Unit Kegiatan Mahasiswa Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/category/unit-kegiatan-mahasiswa/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sat, 29 Aug 2026 02:12:42 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Gelanggang Expo Resmi Dibuka, Yuk Kenali Ragam UKM dan Komunitas Kampus https://ugm.ac.id/id/berita/gelanggang-expo-resmi-dibuka-yuk-kenali-ragam-ukm-dan-komunitas-kampus/ https://ugm.ac.id/id/berita/gelanggang-expo-resmi-dibuka-yuk-kenali-ragam-ukm-dan-komunitas-kampus/#respond Fri, 28 Aug 2026 03:30:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97015 Rangkaian kegiatan Gelanggang Expo (Gelex) Universitas Gadjah Mada resmi dibuka pada Kamis (27/8) di Lapangan Pancasila. Mengusung tema Gelora Imaji Gelanggang, Gelex tahun 2026 membawa ragam inovasi yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal, mengeksplorasi, dan mengembangkan minat, bakat, serta potensi diri melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas di lingkungan UGM. Pelaksanaan Gelex 2026 […]

Artikel Gelanggang Expo Resmi Dibuka, Yuk Kenali Ragam UKM dan Komunitas Kampus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rangkaian kegiatan Gelanggang Expo (Gelex) Universitas Gadjah Mada resmi dibuka pada Kamis (27/8) di Lapangan Pancasila. Mengusung tema Gelora Imaji Gelanggang, Gelex tahun 2026 membawa ragam inovasi yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal, mengeksplorasi, dan mengembangkan minat, bakat, serta potensi diri melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas di lingkungan UGM.

Pelaksanaan Gelex 2026 melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem kegiatan kemahasiswaan UGM. Sebanyak 224 panitia terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan yang diikuti 54 UKM, 24 komunitas, dan 635 penampil. Keterlibatan tersebut menunjukkan kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan mengenal lebih dekat kehidupan kemahasiswaan di luar ruang kelas.

Ketua Pelaksana Gelex 2026, Muhammad Bintang Arrizki, mengatakan Gelex tidak hanya diselenggarakan sebagai agenda pengenalan UKM kepada mahasiswa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi UKM dan komunitas untuk bertemu, bersinergi, dan berkolaborasi dalam menciptakan pengalaman yang dapat mendukung proses pengembangan diri mahasiswa. “Gelanggang Expo bukan hanya acara pengenalan UKM. Gelanggang Expo adalah tempat teman-teman UKM dan komunitas bersinergi dan berkolaborasi,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi yang dibangun dalam Gelex diharapkan dapat membantu mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, dalam menemukan jati diri, minat dan bakat, serta mengembangkan keterampilan sosial. Kehadiran berbagai UKM dan komunitas sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menemukan lingkungan yang sesuai dengan ketertarikan dan potensi masing-masing. “Harapannya sinergi dan kolaborasi itu dapat membantu mahasiswa, terkhususnya mahasiswa baru, untuk dapat menemukan jati diri, minat bakat, social skill, dan juga membantu untuk menjunjung tinggi nilai kebogeman, yaitu mengakar kuat menjulang tinggi,” katanya.

Bintang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun dalam Gelex dapat terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ingatan kolektif mahasiswa UGM. “Harapannya nilai-nilai kegelanggangan dapat terus menjadi ingatan kolektif, yang terus membanggakan, yang terus menjadi kenangan ke generasi-generasi mendatang,” pungkasnya.

Ketua Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa (Forkom UKM) UGM, Muhammad Arief Maulana, dalam sambutannya menyampaikan jika UKM tidak hanya menjadi organisasi pendukung kegiatan kampus. Menurutnya, berbagai proses yang berlangsung di dalam UKM memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran akademik. “Di dalamnya banyak proses berpikir, menelaah, dan menelisik banyak pengetahuan dan pengalaman secara aktual,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwasannya kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mencakup pengalaman mahasiswa dalam menghadapi perbedaan, membangun kerja sama, mempertanggungjawabkan keputusan, serta menjalani peran sebagai pemimpin maupun anggota.

Menurutnya, keterampilan yang kerap disebut sebagai soft skill tidak selalu diperoleh melalui pelatihan atau seminar. Pengalaman tersebut justru dapat tumbuh melalui berbagai persoalan dan situasi nyata yang dihadapi mahasiswa ketika terlibat dalam organisasi.

