headline Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/headline/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sat, 29 Aug 2026 02:12:42 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Gelanggang Expo Resmi Dibuka, Yuk Kenali Ragam UKM dan Komunitas Kampus https://ugm.ac.id/id/berita/gelanggang-expo-resmi-dibuka-yuk-kenali-ragam-ukm-dan-komunitas-kampus/ https://ugm.ac.id/id/berita/gelanggang-expo-resmi-dibuka-yuk-kenali-ragam-ukm-dan-komunitas-kampus/#respond Fri, 28 Aug 2026 03:30:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97015 Rangkaian kegiatan Gelanggang Expo (Gelex) Universitas Gadjah Mada resmi dibuka pada Kamis (27/8) di Lapangan Pancasila. Mengusung tema Gelora Imaji Gelanggang, Gelex tahun 2026 membawa ragam inovasi yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal, mengeksplorasi, dan mengembangkan minat, bakat, serta potensi diri melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas di lingkungan UGM. Pelaksanaan Gelex 2026 […]

Artikel Gelanggang Expo Resmi Dibuka, Yuk Kenali Ragam UKM dan Komunitas Kampus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rangkaian kegiatan Gelanggang Expo (Gelex) Universitas Gadjah Mada resmi dibuka pada Kamis (27/8) di Lapangan Pancasila. Mengusung tema Gelora Imaji Gelanggang, Gelex tahun 2026 membawa ragam inovasi yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal, mengeksplorasi, dan mengembangkan minat, bakat, serta potensi diri melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas di lingkungan UGM.

Pelaksanaan Gelex 2026 melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem kegiatan kemahasiswaan UGM. Sebanyak 224 panitia terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan yang diikuti 54 UKM, 24 komunitas, dan 635 penampil. Keterlibatan tersebut menunjukkan kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan mengenal lebih dekat kehidupan kemahasiswaan di luar ruang kelas.

Ketua Pelaksana Gelex 2026, Muhammad Bintang Arrizki, mengatakan Gelex tidak hanya diselenggarakan sebagai agenda pengenalan UKM kepada mahasiswa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi UKM dan komunitas untuk bertemu, bersinergi, dan berkolaborasi dalam menciptakan pengalaman yang dapat mendukung proses pengembangan diri mahasiswa. “Gelanggang Expo bukan hanya acara pengenalan UKM. Gelanggang Expo adalah tempat teman-teman UKM dan komunitas bersinergi dan berkolaborasi,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi yang dibangun dalam Gelex diharapkan dapat membantu mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, dalam menemukan jati diri, minat dan bakat, serta mengembangkan keterampilan sosial. Kehadiran berbagai UKM dan komunitas sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menemukan lingkungan yang sesuai dengan ketertarikan dan potensi masing-masing. “Harapannya sinergi dan kolaborasi itu dapat membantu mahasiswa, terkhususnya mahasiswa baru, untuk dapat menemukan jati diri, minat bakat, social skill, dan juga membantu untuk menjunjung tinggi nilai kebogeman, yaitu mengakar kuat menjulang tinggi,” katanya.

Bintang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun dalam Gelex dapat terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ingatan kolektif mahasiswa UGM. “Harapannya nilai-nilai kegelanggangan dapat terus menjadi ingatan kolektif, yang terus membanggakan, yang terus menjadi kenangan ke generasi-generasi mendatang,” pungkasnya.

Ketua Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa (Forkom UKM) UGM, Muhammad Arief Maulana, dalam sambutannya menyampaikan jika UKM tidak hanya menjadi organisasi pendukung kegiatan kampus. Menurutnya, berbagai proses yang berlangsung di dalam UKM memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran akademik. “Di dalamnya banyak proses berpikir, menelaah, dan menelisik banyak pengetahuan dan pengalaman secara aktual,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwasannya kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mencakup pengalaman mahasiswa dalam menghadapi perbedaan, membangun kerja sama, mempertanggungjawabkan keputusan, serta menjalani peran sebagai pemimpin maupun anggota.

Menurutnya, keterampilan yang kerap disebut sebagai soft skill tidak selalu diperoleh melalui pelatihan atau seminar. Pengalaman tersebut justru dapat tumbuh melalui berbagai persoalan dan situasi nyata yang dihadapi mahasiswa ketika terlibat dalam organisasi.

Dalam konteks tersebut, Gelex menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai pilihan kegiatan kemahasiswaan yang tersedia di UGM. Mahasiswa tidak hanya dapat melihat dan mengenali UKM, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bertanya dan menemukan lingkungan yang dapat menjadi ruang untuk berkembang. “Gelanggang Expo menjadi wadah pertama untuk teman-teman memulai perjalanan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Forkom UKM dan panitia Gelex 2026 yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia mengatakan Gelex merupakan agenda rutin yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mengenalkan UKM dan komunitas kepada mahasiswa UGM. “Acara Gelanggang Expo adalah acara rutinitas yang memang digelar oleh teman-teman Forkom UKM sebagai bagian upaya dari pengenalan unit-unit kegiatan mahasiswa dan juga komunitas yang ada di lingkungan Universitas Gadjah Mada,” jelasnya.

Ia menyebut UGM memiliki 76 UKM dan komunitas dengan bidang kegiatan yang beragam, mulai dari kerohanian, olahraga, seni, hingga kegiatan khusus serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan prestasi maupun nonprestasi. Keberagaman tersebut, menurutnya, memberikan banyak pilihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik. “Artinya ini menjadi sebuah wadah penting bagi teman-teman, khususnya mahasiswa baru, untuk kemudian menempuh student journey soft skill yang akan ditempuh di Universitas Gadjah Mada ini,” katanya.

Hempri menekankan proses belajar mahasiswa tidak terbatas pada capaian akademik. Pengalaman berinteraksi dengan orang lain, mengenal lingkungan, serta terlibat dalam organisasi juga menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa selama berada di UGM. “Belajar tidak harus di kelas, belajar saya kira bisa kemudian di luar arena kelas,” ungkapnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu mengukur keberhasilan melalui indeks prestasi. Pengalaman sosial yang diperoleh melalui organisasi juga penting untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam mengenal sesama, memahami lingkungan, serta mengembangkan karakter.

