Kuliah Kerja Nyata Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/category/seputar-kampus/kuliah-kerja-nyata/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 28 Aug 2026 09:16:48 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Dukung Pengelolaan Lingkungan Berbasis Data, Tim KKN UGM kembangkan WebGIS  https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengelolaan-lingkungan-berbasis-data-tim-kkn-ugm-kembangkan-webgis/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengelolaan-lingkungan-berbasis-data-tim-kkn-ugm-kembangkan-webgis/#respond Fri, 28 Aug 2026 09:12:40 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97049 Tim KKN-PPM UGM Winongo Warawangsa mengembangkan dua Web Geographic Information System (WebGIS) untuk mendukung pengelolaan lingkungan berbasis data di Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Sistem informasi geografis atau pemetaan digital yang dapat diakses secara online ini memuat informasi kondisi bantaran Sungai Winongo dan Kali Buntung, titik permasalahan sampah, serta sebaran dan kondisi bank sampah […]

Artikel Dukung Pengelolaan Lingkungan Berbasis Data, Tim KKN UGM kembangkan WebGIS  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim KKN-PPM UGM Winongo Warawangsa mengembangkan dua Web Geographic Information System (WebGIS) untuk mendukung pengelolaan lingkungan berbasis data di Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Sistem informasi geografis atau pemetaan digital yang dapat diakses secara online ini memuat informasi kondisi bantaran Sungai Winongo dan Kali Buntung, titik permasalahan sampah, serta sebaran dan kondisi bank sampah dalam bentuk peta interaktif.

Program ini digagas karena Kelurahan Kricak merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kemantren Tegalrejo, yaitu 15.879 jiwa per kilometer persegi dari total 13.478 jiwa di lahan seluas 84,88 hektare. Sebagian permukiman di bantaran Sungai Winongo juga termasuk kawasan kumuh berdasarkan SK Wali Kota Yogyakarta Nomor 158 Tahun 2021. Observasi awal menunjukkan bahwa titik sampah liar serta kondisi bantaran Sungai Winongo dan Kali Buntung belum dipetakan secara sistematis, sehingga belum tersedia alat bantu visual untuk menentukan prioritas penanganan.

Diandra Keisya Jihan Feriska dari Program Studi S1 Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM, selaku penanggung jawab program, mengatakan bahwa WebGIS dikembangkan agar informasi lingkungan dapat dihimpun dalam satu basis data spasial yang mudah diakses dan diperbarui. “Kami ingin membantu masyarakat maupun kelurahan melihat kondisi lingkungan secara lebih menyeluruh, mulai dari kondisi bantaran sungai dan titik permasalahan sampah hingga sebaran bank sampah. Harapannya, data ini tidak hanya menjadi dokumentasi selama KKN, tetapi juga dapat terus diperbarui sebagai pertimbangan dalam menentukan tindak lanjut pengelolaan lingkungan di Kelurahan Kricak,” jelasnya dalam rilis yang dikirimkan pada Jumat (28/8).

Survei dilaksanakan pada akhir Juni hingga awal Juli 2026 di bantaran Sungai Winongo dan Kali Buntung secara partisipatif bersama warga. Dari survei ini, ditemukan data mengenai lokasi dan tingkat penumpukan sampah, kondisi fisik bantaran, akses menuju sungai, aktivitas masyarakat, serta dokumentasi foto yang dihimpun menggunakan ODK Collect, kemudian divalidasi dan diolah dengan QGIS serta qgis2web. Tantangan terbesar muncul pada segmen selatan Sungai Winongo dan Kali Buntung karena beberapa titik sempit, menurun, tertutup vegetasi, serta berbatasan langsung dengan permukiman padat. Warga pun turut mendampingi dan menunjukkan lokasi penumpukan sampah sehingga data lebih akurat. WebGIS ini dilengkapi statistik ringkas, heatmap, klasifikasi prioritas penanganan, dokumentasi foto, fasilitas pengunduhan data, serta formulir pelaporan titik sampah baru dan dipublikasikan melalui GitHub Pages.

Setelah itu, Tim KKN-PPM UGM pun turut mengembangkan WebGIS Pemetaan dan Optimalisasi Sebaran Bank Sampah Kelurahan Kricak. Selesai penelusuran informasi publik dan koordinasi dengan Ketua Forum Bank Sampah serta pengelola di tiap RW, survei dilaksanakan di 13 RW menggunakan QField. Survei menemukan satu unit bank sampah di RW 6 sudah tidak aktif sejak awal 2026. Sementara itu, sejumlah bank sampah lain aktif mengembangkan inovasi, seperti pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme dan biopori serta kerajinan dari sampah anorganik. Bank sampah RW 5 juga memperoleh bantuan mesin pencacah sampah organik berkat prestasinya dalam berbagai lomba pengelolaan sampah.

Data dari 15 unit bank sampah meliputi lokasi, status operasional, jadwal pelayanan, jenis sampah yang diterima, fasilitas, cakupan layanan, serta potensi pengembangan. Data tersebut dilengkapi dokumentasi foto dan tautan Google Maps serta diintegrasikan dengan batas administrasi 13 RW. WebGIS Sebaran Bank Sampah dipublikasikan melalui GitHub Pages pada 23 Juli 2026 dan dilengkapi dengan ikon bank sampah, heatmap, statistik, serta rekomendasi lokasi. Data bank sampah dapat diperbarui melalui QField, sedangkan data titik sampah dan kondisi bantaran sungai melalui ODK Collect.

Untuk memperluas akses masyarakat, hasil pemetaan disosialisasikan melalui poster ber-QR Code yang memuat petunjuk singkat penggunaan WebGIS. Poster dipasang di enam titik strategis di Kampung Jatimulyo, Kricak Kidul, dan Bangunrejo agar mudah dilihat dan diakses oleh warga. Program ini pun menjadi bagian dari upaya KKN-PPM UGM Winongo Warawangsa dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berbasis data, partisipatif, dan berkelanjutan di Kelurahan Kricak. Warga setempat pun mengapresiasi pengembangan tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Bapak Yuri, perangkat Kelurahan Kricak. “WebGIS ini membantu melihat kondisi lingkungan, titik sampah, dan sebaran bank sampah dalam satu platform. Kami berharap data ini dapat terus diperbarui dan dimanfaatkan untuk mendukung dalam menentukan prioritas penanganan lingkungan di Kelurahan Kricak,” harapnya.

