FMIPA UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fmipa-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sat, 29 Aug 2026 02:22:23 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Dukung Eliminasi TB, Dosen UGM Hadirkan Rumah Skrining dan Layanan Radiografi Keliling https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-eliminasi-tb-dosen-ugm-hadirkan-rumah-skrining-dan-layanan-radiografi-keliling/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-eliminasi-tb-dosen-ugm-hadirkan-rumah-skrining-dan-layanan-radiografi-keliling/#respond Sat, 29 Aug 2026 02:22:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97061 Hasil riset tim peneliti Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan alat radiografi sinar-X digital mulai diterapkan untuk layanan pemeriksaan radiologi kesehatan berbasis masyarakat. Riset bertajuk Alat Radiografi Sinar-X Digital Keliling untuk Layanan Skrining Tuberculosis dan Medical Check Up tersebut merupakan bagian dari Program Riset Sinergi 2025–2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Hasil riset kemudian […]

Artikel Dukung Eliminasi TB, Dosen UGM Hadirkan Rumah Skrining dan Layanan Radiografi Keliling pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Hasil riset tim peneliti Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan alat radiografi sinar-X digital mulai diterapkan untuk layanan pemeriksaan radiologi kesehatan berbasis masyarakat. Riset bertajuk Alat Radiografi Sinar-X Digital Keliling untuk Layanan Skrining Tuberculosis dan Medical Check Up tersebut merupakan bagian dari Program Riset Sinergi 2025–2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Hasil riset kemudian dikembangkan melalui Rumah Skrining yang mengintegrasikan teknologi radiografi digital dengan sistem pengelolaan layanan kesehatan. Layanan tersebut mulai dioperasikan pada 27–28 Agustus 2026 di lingkungan CV Prestige Furniture, Yogyakarta.

Riset tersebut dipimpin Prof. Drs. Gede Bayu Suparta, M.Si., Ph.D. dari FMIPA UGM dan dikembangkan melalui sinergi dengan PT Madeena Karya Indonesia, CV Prestige Furniture, serta RSKIA Permata Bunda Yogyakarta. Rumah Skrining dirancang untuk membawa hasil pengembangan teknologi radiografi ke dalam layanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Model ini juga diarahkan untuk memperluas akses pemeriksaan kesehatan, khususnya layanan yang membutuhkan pemeriksaan radiologi. “Rumah Skrining adalah start-up yang bertujuan untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan radiologi berbasis masyarakat,” ujar Bayu, Sabtu (29/8).

Dalam pengembangannya, Rumah Skrining tidak berdiri sebagai fasilitas radiologi yang terpisah dari sistem pelayanan kesehatan. Layanan ini dipandu oleh fasilitas pelayanan kesehatan seperti klinik atau rumah sakit, sekaligus memanfaatkan perangkat radiologi yang dikelola melalui Madeena Health Care System (MHCS) atau Madeena Solution. Platform tersebut mencakup tata kelola data DICOM, PACS, teleradiologi, dan pembacaan citra radiologi dengan bantuan AI. “Kehadiran Rumah Skrining diharapkan dapat membantu Pemerintah mempercepat capaian Program Eliminasi TB 2030 dan memperluas keterjangkauan masyarakat pada layanan Cek Kesehatan plus Radiografi Sinar-x,” ujar Bayu.

Bayu menjelaskan teknologi radiografi yang digunakan memiliki fitur untuk pemeriksaan badan dan dada dengan dosis radiasi rendah. Citra yang dihasilkan kemudian dapat dianalisis dengan dukungan perangkat lunak AI, sementara proses pemeriksaan hingga pembacaan hasil disebut dapat dilakukan dalam waktu sekitar 15 menit untuk setiap pasien. Informasi mengenai status kesehatan pasien juga dapat disimpan ke dalam platform SatuSehat yang dikelola pemerintah.

Pengembangan layanan selanjutnya diarahkan agar Rumah Skrining dapat hadir di berbagai lingkungan, mulai dari perguruan tinggi, kawasan industri, pesantren, sekolah, rumah sakit pratama, hingga puskesmas. Bayu berujar perluasan titik layanan diharapkan dapat membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam pengembangan fasilitas skrining kesehatan. Di sisi lain, teknologi radiografi juga terus berkembang dengan perangkat yang semakin ringan, hemat energi, dan dapat menggunakan baterai isi ulang. “Teknologi pesawat sinar-x cenderung semakin maju, canggih, aman, ringan, hemat energi, dan rechargeable,” ungkapnya.

Direktur Operasional Rumah Skrining Annisa Fitriana, S.Ant., menjelaskan bahwa pengelolaan layanan dilakukan dengan memanfaatkan ekosistem teknologi yang telah disiapkan untuk mendukung pemeriksaan radiologi. Rumah Skrining dapat mengelola perangkat radiologi produk PT Madeena Karya Indonesia maupun alat radiologi impor yang telah terpasang di rumah sakit di Indonesia. Sistem tersebut memungkinkan proses tata kelola data dan layanan radiologi terhubung dalam satu platform. “MHCS juga disebut Madeena Solution, telah dilengkapi sistem tata kelola data DICOM, PACS, Teleradiologi, dan pembacaan citra radiologi menggunakan bantuan Kecerdasan Buatan AI,” jelas Annisa.

Implementasi perdana dilakukan di lingkungan CV Prestige Furniture yang merupakan mitra produksi alat radiografi DDR Madeena. Pimpinan CV Prestige Furniture Wahyudi Ganda Wijaya menyampaikan komitmen perusahaan untuk memeriksa dan menjaga kesehatan 40 karyawannya melalui fasilitas Rumah Skrining. Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh keluarga karyawan dan masyarakat di sekitar pabrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan radiografi di lingkungan yang sebelumnya dinilai masih sulit memperoleh akses layanan formal yang terjangkau.

Layanan perdana Rumah Skrining berlangsung selama dua hari dengan pemeriksaan berupa radiografi thorax. Pada Kamis (27/8), sebanyak 35 orang mengikuti pemeriksaan, sedangkan pada Jumat (28/8) tercatat 42 peserta. Pelaksanaan tersebut menjadi tahap awal penerapan model layanan radiologi berbasis masyarakat yang dikembangkan melalui kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil penerapan awal ini sekaligus menjadi pengalaman lapangan dalam pengembangan layanan Rumah Skrining berikutnya.