Bagi mahasiswa baru, Gelex menjadi salah satu tahap lanjutan setelah mengikuti rangkaian PIONIR. Melalui Gelex, mahasiswa dapat mengenali lebih jauh berbagai organisasi kemahasiswaan, UKM, dan komunitas yang ada di lingkungan UGM sebelum menentukan kegiatan yang ingin diikuti. “Gelanggang Expo ini menjadi sebuah wadah teman-teman untuk mengenali dan nanti menjadi anggota bagi UKM dan komunitas yang ada di Universitas Gadjah Mada yang ada saat ini,” tutur Hempri.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai UKM dan komunitas sebagai ruang pengembangan soft skill dan karakter. UGM, lanjutnya, tengah mengarahkan pengembangan karakter mahasiswa melalui karakter “BERANI”, yang mencakup bernalar, etis, relasional, adaptif, nyata berdampak, serta inklusif dan inisiatif.

Selain menjadi ruang pengenalan UKM dan komunitas, Gelex 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan yang dirancang lebih interaktif. Berdasarkan penjelasan pembawa acara, rangkaian kegiatan selama tiga hari, 27–29 Agustus 2026, menghadirkan sejumlah inovasi yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan UKM maupun komunitas.

Pada hari pertama dan ketiga, Gelex menghadirkan panggung olahraga yang menampilkan UKM dari bidang olahraga. Mahasiswa dapat menyaksikan berbagai penampilan sekaligus berinteraksi dengan anggota UKM untuk mengetahui lebih jauh kegiatan yang mereka jalankan.

Sementara itu, pada hari kedua akan digelar parade UKM yang melibatkan 162 peserta dari 54 UKM. Parade tersebut menjadi salah satu inovasi Gelex 2026 untuk menghadirkan UKM secara lebih interaktif kepada mahasiswa dengan mengelilingi area penyelenggaraan Gelex.

Selain parade dan panggung olahraga, Gelex 2026 juga menghadirkan Bingkai Kelana dan Kolase Imaji yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menikmati rangkaian acara Gelex 2026.  Lalu, berbagai tenant komunitas turut hadir untuk melengkapi kegiatan. Area makanan dan minuman atau F&B dan sejumlah sekber UKM tersebar di beberapa bagian venue. Kehadiran berbagai ruang dan aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses mengenal UKM dan komunitas. Mahasiswa dapat bertanya mengenai kegiatan, pengalaman, maupun kesempatan bergabung sebelum menentukan pilihan sesuai dengan minat dan bakatnya.

Aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung juga menjadi bagian dari pelaksanaan Gelex. Panitia menyediakan sistem sinyal SOS dengan tiga penanda warna untuk membantu pengunjung ketika menghadapi situasi tertentu. Sinyal merah digunakan untuk kendala medis, hijau untuk laporan pelecehan seksual, dan biru untuk kondisi yang berkaitan dengan kejahatan.

Penulis : Zabrina Kumara

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Gelanggang Expo Resmi Dibuka, Yuk Kenali Ragam UKM dan Komunitas Kampus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gelanggang-expo-resmi-dibuka-yuk-kenali-ragam-ukm-dan-komunitas-kampus/feed/ 0
Kailash Satyarthi Ajak UGM Bawa KKN ke Kancah Global https://ugm.ac.id/id/berita/kailash-satyarthi-ajak-ugm-bawa-kkn-ke-kancah-global/ https://ugm.ac.id/id/berita/kailash-satyarthi-ajak-ugm-bawa-kkn-ke-kancah-global/#respond Fri, 21 Aug 2026 09:45:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96854 Peraih Nobel Laureate 2014, Kailash Satyarthi, menilai dunia saat ini memiliki banyak pengetahuan, data, hukum, deklarasi, lembaga internasional, hingga berbagai pembahasan mengenai persoalan global. Namun, di sisi lain, dunia juga menghadapi persoalan seperti keterpecahan, ketidakamanan, dan kesulitan manusia untuk hidup bersama. Persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan pengetahuan. Menurutnya, ketika dunia berada dalam kegelapan, […]

Artikel Kailash Satyarthi Ajak UGM Bawa KKN ke Kancah Global pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Peraih Nobel Laureate 2014, Kailash Satyarthi, menilai dunia saat ini memiliki banyak pengetahuan, data, hukum, deklarasi, lembaga internasional, hingga berbagai pembahasan mengenai persoalan global. Namun, di sisi lain, dunia juga menghadapi persoalan seperti keterpecahan, ketidakamanan, dan kesulitan manusia untuk hidup bersama. Persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan pengetahuan.

Menurutnya, ketika dunia berada dalam kegelapan, sekecil apapun cahaya dapat mengubah cara seseorang melihat keadaan dan membuat solusi menjadi mungkin. “Dalam situasi kegelapan, setiap tindakan kebaikan, setiap hal yang telah lakukan untuk perbaikan dan membawa cahaya harapan, kepastian, membuat kita memahami bahwa kebangkitan itu mungkin,” katanya dalam UGM Annual Lecture Nobel Laureate Series dengan tema “Global Leadership for Humanity: Advancing Impactful Community Engagement”. Kegiatan ini dihadiri oleh peraih Nobel Laureate 2014, Jumat (21/8), di Balai Senat UGM.

Secara khusus ia menyebutkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan mahasiswa sebagai salah satu bentuk “cahaya” di tengah berbagai persoalan dunia. Dirinya terkesan dengan pengalaman ketika masyarakat tidak menyebut mahasiswa sebagai pihak yang datang untuk membantu, melainkan sebagai mitra. Menurutnya, mahasiswa tidak datang untuk menggurui masyarakat, tetapi belajar bersama dan bekerja sebagai mitra. Menurutnya, kemitraan merupakan kunci dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Mahasiswa tidak seharusnya datang sebagai akademisi atau pelajar yang merasa lebih tahu daripada masyarakat. “Sebaliknya, mahasiswa juga perlu belajar dari masyarakat, termasuk dari orang-orang yang mungkin tidak pernah bersekolah atau hanya memperoleh sedikit pendidikan,” katanya.