Dalam konteks tersebut, Gelex menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai pilihan kegiatan kemahasiswaan yang tersedia di UGM. Mahasiswa tidak hanya dapat melihat dan mengenali UKM, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bertanya dan menemukan lingkungan yang dapat menjadi ruang untuk berkembang. “Gelanggang Expo menjadi wadah pertama untuk teman-teman memulai perjalanan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Forkom UKM dan panitia Gelex 2026 yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia mengatakan Gelex merupakan agenda rutin yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mengenalkan UKM dan komunitas kepada mahasiswa UGM. “Acara Gelanggang Expo adalah acara rutinitas yang memang digelar oleh teman-teman Forkom UKM sebagai bagian upaya dari pengenalan unit-unit kegiatan mahasiswa dan juga komunitas yang ada di lingkungan Universitas Gadjah Mada,” jelasnya.

Ia menyebut UGM memiliki 76 UKM dan komunitas dengan bidang kegiatan yang beragam, mulai dari kerohanian, olahraga, seni, hingga kegiatan khusus serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan prestasi maupun nonprestasi. Keberagaman tersebut, menurutnya, memberikan banyak pilihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik. “Artinya ini menjadi sebuah wadah penting bagi teman-teman, khususnya mahasiswa baru, untuk kemudian menempuh student journey soft skill yang akan ditempuh di Universitas Gadjah Mada ini,” katanya.

Hempri menekankan proses belajar mahasiswa tidak terbatas pada capaian akademik. Pengalaman berinteraksi dengan orang lain, mengenal lingkungan, serta terlibat dalam organisasi juga menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa selama berada di UGM. “Belajar tidak harus di kelas, belajar saya kira bisa kemudian di luar arena kelas,” ungkapnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu mengukur keberhasilan melalui indeks prestasi. Pengalaman sosial yang diperoleh melalui organisasi juga penting untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam mengenal sesama, memahami lingkungan, serta mengembangkan karakter.

Bagi mahasiswa baru, Gelex menjadi salah satu tahap lanjutan setelah mengikuti rangkaian PIONIR. Melalui Gelex, mahasiswa dapat mengenali lebih jauh berbagai organisasi kemahasiswaan, UKM, dan komunitas yang ada di lingkungan UGM sebelum menentukan kegiatan yang ingin diikuti. “Gelanggang Expo ini menjadi sebuah wadah teman-teman untuk mengenali dan nanti menjadi anggota bagi UKM dan komunitas yang ada di Universitas Gadjah Mada yang ada saat ini,” tutur Hempri.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai UKM dan komunitas sebagai ruang pengembangan soft skill dan karakter. UGM, lanjutnya, tengah mengarahkan pengembangan karakter mahasiswa melalui karakter “BERANI”, yang mencakup bernalar, etis, relasional, adaptif, nyata berdampak, serta inklusif dan inisiatif.

Selain menjadi ruang pengenalan UKM dan komunitas, Gelex 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan yang dirancang lebih interaktif. Berdasarkan penjelasan pembawa acara, rangkaian kegiatan selama tiga hari, 27–29 Agustus 2026, menghadirkan sejumlah inovasi yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan UKM maupun komunitas.

Pada hari pertama dan ketiga, Gelex menghadirkan panggung olahraga yang menampilkan UKM dari bidang olahraga. Mahasiswa dapat menyaksikan berbagai penampilan sekaligus berinteraksi dengan anggota UKM untuk mengetahui lebih jauh kegiatan yang mereka jalankan.

Sementara itu, pada hari kedua akan digelar parade UKM yang melibatkan 162 peserta dari 54 UKM. Parade tersebut menjadi salah satu inovasi Gelex 2026 untuk menghadirkan UKM secara lebih interaktif kepada mahasiswa dengan mengelilingi area penyelenggaraan Gelex.

Selain parade dan panggung olahraga, Gelex 2026 juga menghadirkan Bingkai Kelana dan Kolase Imaji yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menikmati rangkaian acara Gelex 2026.  Lalu, berbagai tenant komunitas turut hadir untuk melengkapi kegiatan. Area makanan dan minuman atau F&B dan sejumlah sekber UKM tersebar di beberapa bagian venue. Kehadiran berbagai ruang dan aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses mengenal UKM dan komunitas. Mahasiswa dapat bertanya mengenai kegiatan, pengalaman, maupun kesempatan bergabung sebelum menentukan pilihan sesuai dengan minat dan bakatnya.

Aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung juga menjadi bagian dari pelaksanaan Gelex. Panitia menyediakan sistem sinyal SOS dengan tiga penanda warna untuk membantu pengunjung ketika menghadapi situasi tertentu. Sinyal merah digunakan untuk kendala medis, hijau untuk laporan pelecehan seksual, dan biru untuk kondisi yang berkaitan dengan kejahatan.

Penulis : Zabrina Kumara

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Gelanggang Expo Resmi Dibuka, Yuk Kenali Ragam UKM dan Komunitas Kampus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gelanggang-expo-resmi-dibuka-yuk-kenali-ragam-ukm-dan-komunitas-kampus/feed/ 0
Menembus Perut Bumi, Mapagama Jelajahi Kedalaman 110 Meter Gua Karst Maros https://ugm.ac.id/id/berita/menembus-perut-bumi-mapagama-jelajahi-kedalaman-110-meter-gua-karst-maros/ https://ugm.ac.id/id/berita/menembus-perut-bumi-mapagama-jelajahi-kedalaman-110-meter-gua-karst-maros/#respond Thu, 20 Aug 2026 04:24:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96806 Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gadjah Mada (Mapagama) berhasil menyelesaikan eksplorasi gua di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan melalui Tim Siruleang dalam rangkaian kegiatan Gladimadya Caving. Kegiatan yang berlangsung dari 22 Juli hingga 3 Agustus lalu bertujuan untuk mengeksplorasi Leang Pangngi serta memetakan Gua Bidadari. Kedua gua tersebut terletak di Kawasan Karst Maros–Pangkep, merupakan kawasan karst […]

Artikel Menembus Perut Bumi, Mapagama Jelajahi Kedalaman 110 Meter Gua Karst Maros pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gadjah Mada (Mapagama) berhasil menyelesaikan eksplorasi gua di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan melalui Tim Siruleang dalam rangkaian kegiatan Gladimadya Caving. Kegiatan yang berlangsung dari 22 Juli hingga 3 Agustus lalu bertujuan untuk mengeksplorasi Leang Pangngi serta memetakan Gua Bidadari. Kedua gua tersebut terletak di Kawasan Karst Maros–Pangkep, merupakan kawasan karst terbesar dan terindah kedua di dunia yang telah dikukuhkan sebagai UNESCO Global Geopark.

Tim Siruleang terdiri dari Saida A. Haniya (Fakultas Farmasi, 2025) dan Muhammad Rafa R. (Fakultas Teknik, 2025), dengan Bagus Dwiputra W. (Fakultas Ekonomika dan Bisnis, 2023) sebagai pendamping, serta Ilyas Omar O. (Fakultas Filsafat, 2024) dan Saphira Dhiyaa A. (Fakultas Geografi, 2022) sebagai anggota tim tambahan.

Hani, selaku Koordinator Tim menyampaikan bahwa kesiapan menyeluruh merupakan hal penting dalam menghadapi medan bawah tanah yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, tim telah mempersiapkan baik fisik dan perencanaan sejak Maret 2026. Selain itu, tim juga menjalin kerja sama dengan Mapala Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan Mahacitaka dari Makassar untuk menghadapi medan baru. “Sebagai persiapan menghadapi kondisi medan lapangan yang asing bagi tim, kami telah melakukan persiapan fisik dan perencanaan sejak Maret 2026,” ujarnya, Kamis (20/8).

Hani mengatakan bahwa tim berhasil mencapai dasar Leang Pangngi dengan kedalaman 110 meter pada 26 Juli 2026. Gua vertikal ini terbagi dalam tiga tingkatan atau pitch dengan kedalaman berbeda. Meskipun kegiatan berlangsung di musim kemarau, tim masih menemukan sedikit aliran air dari pitch dua hingga pitch tiga, sehingga menambah tantangan teknis yang harus diantisipasi di setiap jalur turun. Kemudian, Pemetaan Gua Bidadari telah diselesaikan pada 30 Juli 2026. Gua horizontal ini memiliki lorong utama sepanjang 246 meter, dilengkapi beberapa aula dan tiga percabangan. Ornamen Gua Bidadari didominasi oleh ornamen hidup dengan kilauan putih yang memukau, sementara tim juga berjumpa dengan fauna langka seperti cecak jari lengkung bermotif batik (Cyrtodactylus batik) dan kalacemeti (Phrynus longipes).