Selain layanan berbasis lokasi, pengembangan Rumah Skrining diarahkan pada penggunaan radiografi keliling yang ditempatkan di atas truk niaga ringan. Kendaraan tersebut dirancang untuk menjangkau lingkungan permukiman yang sempit maupun wilayah dengan medan yang lebih berat, sehingga pemeriksaan tidak harus selalu dilakukan di fasilitas kesehatan. Konsep ini menggabungkan layanan radiografi keliling dengan teleradiologi dan pembacaan AI melalui platform Madeena Health Care System untuk mendukung program Active Case Finding TBC bersama fasyankes tingkat pratama maupun puskesmas. Pendekatan tersebut dirangkum melalui konsep “Serve at everywhere, Read from Anywhere”.

Bayu berharap pengembangan teknologi tersebut dapat didukung oleh terbentuknya ekosistem radiografi sinar-X digital yang melibatkan pemerintah, fasilitas kesehatan, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat. Ia juga mendorong adanya regulasi yang mampu memberikan ruang bagi pemanfaatan teknologi radiografi untuk kebutuhan pelayanan kesehatan. Baginya perluasan akses terhadap informasi kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat sekaligus mendukung kekuatan ekonomi dan industri nasional.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Dokumentasi Peneliti

Artikel Dukung Eliminasi TB, Dosen UGM Hadirkan Rumah Skrining dan Layanan Radiografi Keliling pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-eliminasi-tb-dosen-ugm-hadirkan-rumah-skrining-dan-layanan-radiografi-keliling/feed/ 0
Unggul di ONMIPA 2025, Tim Mahasiswa UGM Raih Juara Umum https://ugm.ac.id/id/berita/unggul-di-onmipa-2025-tim-mahasiswa-ugm-raih-juara-umum/ https://ugm.ac.id/id/berita/unggul-di-onmipa-2025-tim-mahasiswa-ugm-raih-juara-umum/#respond Tue, 25 Nov 2025 02:30:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=87169 UGM menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara umum pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) 2025. Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya UGM berhasil keluar sebagai juara umum setelah pada tahun-tahun sebelumnya kerap berada di posisi runner-up. Kompetisi yang berlangsung di Universitas Padjadjaran pada 16–20 November 2025 ini menjadi […]

Artikel Unggul di ONMIPA 2025, Tim Mahasiswa UGM Raih Juara Umum pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
UGM menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara umum pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) 2025. Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya UGM berhasil keluar sebagai juara umum setelah pada tahun-tahun sebelumnya kerap berada di posisi runner-up.

Kompetisi yang berlangsung di Universitas Padjadjaran pada 16–20 November 2025 ini menjadi panggung penampilan terbaik bagi kontingen UGM. Sebanyak 19 mahasiswa yang turun di empat bidang, yakni fisika, biologi, matematika, dan kimia, menunjukkan performa luar biasa dan berhasil mengumpulkan 14 medali. Total perolehan tersebut meliputi 6 medali emas, 1 perak, 6 perunggu, serta 1 honorable mention yang mengukuhkan posisi UGM sebagai juara umum.

Pada bidang matematika, UGM tampil dominan dengan raihan tiga medali emas melalui Rama Sulaiman Nurcahyo, Stephen Sanjaya, dan Muhammad Hanif, serta satu medali perunggu oleh Fajar Arif Shodiqin. Di bidang biologi, satu medali emas disumbangkan oleh Erlangga Dief Putra Hamam, satu perak oleh Kevin Lensrich, serta dua perunggu oleh Ganang Fattahuddien Attar dan Tsaqifa Zuhayra Emery Bagus.

Sementara itu, pada bidang kimia, satu medali emas berhasil diraih oleh Agatha Novi Febriyanti, disusul dua medali perunggu yang disumbangkan oleh Jonathan Aaron Gunawan dan Rafif Dista Serano. Di bidang fisika, Ahmad Daffa Islamay Fasya Askari menyumbang satu medali emas, kemudian Alief Arsa Yudhistira meraih perunggu, dan Zulfa Nailil Muna mendapatkan honorable mention.

Ketua Komunitas ONMIPA UGM, Danu Ari Wibowo, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil proses panjang yang dimulai jauh sebelum kompetisi berlangsung. Ia menjelaskan bahwa proses seleksi internal dibuka sejak Januari melalui rekrutmen besar yang melibatkan ratusan mahasiswa. “Kami sudah mulai sejak bulan Januari, dengan membuka open recruitment kontingen ONMIPA UGM yang diikuti 170-an mahasiswa,” jelasnya, Selasa (25/11).

Seleksi berlangsung ketat hingga menghasilkan 10 peserta terbaik dari tiap bidang sebelum pelatihan lanjutan diberikan. Setelah sempat tertunda menunggu panduan resmi kompetisi, persiapan kembali berjalan padat sejak Juli hingga September. “Kami berikan pelatihan selama kurang lebih 2–3 minggu, kemudian diseleksi 5 besar tiap bidangnya yang kemudian diberi pelatihan lagi untuk menuju seleksi wilayah,” tambahnya.

Danu juga menekankan pentingnya dukungan dari banyak pihak, mulai dari para dosen hingga veteran ONMIPA tahun sebelumnya. Menurutnya, sinergi inilah yang menjadi fondasi utama kemenangan UGM tahun ini. “Kami mendapat dukungan penuh dari kurang lebih 20 dosen yang terlibat dari berbagai bidang. Para dosen yang terlibat sangat membantu untuk mempersiapkan untuk seleksi internal, wilayah, hingga nasional,” ungkapnya.

Ia menutup dengan menegaskan kembali bahwa keberhasilan UGM mengukir sejarah sebagai juara umum ONMIPA 2025 merupakan buah dari kerja sama dan ketekunan seluruh anggota tim. “Sinergi antara mahasiswa, veteran, dan dosen inilah yang menjadi penentu dalam mengantar UGM meraih gelar Juara Umum ONMIPA tahun 2025,” tutupnya.

