Indonesia. Sehingga program – program yang dilahirkan dari Fakultas Psikologi UGM menurutnya sangat bermanfaat untuk memberikan kontribusi untuk bangsa.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Fakultas Psikologi UGM Diminta Berkontribusi dalam Penanganan Kesehatan Mental Generasi Muda  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-psikologi-ugm-diminta-berkontribusi-dalam-penanganan-kesehatan-mental-generasi-muda/feed/ 0
Kampus Berdampak, Memperkuat Kontribusi Kemanusiaan https://ugm.ac.id/id/berita/kampus-berdampak-memperkuat-kontribusi-kemanusiaan/ https://ugm.ac.id/id/berita/kampus-berdampak-memperkuat-kontribusi-kemanusiaan/#respond Fri, 19 Dec 2025 08:11:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=88400 Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, Universitas Gadjah Mada membentuk Emergency Response Unit sebagai bentuk tanggung jawab institusional terhadap kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan. Pasca bencana, UGM segera memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak bencana melalui penggalangan dana bersama sivitas, mitra dan alumni. UGM mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang […]

Artikel Kampus Berdampak, Memperkuat Kontribusi Kemanusiaan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, Universitas Gadjah Mada membentuk Emergency Response Unit sebagai bentuk tanggung jawab institusional terhadap kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan. Pasca bencana, UGM segera memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak bencana melalui penggalangan dana bersama sivitas, mitra dan alumni. UGM mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak. Tercatat ada 217 mahasiswa UGM yang terdampak bencana tersebut, terdiri 81 mahasiswa dari Aceh, 93 dari Sumatra Utara, dan 43 dari Sumatra Barat. 

Selain melakukan pendataan mahasiswa yang terdampak, UGM memberikan bantuan serta pendampingan yang diperlukan. Dari hasil pendataan, kebutuhan bantuan mahasiswa terdampak cukup beragam, mulai dari keringanan UKT, bantuan biaya hidup harian, bantuan makan, paket sembako, bantuan biaya kos, hingga pendampingan konseling. Bahkan, beberapa mahasiswa berpotensi mengajukan cuti akademik akibat kondisi keluarga di daerah asal yang kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, maupun sumber penghasilan. 

Tidak hanya itu, UGM juga memberangkatkan tim relawan yang terdiri dari tim medis yang terdiri dari dari dokter spesialis lintas disiplin, perawat, apoteker, nutrisionis, dan sanitarian dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) dan RSA UGM ke lokasi terdampak bencana. Para relawan tersebut melakukan pendataan kebutuhan obat-obatan dan alat medis, serta berkoordinasi dengan rumah sakit setempat untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan secara optimal. Selama masa tanggap darurat ini, UGM sudah mengirim empat tim medis secara bergantian untuk memberikan bantuan kesehatan sekaligus memetakan kapasitas rumah sakit di Aceh.

Sementara dari Tim psikososial, UGM juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan psikologis penyintas. Tim ini berperan melakukan pendampingan langsung di lokasi bencana dan telah mengirimkan sejumlah anggota untuk terlibat secara aktif. Di samping itu, tim ini menyelenggarakan pelatihan pendampingan psikososial bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala, sebagai upaya memperkuat kapasitas pendampingan yang berkelanjutan di wilayah terdampak. Beberapa tim juga melakukan pengembangan teknologi terapan dengan memasang alat penjernih air bertenaga surya di puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara serta pemasangan alat deteksi banjir dan tsunami di Aceh.

Terkait dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, UGM tengah menyusun rekomendasi yang dapat digunakan oleh pemerintah. Rekomendasi tersebut mencakup penyediaan hunian dan kawasan sementara, pemulihan ekonomi serta sosial budaya, hingga pembahasan aspek hukum dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Mengingat dampak bencana yang sangat luas dan masif, keberadaan hunian sementara sebelum transisi menuju hunian tetap menjadi kebutuhan yang sangat krusial.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ova Emilia,  pada puncak peringatan Dies Natalis ini, Jumat (19/12), di Grha Sabha Pramana, menyampaikan ungkapan belasungkawa dan simpati mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. “Semoga keluarga terdampak senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, pemulihan yang cepat, serta nantinya lebih kuat,” katanya.