Ia kemudian menggarisbawahi tiga prinsip yang menurutnya penting dalam menciptakan perubahan, yakni disebutnya 3D dream, discover, and do. Kailash menyampaikan bahwa setiap orang harus berani bermimpi, menemukan kekuatan dan potensi dalam dirinya sekaligus memahami tantangan di sekitarnya, kemudian melakukan tindakan. Namun, ia menekankan bahwa manusia tidak boleh hanya bermimpi untuk dirinya sendiri. Menurutnya, mimpi juga harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi keluarga, universitas, bangsa, dan masyarakat dunia.

Kalish kemudian menceritakan pengalaman masa kecilnya ketika melihat seorang anak dari keluarga miskin yang tidak dapat bersekolah. Momen tersebut membuatnya menyadari bahwa pendidikan seharusnya dapat diakses oleh semua anak. Selain itu juga ia menceritakan pengalaman ketika sejumlah anak berhenti sekolah karena orang tua tidak mampu membeli buku dan membayar biaya sekolah. Bersama temannya, ia kemudian mengumpulkan buku dari masyarakat untuk diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan sehingga menjadikannya sebuah book bank. “Dari situ lahir gerakan global melawan pekerja anak dan gerakan global untuk pendidikan ialah Global March Against Child Labour dan Global Campaign for Education. Ini menjadi pembangun gerakan untuk pendidikan dan anak–anak,” pungkasnya.

Dari pengalaman tersebut, Kailash kemudian mengajak UGM untuk mengembangkan pengalaman KKN menjadi pembelajaran yang dapat dibagikan secara global. Menurutnya, berbagai pengalaman mahasiswa dan masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian, tetapi perlu dikembangkan menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari dan diterapkan di tempat lain. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya dilihat dari berapa banyak orang yang mendapatkan manfaat, tetapi juga dari berapa banyak pemimpin baru yang lahir di masyarakat dan anak muda yang mampu menemukan solusi inovatif bagi komunitasnya.

Lebih lanjut, Kailash menekankan pentingnya konsep compassion atau rasa peduli dalam menjalankan pengabdian. Menurutnya, empati saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan sistemik seperti diskriminasi gender, diskriminasi, kemiskinan, ketimpangan geopolitik, dan ketidakadilan ekonomi. Ia menyampaikan bahwa welas asih bukan sekadar merasakan penderitaan orang lain, tetapi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang mengambil tindakan secara sadar untuk menyelesaikan persoalan. “Compassion merupakan kekuatan yang dapat mendorong perubahan berkelanjutan. Bukan perubahan yang hanya terjadi sekali, melainkan perubahan yang terus berkembang karena setiap orang merasa menjadi bagian dari persoalan dan penyelesaiannya,” ujarnya.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) secara aktif melibatkan mahasiswa dan memperluas keterlibatan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. “KKN-PPM merupakan mekanisme yang menempatkan mahasiswa secara langsung untuk menangani berbagai persoalan nyata, termasuk akses pendidikan, kesehatan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, infrastruktur, dan pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terdapat tiga hal yang menjadi dasar kemanusiaan dalam pengabdian kepada masyarakat melalui KKN-PPM. Pertama, kehadiran, sebagaimana mengirimkan sumber daya ke tempat yang benar-benar membutuhkan. Kedua, responsivitas, kemampuan universitas untuk dengan cepat mengerahkan mahasiswa, dosen, dan sumber daya yang dimiliki. Ketiga, keberlanjutan, yaitu tetap terlibat dalam waktu yang cukup sehingga dapat berkontribusi terhadap proses pemulihan masyarakat

Selain itu, Ova menyebut terdapat pula bentuk KKN yang secara langsung merespons masyarakat yang menghadapi kondisi sulit, yakni KKN Peduli Bencana. Seperti halnya sejak gempa Yogyakarta, erupsi Gunung Semeru, hingga banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh lalu. “Kehadiran mahasiswa tidak hanya difokuskan untuk membantu masyarakat memulihkan dampak langsung bencana, tetapi juga mendukung pemulihan kehidupan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan hunian sementara serta penguatan ekonomi lokal melalui pelatihan UMKM,” ujarnya.

Sejalan dengan visi misi KKN-PPM, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arif Havas Oegroseno, S,H., LL.M., dalam sambutan yang disampaikan melalui rekaman video menyampaikan pengalamannya ketika menjadi mahasiswa dan mengikuti program KKN. Ia menceritakan bahwa saat itu dirinya ditempatkan di sebuah desa terpencil Jawa Tengah. Desa tersebut menghadapi persoalan air bersih dan banjir. “Sebagai mahasiswa saat itu kami diminta untuk kreatif dan mencoba menemukan solusi terhadap persoalan desa,” sebutnya.

Arif mengapresiasi UGM yang telah menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat selama lebih dari tujuh dekade. Menurutnya, KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mendengarkan sebelum berbicara, memahami persoalan sebelum menawarkan solusi, serta bekerja sama dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut merupakan pembelajaran yang tidak dapat sepenuhnya diperoleh di ruang kuliah. “Tidak ada ruang kuliah yang dapat mengajarkan selama satu bulan atau tiga bulan apa yang dapat diajarkan sebuah desa tentang kerendahan hati,” tuturnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, S.H., LL.M., Duta Besar Indonesia untuk Norwegia menyampaikan bahwa program KKN memiliki peran penting dalam menghubungkan perguruan tinggi dengan masyarakat. Terutama melalui keterlibatan mahasiswa yang mendengarkan kebutuhan masyarakat dan bersama-sama menyusun program untuk memperbaiki kondisi mereka. “KKN tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa dan universitas untuk menjaga bumi dan kemanusiaan,” ucapnya.