Reportase : Diandra Keisya Jihan Feriska/Tim KKN

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Tim KKN-PPM UGM

Artikel Dukung Pengelolaan Lingkungan Berbasis Data, Tim KKN UGM kembangkan WebGIS  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengelolaan-lingkungan-berbasis-data-tim-kkn-ugm-kembangkan-webgis/feed/ 0
Sentuhan Teknologi KKN UGM, Ubah Air Lereng Merbabu Jadi Layak Minum https://ugm.ac.id/id/berita/sentuhan-teknologi-kkn-ugm-ubah-air-lereng-merbabu-jadi-layak-minum/ https://ugm.ac.id/id/berita/sentuhan-teknologi-kkn-ugm-ubah-air-lereng-merbabu-jadi-layak-minum/#respond Thu, 20 Aug 2026 04:54:43 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96812 Bagi masyarakat Dusun Deles, Desa Jogonayan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, air bukanlah sesuatu yang langka atau sulit dicari. Jaringan air Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (pamsimas) telah mengalir ke seluruh rumah dan gemercik air masih dapat ditemukan dengan mudah di ladang dan sela-sela lahan pertanian yang membentang di kaki Gunung Merbabu. Meski demikian, saat musim […]

Artikel Sentuhan Teknologi KKN UGM, Ubah Air Lereng Merbabu Jadi Layak Minum pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bagi masyarakat Dusun Deles, Desa Jogonayan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, air bukanlah sesuatu yang langka atau sulit dicari. Jaringan air Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (pamsimas) telah mengalir ke seluruh rumah dan gemercik air masih dapat ditemukan dengan mudah di ladang dan sela-sela lahan pertanian yang membentang di kaki Gunung Merbabu. Meski demikian, saat musim kemarau tiba, masyarakat tetap memiliki kekhawatiran akan kelangkaan sumber air. Namun, terdapat sumber air lain yang masih bisa dimanfaatkan karena berasal dari titik yang lebih tinggi biasa disebut ‘air Merbabu’. Masalahnya adalah air Merbabu mengandung belerang sehingga masyarakat banyak memanfaatkan air ini hanya untuk pertanian dan perkebunan, jarang dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan konsumsi.

Melihat kondisi ini, Tim KKN UGM Ngablak Akara bersama dengan masyarakat Dusun Deles menginisiasi program pengadaan filter air. Gagasan dari program ini adalah untuk memanfaatkan air Merbabu yang berlimpah agar layak dikonsumsi melalui proses penyaringan. Agustina Herawati anggota Tim KKN, mengatakan air dari hasil penyaringan ini diharapkan dapat menjadi cadangan dan tambahan pasokan air pamsimas, terutama di musim kemarau. Bahkan pemasangan filter air ini dilakukan tepat di dekat bak pamsimas yang sudah ada. “Air hasil penyaringan dapat langsung disalurkan ke rumah-rumah melalui infrastruktur distribusi yang sudah ada tanpa harus membangun dari nol,” kata Agustina dalam keterangan yang dikirim Kamis (20/8).

Sebelum pemasangan filter, ujar Agustina, Tim KKN Ngablak Akara juga melakukan uji laboratorium terhadap sampel air sebelum dan sesudah penyaringan. Pengujian dilakukan di Labkesmas Kesehatan Lingkungan Salatiga meliputi uji E.coli, uji Coliform, uji fisika air, dan uji kimia air. “Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa air hasil penyaringan benar-benar sudah layak dikonsumsi, bukan hanya terlihat bersih secara kasat mata saja,” jelasnya.

Dalam pengadaan filter air ini berhasil dilakukan melalui kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak, yakni masyarakat Dusun Deles, pengurus pamsimas, dan pemerintah Desa Jogonayan. Kolaborasi yang kuat ini menunjukkan bahwa persoalan air bersih bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. “Air bersih adalah kebutuhan bersama yang harus diusahakan secara bersama-sama pula,” katanya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Ngablak Akara, Dr. Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., mengapresiasi tinggi dedikasi mahasiswa serta partisipasi aktif seluruh elemen desa. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan sains dan teknologi tepat guna untuk menjawab permasalahan esensial masyarakat secara berkelanjutan. “Sinergi yang terjalin antara mahasiswa, warga, dan pemerintah desa menjadi bukti bahwa sains hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kepala Kepala Desa Jogonayan, Tumarno, turut mengungkapkan rasa syukur atas solusi inovatif yang kini menjadi cadangan air bersih andalan warga saat kemarau. Bagi masyarakat Dusun Deles, inovasi filter air Merbabu ini adalah sebuah harapan baru yang sangat dinanti-nantikan. “Kami tidak pernah terpikirkan bahwa air belerang ini dapat diolah dengan cara tertentu sehingga bermanfaat untuk rumah tangga. Kami sangat bersyukur akan inovasi yang dilakukan tim KKN UGM ini,” ungkapnya.

Penulis : Jesi

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Shutterstock dan Dok. Tim KKN

Artikel Sentuhan Teknologi KKN UGM, Ubah Air Lereng Merbabu Jadi Layak Minum pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sentuhan-teknologi-kkn-ugm-ubah-air-lereng-merbabu-jadi-layak-minum/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kenalkan Ecoprint untuk Dukung Slow Fashion di IKN https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kenalkan-ecoprint-untuk-dukung-slow-fashion-di-ikn/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kenalkan-ecoprint-untuk-dukung-slow-fashion-di-ikn/#respond Mon, 13 Jul 2026 03:24:40 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95429 Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM Pelita Nusantara mengampanyekan praktik slow fashion kepada ibu-ibu PKK Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Kampanye tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan kain ecoprint yang memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar lingkungan sebagai pewarna dan pembentuk motif. Kegiatan […]

Artikel Mahasiswa UGM Kenalkan Ecoprint untuk Dukung Slow Fashion di IKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM Pelita Nusantara mengampanyekan praktik slow fashion kepada ibu-ibu PKK Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Kampanye tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan kain ecoprint yang memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar lingkungan sebagai pewarna dan pembentuk motif. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Bukit Raya pada Senin (6/7) silam ini diikuti oleh 16 kader PKK yang antusias mengikuti materi sekaligus praktik pembuatan ecoprint. Upaya ini menjadi bagian dari edukasi mengenai gaya hidup berkelanjutan sekaligus pemanfaatan sumber daya lokal yang bernilai ekonomi. Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap industri fesyen yang lebih ramah lingkungan di tengah tingginya produksi limbah tekstil dunia.

United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat sekitar 92 juta ton sampah tekstil dihasilkan setiap tahun, dengan lebih dari separuh bahan bakunya berupa poliester atau serat sintetis yang sulit terurai. Salah satu alternatif yang berkembang untuk mengurangi dampak tersebut adalah slow fashion, yakni konsep fesyen yang mengutamakan penggunaan material ramah lingkungan dan proses produksi yang lebih berkelanjutan. Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan teknik ecoprint menggunakan kain berbahan serat alam yang dipadukan dengan daun-daun sebagai pembentuk motif dan pewarna alami. “Saya berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan bahwa sumber daya alam yang ada di sekitar ternyata memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang unik, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi,” tutur Annisa Attaya Zahra, mahasiswa Program Studi Sosiologi UGM sekaligus penggagas kegiatan.