Penulis: Aldi Firmansyah

Editor: Triya Andriyani

Foto: Komunitas ONMIPA UGM

 

Artikel Unggul di ONMIPA 2025, Tim Mahasiswa UGM Raih Juara Umum pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/unggul-di-onmipa-2025-tim-mahasiswa-ugm-raih-juara-umum/feed/ 0
Mahasiswa UGM Raih Juara di MAJU:ON Hackathon 2025 https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-di-majuon-hackathon-2025/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-di-majuon-hackathon-2025/#respond Sat, 15 Nov 2025 14:19:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=86774 Dua tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang internasional MAJU:ON Hackathon 2025 dengan menempati posisi juara 1 dan 2 pada kategori Student Track. Kompetisi kewirausahaan ini diselenggarakan oleh UD Impact dengan dukungan SK Innovation E&S Korea Selatan dan mempertemukan 16 tim mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi. Acara puncak digelar di […]

Artikel Mahasiswa UGM Raih Juara di MAJU:ON Hackathon 2025 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang internasional MAJU:ON Hackathon 2025 dengan menempati posisi juara 1 dan 2 pada kategori Student Track. Kompetisi kewirausahaan ini diselenggarakan oleh UD Impact dengan dukungan SK Innovation E&S Korea Selatan dan mempertemukan 16 tim mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi. Acara puncak digelar di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, tempat para peserta mempresentasikan inovasi mereka dalam isu energi, lingkungan, dan ekonomi hijau.

Pada posisi pertama, Tim Mycomarine (Seathera) UGM yang diketuai Gerson Lewis bersama Brilliant Christalia Anjani, Felicia Jeanete Adelyn asal Fakultas Pertanian, dan Viena Kurniawan dari Sekolah Vokasi, berhasil meraih kemenangan melalui inovasi Seathera, kemasan ramah lingkungan berbahan mycelium yang dapat terurai dengan cepat. Inovasi ini menawarkan alternatif material berkelanjutan sekaligus mendukung pengurangan polutan plastik dan mikroplastik di perairan.

Di posisi kedua, Faiz Armani Attamimy asal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berhasil meraih penghargaan melalui inovasi Caisitant, teknologi pemurnian air berbasis biji kelor (moringa oleifera). Produk ini bekerja dengan mengikat dan mengendapkan kotoran secara aman tanpa bahan kimia berbahaya sehingga berpotensi menjadi solusi terjangkau bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses air bersih.

Faiz mengungkapkan bahwa ajang ini memberinya kesempatan memperluas wawasan mengenai pengembangan ide bisnis berbasis keberlanjutan. “Mengikuti kompetisi ini menjadi pengalaman berharga dan membuka wawasan baru tentang bagaimana inovasi kecil dapat memberi dampak besar. Terima kasih kepada para coach atas bimbingan dan dukungannya selama proses ini,” ujarnya, Kamis (13/11).

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas prestasi kedua tim dan menegaskan bahwa UGM terus memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui fasilitas dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, capaian ini menunjukkan kapasitas mahasiswa UGM dalam memadukan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian sosial menjadi inovasi yang memberi dampak nyata. “Pencapaian ini mencerminkan semangat kolaboratif mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat internasional dan memperkuat reputasi universitas sebagai inovator terdepan di Indonesia,” jelasnya.

Hempri menambahkan bahwa partisipasi mahasiswa UGM dalam MAJU:ON Hackathon 2025 menjadi bukti komitmen universitas dalam membentuk generasi muda yang unggul, adaptif, dan berorientasi global dalam menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penulis: Cyntia Noviana

Editor: Triya Andriyani

Dok: Direktorat Kemahasiswaan UGM

Artikel Mahasiswa UGM Raih Juara di MAJU:ON Hackathon 2025 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-di-majuon-hackathon-2025/feed/ 0
Dosen UGM Kembangkan Riset Pengendalian Lalat Buah Berbasis Protein Umpan https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-kembangkan-riset-pengendalian-lalat-buah-berbasis-protein-umpan/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-kembangkan-riset-pengendalian-lalat-buah-berbasis-protein-umpan/#respond Thu, 13 Nov 2025 07:06:09 +0000 https://ugm.ac.id/?p=86741 Kawasan Turi, Sleman, dikenal sebagai sentra utama produksi salak pondoh di Indonesia. Potensi besar ini bahkan menjangkau pasar internasional seperti Tiongkok, Kamboja, Vietnam, Hong Kong, dan Timur Tengah. Namun, tingginya permintaan ekspor kerap terhambat oleh serangan lalat buah yang menurunkan kualitas panen dan menghambat standardisasi produk ekspor. Ketua Kelompok Tani Salak Kapanewon Turi, Suroto, menjelaskan […]

Artikel Dosen UGM Kembangkan Riset Pengendalian Lalat Buah Berbasis Protein Umpan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kawasan Turi, Sleman, dikenal sebagai sentra utama produksi salak pondoh di Indonesia. Potensi besar ini bahkan menjangkau pasar internasional seperti Tiongkok, Kamboja, Vietnam, Hong Kong, dan Timur Tengah. Namun, tingginya permintaan ekspor kerap terhambat oleh serangan lalat buah yang menurunkan kualitas panen dan menghambat standardisasi produk ekspor. Ketua Kelompok Tani Salak Kapanewon Turi, Suroto, menjelaskan bahwa serangan lalat buah menjadi tantangan rutin bagi petani, terutama saat musim panen. “Pada periode tertentu, populasi hama bisa meningkat hingga 40–60 persen,” ungkapnya, (Rabu, 12/11)

Ia menambahkan bahwa kelompok taninya telah menggunakan atraktan methyl eugenol (ME) untuk mengendalikan hama, tetapi efektivitasnya masih terbatas, terutama menjelang panen raya ketika serangan meningkat tajam. “Kondisi ini menunjukkan perlunya metode pengendalian yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menjawab persoalan tersebut, tim dosen dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada berkolaborasi mengembangkan riset pengendalian hama berbasis protein umpan. Tim ini dipimpin oleh Dr. Suputa (Fakultas Pertanian) dengan anggota Dr. Deni Pranowo (FMIPA), Dr. Sri Wahyuni Buadiarti (BRIN), Prof. Dr. Subejo (Sosial Ekonomi Pertanian), dan Dr. Panjisakti Basunanda (Pemuliaan Tanaman).

Sejak 2022, tim telah melakukan edukasi kepada kelompok tani mengenai siklus hidup lalat buah, cara kerja atraktan, dan pentingnya pengendalian berbasis kawasan. Kolaborasi tersebut kemudian berlanjut pada 2024 melalui kerja sama dengan Direktorat Perlindungan Hortikultura (Ditlin Horti) dalam memperkenalkan metode Area-Wide Management (AWM), yakni sistem pengendalian lalat buah skala luas yang melibatkan partisipasi lintas pihak.