Dari sisi ekonomi, Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, Founder Mayapada menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya perlu dilihat dari persentase pertumbuhan GDP, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat. Ia menilai universitas memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan keadilan sosial karena melalui pendidikan masyarakat dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik, pendapatan yang lebih tinggi, serta status sosial yang lebih baik. “Ketika masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih baik, pendidikan yang lebih baik, dan status sosial yang lebih baik, maka kita dapat mulai berbicara tentang keadilan sosial,” katanya.

Ova Emilia menilai kehadiran Kailash Satyarthi tidak hanya menjadi kesempatan untuk menyambut seorang peraih nobel, tetapi juga mempertemukan dua pengalaman dan pendekatan dalam memajukan kemanusiaan. “Kehadiran dalam acara ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan bagaimana pendidikan dan keterlibatan masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan perubahan yang bermakna dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie, Jesi

Artikel Kailash Satyarthi Ajak UGM Bawa KKN ke Kancah Global pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kailash-satyarthi-ajak-ugm-bawa-kkn-ke-kancah-global/feed/ 0
Menembus Perut Bumi, Mapagama Jelajahi Kedalaman 110 Meter Gua Karst Maros https://ugm.ac.id/id/berita/menembus-perut-bumi-mapagama-jelajahi-kedalaman-110-meter-gua-karst-maros/ https://ugm.ac.id/id/berita/menembus-perut-bumi-mapagama-jelajahi-kedalaman-110-meter-gua-karst-maros/#respond Thu, 20 Aug 2026 04:24:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96806 Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gadjah Mada (Mapagama) berhasil menyelesaikan eksplorasi gua di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan melalui Tim Siruleang dalam rangkaian kegiatan Gladimadya Caving. Kegiatan yang berlangsung dari 22 Juli hingga 3 Agustus lalu bertujuan untuk mengeksplorasi Leang Pangngi serta memetakan Gua Bidadari. Kedua gua tersebut terletak di Kawasan Karst Maros–Pangkep, merupakan kawasan karst […]

Artikel Menembus Perut Bumi, Mapagama Jelajahi Kedalaman 110 Meter Gua Karst Maros pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gadjah Mada (Mapagama) berhasil menyelesaikan eksplorasi gua di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan melalui Tim Siruleang dalam rangkaian kegiatan Gladimadya Caving. Kegiatan yang berlangsung dari 22 Juli hingga 3 Agustus lalu bertujuan untuk mengeksplorasi Leang Pangngi serta memetakan Gua Bidadari. Kedua gua tersebut terletak di Kawasan Karst Maros–Pangkep, merupakan kawasan karst terbesar dan terindah kedua di dunia yang telah dikukuhkan sebagai UNESCO Global Geopark.

Tim Siruleang terdiri dari Saida A. Haniya (Fakultas Farmasi, 2025) dan Muhammad Rafa R. (Fakultas Teknik, 2025), dengan Bagus Dwiputra W. (Fakultas Ekonomika dan Bisnis, 2023) sebagai pendamping, serta Ilyas Omar O. (Fakultas Filsafat, 2024) dan Saphira Dhiyaa A. (Fakultas Geografi, 2022) sebagai anggota tim tambahan.

Hani, selaku Koordinator Tim menyampaikan bahwa kesiapan menyeluruh merupakan hal penting dalam menghadapi medan bawah tanah yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, tim telah mempersiapkan baik fisik dan perencanaan sejak Maret 2026. Selain itu, tim juga menjalin kerja sama dengan Mapala Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan Mahacitaka dari Makassar untuk menghadapi medan baru. “Sebagai persiapan menghadapi kondisi medan lapangan yang asing bagi tim, kami telah melakukan persiapan fisik dan perencanaan sejak Maret 2026,” ujarnya, Kamis (20/8).

Hani mengatakan bahwa tim berhasil mencapai dasar Leang Pangngi dengan kedalaman 110 meter pada 26 Juli 2026. Gua vertikal ini terbagi dalam tiga tingkatan atau pitch dengan kedalaman berbeda. Meskipun kegiatan berlangsung di musim kemarau, tim masih menemukan sedikit aliran air dari pitch dua hingga pitch tiga, sehingga menambah tantangan teknis yang harus diantisipasi di setiap jalur turun. Kemudian, Pemetaan Gua Bidadari telah diselesaikan pada 30 Juli 2026. Gua horizontal ini memiliki lorong utama sepanjang 246 meter, dilengkapi beberapa aula dan tiga percabangan. Ornamen Gua Bidadari didominasi oleh ornamen hidup dengan kilauan putih yang memukau, sementara tim juga berjumpa dengan fauna langka seperti cecak jari lengkung bermotif batik (Cyrtodactylus batik) dan kalacemeti (Phrynus longipes).

Rafa, selaku Koordinator Lapangan, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama pemetaan adalah keterbatasan jumlah personel di tengah dimensi lorong gua yang sangat bervariasi. “Tantangan utama tim selama kegiatan lapangan adalah kurangnya personel, terutama saat pemetaan. Lebar dan tinggi lorong gua yang sangat bervariasi menambah lamanya waktu yang dibutuhkan tim untuk menyelesaikan pemetaan Gua Bidadari,” jelasnya.

Sebagai pendamping tim, Bagus menambahkan bahwa rangkaian Gladimadya ini menjadi ajang untuk mempraktikkan kembali ilmu dari Gladimula. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengasah kemampuan teknis yang lebih spesifik dari Divisi Caving, seperti speleologi dan Single Rope Technique (SRT), teknik yang digunakan untuk turun dan naik pada lintasan gua vertikal.

Melalui eksplorasi langsung di salah satu kawasan karst terpenting di dunia, Tim Siruleang tidak hanya berhasil menguji dan mengembangkan kemampuan teknis serta manajerial mereka, tetapi juga berkontribusi dalam memperkaya data speleologi kawasan Maros–Pangkep yang memiliki nilai ilmiah dan konservasi yang tinggi.