Menurut Annisa, keterampilan membuat ecoprint diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk khas yang dikelola oleh ibu-ibu PKK Desa Bukit Raya. Selama pelatihan, peserta mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan ecoprint, mulai dari menyusun daun di atas kain hingga proses pengukusan untuk menghasilkan motif alami. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi sebagian besar peserta yang sebelumnya belum pernah mengenal teknik ecoprint maupun peluang pengembangannya sebagai produk kreatif berbasis potensi lokal.

Salah seorang kader PKK Desa Bukit Raya, Judwariyati, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat. Menurutnya, sebagian besar peserta sebelumnya belum pernah melihat secara langsung proses pembuatan ecoprint, bahkan belum mengenal produk tersebut. Ia menilai ecoprint berpotensi dikembangkan sebagai salah satu produk UMKM yang dapat menambah nilai ekonomi bagi ibu-ibu PKK Desa Bukit Raya. Kehadiran mahasiswa KKN UGM juga dinilai membuka wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya alam di sekitar mereka. “Semoga anak-anak KKN UGM bisa memberikan edukasi baik ecoprint ataupun yang lain kepada masyarakat Bukit Raya,” pungkasnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UGM berharap masyarakat semakin mengenal konsep slow fashion sebagai salah satu upaya mengurangi dampak lingkungan dari industri fesyen. Pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar desa diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai produk kreatif berbasis potensi lokal. Selain mendukung pelestarian lingkungan, ecoprint juga berpeluang menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis kerajinan. Pendampingan kepada masyarakat diharapkan terus berlanjut agar keterampilan yang telah diperoleh dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengabdian mahasiswa KKN UGM tidak hanya memperkenalkan inovasi ramah lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif.

Reportase: Rajendra Arya

Penulis: Triya Andriyani

Artikel Mahasiswa UGM Kenalkan Ecoprint untuk Dukung Slow Fashion di IKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kenalkan-ecoprint-untuk-dukung-slow-fashion-di-ikn/feed/ 0
Mengabdi di Pulau Rote, Tim KKN-PPM UGM Kembangkan Potensi Sentra Gula Lontar https://ugm.ac.id/id/berita/mengabdi-di-pulau-rote-tim-kkn-ppm-ugm-kembangkan-potensi-sentra-gula-lontar/ https://ugm.ac.id/id/berita/mengabdi-di-pulau-rote-tim-kkn-ppm-ugm-kembangkan-potensi-sentra-gula-lontar/#respond Wed, 24 Jun 2026 02:58:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=94824 Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim KKN-PPM Cakrawala Rote 2026 telah resmi memulai kegiatan pengabdian masyarakat di pulau paling selatan Indonesia, tepatnya di pulau Rote yang masuk dalam wilayah Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selama 50 hari ke depan, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di 2 […]

Artikel Mengabdi di Pulau Rote, Tim KKN-PPM UGM Kembangkan Potensi Sentra Gula Lontar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim KKN-PPM Cakrawala Rote 2026 telah resmi memulai kegiatan pengabdian masyarakat di pulau paling selatan Indonesia, tepatnya di pulau Rote yang masuk dalam wilayah Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selama 50 hari ke depan, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di 2 desa, yakni Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, dan Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur.

Koordinator Mahasiswa Unit KKN Rote Ndao, Muhammad Abel Fajri, menjelaskan bahwa tim melaksanakan program penguatan SDM dan transformasi teknologi berbasis kearifan lokal untuk mendukung sektor pertanian, akuakultur, pariwisata, dan ekonomi kreatif berkelanjutan.“Kami merancang sekitar 140 program kerja yang mencakup berbagai bidang, selah satunya pengembangan sentra garam,”kata Abel dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Rabu (24/6).

Meski memiliki ratusan program pengabdian, namun dalam penerapannya program kerja tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat melalui proses diskusi dan koordinasi bersama pemerintah desa serta warga setempat. “Kami ingin memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar relevan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, seluruh rencana kegiatan akan terus disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” jelas mahasiswa Program Studi Geofisika angkatan 2023 tersebut.

Berdasarkan hasil survei awal, mahasiswa mengidentifikasi sejumlah potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah produksi gula lontar yang selama ini menjadi komoditas unggulan masyarakat Rote. “Nantinya melalui kegiatan pendampingan, kami akan berencana untuk membantu peningkatan higienitas proses produksi serta pengembangan teknik pengemasan guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk,” lanjut Abel.

Selain itu, potensi wisata alam dan budaya yang dimiliki Rote Ndao juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan teknologi digital secara tepat guna. “Berbagai program yang disiapkan diharapkan dapat mendukung penguatan kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menyampaikan apresiasi yang besar kepada Universitas Gadjah Mada yang terus berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Menurut Paulus, wilayah penempatan mahasiswa KKN merupakan bagian dari kawasan sentra industri garam nasional yang saat ini tengah berkembang. Kondisi tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk melakukan berbagai kegiatan penelitian maupun pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. “Wilayah ini sedang mengalami proses transformasi dan pembangunan. Karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui ide, inovasi, maupun pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat menyambut mahasiswa KKN di Kantor Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Senin (22/6) lalu.

Paulus juga menuturkan bahwa Rote Ndao memiliki nilai historis yang erat dengan UGM. Salah satunya melalui sosok Prof. Herman Yohannes, putra terbaik Rote yang pernah menjabat sebagai Rektor kedua UGM. “Mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar langsung di wilayah terluar Indonesia bagian selatan yang memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan potensi sumber daya yang luar biasa,” katanya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN Cakrawala Rote 2026, Dr. Heri Santoso, turut mengingatkan mahasiswa bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga proses belajar bersama masyarakat. “KKN adalah kesempatan untuk belajar di masyarakat, bersama masyarakat, dan untuk masyarakat. Selama KKN, mahasiswa ibaratnya sedang belajar pada Universitas Jagad Raya, Fakultas Kehidupan, Jurusan Jalan Lurus,” ungkapnya.

Kehadiran Tim KKN-PPM UGM di Rote Ndao turut mendapat dukungan dari Pengurus Daerah KAGAMA Nusa Tenggara Timur, KAGAMA Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa lokasi KKN. Prosesi penyambutan mahasiswa juga berlangsung meriah di Desa Serubeba dengan iringan musik sasando yang dimainkan secara langsung sebagai simbol keramahan masyarakat Rote.

Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar nyata yang dapat memperkuat kepekaan sosial, kemampuan kolaborasi, serta kepemimpinan mereka sebagai calon pemimpin masa depan.  Selain itu, melalui sinergi antara mahasiswa, alumni KAGAMA, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, pelaksanaan KKN diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memberdayakan masyarakat dan membangun Indonesia dari wilayah terdepan.

Penulis : Lintang Andwinya/Tim KKN-PPM Cakrawala Rote

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim KKN-PPM dan arengaindonesia.com

Artikel Mengabdi di Pulau Rote, Tim KKN-PPM UGM Kembangkan Potensi Sentra Gula Lontar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mengabdi-di-pulau-rote-tim-kkn-ppm-ugm-kembangkan-potensi-sentra-gula-lontar/feed/ 0
UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN Mengabdi ke Masyarakat https://ugm.ac.id/id/berita/dari-aceh-hingga-papua-ugm-terjunkan-8-178-mahasiswa-kkn-mengabdi-ke-masyarakat/ https://ugm.ac.id/id/berita/dari-aceh-hingga-papua-ugm-terjunkan-8-178-mahasiswa-kkn-mengabdi-ke-masyarakat/#respond Sat, 20 Jun 2026 05:28:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=94692 Universitas Gadjah Mada resmi menerjunkan sebanyak 8.178 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026. Upacara penerjunan yang digelar di Lapangan Pancasila UGM pada Jumat (19/6) menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Mahasiswa peserta KKN-PPM akan ditempatkan di […]

Artikel UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN Mengabdi ke Masyarakat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada resmi menerjunkan sebanyak 8.178 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026. Upacara penerjunan yang digelar di Lapangan Pancasila UGM pada Jumat (19/6) menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.

Mahasiswa peserta KKN-PPM akan ditempatkan di 298 unit lokasi yang tersebar di 274 kecamatan, 132 kabupaten/kota, dan 32 provinsi di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa didampingi oleh 324 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Koordinator Wilayah (Korwil), serta didukung oleh 199 mitra yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, industri, organisasi masyarakat, dan jejaring alumni UGM.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa KKN merupakan ruang belajar sekaligus ruang kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat. “Acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi wadah pemersatu semangat dan komitmen untuk membangun bangsa melalui pemberdayaan masyarakat. Selama kurang lebih 50 hari, mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan belajar langsung dari masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan, keselamatan, serta nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di daerah penempatan masing-masing. “Saya yakin kalian akan melaksanakan berbagai program yang mampu menjawab persoalan masyarakat dan membawa perubahan positif, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, S.S., M.A., yang hadir dalam acara penerjunan, mengapresiasi konsistensi UGM dalam menjaga hubungan antara kampus dan masyarakat melalui KKN. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung agenda industrialisasi desa yang tengah didorong pemerintah. “Desa memiliki potensi besar, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun jaringan sosial. Namun potensi tersebut harus dirajut menjadi kekuatan ekonomi yang produktif melalui industri. Saya berharap mahasiswa KKN UGM dapat memberikan ide, inovasi, dan kontribusi nyata untuk mengembangkan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar di berbagai daerah,” ungkapnya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa KKN-PPM merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus sarana pembelajaran mahasiswa untuk memahami realitas sosial secara langsung. “KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan otentik untuk belajar dari masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu membangun empati sosial, menghadirkan solusi bersama masyarakat, serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Tahun ini KKN-PPM UGM mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim melalui KKN-PPM UGM.” Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, pengelolaan lingkungan, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, penanganan stunting, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna dan digitalisasi masyarakat.

Semangat pengabdian tersebut tercermin dari berbagai tim KKN yang akan bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk di Papua. Salah satunya adalah Tim KKN Raja Ampat Begisah yang akan bertugas di Kampung Samati dan Waim, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Salah seorang anggota tim, Rizki Abdillah, selaku Koordinator unit dari Fakultas Psikologi UGM, menjelaskan bahwa timnya mengusung sejumlah program unggulan berbasis potensi lokal masyarakat pesisir. “Kami akan mendampingi komunitas nelayan melalui pelatihan pencatatan keuangan sederhana, pengembangan pemasaran hasil perikanan, serta melanjutkan program pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah seperti nugget ikan yang sebelumnya telah dirintis oleh tim KKN terdahulu,” ujarnya.

Selain itu, tim juga mengembangkan inovasi pemanfaatan mangrove melalui produksi teh mangrove sebagai produk ekonomi kreatif masyarakat. Di bidang lingkungan, mereka bekerja sama dengan perusahaan lingkungan internasional dan nasional untuk melakukan pengambilan sampel air guna menguji kualitas air yang selama ini digunakan masyarakat. “Kami ingin memastikan kualitas air yang dikonsumsi masyarakat karena sebagian sumber air masih terlihat keruh meskipun telah dimasak sebelum digunakan,” jelas Rizki.

Meski sempat menghadapi tantangan pendanaan karena tidak memperoleh hibah kompetitif, tim Raja Ampat Begisah berhasil memperoleh dukungan dari sejumlah mitra sehingga tetap dapat melaksanakan pengabdian di wilayah tujuan.

Sementara itu, Tim KKN Biak Elok yang akan bertugas di Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, Papua, mengusung program pemberdayaan masyarakat berbasis penguatan ekonomi lokal, pariwisata partisipatif, dan infrastruktur hijau.

Ketua tim, Sarasvati Baktiantoro dari Program Studi Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya UGM, mengatakan bahwa lokasi penugasan mereka merupakan wilayah baru yang belum pernah menjadi lokasi KKN UGM sebelumnya. “Kami akan fokus pada community empowerment melalui penguatan UMKM, pariwisata berbasis masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat pesisir yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan,” ujarnya.

Tim KKN Biak Elok telah mempersiapkan keberangkatan sejak September tahun lalu, termasuk membangun jejaring pendanaan dengan berbagai mitra dan perusahaan. Menurut Saras, pengalaman mengabdi di wilayah kepulauan Papua menjadi kesempatan berharga untuk berbagi ilmu sekaligus belajar langsung dari masyarakat.

“Kami ingin membawa ilmu yang telah kami peroleh selama kuliah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Di saat yang sama, kami juga ingin belajar dari pengalaman hidup dan pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat setempat,” tuturnya.