Dikatakan Rektor, UGM turut menjadi bagian dari gerakan solidaritas untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah dengan mengirimkan bantuan ke lokasi bencana, UGM mengembangkan geoportal basis data, melakukan kajian eksisting bencana, menyusun sop dan mitigasi bencana,  menyusun skenario rehabilitasi dan rekonstruksi, melakukan pendampingan psikososial, dan mengelola komunikasi publik terkait mitigasi bencana. Bahkan untuk memperkuat kontribusi kemanusiaan, UGM juga bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk alumni, filantropis, BRIN, dan pemerintah pusat. “Berbagai inisiatif tersebut, saat ini diintegrasikan dengan langkah pemerintah pada masa tanggap darurat dan dalam penyusunan roadmap rehabilitasi-rekonstruksi yang dikoordinir oleh Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,”ujarnya. 

Kampus Berdampak

Mengusung tema Dies “Kampus Sehat, Pilar Kemandirian dan Ketahanan Bangsa” menegaskan Universitas Gadjah Mada dalam menjaga marwah institusi pendidikan tinggi berkomitmen menyediakan ruang pendidikan, serta ekosistem akademik bermutu dan berdampak. Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab UGM terhadap kemanusiaan, solidaritas kebangsaan, dan mendorong model pembangunan berkelanjutan yang adaptif terhadap perubahan iklim. 

Sebagai kampus berdampak, UGM di tahun 2025 ini berhasil menunjukkan berbagai kontribusi pengembangan di bidang kualitas sumber daya manusia, sosial-kemasyarakatan, dan perekonomian yang menjangkau aneka sektor, mulai dari upaya mendorong kemandirian bahan baku obat dan alat-alat kesehatan, penanganan stunting, TBC, mewujudkan kedaulatan pangan dan transisi energi yang berkeadilan, hingga melakukan adaptasi lingkungan, pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan, dan pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Dalam berbagai proses tersebut, UGM senantiasa berpegang pada tiga prinsip, yakni merakyat, mandiri, dan berkelanjutan

Sebagai universitas nasional, UGM memegang mandat sosial untuk menyelenggarakan fungsi pendidikan tinggi yang berkualitas serta terjangkau oleh masyarakat. Untuk menjaga keterjangkauan biaya pendidikan, UGM merancang program beasiswa. Pada tahun 2025 ini, UGM berhasil menggandeng kurang lebih 229 mitra penyedia beasiswa dan menjangkau sekitar 18.617 mahasiswa penerima manfaat. 

Dari sisi kemandirian pembiayaan, UGM juga menggiatkan berbagai program kerja sama di bidang tridarma, pemanfaatan aset, dan pemasukan pendanaan dari unit usaha UGM guna menopang biaya operasional pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menjamin peningkatan kualitas pendidikan, perluasan akses publik bagi pendidikan, dan penguatan daya saing SDM nasional, UGM merancang Ekosistem Pembelajaran Inovatif (EPI) sebagai wujud transformasi pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan masa depan. Inovasi dihadirkan dalam EduTech, melalui penyediaan MOOC di platform LMS eLOK—untuk kalangan internal, dan UGM Online—untuk publik. EPI yang dapat diakses oleh masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen inklusivitas pengetahuan UGM. Langkah-langkah strategis ini tidak lain untuk mewujudkan UGM yang merakyat dan inklusif. 

Penguatan ekosistem inovasi berbasis kolaborasi dapat dilakukan melalui video diseminasi pengetahuan, yang efektif dalam menyebarkan informasi, menginspirasi kolaborasi lintas disiplin, dan memperkuat integrasi inovasi. Dengan penyampaian visual yang mudah diakses, ekosistem inovasi dapat berkembang lebih cepat, meningkatkan manfaat inovasi bagi masyarakat, serta mendorong partisipasi aktif dalam menciptakan solusi berkelanjutan. “UGM telah merilis 854 video diseminasi pengetahuan dari berbagai kluster di UGM, termasuk 531 video karya dosen yang tersedia di UGM Channel,” paparnya.