Pendekatan yang dikembangkan terdiri atas dua inovasi utama, yakni Augmentarium dan Protein Bait. Menurut Dr. Deni Pranowo, Augmentarium berfungsi meningkatkan populasi musuh alami lalat buah seperti parasitoid dan predator alami. Sementara Protein Bait merupakan umpan yang mampu menarik lalat buah jantan dan betina sekaligus. “Keduanya diaplikasikan langsung oleh mitra tani di Turindo sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kami,” jelasnya.

Penerapan metode AWM menunjukkan hasil signifikan. Populasi lalat buah di area uji lapangan menurun hingga 96 persen setelah kombinasi penggunaan protein bait, wooden block, atraktan ME, dan sanitasi buah busuk dilakukan secara terintegrasi. Dr. Suputa menjelaskan, efektivitas protein umpan ini terletak pada kemampuannya menjerat lalat buah betina yang menjadi sumber pembentukan generasi baru hama. “Petani di Wonokerto melaporkan bahwa hanya dalam dua minggu intensitas serangan menurun drastis dan jumlah buah rusak berkurang,” tuturnya.

Jika diterapkan secara berkelanjutan, inovasi ini berpotensi meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi salak di Turi, sekaligus memperluas peluang ekspor dan kesejahteraan petani. “Harapannya, kolaborasi berbagai pihak ini dapat menghadirkan sinergi baru agar produksi salak pondoh di Turi semakin kokoh dan berkelanjutan,” pungkas Suputa.

Penulis/Dok: Hanifah

Editor: Triya Andriyani

 

Artikel Dosen UGM Kembangkan Riset Pengendalian Lalat Buah Berbasis Protein Umpan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-kembangkan-riset-pengendalian-lalat-buah-berbasis-protein-umpan/feed/ 0
UGM dan LPS Kerja Sama Tingkatkan Akses Pendidikan Calon Mahasiswa dari Keluarga Kurang Mampu https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-lps-kerja-sama-tingkatkan-akses-pendidikan-calon-mahasiswa-dari-keluarga-kurang-mampu/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-lps-kerja-sama-tingkatkan-akses-pendidikan-calon-mahasiswa-dari-keluarga-kurang-mampu/#respond Mon, 20 Oct 2025 04:55:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=85504 Universitas Gadjah Mada dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat memperluas kerja sama dalam pengembangan Kompetensi, Penelitian, dan Sosialisasi terkait fungsi, tugas, dan wewenang LPS serta meningkatkan akses pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Kesepakatan kerja sama tersebut termuat dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama yang berlangsung di Ruang Tamu Rektor, Gedung Pusat UGM, Senin […]

Artikel UGM dan LPS Kerja Sama Tingkatkan Akses Pendidikan Calon Mahasiswa dari Keluarga Kurang Mampu pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat memperluas kerja sama dalam pengembangan Kompetensi, Penelitian, dan Sosialisasi terkait fungsi, tugas, dan wewenang LPS serta meningkatkan akses pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Kesepakatan kerja sama tersebut termuat dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama yang berlangsung di Ruang Tamu Rektor, Gedung Pusat UGM, Senin (20/10).

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat terus memberi manfaat bagi pengembangan tridarma perguruan tinggi. Kerja sama antara UGM dan LPS telah berlangsung hampir satu dekade dan menunjukkan hasil konkret dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian. Melalui perjanjian baru ini, kedua pihak sepakat memperluas kolaborasi yang mencakup pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen, pendanaan riset, serta sosialisasi literasi keuangan. “Sejak 2016 kami telah bekerja sama dalam banyak hal, mulai dari program magang, visiting scholar, hingga dukungan penelitian dan pendanaan bagi mahasiswa,” tutur Rektor.

Kelanjutan ruang lingkup kerja sama mencakup enam bidang utama, yaitu pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan magang, peningkatan kapasitas dosen lewat program visiting scholar, serta pendanaan penelitian di bidang perbankan, keuangan, asuransi, dan stabilitas sistem keuangan. Selain itu, LPS juga mendukung pendanaan untuk skripsi, tesis, dan disertasi di bidang terkait serta penyelenggaraan sosialisasi mengenai fungsi dan peran LPS. “Kami berkomitmen untuk membuka ruang lebih luas bagi kolaborasi yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan praktik keuangan yang sehat,” kata Rektor.

Dalam kesempatan tersebut, Ova turut menyinggung tantangan yang dihadapi UGM dalam menjaga akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu. Ia menyampaikan bahwa efisiensi anggaran menyebabkan kuota penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) dari pemerintah menurun hingga 50 persen. Kondisi ini mendorong UGM untuk mencari alternatif pendanaan agar kesempatan belajar tetap terbuka luas bagi semua kalangan. “Kami berupaya menjalin kerja sama strategis agar mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa menempuh pendidikan tanpa hambatan finansial,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu, menyampaikan komitmen lembaganya untuk mendukung upaya UGM melalui program pemberdayaan dan peningkatan akses pendidikan tinggi. LPS akan menyalurkan sebagian alokasi tanggung jawab sosialnya untuk memperluas kesempatan belajar bagi mahasiswa. “Kami ingin dana yang kami kelola dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui dukungan pendidikan dan peningkatan kapasitas di universitas seperti UGM,” ujar Anggito.

Ia menambahkan, LPS juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen UGM untuk terlibat dalam kegiatan magang dan pendampingan di bidang resolusi bank serta manajemen risiko. Di sisi lain, LPS juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusianya melalui kerja sama pendidikan dengan UGM, khususnya bagi staf yang ingin melanjutkan studi di bidang aktuaria di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). “Kami ingin mengundang mahasiswa, dosen, dan juga pegawai kami untuk berpartisipasi dalam berbagai program bersama agar proses pembelajaran dan pertukaran pengetahuan berjalan dua arah,” jelasnya.

Unit kerja pelaksana PKS ini adalah FMIPA serta Sekolah Vokasi UGM. Kedua unit akan menindaklanjuti kerja sama dalam bentuk program pendidikan, riset, dan pengabdian sesuai bidang keahlian masing-masing. Rektor UGM menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kontribusi universitas terhadap peningkatan literasi dan stabilitas keuangan nasional.