Penulis: Jesi

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Dok.UKM Mapagama

Artikel Menembus Perut Bumi, Mapagama Jelajahi Kedalaman 110 Meter Gua Karst Maros pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menembus-perut-bumi-mapagama-jelajahi-kedalaman-110-meter-gua-karst-maros/feed/ 0
Respons Gempa NTT, UGM Kerahkan Tim Medis dan Bantuan Obat  https://ugm.ac.id/id/berita/respons-gempa-ntt-ugm-kerahkan-tim-medis-dan-bantuan-obat/ https://ugm.ac.id/id/berita/respons-gempa-ntt-ugm-kerahkan-tim-medis-dan-bantuan-obat/#respond Wed, 19 Aug 2026 08:30:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96780 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM melepas enam personel Tim Tanggap Bencana untuk merespons dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus menyerahkan bantuan obat-obatan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) yang akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., […]

Artikel Respons Gempa NTT, UGM Kerahkan Tim Medis dan Bantuan Obat  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM melepas enam personel Tim Tanggap Bencana untuk merespons dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus menyerahkan bantuan obat-obatan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) yang akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, dan berlangsung di Kantor Pusat Tata Usaha (KPTU) FK-KMK UGM, Rabu (19/8), dengan turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H., serta Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bencana FK-KMK UGM, Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep

Pengiriman tim merupakan bagian dari respons FK-KMK UGM bersama Academic Health System UGM (AHS UGM) dan jejaring kesehatan untuk mendukung penanganan bencana di wilayah terdampak. Tim akan menjalankan misi mulai 19 hingga 30 Agustus 2026 dengan fokus pada asesmen kebutuhan dan penguatan pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah di NTT.

Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM, Sutono, menjelaskan bahwa pengiriman tim dilakukan sebagai bentuk respons cepat setelah memperoleh informasi mengenai kondisi bencana di NTT. Menurutnya, respons tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas jejaring agar kebutuhan di lapangan dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat. “Ketika ada info bencana di sana (NTT), sebagai respons tercepat, kami tim tanggap respons bencana bekerja sama dengan Academic Health System UGM (AHS UGM) dan jejaring dengan Dinas Kesehatan, berkoordinasi dan memutuskan mengirimkan tim bencana ke wilayah-wilayah yang memang saat ini dibutuhkan,” jelas Sutono.

Dekan FK-KMK UGM, Prof. Yodi, secara simbolis melepas enam personel yang terdiri atas tim manajemen bencana dari FK-KMK UGM dan tim medis dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.

Tiga personel dari tim manajemen bencana FK-KMK UGM terdiri atas Happy R. Pangaribuan, MPH, Vina Yulia Anhar, MPH, dan Gde Yulian Yogadhita, Apt., M.Epid. Sementara itu, tim medis dari RSA UGM terdiri atas dr. Rizki Fitria Febrianti (dokter umum), Andhika Robbi Nugraha, S.Kep., Ns. (perawat), dan Agus Damar Septiaji, S.Tr.Kep., Ners (perawat).

“Kita melepas keberangkatan enam personel terbaik dari FK-KMK dan RSA UGM yang tergabung dalam tim manajemen bencana dan tim medis. Misi kali ini kita merespons permintaan dari pusat krisis untuk memperkuat tata kelola penanganan bencana di tiga daerah di NTT yang ditugaskan mulai 19–30 Agustus,” ujar Prof. Yodi.

Ia menjelaskan, keberangkatan tim tidak hanya ditujukan untuk memberikan pelayanan medis, tetapi juga melakukan asesmen terhadap kebutuhan masyarakat terdampak. Asesmen menjadi penting agar bantuan dan dukungan lanjutan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan. “Timnya akan melakukan asesmen di lapangan dan dari situ kita akan bisa mengidentifikasi kebutuhan realnya apa. Karena ini kan butuh informasi dari lapangan. Dan juga butuh koordinasi karena banyak pihak yang terlibat. Supaya lebih tepat sasaran, maka kita menyiapkan tim asesmen ini,” jelasnya.

Hasil asesmen tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi FK-KMK UGM dalam menentukan bentuk dukungan berikutnya. Tim di lapangan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun jejaring kesehatan setempat, untuk memastikan respons yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain mengirimkan personel, FK-KMK UGM juga membawa bantuan obat-obatan yang dititipkan oleh Pemda DIY. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, kepada FK-KMK UGM untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sejumlah obat dan perlengkapan kesehatan yang dikirimkan antara lain parasetamol tablet, parasetamol sirup, multivitamin, ibuprofen, antasida, cetirizine, serta cairan infus. Bantuan juga dilengkapi dengan masker dan sarung tangan medis. “Di sana ada parasetamol tablet, parasetamol sirup, kemudian multivitamin, kemudian ada ibuprofen, antasida, cetirizine, bahkan infus juga kami siapkan. Selain itu, masker dan handscoon juga kami sertakan,” ujar Anung.

Anung mengatakan, Pemda DIY secara keseluruhan telah menyiapkan sekitar 240 kilogram bantuan obat-obatan untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana. Namun, pada tahap awal, sekitar 40 kilogram bantuan diserahkan kepada tim FK-KMK UGM untuk segera dibawa ke NTT. “Terima kasih kepada FK-KMK UGM yang sudah bersedia untuk berkolaborasi atas nama Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim UGM ini termasuk yang pertama yang kami titipkan bantuan obat-obatan dari Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta,” tutur Anung.

Ia menambahkan, keterbatasan waktu dan kapasitas angkutan membuat bantuan yang dikirim pada tahap pertama belum mencakup seluruh logistik yang telah disiapkan. Meski demikian, Pemda DIY mengapresiasi kesediaan FK-KMK UGM untuk membawa bantuan tersebut bersamaan dengan keberangkatan tim tanggap bencana.