Melalui penerjunan KKN-PPM Periode II Tahun 2026 ini, UGM berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi dalam menjawab tantangan pembangunan masyarakat. Lebih dari itu, program KKN diharapkan semakin memperkuat peran UGM sebagai universitas kerakyatan yang hadir dan bertumbuh bersama masyarakat Indonesia. “Kepada seluruh mahasiswa, berangkatlah dengan selamat dan pulanglah dengan selamat. Jaga diri, jaga teman, dan jaga persahabatan dengan masyarakat. Belajarlah bersama rakyat, karena di sanalah banyak pengetahuan yang tidak selalu dapat ditemukan di ruang kelas,” pesan Arie Sudjito.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto dan Donnie

Artikel UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN Mengabdi ke Masyarakat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dari-aceh-hingga-papua-ugm-terjunkan-8-178-mahasiswa-kkn-mengabdi-ke-masyarakat/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Siap Kenalkan Mode Ramah Lingkungan di Sekitar Kawasan IKN https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-siap-kenalkan-mode-ramah-lingkungan-di-sekitar-kawasan-ikn/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-siap-kenalkan-mode-ramah-lingkungan-di-sekitar-kawasan-ikn/#respond Mon, 08 Jun 2026 02:32:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=94264 Menjelang pengabdian masyarakat pertengahan Juni mendatang, tim KKN-PPM UGM unit Pelita Nusantara menggelar workshop edukasi pelatihan pembuatan ecoprint ini berlangsung di Desa Sidoarum, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, Minggu (24/5). Kegiatan ini diikuti oleh 18 anggota Tim Pelita Nusantara dari lintas subunit dengan menggandeng narasumber dari Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Yogyakarta. Kegiatan ini fokus pada pemberian […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Siap Kenalkan Mode Ramah Lingkungan di Sekitar Kawasan IKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menjelang pengabdian masyarakat pertengahan Juni mendatang, tim KKN-PPM UGM unit Pelita Nusantara menggelar workshop edukasi pelatihan pembuatan ecoprint ini berlangsung di Desa Sidoarum, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, Minggu (24/5). Kegiatan ini diikuti oleh 18 anggota Tim Pelita Nusantara dari lintas subunit dengan menggandeng narasumber dari Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Yogyakarta.

Kegiatan ini fokus pada pemberian materi singkat mengenai penggunaan bahan ramah lingkungan seperti daun untuk fashion. Pelatihan ini menggunakan teknik cetak pada media seperti kain atau kulit kayu dengan memanfaatkan pewarna alami dari tumbuhan untuk menciptakan pola dan warna unik pada media tersebut. Dalam workshop ini, media yang digunakan adalah kain 1,5 meter dengan bahan pewarna dari daun dan bunga.

Annisa Attaya Zahra, anggota Tim Pelita Nusantara dari Program Studi Sosiologi angkatan 2023, memaparkan pelatihan pembuatan ecoprint nantinya akan menyasar komunitas PKK sebagai bentuk pemberdayaan perempuan di Desa Bukit Raya, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. “Di Desa Bukit Raya ada banyak komunitas ibu-ibu, salah satunya komunitas PKK. Akhirnya aku berpikir, apa yang bisa dibuat oleh komunitas ibu-ibu yang tetap memiliki nilai jual, akhirnya memilih ecoprint,” ungkap Annisa, Senin (8/6).

Selain untuk pemberdayaan perempuan, ia memilih ecoprint untuk menghasilkan model baru di dunia mode fashion ramah lingkungan (slow fashion). Ia menjelaskan bahwa hasil ecoprint tidak sekadar kain busana melainkan juga ramah alam. “Jadi ini bukan sekadar kain untuk fashion, tetapi salah satu upaya menjaga lingkungan karena banyak pakaian yang sangat mencemari lingkungan. Salah satu upaya menanggulanginya adalah slow fashion. Salah satu produknya itu ecoprint,” ujarnya.

Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit Tim Pelita Nusantara, Christian Perdana Putra Malau, mengungkapkan bahwa keterlibatan anggota lintas subunit pada workshop bertujuan untuk memperkenalkan ecoprint secara lebih luas. Menurutnya, hal ini berpotensi dikembangkan baik di lokasi KKN maupun di tempat tinggal masing-masing anggota. “Harapannya ecoprint tidak hanya dikenal di subunit Bukit Raya saja. Lalu mungkin nanti saat teman-teman kembali ke kota masing-masing, ecoprint ini bisa dikenalkan juga karena pembuatannya sendiri tidak ribet dan hasilnya estetik,” ungkap Christian.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hasil dari pelatihan ini nantinya akan dijahit di rompi tim. Menurutnya, gerakan ini merupakan terobosan baru sebagai bentuk kampanye slow fashion dari Tim Pelita Nusantara.

Lokakarya dipimpin pelatihan oleh Rahmi Ananta Widya Kristianti, atau yang akrab disapa Ami. Ia merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1999 yang kini menjadi pengurus Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Yogyakarta. Sejak tahun 2020, Ami mempelajari dan mulai menggeluti ecoprint. Menurutnya, metode ini merupakan salah satu terobosan bagus bagi dunia fashion karena menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Ami merasa bahwa keterlibatannya sebagai pemateri merupakan sarana untuk berbagi edukasi tentang slow fashion. Ia juga menambahkan bahwa upaya Tim Pelita Nusantara mengenalkan ecoprint bukan sekadar pemberian edukasi tentang kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian warga. “Kita ingin mengenalkan konsep slow fashion karena selama ini sampah terbanyak salah satunya adalah limbah tekstil. Harapannya, nanti teman-teman juga dapat membantu geliat UMKM warga karena ecoprint ini bernilai jual tinggi,” ujarnya.

Ami berharap ilmu mengenai slow fashion ini dapat menjadi green lifestyle untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga menambahkan bahwa andil Tim Pelita Nusantara dapat menjadi awal langkah kecil untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan tersebut. “Melalui ecoprint ini untuk memberikan kesadaran kolektif masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Mulai dari hal kecil, karena hal-hal kecil membuat orang menjadi sempurna, tetapi kesempurnaan bukanlah hal yang kecil,” pungkasnya.

Kontributor : Rajendra Arya

Penulis       : Hanifah

Editor         : Gusti Grehenson

Foto           : Tim KKN Pelita Nusantara

Artikel Mahasiswa KKN UGM Siap Kenalkan Mode Ramah Lingkungan di Sekitar Kawasan IKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-siap-kenalkan-mode-ramah-lingkungan-di-sekitar-kawasan-ikn/feed/ 0
Perkuat Ketahanan Komunitas, Mahasiswa KKN UGM Ajak Perempuan Morotai Sadar Ancaman Kekerasan Berbasis Gender https://ugm.ac.id/id/berita/perkuat-ketahanan-komunitas-mahasiswa-kkn-ugm-ajak-perempuan-morotai-sadar-ancaman-kekerasan-berbasis-gender/ https://ugm.ac.id/id/berita/perkuat-ketahanan-komunitas-mahasiswa-kkn-ugm-ajak-perempuan-morotai-sadar-ancaman-kekerasan-berbasis-gender/#respond Fri, 06 Feb 2026 08:59:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=90321 Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan luka tersembunyi karena sering dianggap sebagai ‘urusan dapur’ yang tidak pantas dicampuri orang lain. Pemikiran ini harus diluruskan, bahwa kekerasan adalah urusan kita bersama. Pasalnya,  perempuan juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kemajuan dan pembangunan suatu daerah. Komnas Perempuan mencatat 339.782 dari total pengaduan ke Komnas Perempuan adalah kekerasan […]