Kerja sama antara UGM dan LPS mencerminkan semangat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga keuangan negara dalam memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Kedua institusi berkomitmen menjadikan kemitraan ini sebagai model kolaborasi berkelanjutan yang berdampak bagi pembangunan nasional. “UGM memiliki reputasi akademik yang kuat dan kami melihat banyak potensi sinergi yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Anggito.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel UGM dan LPS Kerja Sama Tingkatkan Akses Pendidikan Calon Mahasiswa dari Keluarga Kurang Mampu pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-lps-kerja-sama-tingkatkan-akses-pendidikan-calon-mahasiswa-dari-keluarga-kurang-mampu/feed/ 0
Kolaborasi Interdisipliner, Fakultas Biologi UGM Bagikan Praktik Baik Pengelolaan Sampah https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-interdisipliner-fakultas-biologi-ugm-bagikan-praktik-baik-pengelolaan-sampah/ https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-interdisipliner-fakultas-biologi-ugm-bagikan-praktik-baik-pengelolaan-sampah/#respond Tue, 30 Sep 2025 04:43:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=84630 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melalui Satgas Pengelola Sampah Organik memenuhi undangan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM untuk mengisi sesi berbagi pengalaman pengelolaan limbah. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (27/9) silam di Auditorium Herman Yohannes ini, diikuti oleh dosen, kepala departemen, serta sekitar 90 mahasiswa Departemen Matematika. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran […]

Artikel Kolaborasi Interdisipliner, Fakultas Biologi UGM Bagikan Praktik Baik Pengelolaan Sampah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melalui Satgas Pengelola Sampah Organik memenuhi undangan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM untuk mengisi sesi berbagi pengalaman pengelolaan limbah. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (27/9) silam di Auditorium Herman Yohannes ini, diikuti oleh dosen, kepala departemen, serta sekitar 90 mahasiswa Departemen Matematika.

Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran praktik baik pengelolaan sampah yang telah diterapkan di lingkungan Fakultas Biologi. Kehadiran Satgas menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program keberlanjutan kampus. “Kami hadir untuk menunjukkan bagaimana pengelolaan sampah dapat dijalankan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., selaku ketua satgas.

Dalam paparannya, Dwi Umi menyampaikan sejumlah inovasi hasil riset dosen dan mahasiswa Biologi. Beberapa produk yang telah dikembangkan antara lain probiotik Bio-2023 yang berfungsi mempercepat proses pengomposan, pupuk biofertil, hingga eco-enzim. Fakultas Biologi juga menghasilkan vermikompos, pel lantai organik, serta alat pencacah sederhana untuk mendukung proses pengolahan limbah. Semua inovasi tersebut telah diimplementasikan di lingkungan kampus dengan hasil yang nyata. “Kami ingin memastikan bahwa sampah organik bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengelolaan sampah organik di Fakultas Biologi dijalankan dengan prinsip partisipatif dan riset terapan. Sivitas dilibatkan secara aktif dalam proses pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan. Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk ikut mengembangkan produk baru berbasis kebutuhan lapangan. Keterlibatan ini diharapkan menumbuhkan kepedulian sekaligus keterampilan praktis dalam isu lingkungan. “Harapannya setiap fakultas mampu berkontribusi dalam mengurangi timbunan sampah di kampus,” terang Dwi Umi.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan pemaparan dari Walyono, S.T., M.Eng., Kepala Sub Direktorat Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Direktorat Aset UGM. Ia menjelaskan bahwa UGM menghasilkan lebih dari enam ton sampah setiap harinya yang mencakup organik, anorganik, dan residu. Untuk itu, diperlukan sistem pengelolaan yang terintegrasi dan berkesinambungan. Saat ini, pengolahan dilakukan secara mandiri melalui Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM. “Kami berkomitmen menjadikan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama seluruh sivitas. Langkah kecil yang kita lakukan di kampus dapat memberi dampak luas bagi keberlanjutan lingkungan,” jelas Walyono.

Mahasiswa Departemen Matematika yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pemaparan yang diberikan. Mereka menilai alur pengelolaan sampah yang dijalankan Fakultas Biologi dapat dijadikan bahan pemodelan matematis. Hal ini membuka ruang kolaborasi lintas disiplin antara biologi dan matematika dalam menyelesaikan persoalan nyata. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait teknis pengolahan dan prospek riset ke depan.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa direncanakan membuat pameran hasil pemodelan pengelolaan sampah yang kemudian akan dilombakan. Agenda ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran kreatif sekaligus mendorong lahirnya ide-ide baru. Dengan demikian, pemahaman tentang lingkungan dapat diintegrasikan dengan keilmuan matematika. Langkah ini menunjukkan bagaimana isu keberlanjutan bisa dijadikan tema pembelajaran interdisipliner.

Reportase: Humas Fakultas Biologi UGM

Editor: Triya Andriyani

Artikel Kolaborasi Interdisipliner, Fakultas Biologi UGM Bagikan Praktik Baik Pengelolaan Sampah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-interdisipliner-fakultas-biologi-ugm-bagikan-praktik-baik-pengelolaan-sampah/feed/ 0
UGM dan MIDSEA Perkuat Riset Pemodelan Penyakit Menular di Asia Tenggara https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-midsea-perkuat-riset-pemodelan-penyakit-menular-di-asia-tenggara/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-midsea-perkuat-riset-pemodelan-penyakit-menular-di-asia-tenggara/#respond Mon, 23 Jun 2025 09:05:09 +0000 https://ugm.ac.id/?p=79916 Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Modelling Infectious Diseases in South East Asia (MIDSEA) secara resmi membuka kegiatan MIDSEA Summer School 2025 pada Senin (23/6) di Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara untuk memperkuat […]

Artikel UGM dan MIDSEA Perkuat Riset Pemodelan Penyakit Menular di Asia Tenggara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Modelling Infectious Diseases in South East Asia (MIDSEA) secara resmi membuka kegiatan MIDSEA Summer School 2025 pada Senin (23/6) di Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara untuk memperkuat kapasitas riset dan kolaborasi dalam bidang pemodelan penyakit menular, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Program ini dirancang untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pelatihan bersama, dan pemanfaatan pendekatan berbasis data dalam mendukung kebijakan kesehatan masyarakat.

Dekan FMIPA, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., mengungkapkan bahwa UGM sangat mendukung kolaborasi strategis untuk memperkuat ketahanan kawasan terhadap ancaman penyakit menular melalui pendekatan sains dan data. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga menghasilkan kemitraan nyata dalam penanggulangan penyakit menular berbasis pemodelan matematika,” tuturnya.