Untuk menjamin peningkatan kualitas SDM, UGM selalu memperhatikan bonus demografi. Pada satu sisi bonus demografi merupakan peluang dan modal kemajuan, tetapi pada sisi lain menjadi tantangan, terutama ketika kualitas kesehatan—fisik dan mental, serta berbagai penyakit degeneratif masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, kualitas kesehatan adalah kunci karena menjadi prasyarat absolut lahirnya berbagai inovasi dan pengembangan iptek, yang menjadi pilar penting bagi resiliensi dan kedaulatan bangsa di tengah situasi global yang sangat dinamis. Rektor Ova menyebutkan sampai sekarang ini jumlah alumni UGM tercatat sebanyak 410.128 orang yang tersebar di berbagai daerah hingga ke manca negara. 

Karya Riset dan Inovasi

Membangun kemandirian universitas berarti juga membangun sebuah pilar kedaulatan bangsa. Universitas dalam hal ini memiliki peran krusial dan menjadi pusat inovasi teknologi serta hilirisasi riset sebab bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang memiliki kemandirian secara intelektual dan teknologi. “Kita semua tentu meyakini bahwa riset dan inovasi menjadi elemen sangat penting bagi penguatan posisi pendidikan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan,” tuturnya. 

Luaran hasil riset, inovasi, dan prototipe produk yang dihasilkan pendidikan tinggi diharapkan mampu menopang kedaulatan bangsa. Namun, di sisi lain, sebagian besar produk hasil riset pendidikan tinggi di Indonesia belum terpetakan, dan masih menghadapi persoalan sangat besar dalam hal izin produksi dan izin edar pada skala industri. Pada titik ini keberpihakan negara untuk menciptakan ekosistem inovasi dan hilirisasi menjadi sangat krusial bagi penguatan perguruan tinggi di Indonesia. Untuk menyikapi situasi tersebut, UGM berupaya untuk membangun ekosistem riset dan inovasi dengan mengorkestrasi berbagai komponen. Hal ini dimulai dari menetapkan flagship penelitian, memperkuat kelembagaan riset, memperbaiki sarana prasarana riset, dan membangun jejaring kemitraan riset seperti MIT REAP, Kedaireka, ADB, Primestep, dan PUAPT. 

Selain itu, UGM juga memperkuat siklus riset ke hilirisasi mulai dari pengujian produk, penguatan R&D dan inovasi, fabrication laboratories, hingga katalisasi pengembangan kewirausahaan dan inovasi melalui UGM Science Technopark, dan pengembangan Intelectual Property Management Office (IPMO). Siklus tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem inkubasi dan akselerasi dengan luaran industrialisasi produk. 

Perjalanan UGM hingga berusia 76 tahun ini tidak hanya melahirkan tokoh kepemimpinan bangsa dan para penggerak pembangunan sosial ekonomi di berbagai bidang, tetapi juga melahirkan berbagai karya riset dan inovasi yang dibutuhkan industri. Di bidang energi, UGM berhasil mengembangkan inovasi untuk sumber alternatif Energi Baru Terbarukan (EBT) Biodiesel dan Bioetanol dalam kawasan hutan, yakni pengembangan bioetanol dari tanaman sorgum dimana 100 ml air gula sorgum tersebut dapat menghasilkan 60 ml bioetanol lalu 3 batang tanaman sorgum bisa menghasilkan 100 ml air gula sorgum.

Selanjutnya di bidang pangan, inovasi UGM telah menghasilkan berbagai komoditas pangan dan pengolahan melalui label Gamafood. Di bidang teknik, berbagai inovasi juga telah dilahirkan dan diserap industri. Sementara itu, di bidang sosio humaniora, berbagai engineering kebijakan dan penguatan fondasi masyarakat semakin meneguhkan relevansi kampus terhadap tantangan sosial. Khususnya, di bidang inovasi kesehatan dan farmasi, UGM di antaranya berhasil melakukan hilirisasi produk seperti Rapid Assessment Diabetic Retinopathy (RADR), RZ-VAC (Vacuum Assisted Closure), Dental SilkBon, Divabirth, Aphrofit, dan Konilife Memora. Lalu ImunoGama  Konilife Memora, Essonina, OST-D, Hesdrink.