Rafa, selaku Koordinator Lapangan, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama pemetaan adalah keterbatasan jumlah personel di tengah dimensi lorong gua yang sangat bervariasi. “Tantangan utama tim selama kegiatan lapangan adalah kurangnya personel, terutama saat pemetaan. Lebar dan tinggi lorong gua yang sangat bervariasi menambah lamanya waktu yang dibutuhkan tim untuk menyelesaikan pemetaan Gua Bidadari,” jelasnya.

Sebagai pendamping tim, Bagus menambahkan bahwa rangkaian Gladimadya ini menjadi ajang untuk mempraktikkan kembali ilmu dari Gladimula. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengasah kemampuan teknis yang lebih spesifik dari Divisi Caving, seperti speleologi dan Single Rope Technique (SRT), teknik yang digunakan untuk turun dan naik pada lintasan gua vertikal.

Melalui eksplorasi langsung di salah satu kawasan karst terpenting di dunia, Tim Siruleang tidak hanya berhasil menguji dan mengembangkan kemampuan teknis serta manajerial mereka, tetapi juga berkontribusi dalam memperkaya data speleologi kawasan Maros–Pangkep yang memiliki nilai ilmiah dan konservasi yang tinggi.

Penulis: Jesi

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Dok.UKM Mapagama

Artikel Menembus Perut Bumi, Mapagama Jelajahi Kedalaman 110 Meter Gua Karst Maros pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menembus-perut-bumi-mapagama-jelajahi-kedalaman-110-meter-gua-karst-maros/feed/ 0
Waspada Penyakit Musim Pancaroba, Ukesma UGM Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis  https://ugm.ac.id/id/berita/waspada-penyakit-musim-pancaroba-ukesma-ugm-gelar-pemeriksaan-kesehatan-gratis/ https://ugm.ac.id/id/berita/waspada-penyakit-musim-pancaroba-ukesma-ugm-gelar-pemeriksaan-kesehatan-gratis/#respond Wed, 12 Aug 2026 08:35:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96580 Musim pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca dan suhu yang tidak menentu. Hal ini berpengaruh terhadap tubuh yang lebih rentan berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, demam berdarah, dan gangguan pencernaan. Kondisi inilah yang mendorong Unit Kesehatan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Ukesma UGM) Ukesma UGM menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui kegiatan Bina Desa […]

Artikel Waspada Penyakit Musim Pancaroba, Ukesma UGM Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Musim pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca dan suhu yang tidak menentu. Hal ini berpengaruh terhadap tubuh yang lebih rentan berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, demam berdarah, dan gangguan pencernaan. Kondisi inilah yang mendorong Unit Kesehatan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Ukesma UGM) Ukesma UGM menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui kegiatan Bina Desa Sehat (BDS). Pelaksanaan kegiatan dirampungkan di Dusun Gowok RW 06, RT 14 dan RT 15, Kelurahan Caturtunggal, Sleman, pada Minggu (9/8). Mengusung tema “Kewaspadaan Terhadap Penyakit pada Musim Pancaroba,” kegiatan ini menggabungkan edukasi kesehatan dengan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis bagi warga.

Nisa Maharani Wahyu Pratiwi, Ketua Ukesma UGM menyampaikan kegiatan Bina Desa Sehat ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Gowok. Menurutnya, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhenti sebagai sesi edukasi sesaat, tetapi menjadi wadah pemberdayaan kesehatan yang terus hidup di tengah masyarakat. “Kita ingin warga semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, terutama selama masa peralihan musim. Sehingga terdorong untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga melalui pemantauan rutin serta penerapan pola hidup sehat dalam keseharian,” ungkapnya dalam keterangan yang dikirim Rabu (12/8).

Kegiatan Bina Desa Sehat di Dusun Gowok diawali dengan sesi pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan kadar asam urat. Antusiasme kegiatan disambut positif oleh warga karena memberikan kemudahan dalam memantau kondisi kesehatan secara langsung. Setelah pemeriksaan, warga mendapatkan penyuluhan interaktif dari tenaga kesehatan dr. Sidi Aritjahja yang membahas berbagai penyakit umum di musim pancaroba beserta langkah-langkah pencegahannya.

Ia memaparkan materi yang mencakup cara menjaga daya tahan tubuh hingga kiat memenuhi kebutuhan cairan dan istirahat. Selain itu, ia menekankan poin membiasakan perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan, serta mengenali gejala awal penyakit agar dapat segera ditangani. “Untuk mengevaluasi pemahaman peserta, panitia juga mengadakan sesi tanya jawab berhadiah yang mendorong warga untuk terlibat aktif sepanjang acara,” katanya.