Ketua Departemen Matematika FMIPA, Dr. Nanang Susyanto, S.Si., M.Sc., M.Act.Sc., turut menekankan pentingnya peran matematika dalam mendukung pengambilan keputusan di bidang kesehatan, saat memberikan sambutan. Ia juga memperkenalkan berbagai program riset dan pendidikan yang tengah dijalankan oleh Departemen Matematika dan berharap terjalin kolaborasi berkelanjutan dengan para peserta. “Kami percaya bahwa pemodelan matematika bukan hanya alat analisis, tetapi fondasi penting dalam merancang kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih tangguh dan responsif,” ujarnya.

Perwakilan utama dari inisiatif MIDSEA, Prof. Alex Cook dari National University of Singapore (NUS), turut menyampaikan paparan mengenai visi program ini. Ia menjelaskan bahwa MIDSEA bertujuan membangun jaringan peneliti lintas negara yang menggunakan model matematika sebagai dasar untuk pengambilan keputusan di bidang kesehatan masyarakat. “MIDSEA berupaya membangun jejaring peneliti yang solid dan saling terhubung, dengan menjadikan model matematika sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih efektif di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Suasana pembukaan kegiatan Summer School semakin meriah dengan penampilan tari tradisional Gambyong dari Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) UGM yang mencerminkan kekayaan budaya serta keramahtamahan Yogyakarta sebagai tuan rumah. Penampilan para penari yang anggun dan penuh ekspresi mendapat sambutan hangat dari para peserta internasional. Kehadiran unsur seni ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan budaya dapat berjalan beriringan dalam membangun kolaborasi global. “Kami ingin memperkenalkan budaya lokal sebagai bagian dari semangat pertukaran pengetahuan lintas negara,” terang Nanang.

Rangkaian kegiatan MIDSEA Summer School 2025 kali ini diisi dengan kegiatan seminar, lokakarya, dan diskusi panel yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, diharapkan menjadi wadah pengembangan kapasitas riset yang kokoh dan kolaborasi ilmiah lintas negara yang lebih erat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UGM dalam mendorong inovasi dan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi tantangan kesehatan global di masa depan.

Penulis : Triya Andriyani

Foto.    : Fathan Rasyid R/Humas FMIPA

Artikel UGM dan MIDSEA Perkuat Riset Pemodelan Penyakit Menular di Asia Tenggara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-midsea-perkuat-riset-pemodelan-penyakit-menular-di-asia-tenggara/feed/ 0
UGM dan Aspen Technology Kerja Sama di Bidang Teknologi Subsurface https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-aspen-technology-kerja-sama-di-bidang-teknologi-subsurface/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-aspen-technology-kerja-sama-di-bidang-teknologi-subsurface/#respond Thu, 05 Jun 2025 03:09:17 +0000 https://ugm.ac.id/?p=79432 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada resmi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Aspen Technology dalam di Bidang Teknologi Subsurface, Rabu (4/6), di Hotel Marriott, Yogyakarta. Piagam perjanjian kerja sama ditandatangani langsung oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng Kuwat Triyana, M.Si, Ketua Program Studi Geofisika Dr. Sudarmaji, M.Si, dan Director […]

Artikel UGM dan Aspen Technology Kerja Sama di Bidang Teknologi Subsurface pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada resmi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Aspen Technology dalam di Bidang Teknologi Subsurface, Rabu (4/6), di Hotel Marriott, Yogyakarta. Piagam perjanjian kerja sama ditandatangani langsung oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng Kuwat Triyana, M.Si, Ketua Program Studi Geofisika Dr. Sudarmaji, M.Si, dan Director of Field Sales Aspen Technology, Mr. Narendran Ramakrishna.

Kerja sama ini mencakup penyerahan lisensi dua perangkat lunak strategis, Aspen Echos® dan Aspen Geolog® senilai lebih dari 10 juta USD, yang akan dimanfaatkan oleh UGM selama satu tahun ke depan. Total 150 lisensi gabungan diberikan untuk mendukung pembelajaran dan riset sivitas akademika, sekaligus memperkuat posisi UGM sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi industri. “Hal ini memperkuat link and match antara perguruan tinggi dan dunia industri,” tutur Kuwat.

Aspen Echos® sendiri digunakan untuk pemrosesan dan pencitraan data seismik lanjutan, sementara Aspen Geolog® mendukung analisis petrofisika dan evaluasi formasi secara komprehensif, dua teknologi ini penting dalam industri hulu migas global. Kuwat mengungkapkan Kemitraan ini merupakan hasil hubungan jangka panjang antara Program Studi Geofisika FMIPA UGM dan jaringan industri energi, khususnya di sektor eksplorasi dan produksi migas. Dengan pendekatan triple helix antara akademisi, industri, dan pemerintah, kolaborasi ini mempertegas peran UGM dalam mendukung transformasi digital dan penguatan kapasitas SDM Indonesia di bidang energi.

Kuwat menambahkan dukungan ini sekaligus memperluas ruang kolaborasi lintas disiplin di lingkungan FMIPA UGM, terutama dalam bidang geosains dan energi. “Kolaborasi ini tidak hanya membuka akses teknologi berkelas dunia bagi sivitas akademika, tetapi juga merupakan bagian dari agenda strategis hilirisasi riset dan penguatan kapabilitas institusi pendidikan tinggi dalam mendukung kemandirian teknologi nasional,” jelasnya.

Sebagai universitas nasional yang mengemban misi kerakyatan, kemandirian, dan keberlanjutan, UGM terus berupaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan global. Kolaborasi dengan sektor industri seperti Aspen Technology memungkinkan UGM menghadirkan solusi nyata berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpihak pada kepentingan publik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat secara teknologi. “Dengan keterlibatan langsung dalam riset dan pengembangan industri, kami berharap hasilnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat,” tegas Kuwat.