Untuk publikasi internasional, tercatat sebanyak 1.825 publikasi yang didominasi artikel jurnal dengan melibatkan 690 kolaborasi internasional. UGM terus mendorong riset yang melibatkan kolaborasi termasuk kolaborasi dengan peneliti yang berasal dari berbagai institusi dan negara yang berbeda. Pasalnya, kolaborasi riset berpotensi untuk meningkatkan visibilitas dan dampak hasil riset yang lebih besar di komunitas ilmiah serta membantu peneliti untuk menyajikan solusi yang lebih komprehensif dan efektif. Setidaknya, UGM memiliki 12 Jurnal yang sudah terindeks di SCOPUS untuk mendukung peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi UGM. Capaian publikasi dan sitasi berdampak pada reputasi dosen di tingkat internasional. “Kita cukup berbangga, di tahun ini, 14 Dosen UGM Masuk Top 2% World Scientist 2025 dirilis oleh Stanford University, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 7 dosen,” katanya.

Untuk hilirisasi dan komersialisasi riset, UGM juga melakukan penguatan dan pengawalan inovasi dengan tingkat kesiapan teknologi dimana adanya penerimaan royalti dari hasil Inovasi produk yang diadopsi oleh Mitra Industri seperti Pengiriman tahap pertama 10 ton Benih Gamagora ke PT. Agrinas, Hilirisasi Ventilator Venindo, dan Makloon Coklat UGM CTLI untuk ATJ dan Tokyo Food. “Untuk padi Gamagora, produksi benih sudah mencapai 28,6 ton yang tersebar di 15 kabupaten dan kota diseluruh Indonesia,” ungkapnya.

Pengabdian kepada Masyarakat

Menjadi Universitas Berdampak juga menyangkut bagaimana memberdayakan masyarakat. Di arena ini, UGM mengembangkan pengetahuan tepat guna melalui program pengabdian dan KKN-PPM atau KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat yang menjadi bagian dari program inklusif berdampak bagi masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Sepanjang tahun 2025 ini, UGM telah menerjunkan sekitar 9.242 Mahasiswa ke 35 Provinsi, 28 Kabupaten/ Kota dan lebih dari 500 Desa/Kelurahan.

Program ini juga berhasil memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kagama untuk pengembangan inovasi maupun peningkatan advokasi sosial sebagai bentuk penguatan kapasitas masyarakat. KKN-PPM bahkan sudah mendapatkan apresiasi dari Presiden Timor Leste dan berbagai mitra KKN-PPM sebagai keunggulan akademik UGM dan dapat direplikasi secara internasional. Internasionalisasi program pendidikan maupun pengabdian masyarakat di perguruan tinggi tidak terlepas dari peran digitalisasi teknologi informasi dan komunikasi yang merupakan bentuk nyata globalisasi yang ditopang oleh perkembangan teknologi.

Di akhir pidato, Rektor Ova menegaskan usaha kolektif yang bersifat kelembagaan dalam penguatan pendidikan, riset, publikasi dan reputasi alumni tercermin dalam hasil pemeringkatan QS WUR UGM yang pada tahun 2026 dimana UGM berhasil mencapai peringkat ke-224 dunia. Capaian reputasi ini berarti bahwa UGM mengalami lompatan sebesar 15 tingkat dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, indikator Academic Reputation, yang menjadi salah satu komponen utama dalam QS WUR, juga berhasil naik 11 peringkat menjadi peringkat 134 dunia. 

Sementara di pemeringkatan QS Sustainability Ranking 2026, UGM berhasil menduduki peringkat pertama di Indonesia dan peringkat 409 di tingkat global. Capaian ini mencerminkan upaya UGM yang berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial. “Terima kasih kepada seluruh sivitas universitas dan semua pihak yang telah memberikan kontribusi positif bagi pengembangan UGM. Kita selalu berupaya untuk membangun kemandirian. Namun, translasi kemandirian bangsa ini tentu memerlukan upaya kolektif kita semua sebagai bangsa dan negara,” terangnya. 