“Jadi memang ada sekitar 240 kg yang kami siapkan. Dalam tahap pertama ini, kami kirimkan mungkin 40 kg dulu kepada FK-KMK UGM karena keterbatasan waktu dan persiapan. Tapi kami ucapkan terima kasih, di sela-sela keterbatasan angkutan dan bagasi pun FK-KMK UGM masih bisa menyampaikan bantuan obat-obatan tersebut agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

Yodi menegaskan bahwa bantuan obat-obatan tersebut merupakan amanah yang harus dipastikan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Oleh karena itu, pendistribusian obat akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan koordinasi tim di lapangan. “Kita juga mengemban amanah logistik yang sangat penting. Sudah ada penyerahan simbolis tadi untuk pengobatan. Ini yang harus saya pastikan nanti sampai dan didistribusikan dengan tepat pada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Prof. Yodi.

Dari sisi pelayanan kesehatan, tim medis akan menjalankan fungsi sebagai tim awal yang melakukan rapid health assessment atau penilaian cepat kondisi kesehatan masyarakat terdampak. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran awal tim adalah Kabupaten Ngada.

Dokter umum RSA UGM, dr. Rizki Fitria Febrianti, salah satu anggota tim medis, menjelaskan bahwa asesmen dilakukan untuk mengetahui kebutuhan prioritas di lapangan, baik berupa dukungan logistik maupun pelayanan medis. “Jadi kami akan jadi tim pertama yang berangkat ke NTT. Nanti sasaran kami di Kabupaten Ngada. Kemudian di sana kami akan melakukan rapid health assessment karena kami tim awal yang berangkat. Jadi kami mau asesmen dulu kebutuhan-kebutuhan apa yang akan diperlukan di sana, apakah lebih ke logistik atau ke tim medis,” jelas Rizki.

Selain melakukan asesmen, tim medis juga akan menjalankan fungsi sebagai Emergency Medical Team (EMT) untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Menurut dr. Rizki, kondisi pascagempa memiliki sejumlah risiko kesehatan yang perlu menjadi perhatian, khususnya kasus trauma dan luka. Terlebih, adanya informasi mengenai fasilitas kesehatan yang turut terdampak membuat penilaian ulang terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan menjadi penting. “Kalau di sana kan kasusnya saat ini gempa. Jadi kalau gempa itu banyaknya kasus trauma, luka. Perawatan luka di sana juga dibutuhkan. Kemudian karena beberapa rumah sakit juga diinfokan collapse, jadi nanti kita tetap ada rapid health assessment awal. Jadi di sana nanti kita asesmen ulang,” ungkapnya.

Hasil asesmen tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan masyarakat dan kapasitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Informasi tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan FK-KMK UGM dan pihak-pihak terkait sebagai dasar untuk menentukan bentuk respons dan dukungan berikutnya.

Dalam pelepasan tersebut, Yodi berpesan agar seluruh personel mengedepankan fleksibilitas dan kesiapsiagaan selama menjalankan misi kemanusiaan. Menurutnya, kondisi di lokasi bencana dapat berubah dengan cepat sehingga tim harus mampu menyesuaikan diri berdasarkan kebutuhan lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya keselamatan personel sebagai prioritas utama selama menjalankan tugas.“Fleksibilitas dan kesiapsiagaan dalam pergerakan tim. Kedua, utamakan keselamatan, safety first. Pastikan keselamatan diri Anda dan tim terjaga dengan baik dalam setiap pergerakan,” pesan Yodi.

Selain keselamatan, koordinasi menjadi aspek penting dalam memastikan efektivitas respons bencana. Tim lapangan diharapkan menjaga komunikasi dengan perwakilan di tingkat provinsi maupun berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan bencana.

Melalui pengiriman tim manajemen bencana dan tim medis serta pendistribusian bantuan obat-obatan tersebut, FK-KMK UGM berupaya memperkuat respons kesehatan pascabencana di NTT. Pendekatan berbasis asesmen diharapkan memastikan setiap dukungan yang diberikan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Penulis : M. Aidil Syahputra

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Respons Gempa NTT, UGM Kerahkan Tim Medis dan Bantuan Obat  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/respons-gempa-ntt-ugm-kerahkan-tim-medis-dan-bantuan-obat/feed/ 0
UGM Wisuda 3.865 Lulusan, Terbanyak Sepanjang Sejarah Kampus https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-3-865-lulusan-terbanyak-sepanjang-sejarah-kampus/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-3-865-lulusan-terbanyak-sepanjang-sejarah-kampus/#respond Wed, 19 Aug 2026 08:06:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96770 Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (19/8) yang diikuti 3.865 lulusan. Jumlah tersebut menjadi periode wisuda sarjana dan sarjana terapan terbesar dalam sejarah UGM, terdiri atas 3.193 lulusan program sarjana dan 672 lulusan program sarjana terapan. Prosesi dilaksanakan selama tiga hari, dengan hari pertama […]

Artikel UGM Wisuda 3.865 Lulusan, Terbanyak Sepanjang Sejarah Kampus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (19/8) yang diikuti 3.865 lulusan. Jumlah tersebut menjadi periode wisuda sarjana dan sarjana terapan terbesar dalam sejarah UGM, terdiri atas 3.193 lulusan program sarjana dan 672 lulusan program sarjana terapan. Prosesi dilaksanakan selama tiga hari, dengan hari pertama diikuti 1.427 lulusan dari Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Kedokteran Hewan, FKKMK, Fakultas Biologi, Fakultas Psikologi, serta Sekolah Vokasi. Dari keseluruhan lulusan, 62,12 persen merupakan perempuan dan 37,8 persen laki-laki. Pada program sarjana, rerata masa studi tercatat 4 tahun 1 bulan dengan IPK rata-rata 3,57, sementara program sarjana terapan memiliki rerata masa studi 4 tahun dan IPK rata-rata 3,7.

Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D. menyampaikan bahwa perjalanan akademik para lulusan perlu dilanjutkan dengan kontribusi setelah mereka meninggalkan kampus. Pendidikan yang ditempuh di UGM diharapkan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi persoalan sekaligus membaca peluang yang hadir di tengah perubahan. Ia menekankan pentingnya mengubah bekal akademik menjadi karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bagi UGM, capaian pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan upaya menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak. “Saya meyakini bahwa lulusan UGM senantiasa memiliki perspektif sebagai calon pemimpin, memiliki paradigma dan perubahan baru, juga memiliki ide serta karya inovasi yang mampu mengoptimalkan potensi diri dalam lingkup profesi yang ditekuni,” ungkap Rektor.

Momentum kelulusan juga dimanfaatkan Rektor untuk menyampaikan simpati kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus. UGM bersama jejaring alumni telah berkoordinasi untuk mengambil bagian dalam gerakan solidaritas selama masa tanggap darurat. Upaya tersebut mencakup penanganan terpadu, pemetaan dampak, serta penyaluran dukungan bagi mahasiswa dan alumni UGM yang terdampak bencana. Rektor menempatkan kepedulian terhadap masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi yang perlu terus dihidupkan melalui jejaring dan kolaborasi. “Bersama alumni, UGM sudah berkoordinasi untuk segera menjadi bagian dari gerakan solidaritas untuk membantu saudara kita yang terdampak dalam masa tanggap darurat,” ujarnya.

Upaya merespons persoalan masyarakat juga berjalan melalui pengembangan teknologi di lingkungan UGM. Sejak 2023, UGM mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian melalui UGM AI Society sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin. Pengembangan AI Technology Center di GIK UGM kemudian memperluas ruang pemanfaatan teknologi untuk kebutuhan masyarakat, termasuk melalui AI Technology for Disaster. Teknologi tersebut telah digunakan sejak hari pertama bencana untuk membantu memetakan kebutuhan di lapangan dan terhubung dengan BNPB serta BPBD. “AI Technology for Disaster telah membantu sejak hari pertama kejadian bencana yang berfungsi untuk memetakan kebutuhan di lapangan,” jelas Rektor.

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Umum IV Pengurus Pusat KAGAMA Prof. Anwar Sanusi, M.Sc., Ph.D. mengingatkan para lulusan bahwa hari kelulusan menjadi awal dari perjalanan baru di dunia kerja dan pengabdian. Perubahan teknologi, kecerdasan artifisial, transisi hijau, serta dinamika demografi akan mengubah jenis pekerjaan sekaligus kompetensi yang dibutuhkan. Ia menyebut proyeksi World Economic Forum hingga 2030 memperkirakan 92 juta pekerjaan akan terdampak atau tergantikan, sementara 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan tercipta. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lulusan perlu terus mengembangkan kompetensi agar mampu mengambil peluang dalam pasar kerja yang semakin terbuka. “Tantangannya adalah apakah kita memiliki kompetensi untuk mengisi peluang tersebut dan apakah kita bisa memenangkan persaingan dalam pasar kerja yang terbuka dan kompetitif,” jelasnya.

Anwar kemudian mengajak lulusan menjadikan proses belajar sebagai kebiasaan yang terus berlangsung setelah memperoleh ijazah. Ia melihat bonus demografi Indonesia dapat menjadi kekuatan pembangunan apabila diiringi sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, produktif, dan berkarakter. Pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi perlu dibawa ke berbagai ruang pengabdian, baik di industri, pemerintahan, pendidikan, penelitian, maupun kewirausahaan. Di setiap bidang, integritas dan nilai yang menjadi bekal selama berada di UGM perlu tetap dijaga. “Jadilah pembelajar sepanjang hayat, adaptif terhadap perubahan tetapi teguh pada nilai dan prinsip,” tuturnya.

Bagi Faradila Azzahra Destriyanti, wakil wisudawan dari Fakultas Kedokteran Hewan, perjalanan menuju hari kelulusan juga menjadi proses untuk mengenali dan mengembangkan keberanian dalam diri. Ia mengenang masa awal kuliah ketika berbicara di depan banyak orang masih menjadi hal yang membuatnya berpikir berulang kali. Berbagai kesempatan di UGM kemudian membawanya keluar dari zona nyaman melalui kegiatan kampus, pengalaman berbicara di depan publik, serta tanggung jawab yang sebelumnya belum pernah ia bayangkan. Kegagalan dan kekurangan yang ditemui sepanjang perjalanan ia terima sebagai bagian dari proses pembentukan diri. “Saya yakin teman-teman di ruangan ini juga memiliki ceritanya masing-masing tentang hal-hal yang dulu terasa sulit, kemudian kita beranikan diri untuk mencoba,” ungkap Faradila.

Faradila juga mengajak para lulusan untuk menghargai setiap orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka. Ia menyampaikan apresiasi kepada orang tua, keluarga, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan hingga para lulusan mencapai hari kelulusan. Setelah meninggalkan kampus, para lulusan akan menempuh jalan yang berbeda, baik melanjutkan pendidikan, bekerja, menjalani pendidikan profesi, maupun menentukan langkah berikutnya. Perbedaan pilihan dan waktu pencapaian tidak perlu menjadi alasan untuk membandingkan perjalanan satu sama lain. “Semoga setelah hari ini langkah kita selalu membawa kebermanfaatan, membanggakan orang-orang yang telah mendukung kita, dan membawa nama baik almamater yang kita cintai,” tutupnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel UGM Wisuda 3.865 Lulusan, Terbanyak Sepanjang Sejarah Kampus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-wisuda-3-865-lulusan-terbanyak-sepanjang-sejarah-kampus/feed/ 0
Harumkan Nama Indonesia, Mahasiswa UGM Bawa Pulang Medali Perunggu dari Ajang IMC Bulgaria https://ugm.ac.id/id/berita/harumkan-nama-indonesia-mahasiswa-ugm-bawa-pulang-medali-perunggu-dari-ajang-imc-bulgaria/ https://ugm.ac.id/id/berita/harumkan-nama-indonesia-mahasiswa-ugm-bawa-pulang-medali-perunggu-dari-ajang-imc-bulgaria/#respond Tue, 18 Aug 2026 04:17:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96717 Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional pada ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026. Dalam ajang bergengsi tersebut, Muhammad Hanif berhasil meraih medali perunggu (Third Prize), sementara Fajar Arif Shodiqin berhasil memperoleh Honorable Mention. Keduanya merupakan mahasiswa dari Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM. Kompetisi yang […]

Artikel Harumkan Nama Indonesia, Mahasiswa UGM Bawa Pulang Medali Perunggu dari Ajang IMC Bulgaria pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional pada ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026. Dalam ajang bergengsi tersebut, Muhammad Hanif berhasil meraih medali perunggu (Third Prize), sementara Fajar Arif Shodiqin berhasil memperoleh Honorable Mention. Keduanya merupakan mahasiswa dari Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM.