Dalam sesi terpisah, Director of Field Sales Aspen Technology, Mr. Narendran Ramakrishna mengapresiasi konsistensi UGM dalam membangun kepercayaan dan jejaring kolaborasi industri berbasis riset dan pengembangan. Ia menjelaskan, MoU ini menjadi bagian dari rangkaian AspenTech Subsurface Science & Engineering Tech Summit 2025 yang digelar selama dua hari di Yogyakarta. Forum ini mempertemukan para profesional industri, akademisi, dan pakar teknologi untuk berbagi pengetahuan seputar inovasi terkini dalam subsurface science, termasuk seismik inversi, evaluasi formasi, dan solusi geomekanik hingga CCS (Carbon Capture and Storage). “Kemitraan jangka panjang seperti ini menjadi bukti komitmen Aspen Technology dalam mendukung ekosistem pendidikan dan inovasi di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan penandatangan MoU ini bukan hanya menandai kesepakatan kerja sama, tetapi juga membuka ruang konkret bagi transfer teknologi dan peningkatan kapasitas akademik secara langsung. Melalui pemanfaatan lisensi industri di ruang kelas, UGM mempercepat alih pengetahuan, membentuk lulusan yang siap menghadapi tantangan sektor energi, serta mendorong kolaborasi riset lintas pemangku kepentingan. Kolaborasi strategis ini menjadi contoh nyata aliansi global–lokal yang mampu mempercepat adopsi teknologi canggih, membangun kapasitas SDM nasional, dan memperkuat ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel UGM dan Aspen Technology Kerja Sama di Bidang Teknologi Subsurface pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-aspen-technology-kerja-sama-di-bidang-teknologi-subsurface/feed/ 0
Dosen FMIPA UGM Prof. Fahrudin Nugroho Dikukuhkan Guru Besar https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-fahrudin-nugroho-dikukuhkan-guru-besar/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-fahrudin-nugroho-dikukuhkan-guru-besar/#respond Tue, 22 Apr 2025 08:41:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=77948 Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Eng. Fahrudin Nugroho, S.Si., M.Si., dikukuhkan Guru Besar, Selasa (22/4) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam pidato pengukuhan yang berjudul ‘Prospek Pengembangan Penelitian Dinamika Kompleks dalam Sistem Fisis’, Fahrudin menyoroti bagaimana konsep chaos dan turbulensi bukan sekadar istilah rumit di ruang […]

Artikel Dosen FMIPA UGM Prof. Fahrudin Nugroho Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Eng. Fahrudin Nugroho, S.Si., M.Si., dikukuhkan Guru Besar, Selasa (22/4) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam pidato pengukuhan yang berjudul ‘Prospek Pengembangan Penelitian Dinamika Kompleks dalam Sistem Fisis’, Fahrudin menyoroti bagaimana konsep chaos dan turbulensi bukan sekadar istilah rumit di ruang kelas fisika, melainkan kenyataan yang membentuk banyak aspek kehidupan. “Di tengah dunia yang serba cepat dan kompleks, memahami ketidakteraturan justru menjadi kunci menciptakan solusi-solusi baru. Inilah sains yang mungkin terdengar abstrak, tapi dampaknya sangat nyata,” ungkapnya saat pidato pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Dinamika Tak-linier dan Chaos di Balai Senat UGM, Selasa (22/4).

Chaos dan turbulensi sering kali ditemui tanpa disadari, mulai dari pola angin dan awan di langit, hingga dinamika fluida dalam dunia industri. Meski tampak acak, sistem ini tetap tunduk pada hukum-hukum dasar fisika dan memiliki struktur statistik yang bisa dianalisis. Artinya, dalam kekacauan pun, sains tetap bisa membaca pola tersembunyi. Ini menjadi landasan penting dalam dunia teknik, meteorologi, hingga penerbangan. “Turbulensi adalah keadaan aliran fluida yang sangat tidak teratur dan bergejolak, sedangkan istilah chaos sendiri merujuk pada dinamika sistem deterministik yang sangat sensitif terhadap kondisi awal,” terang Fahrudin.

Kini sebagai bidang yang terus berkembang, dinamika taklinier dan chaos menjangkau tiga cabang utama, yakni pengembangan teori, kontrol sistem, dan penerapan praktis. Fahrudin mencontohkan bagaimana algoritma pembelajaran mesin kini digunakan untuk memprediksi sistem yang chaotic, atau bagaimana teori bifurkasi berperan dalam memahami ketidakstabilan sistem ekologis. Di sinilah letak menariknya, sesuatu yang tampak berantakan bisa jadi hanya proses menuju keseimbangan baru, dan memahami proses tersebut dapat menyelamatkan banyak hal, mulai dari sistem alam hingga kesehatan manusia.“Chaos tidak selalu bersifat permanen, kadang hanya fase dinamis sementara,” ujarnya.

Di UGM sendiri, penelitian tentang dinamika chaos telah berkembang pesat. Salah satunya melalui rancang bangun sistem Rayleigh-Bénard Convection (RBC) yang memungkinkan peneliti mengamati transisi aliran dari teratur ke turbulen. Selain itu, Departemen Fisika UGM juga mengembangkan studi elektro-hidrodinamika (EHD) dalam kristal cair, yang telah berhasil mengungkap fenomena soft-mode turbulence (SMT), suatu jenis turbulensi dengan sifat ketaklinieran rendah. Temuan ini tidak hanya membuka ruang riset dasar, tetapi juga menjanjikan aplikasi di bidang teknologi material dan elektronika. “Kami menemukan adanya glassy dynamics pada SMT, serta respons SMT terhadap medan magnet bolak-balik yang menyerupai karakteristik feromagnetik,” jelas Fahrudin.

Tidak hanya eksperimen, tim peneliti juga mengeksplorasi pendekatan numerik dengan menganalisis berbagai persamaan diferensial nonlinier, seperti Kuramoto–Sivashinsky, Swift-Hohenberg, dan Nikolaevskii. Lewat simulasi ini, para peneliti dapat menguji hipotesis tanpa harus langsung ke laboratorium. Ini juga memungkinkan eksplorasi ide-ide baru yang bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi teknologi aplikatif. “Simulasi ini memberikan wawasan penting tentang transisi dari dinamika biasa menuju chaos, serta struktur tersembunyi dalam turbulensi,” jelasnya.

Fahrudin juga menyinggung tokoh-tokoh penting dalam sejarah bidang ini, mulai dari Pierre-Gilles de Gennes, Giorgio Parisi, hingga Edward Ott. Dari mereka, dunia belajar bahwa sistem yang tampak kacau bisa mengandung keteraturan tersembunyi yang penting untuk kemajuan teknologi, komunikasi, hingga kecerdasan buatan. Ia mencontohkan teknologi komunikasi berbasis chaos shift keying yang sulit diintersepsi, menjadikannya relevan dalam pengembangan sistem keamanan data dan Internet of Things (IoT). Sains chaos pun kini bukan hanya studi akademik, tetapi juga bagian dari masa depan teknologi digital yang makin terhubung.