Untuk mengantisipasi perkembangan masa depan, UGM berkomitmen untuk memperkuat kapabilitas dinamis dan mengubah budaya dari Teaching Culture menjadi Research and Innovation Culture. Ova menekankan beberapa komitmen UGM untuk menggiatkan program strategis dan mendukung perubahan budaya baru yang berdampak bagi pembangunan bangsa. Pertama, meningkatkan kualitas lulusan berdaya saing global. Kedua, menggiatkan ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi untuk mewujudkan kemandirian bangsa. Ketiga, menggiatkan program pengabdian masyarakat berbasis “Socio-techno Innovation”. Keempat, memperkuat ekosistem pendukung tridarma dengan mewujudkan green campus dan intelligent university secara berkelanjutan. 

Dengan sejumlah program yang telah dirancang dan dijalankan, UGM berharap mampu meneguhkan posisi diri sebagai enabler pembangunan SDM dan pengembangan teknologi masa depan. Melalui semangat, “Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan”, UGM memiliki harapan menjadi perguruan tinggi yang senantiasa mempersembahkan karya pendidikan, penelitian, dan pengabdian dengan berorientasi pada kepentingan masyarakat, mendukung kedaulatan bangsa, serta mendorong pembangunan berkelanjutan. 

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Kampus Berdampak, Memperkuat Kontribusi Kemanusiaan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kampus-berdampak-memperkuat-kontribusi-kemanusiaan/feed/ 0
UGM Teguhkan Komitmen Kampus Sehat sebagai Pilar Kemandirian https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-teguhkan-komitmen-kampus-sehat-sebagai-pilar-kemandirian/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-teguhkan-komitmen-kampus-sehat-sebagai-pilar-kemandirian/#respond Fri, 19 Dec 2025 07:53:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=88389 Universitas Gadjah Mada menggelar Rapat Senat Terbuka sebagai puncak peringatan Dies Natalis ke-76 dengan tema Kampus Sehat, Pilar Kemandirian dan Ketahanan Bangsa pada Jumat (19/12) di Grha Sabha Pramana. Agenda tahunan ini menjadi ruang refleksi perjalanan UGM dalam meneguhkan peran keilmuan yang berpihak pada kemanusiaan dan keberlanjutan. Hadirnya sivitas, alumni, serta para mitra menandai kuatnya […]

Artikel UGM Teguhkan Komitmen Kampus Sehat sebagai Pilar Kemandirian pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada menggelar Rapat Senat Terbuka sebagai puncak peringatan Dies Natalis ke-76 dengan tema Kampus Sehat, Pilar Kemandirian dan Ketahanan Bangsa pada Jumat (19/12) di Grha Sabha Pramana. Agenda tahunan ini menjadi ruang refleksi perjalanan UGM dalam meneguhkan peran keilmuan yang berpihak pada kemanusiaan dan keberlanjutan. Hadirnya sivitas, alumni, serta para mitra menandai kuatnya ikatan UGM sebagai rumah bersama pengabdian ilmu. Di usia ke-76, UGM menegaskan tekad untuk terus tumbuh sebagai universitas yang relevan dan berdampak bagi bangsa.

Dalam Laporan Tahunan Rektor, UGM mengawali rangkaian acara dengan menyampaikan duka mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Ungkapan belasungkawa tersebut menjadi pengingat bahwa empati dan solidaritas merupakan nilai dasar yang terus dihidupi oleh universitas. Rektor, Prof. Ova Emilia, mengungkapkan bahwa UGM turut mengambil peran aktif melalui berbagai inisiatif kemanusiaan yang melibatkan lintas fakultas, alumni, dan mitra strategis. “Atas nama Universitas Gadjah Mada, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, semoga diberikan ketabahan dan pemulihan,” ujarnya.