Artikel Perkuat Ketahanan Komunitas, Mahasiswa KKN UGM Ajak Perempuan Morotai Sadar Ancaman Kekerasan Berbasis Gender pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan luka tersembunyi karena sering dianggap sebagai ‘urusan dapur’ yang tidak pantas dicampuri orang lain. Pemikiran ini harus diluruskan, bahwa kekerasan adalah urusan kita bersama. Pasalnya,  perempuan juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kemajuan dan pembangunan suatu daerah. Komnas Perempuan mencatat 339.782 dari total pengaduan ke Komnas Perempuan adalah kekerasan berbasis gender (KBG) sepanjang tahun 2024, yang 3442 di antaranya diadukan ke Komnas Perempuan. Kekerasan di ranah personal masih mendominasi pelaporan kasus KBG, yaitu 99% atau 336.804 kasus termasuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Maluku Utara yang diselenggarakan oleh Tim KKN-PPM UGM Kita Morotai bersama Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan LBH Perempuan dan Anak (LBH PA) Morotai, Senin (26/1) lalu.

Mengangkat tajuk “Sosialisasi Membangun Ketahanan Komunitas dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Maluku Utara”, Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Nusa Damai Posi-Posi, Morotai, diikuti di hadapan lebih dari 50 peserta yang terdiri dari mama-mama desa, pemudi lokal, hingga tokoh masyarakat.

Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) KKN-PPM UGM Rasya Wahyu Anggita, mengatakan kegata sosialisasi ini dalam rangka meningkatkan wawasan kelompok perempuan tentang pencegahan tindak kekerasan. Selain itu, pihaknya juga ingin mengajak pemahaman peran pemuda dalam membawa diskursus perlindungan perempuan ke ruang publik desa. “Melalui kegiatan ini, tim KKN UGM berharap peserta dapat memahami bentuk kekerasan, mengetahui hak serta jalur perlindungan, dan mampu menjadi bagian dari komunitas yang saling menjaga dan berani bersuara,” kata Rasya dalam keterangan yang dikirim, Jumat (6/2).

Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar, membuka wawasan peserta dengan data Catatan Tahunan (CATAHU) 2024. Ia mengungkapkan adanya tren kenaikan pelaporan kasus kekerasan berbasis gender yang mencapai 330.097 kasus pada skala nasional. “Angka ini adalah alarm bagi masyarakat untuk tidak lagi menormalisasi segala bentuk kekerasan, baik dalam rumah tangga maupun lingkungan sosial,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengenalkan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) sebagai instrumen hukum yang menjamin hak korban atas penanganan, perlindungan, dan pemulihan, serta memperkenalkan kanal aduan SAPA 129.

Direktur LBH Perlindungan Anak Morotai, Djuniar, menyebutkan ada 222 kasus kekerasan yang terjadi di provinsi Maluku Utara, diantaranya terdapat 22 kasus spesifik ditangani Polres Pulau Morotai, hingga September 2025 lalu. Djuniar menyoroti biaya transportasi laut yang sulit dijangkau, sehingga acap menjadi hambatan bagi korban ketika ingin melapor ke pusat kota. Sebagai solusi, LBH PA Morotai dengan Institut KAPAL Perempuan menginisiasi strategi “jemput bola” dengan menggagas beberapa titik Pos Pengaduan di desa-desa, seperti di Desa Waringin dan Desa Usbar Pantai. “Kita ingin memangkas jarak akses terhadap keadilan untuk korban, sehingga sistem pelaporan menjadi lebih efisien,” katanya.

Atrida Hadianti, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengatakan kegiatan sosialisasi dan edukasi soal perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu bentuk komitmen UGM untuk terus hadir di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa KKN PPM UGM. “Saya kira, jarak geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi warga negara untuk mendapatkan edukasi mengenai hak-hak perlindungan diri,” ujarnya.

Atrida berharap, sinergi lintas elemen ini diharapkan menjadi model percontohan berkelanjutan bagi penguatan komunitas di pulau-pulau kecil Indonesia terhadap pemahaman kelompok perempuan dan anak terhadap akses perlindungan dari ancaman tindak kekerasan. Program Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata menjadi momen bagi Universitas Gadjah Mada untuk terus berkontribusi mewujudkan kualitas kehidupan yang lebih adil dan layak bagi masyarakat di daerah terpencil.

Penulis : Ika Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim KKN UGM

Artikel Perkuat Ketahanan Komunitas, Mahasiswa KKN UGM Ajak Perempuan Morotai Sadar Ancaman Kekerasan Berbasis Gender pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/perkuat-ketahanan-komunitas-mahasiswa-kkn-ugm-ajak-perempuan-morotai-sadar-ancaman-kekerasan-berbasis-gender/feed/ 0
UGM Berangkatkan Tim Mahasiswa KKN Peduli Bencana di Sumatra https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-berangkatkan-tim-mahasiswa-kkn-peduli-bencana-di-sumatra/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-berangkatkan-tim-mahasiswa-kkn-peduli-bencana-di-sumatra/#respond Wed, 28 Jan 2026 08:28:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=89952 Universitas Gadjah Mada siap memberangkatkan tim mahasiswa KKN PPM Peduli Bencana di Sumatra. Melalui kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini, tim KKN UGM yang terdiri 30 orang mahasiswa ini akan membantu penanggulangan bencana  di Desa Mayangcut, Pidie Jaya dan Desa Geudumbak, Kabupaten Aceh Utara pada 31 Januari hingga 28 Februari 2026 mendatang. Penerjunan tim mahasiswa KKN […]

Artikel UGM Berangkatkan Tim Mahasiswa KKN Peduli Bencana di Sumatra pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada siap memberangkatkan tim mahasiswa KKN PPM Peduli Bencana di Sumatra. Melalui kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini, tim KKN UGM yang terdiri 30 orang mahasiswa ini akan membantu penanggulangan bencana  di Desa Mayangcut, Pidie Jaya dan Desa Geudumbak, Kabupaten Aceh Utara pada 31 Januari hingga 28 Februari 2026 mendatang. Penerjunan tim mahasiswa KKN Peduli Bencana ini merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya UGM membentuk tujuh kelompok kerja (Pokja) dalam upaya penanggulangan bencana hidrometeorologis di wilayah Sumatra.