Tanggapan hangat juga datang dari Sunarti, salah satu warga yang hadir, menilai kegiatan pemeriksaan kesehatan ini sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Menurutnya, mengingat banyaknya warga lanjut usia yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala. “Tema penyuluhan sangat relevan dengan kondisi cuaca yang saat ini cenderung panas dan tidak menentu,” ujarnya.

Sunarti mengapresiasi layanan yang diberikan dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin di Dusun Gowok. Hal ini disebutkannya bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga secara berkelanjutan. Melalui Bina Desa Sehat, Ukesma UGM menegaskan perannya sebagai mitra kesehatan masyarakat yang tidak hanya aktif di lingkungan kampus, tetapi juga hadir dan berdampak nyata di tengah kehidupan masyarakat sekitar.

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Tim Ukesma UGM

Artikel Waspada Penyakit Musim Pancaroba, Ukesma UGM Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/waspada-penyakit-musim-pancaroba-ukesma-ugm-gelar-pemeriksaan-kesehatan-gratis/feed/ 0
Mahasiswa UGM Raih 2 Medali di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup  https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-2-medali-di-kejurnas-taekwondo-kapolri-cup/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-2-medali-di-kejurnas-taekwondo-kapolri-cup/#respond Mon, 27 Jul 2026 08:30:43 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95891 Mewakili UKM Taekwondo, Yuki Shafa Maheswari, mahasiswi Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM angkatan 2024 berhasil meraih dua medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup ke-7 pada 9-12 Juli 2026 di Indoor Stadium, Tangerang Selatan, Banten. Kejuaraan ini diikuti oleh 2.098 atlet dari berbagai daerah di […]

Artikel Mahasiswa UGM Raih 2 Medali di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mewakili UKM Taekwondo, Yuki Shafa Maheswari, mahasiswi Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM angkatan 2024 berhasil meraih dua medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup ke-7 pada 9-12 Juli 2026 di Indoor Stadium, Tangerang Selatan, Banten. Kejuaraan ini diikuti oleh 2.098 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Kedua medali perak didapatkan Yuki pada cabang pertandingan Poomsae Prestasi Individu Senior Putri dan Poomsae Prestasi Beregu Putri.

Yuki mengaku senang dapat membawa pulang dua medali walaupun hanya latihan singkat selama satu minggu setelah mendapatkan informasi pertandingan. Ia memaksimalkan waktu tersebut dengan banyak latihan berulang serta menjaga makan dan kesehatan dengan melakukan gym untuk membangun ototnya. Ia juga sering mendokumentasikan video latihannya untuk bahan evaluasi sehingga latihan selanjutnya dapat meningkat. “Saya sering meminta mama untuk mendokumentasikan ketika latihan maupun bertanding untuk bahan evaluasi. Pada saat sebelum pertandingan saya juga banyak memberikan afirmasi positif agar dapat melakukan teknik dengan baik,” ungkapnya, Senin (27/7).

Usai meraih dua medali di pertandingan Taekwondo Kapolri Cup Ke-7 ini, Yuki mengaku ia makin percaya diri dan tidak meragukan kemampuan diri sendiri untuk bisa makin berprestasi di kemudian hari. “Saya semakin lebih yakin dan sering latihan agar siap bertanding kapan saja,” ujarnya.

Keikutsertaannya pada kejuaraan kali ini menjadi pertandingan pertamanya dalam ranah eksternal setelah memasuki UKM Taekwondo. Kedepannya, Ia berharap bisa mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk mengikuti pertandingan dan membawa pulang medali lebih banyak lagi. “Semoga kedepannya saya lebih sering ikut bertanding dan membawa pulang banyak medali,” harapnya.

Sementara itu, Ketua UKM Taekwondo UGM, Yaseer Gerard juga mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi bagian dari perjalanan panjang UKM dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional. Ia menekankan pentingnya konsistensi UKM sebagai wadah yang memfasilitasi pengembangan potensi atletik mahasiswa, bukan hanya sebagai organisasi formal, tetapi sebagai ekosistem yang menumbuhkan semangat bertanding dan kepercayaan diri atlet secara nyata. “Harapan saya UKM ini tetap konsisten menjadi wadah untuk memfasilitasi atlet-atlet yang ingin berprestasi di nasional,” ucapnya.