Menutup pidatonya, Fahrudin menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, kolega, institusi, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanannya hingga mencapai titik ini. Ia juga menitipkan harapan bagi generasi ilmuwan berikutnya untuk terus menggali potensi dinamika kompleks dalam sistem fisis. “Melalui pemahaman terhadap dinamika kompleks, kita dapat mengembangkan metode baru untuk mengendalikan dan memanfaatkan fenomena ini, baik untuk memahami alam lebih dalam maupun menerapkannya dalam teknologi. Di tengah dunia yang semakin kompleks, mungkin justru chaos-lah yang bisa menuntun kita menemukan pola, harapan, dan terobosan,” pungkasnya.

Ketua Majelis Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyampaikan bahwa dengan pengukuhan ini, Prof. Fahrudin Nugroho menjadi bagian dari 526 Guru Besar aktif Universitas Gadjah Mada, sekaligus memperkuat barisan 56 Guru Besar aktif yang dimiliki oleh FMIPA UGM. Capaian ini tidak hanya memperkuat posisi UGM sebagai pusat keunggulan akademik di bidang dinamika kompleks dalam sistem fisis, tetapi juga menjadi bagian dari warisan keilmuan yang terus tumbuh, menyemai pemikiran dan pengabdian bagi kemajuan bangsa.

Penulis : Triya Andriyani

Foto     : Firsto

Artikel Dosen FMIPA UGM Prof. Fahrudin Nugroho Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-fahrudin-nugroho-dikukuhkan-guru-besar/feed/ 0
Alumni FMIPA UGM Dapat Kesempatan Magang di Microsoft Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/alumni-fmipa-ugm-dapat-kesempatan-magang-di-microsoft-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/alumni-fmipa-ugm-dapat-kesempatan-magang-di-microsoft-indonesia/#respond Tue, 24 Sep 2024 04:53:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70748 Dhia Salsabila Azhar, alumni Program Studi Elektronika dan Instrumentasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM Angkatan 2018, mendapatkan kesempatan berharga ketika kuliah karena menjadi peserta di batch pertama Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MISB). Saat itu, ia menjalani program magang secara remote di PT Microsoft Indonesia selama empat bulan. Dhia, biasa dipanggil, […]

Artikel Alumni FMIPA UGM Dapat Kesempatan Magang di Microsoft Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dhia Salsabila Azhar, alumni Program Studi Elektronika dan Instrumentasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM Angkatan 2018, mendapatkan kesempatan berharga ketika kuliah karena menjadi peserta di batch pertama Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MISB). Saat itu, ia menjalani program magang secara remote di PT Microsoft Indonesia selama empat bulan. Dhia, biasa dipanggil, menjalani pekerjaan di bidang roles data dan Artificial Intelegent (AI).

Selama ini, Dhia memang tertarik mendalami bidang AI dan machine learning development. Saat di bangku kuliah, ia telah mendapatkan paparan terkait Azure Machine Learning yang merupakan kumpulan dari server dan perangkat keras jaringan. Namun untuk menyelami lebih dalam platform ini, ia merasa membutuhkan tutor dan teman-teman yang memiliki minat yang sama untuk belajar memperdalam ilmunya. “Karena itulah akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar program MISB yang saat itu baru mulai angkatan pertama,” ujarnya saat diwawancara secara daring, Jumat (20/9).

Meskipun magang dilakukan secara remote, Dhia mengakui bahwa proses pembelajaran yang ia dapatkan sangat komprehensif. Di bulan pertama magang, Dhia mendapatkan pengenalan terhadap environment Azura yang menjalankan serangkaian aplikasi yang terdistribusi secara kompleks. Pengenalan ini bertujuan untuk mengetahui jika perangkat bisa digunakan sebagai cloud computing platform yang nantinya akan digunakan untuk pembuatan, pengembangan, dan manajemen aplikasi atau project AI. “Cukup challenging di bulan pertama, jadi meskipun dilakukan secara remote, saya harus menyelesaikan modul dan sertifikasi global setiap bulannya, ditambah lagi dengan kuliah daring langsung dari mentor,” jelasnya.

Dhia mengaku juga turut dilibatkan dalam proyek kelompok maupun proyek individual (capstone project). Melalui capstone project, ia dapat mengasah kemampuan teknis dan presentasi. “Inilah yang istimewa dari magang di Microsoft Indonesia, saat lulus dari sertifikasi global, saya lebih percaya diri terhadap kemampuan saya di bidang data dan AI, terutama dalam penggunaan tools Microsoft Environment yang mana di Indonesia banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan”, terang Dhia.

Di bulan kedua, pekerjaan Dhia difokuskan pada AI fundamental, untuk memahami konsep machine learning dan AI dengan menggunakan Azure. Bulan ketiga, kerja magang difokuskan pada penggunaan Microsoft Power Platform, untuk membangun aplikasi menggunakan solusi low code/no-code. Di bulan terakhir, pekerjaannya berfokus pada membangun visualisasi data menggunakan Power BI, untuk membangun portofolio dengan membuat dashboard analysis dan storytelling data, lalu mempresentasi hasil temuannya tersebut. ”Sering juga saya bisa mendapatkan insight dari teman-teman yang berasal dari kampus lain dan bisa berkolaborasi melakukan proyek bersama sehingga menambah dan memperluas jaringannya,” tutur Dhia.

Meskipun magang secara remote, Dhia juga tidak luput dari kendala. Ia bercerita, saat latihan melalui laboratorium terdapat bagian-bagian atau langkah-langkah yang tertinggal dan untuk berkolaborasi dengan teman-teman lain agak sulit untuk menjaga kekompakan sehingga terkadang beban kerja kelompok tidak merata. Namun menurut Dhia, karena modul Microsoft yang lengkap dan penggunaan tools Microsoft banyak tersedia di luar, maka materi yang tertinggal dapat diperdalam melalui self-learning, termasuk dengan mencoba modul-modul selain yang ada di kurikulum.

Pengalaman magang yang Dhia jalani diakui mampu memberikan kontribusi untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Menurutnya, materi kuliah MISB yang paling berpengaruh untuk karir di bidang data analysis adalah data fundamental dan data visualisasi. Sebagai data analis yang harus memberikan laporan setiap hari, pemahaman terkait konsep data dan storytelling data sangat membantunya untuk menyelesaikan laporan tersebut. ”Saat ini saya sudah lulus dan magang ini sangat membantu pekerjaan saya sebagai Data Analis”, pungkasnya.

Reportase.    : B.Dia Listianingsih

Penulis.         : Triya Andriyani

 

Artikel Alumni FMIPA UGM Dapat Kesempatan Magang di Microsoft Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/alumni-fmipa-ugm-dapat-kesempatan-magang-di-microsoft-indonesia/feed/ 0