Dari refleksi kemanusiaan, Rektor kemudian mengulas capaian UGM sekaligus arah transformasi kampus ke depan. UGM menempatkan riset dan inovasi sebagai penggerak utama untuk menjawab tantangan global dan nasional. Pergeseran dari teaching university menuju universitas berbasis riset dan inovasi dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran kampus bagi masyarakat. “UGM berkomitmen mengubah budaya akademik dari teaching culture menjadi research and innovation culture agar riset dan inovasi yang kami hasilkan bisa memberi dampak nyata,” tegasnya.

Transformasi tersebut berangkat dari kesadaran bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang sehat dan tangguh. Kesadaran inilah yang mengemuka dalam pidato Dies Natalis yang disampaikan Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., M.P.H. Ia menekankan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam memanfaatkan bonus demografi Indonesia. “Jika kualitas kesehatan dan pendidikan tidak diperbaiki, bonus demografi bisa berubah menjadi beban dan kita kehilangan peluang emas,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Utarini mengurai berbagai tantangan kesehatan generasi muda yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari gizi, kesehatan mental, hingga dampak lingkungan dan perubahan iklim, seluruhnya saling terkait dalam membentuk kualitas hidup manusia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar kebijakan dan inovasi benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari. “Kita harus membangun jembatan antara sains dan kemanusiaan agar inovasi hadir dalam realitas sosial,” katanya.

Anugerah Universitas Gadjah Mada

Upaya membangun generasi sehat perlu berjalan seiring dengan penguatan kemandirian dan kewirausahaan. Semangat ini tercermin dalam penyerahan Anugerah Universitas Gadjah Mada bidang pengembangan kewirausahaan kepada Prof. (em) Eka Sari Lorena Soerbakti. Ia terlibat aktif dalam pengembangan ekosistem UGM Preneurs bersama Fakultas Teknologi Pertanian dan sejumlah fakultas lain untuk menjembatani riset akademik dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Ekosistem ini dirancang agar mahasiswa memahami proses hilirisasi inovasi, penguatan ekosistem usaha, hingga keberlanjutan gagasan berbasis ilmu. “Kami ingin mahasiswa UGM mandiri, berani menciptakan hal baru, dan membawa riset agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.

Eka berujar penguatan kewirausahaan itu berlanjut pada upaya membangun ekosistem yang memungkinkan inovasi tumbuh secara berkelanjutan. Kolaborasi antara universitas, industri, dan masyarakat dipandang sebagai kunci agar gagasan tidak berhenti di ruang akademik. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, mahasiswa diharapkan mampu berkiprah di tingkat nasional maupun global. “UGM memiliki potensi besar, mahasiswanya tidak kalah pintar dari mahasiswa asing. Jadi saya yakin UGM bisa melahirkan wirausaha berkarakter yang berkontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.

Semangat menghadirkan riset yang berdampak bagi publik juga tercermin pada penguatan bidang strategis lain, yakni riset kehalalan produk. Anugerah UGM bidang pengembangan riset kehalalan produk dianugerahkan kepada Prof. Abdul Rohman dari Fakultas Farmasi. Ia menegaskan pentingnya riset halal berbasis sains untuk menjawab kebutuhan regulasi dan perlindungan konsumen di Indonesia. “UGM hadir untuk menjawab tantangan riset halal melalui pendekatan ilmiah yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Rangkaian Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-76 UGM menegaskan peran kampus sebagai ruang bertemunya ilmu, empati, dan keberpihakan pada masa depan bangsa. Dari refleksi kemanusiaan, penguatan riset, hingga apresiasi atas dedikasi sivitas akademika, UGM menunjukkan arah transformasi yang konsisten. Kampus sehat dimaknai sebagai ekosistem yang menumbuhkan manusia secara utuh, baik fisik, mental, maupun sosial. Dengan semangat tersebut, UGM melangkah ke usia 76 tahun sebagai pilar kemandirian dan ketahanan bangsa.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel UGM Teguhkan Komitmen Kampus Sehat sebagai Pilar Kemandirian pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-teguhkan-komitmen-kampus-sehat-sebagai-pilar-kemandirian/feed/ 0