Sekretaris DPKM UGM, Dr. Djarot Heru Santoso, M.Hum. menjelaskan bahwa KKN Peduli Bencana ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan KKN reguler. Perbedaan mendasar terletak pada durasi pelaksanaan dan fokus sasarannya. “KKN ini dirancang untuk melanjutkan visi ‘UGM peduli sumatera’. Mahasiswa bertugas melanjutkan pekerjaan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh tim ahli UGM sebelumnya,” jelas Djarot, Rabu (28/1).

Salah satu inovasi utama yang akan menjadi fokus dalam misi tim KKN PPM Peduli Bencana ini adalah keberlanjutan implementasi Rumah Geunira. Ardhya Nareswari, S.T., M.T., Ph.D., dari selaku dari Tim Fakultas Teknik UGM, memaparkan bahwa Rumah Geunira dirancang sebagai solusi konkret atas krisis hunian pascabencana yang kerap terkendala masalah kelayakan dan privasi.  Nareswari mengajak kepada mahasiswa untuk mengambil peran strategis sesuai bidang keahlian masing-masing guna memastikan keberhasilan program ini di lapangan. “Bagi mahasiswa rumpun saintek, dapat memetakan serta memastikan ketersediaan material pembangunan. Sementara itu,  bagi mahasiswa yang berasal dari rumpun agro, dapat mengkaji tata letak kandang ternak dan kebun produktif untuk mendukung keberlanjutan ekonomi dan kehidupan warga penyintas,” ungkapnya.

Selain hunian, aspek energi mandiri juga menjadi prioritas. Irawan Eko Prabowo, S.T., M.T. dari Tim Pusat Studi Energi (PSE) UGM memaparkan tentang pembangkit listrik tenaga surya portabel yang telah dibangun di daerah terdampak sebelumnya. Irawan mengingatkan kepada mahasiswa KKN untuk menghitung kebutuhan daya secara akurat sebelum menerapkan teknologi di lapangan. “Perlu dilakukan perhitungan kWh dari setiap alat yang akan digunakan sebagai basis penentuan kebutuhan panel surya, baterai, hingga inverter-nya. Apabila mahasiswa ingin membangun instalasi penjernih air, maka daya untuk memompa perlu diukur secara presisi, mulai dari jumlah pompa hingga durasi pemakaian,” paparnya.

Kepala Biro Manajemen Strategis (BMS) UGM, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., dalam arahannya kepada mahasiswa KKN menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di lapangan memiliki peran vital sebagai penyambung estafet kerja tim ahli. Menurutnya, pemulihan wilayah pascabencana membutuhkan konsistensi dan pendekatan multidisiplin. “Mahasiswa akan mendapatkan pengarahan langsung dari tim ahli yang telah dan sedang menjalankan program di daerah bencana.  Mahasiswa KKN dapat menindaklanjuti temuan dan program di lapangan, serta memberikan pendekatan baru dalam penanganan bencana di Aceh dan Sumatera Utara,” pungkasnya.

Penulis/Foto : Aldi Firmansyah

Editor         : Gusti Grehenson

Artikel UGM Berangkatkan Tim Mahasiswa KKN Peduli Bencana di Sumatra pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-berangkatkan-tim-mahasiswa-kkn-peduli-bencana-di-sumatra/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Tanam Anggrek Vanda Tricolor di Lereng Merapi https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-tanam-anggrek-vanda-tricolor-di-lereng-merapi/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-tanam-anggrek-vanda-tricolor-di-lereng-merapi/#respond Wed, 07 Jan 2026 23:58:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=89004 Upaya penyelamatan flora endemik lereng Gunung Merapi terus diperkuat. Sebanyak 26 mahasiswa KKN PPM UGM periode 4 tahun 2026 melakukan aksi penanaman anggrek spesies Vanda tricolor di Kawasan Ekowisata Kalitalang, Desa Balerante, Kemalang, Klaten, pada Minggu (4/1). Penanaman secara simbolis dilakukan di area taman umum kawasan parkir Ekowisata Kalitalang oleh para mahasiswa dengan didampingi oleh Kasubdit KKN […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Tanam Anggrek Vanda Tricolor di Lereng Merapi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Upaya penyelamatan flora endemik lereng Gunung Merapi terus diperkuat. Sebanyak 26 mahasiswa KKN PPM UGM periode 4 tahun 2026 melakukan aksi penanaman anggrek spesies Vanda tricolor di Kawasan Ekowisata Kalitalang, Desa Balerante, Kemalang, Klaten, pada Minggu (4/1). Penanaman secara simbolis dilakukan di area taman umum kawasan parkir Ekowisata Kalitalang oleh para mahasiswa dengan didampingi oleh Kasubdit KKN DPKM UGM, Prof. Dr. Nanung Agus Fitriyanto, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Drs. Iqmal Tahir, M.Si.

Dalam aksi ini, mahasiswa KKN PPM UGM juga menggandeng CSR dari mitra Yayasan Astra Honda Motor serta komunitas Kagama KM3 dan Kagama Tanaman Hias. Langkah konservasi ini diambil mengingat keberadaan anggrek Vanda tricolor yang mulai langka di alam liar akibat perburuan massal dan masa pertumbuhan tanaman yang relatif lama.

Iqmal Tahir menjelaskan bahwa aksi penanaman anggrek ini selain bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati, program ini dirancang untuk mengembangkan potensi anggrek sebagai ikon eduwisata. “Upaya pelestarian anggrek Vanda tricolor atau Vanda suavis ini perlu dilakukan sebagai upaya perlindungan keanekaragaman hayati. Pada sisi lain, mengingat potensi anggrek Vanda suavis yang memiliki rona bunga yang cantik serta memiliki aroma yang cukup harum, anggrek ini juga perlu dibudidayakan sebagai ornamen pada tempat-tempat wisata di Kawasan Merapi” ujar Iqmal, Kamis (8/1).

Menurut Iqmal, keberadaan anggrek ini dapat menjadi potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai ikon wisata dengan  terbentuknya spot taman yang estetik, yang juga berfungsi menjadi daya tarik wisata alam dan eduwisata serta memberikan peluang ekonomi melalui wisata khusus dan fotografi.

Sementara untuk menjamin kelangsungan hidupnya, tanaman anggrek ini ditempatkan di lokasi strategis dalam kawasan wisata. Lokasi tersebut berada di bawah pengelolaan Pokdarwis Balerante sehingga pengawasan dan perawatan tanaman dapat dilakukan secara intensif dan terukur.

Perangkat Desa Balerante, Jainu, menyambut positif inisiatif ini karena diyakini dapat menambah daya tarik pengunjung, terutama ketika musim berbunga pada bulan Agustus hingga Oktober. “Saya sangat setuju. Anggrek Vanda tricolor yang dikembangbiakkan di kawasan Ekowisata Kalitalang ini dapat menjadi tambahan daya tarik wisata,” jelasnya.