Penulis: Jesi

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Dok.Yuki

Artikel Mahasiswa UGM Raih 2 Medali di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-2-medali-di-kejurnas-taekwondo-kapolri-cup/feed/ 0
520 Atlet Panahan Ikut Kejuaraan UGM Open Archery Championship Series 3  https://ugm.ac.id/id/berita/520-atlet-panahan-ikut-kejuaraan-ugm-open-archery-championship-series-3/ https://ugm.ac.id/id/berita/520-atlet-panahan-ikut-kejuaraan-ugm-open-archery-championship-series-3/#respond Fri, 17 Jul 2026 09:22:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95635 Sebanyak 520 atlet panahan yang tergabung dalam 97 klub dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia mengikuti Kejuaraan panahan tingkat nasional, UGM Open Archery Championship (UOAC) Series 3,  pada 8–12 Juli 2026 lalu di Stadion Pancasila UGM. Keberhasilan menyelenggarakan kompetisi nasional ini mencerminkan kapasitas UKM Panahan UGM sebagai penyelenggara profesional sekaligus mempertegas posisi UGM sebagai pusat […]

Artikel 520 Atlet Panahan Ikut Kejuaraan UGM Open Archery Championship Series 3  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 520 atlet panahan yang tergabung dalam 97 klub dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia mengikuti Kejuaraan panahan tingkat nasional, UGM Open Archery Championship (UOAC) Series 3,  pada 8–12 Juli 2026 lalu di Stadion Pancasila UGM. Keberhasilan menyelenggarakan kompetisi nasional ini mencerminkan kapasitas UKM Panahan UGM sebagai penyelenggara profesional sekaligus mempertegas posisi UGM sebagai pusat pembinaan olahraga panahan di tingkat nasional.

Koordinator Umum UOAC Series 3, Kevin Febriano, mengatakan kejuaraan kali ini mempertandingkan delapan kategori yang mencakup berbagai kelompok usia dan jenis busur. Diantaranya Nasional U13, Nasional U15, Nasional Umum, Recurve U15, Recurve Umum, Compound U15, Compound Umum, dan Barebow Umum. Selanjutnya, para peserta bertanding dalam formasi 45 regu dan 60 mixed team.

Ia menggambarkan bahwa pada setiap kategori, persaingannya cukup ketat dan kompetitif. Sebagaimana para atlet yang memberikan penampilan terbaik di hadapan para juri dan penonton selama lima hari. “Keberagaman format pertandingan ini menjadikan UOAC Series 3 sebagai ajang yang inklusif dan representatif bagi ekosistem panahan nasional,” kata kevion, Jumat (17/7).

Menurut Kevin, ajang ini lebih dari sekadar kompetisi karena menjadi ruang silaturahmi bagi insan panahan dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran 97 klub dari berbagai provinsi menjadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk mempererat hubungan sekaligus mendorong perkembangan panahan nasional. Ia menyampaikan bahwa UOAC diharapkan tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga wadah memperkuat persaudaraan, memperluas jejaring, serta berkontribusi dalam mencetak atlet-atlet berprestasi. “Harapan kami, UGM Open Archery Championship dapat terus berkembang dengan semangat yang lebih besar, penyelenggaraan yang lebih baik, dan prestasi yang semakin membanggakan. Sampai jumpa di UGM Open Archery Championship Series berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengemukakan suksesnya penyelenggaraan UOAC Series 3 menjadi tonggak penting bagi UKM Panahan UGM dalam perjalanannya membangun ekosistem panahan yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan skala yang terus berkembang dari seri ke seri, UOAC membuktikan diri sebagai kejuaraan yang semakin dipercaya oleh komunitas panahan nasional sebagai ajang yang layak untuk diikuti. Ke depan, sebut Kevin, UKM Panahan UGM berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan demi menghadirkan pengalaman kompetisi yang lebih baik bagi seluruh peserta. “UOAC Series berikutnya ditunggu dengan harapan yang lebih besar, membawa serta semangat, dan warisan positif yang telah dibangun bersama dalam perjalanan panjang kejuaraan ini,”pungkasnya.

Reportase : Naja Ganiswara dan Ahmad Yuana Putra/Ditmawa

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Tim UOAC Series 3

Artikel 520 Atlet Panahan Ikut Kejuaraan UGM Open Archery Championship Series 3  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/520-atlet-panahan-ikut-kejuaraan-ugm-open-archery-championship-series-3/feed/ 0