Untuk upaya pemeliharaan, Iqmal menuturkan mahasiswa program KKN PPM UGM berencana untuk mengintegrasikan dengan dukungan teknologi guna menunjang pertumbuhan tanaman. Melalui dukungan teknologi sistem Internet of Thing (IoT) bisa digunakan untuk keperluan kontrol mikroklimat dan sistem otomatisasi pada proses-proses penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama. “Kita juga berpikir dikembangkan teknologi kultur jaringan untuk perbanyakan jumlah tanaman dengan lebih massal.” pungkasnya.

Penulis : Aldi Firmansyah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Tim KKN PPM

Artikel Mahasiswa KKN UGM Tanam Anggrek Vanda Tricolor di Lereng Merapi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-tanam-anggrek-vanda-tricolor-di-lereng-merapi/feed/ 0
Perbaiki Irigasi, Tim Mahasiswa KKN UGM Revitalisasi Bendung Uvenja di Kabupaten Donggala https://ugm.ac.id/id/berita/perbaiki-irigasi-tim-mahasiswa-kkn-ugm-revitalisasi-bendung-uvenja-di-kabupaten-donggala/ https://ugm.ac.id/id/berita/perbaiki-irigasi-tim-mahasiswa-kkn-ugm-revitalisasi-bendung-uvenja-di-kabupaten-donggala/#respond Tue, 30 Sep 2025 04:13:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=84623 Setelah lebih dari 14 tahun hancur, Bendung Uvenja di Dusun II Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, kini kembali berfungsi penuh. Revitalisasi bendung ini berhasil dilakukan melalui kolaborasi apik antara Tim mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada dalam rangka memulihkan program peningkatan ketahanan pangan. Addien Sukmo Nugroho, penanggung jawab program kerja ini, menjelaskan […]

Artikel Perbaiki Irigasi, Tim Mahasiswa KKN UGM Revitalisasi Bendung Uvenja di Kabupaten Donggala pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Setelah lebih dari 14 tahun hancur, Bendung Uvenja di Dusun II Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, kini kembali berfungsi penuh. Revitalisasi bendung ini berhasil dilakukan melalui kolaborasi apik antara Tim mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada dalam rangka memulihkan program peningkatan ketahanan pangan.

Addien Sukmo Nugroho, penanggung jawab program kerja ini, menjelaskan bahwa kerusakan Bendung Uvenja sudah terjadi sejak banjir besar melanda wilayah ini pada tahun 2011 yang menyebabkan petani tidak lagi mendapatkan pasokan air irigasi yang memadai untuk lahan sawah seluas 28 hektar. Meskipun warga setempat sempat mencoba bertahan dengan membangun penahan air darurat, distribusi air menjadi tidak stabil, saluran irigasi tertutup lumpur, dan banyak bagian jaringan irigasi mengalami kerusakan.

Situasi semakin parah setelah banjir bandang pada 7 Juli 2025 yang menyapu bersih seluruh struktur darurat dan merusak bagian dasar bendung, sehingga tidak ada lagi aliran air yang dapat dimanfaatkan. “Ketiadaan sistem irigasi permanen tidak hanya mengancam hasil pertanian, tetapi juga keberlanjutan ekonomi desa secara keseluruhan,” ujarnya Addiem, ketika diwawancara, Selasa (30/9).

Mengatasi kerusakan bendung tersebut, Tim KKN Bulava Donggala 2025 yang mengusung tema Blue Economy sebagai Katalisator Pemberdayaan Komunitas Berkelanjutan dan Pengembangan Pariwisata Bahari melalui Circular Economy Model, menjadikan revitalisasi bendung ini sebagai program utama. “Bendung ini dibangun menggunakan material bronjong dan pasangan batu kali sebagai upaya jangka pendek,” katanya.

Struktur bendung bronjong dirancang dengan masa layanan lima tahun, terdiri dari tiga segmen vertikal dengan dimensi total tinggi 3 meter, lebar 3 meter, dan panjang 20 meter, menghasilkan volume konstruksi sebesar 144 meter kubik. “Untuk pembangunannya, digunakan sebanyak 144 blok bronjong bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kota Palu. Setiap bronjong diisi batu pecah dengan sisipan geotekstil untuk meningkatkan kekedapan,” jelas Addien.

Proyek konstruksi Bendung Uvenja dimulai pada 27 Juli 2025 dan selesai pada 1 Agustus 2025. Pembangunan ini melibatkan partisipasi aktif warga Desa Limboro, termasuk petani dan kepala dusun. Prosesnya juga didukung penggunaan alat berat berupa ekskavator selama empat hari pertama untuk mempercepat pekerjaan pondasi. “Bendung ini dirancang untuk masa layanan jangka pendek selama lima tahun sebagai solusi cepat terhadap kebutuhan mendesak masyarakat. Pembangunan dilakukan dengan pendekatan responsif dan efisien. Ke depannya, direncanakan akan dibangun bendung yang lebih memadai dan bersifat permanen guna menjamin keberlanjutan sistem pengairan di Desa Limboro,” imbuh Addien.

Sebagai bagian dari rencana keberlanjutan, tim KKN Bulava Donggala juga telah mengajukan usulan desain bendung permanen untuk jangka panjang. Desain ini mencakup mercu tipe ogee selebar 20 meter, kolam olak, dan sistem kantong lumpur untuk mengendapkan sedimen. Usulan tersebut disusun dengan harapan dapat diteruskan oleh Pemerintah Desa Limboro kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Donggala untuk mendapatkan alokasi program nasional melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025.

Dengan berfungsinya kembali Bendung Uvenja, masyarakat Desa Limboro kini memiliki akses air yang stabil, yang akan secara langsung meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat mata pencaharian petani, dan mendukung kesejahteraan komunitas secara berkelanjutan. “Proyek ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kembali harapan dan ekonomi lokal,” kata kepala Desa Limboro, Mohammad Kifli.

Kifli menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih karena revitalisasi bendung ini telah membawa perubahan signifikan bagi desa, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menghadirkan kembali kesempatan bagi para petani untuk aktif menanam padi di lahan sawah mereka.

Reportase : Azlan Al-Isyraq/Annisa Fitriana

Penulis : Lintang Andwyna

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim KKN Bulava Donggala

Artikel Perbaiki Irigasi, Tim Mahasiswa KKN UGM Revitalisasi Bendung Uvenja di Kabupaten Donggala pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/perbaiki-irigasi-tim-mahasiswa-kkn-ugm-revitalisasi-bendung-uvenja-di-kabupaten-donggala/feed/ 0