Kompetisi yang berlangsung di Blagoevgrad, Bulgaria, pada 27 Juli – 3 Agustus 2026 tersebut diikuti 447 mahasiswa dari 48 negara. Indonesia mengirimkan lima mahasiswa sebagai delegasi, dengan dua diantaranya berasal dari UGM. Dari lima wakil Indonesia tersebut, dua mahasiswa meraih medali perunggu dan tiga lainnya memperoleh Honorable Mention.

Bagi Hanif dan Fajar, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menekuni kompetisi matematika. Keduanya sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA). Hanif sebelumnya merupakan peraih medali emas di ONMIPA 2025, sedangkan Fajar juga berhasil menyabet medali emas di ONMIPA 2026. Pencapaian ini yang kemudian menjadi salah satu bekal untuk mengikuti seleksi menuju IMC 2026.

Dalam mempersiapkan diri menuju kompetisi, Hanif menyebut bahwa dirinya sempat melakukan persiapan secara mandiri sembari menunggu kepastian mengenai keikutsertaan Indonesia dalam IMC 2026. Kondisi itu membuat semangat belajarnya sempat naik turun karena belum ada kepastian mengenai keberangkatan. “Tantangannya tetap konsisten belajar. Pada saat itu belum ada kejelasan dari panitia apakah Indonesia berangkat IMC atau tidak. Jadi, mencari semangat belajarnya naik turun karena tidak ada informasi mau berangkat atau tidak,” jelas Hanif saat diwawancarai, Selasa (18/8).

Kondisi tersebut membuat waktu persiapan menuju seleksi menjadi relatif singkat. Ia menyebut, informasi mengenai seleksi IMC diterima sekitar tiga hari sebelum seleksi berlangsung. Setelah dinyatakan lolos, ia bersama peserta terpilih menjalani pembinaan intensif secara daring dan luring selama sekitar dua pekan. “Kalau pembinaan luring berlangsung di Departemen Matematika FMIPA UGM,” tuturnya.

Salah satu perbedaan yang dirasakan pada kompetisi IMC 2026 dibandingkan dengan kompetisi ONMIPA adalah penggunaan bahasa Inggris dalam soal. Keduanya mengaku belum terbiasa menjawab soal melalui bahasa inggris dan lebih terbiasa menggunakan bahasa Indonesia. Dari sisi materi, Hanif menuturkan terdapat sejumlah perbedaan dengan ONMIPA dan tingkat kesulitannya juga lebih tinggi. “Perbedaannya mungkin karena soalnya pakai bahasa Inggris, jadi perlu membiasakan diri lagi karena biasanya mengerjakannya pakai bahasa Indonesia. Kalau dari materi mungkin ada perbedaan sedikit, lebih sulit,” jelasnya.

Ajang IMC 2026 ini menjadi pengalaman pertama mereka dalam mengikuti kompetisi matematika di luar negeri. Berada di lingkungan baru dan berhadapan dengan peserta dari berbagai negara membuat keduanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Hanif mengaku suasana kompetisi internasional membuat dirinya merasakan tekanan yang berbeda dibandingkan ketika mengikuti ONMIPA di Indonesia. “Baru pertama kali kompetisi internasional, apalagi lawannya juga orang luar. Jadi masih belum terbiasa. Sedikit merasa tertekan, tidak percaya diri kalau di ONMIPA,” tuturnya.

Fajar pun juga merasakan tekanan serupa. Selain menghadapi suasana kompetisi yang baru, ia harus beradaptasi dengan komunikasi menggunakan bahasa asing ketika berinteraksi dengan pengawas maupun peserta dari negara lain. “Tidak terbiasa juga, mungkin ngobrolnya belum terlalu lancar kalau mau ngobrol sama pengawas dan orang-orang lain,” katanya.

Bagi Hanif, pengalaman mengikuti IMC 2026 menjadi pembelajaran mengenai pentingnya menjaga motivasi ketika tujuan yang ingin dicapai belum sepenuhnya pasti. Ia mengatakan sejak awal tetap belajar karena memang memiliki keinginan untuk mengikuti kompetisi tersebut. “Dari awal saya juga belajar karena sebenarnya ingin ikut IMC, tapi juga tidak tahu ada IMC atau tidak. Jadi, seperti menikmati saja belajarnya,” ujar Hanif.

Pengalaman di IMC 2026 juga tidak serta-merta membuat Hanif dan Fajar berhenti mengejar tantangan akademik lainnya. Keduanya kini mulai memikirkan target setelah kompetisi, termasuk menyelesaikan studi di UGM. Adapun Hanif membuka kemungkinan untuk kembali mengikuti IMC apabila mendapatkan kesempatan pada masa mendatang. Selain itu, ia berencana mencoba kompetisi matematika lain seperti kompetisi Consortium for Mathematics and Its Applications (COMAP) jika kembali mendapatkan kesempatan untuk membentuk tim. “Kalau diundang IMC lagi, mungkin belajar untuk IMC lagi. Selain itu, ada kompetisi COMAP yang mungkin mau saya coba ikuti lagi kalau ada tim,” jelas Hanif.

Sementara itu, Fajar menargetkan untuk dapat menyelesaikan studinya. Ia tengah mengerjakan skripsi dan menargetkan dapat menyelesaikan pendidikan sarjana sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya. Setelah lulus, ia berencana mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi S2. “Kalau dari saya kurang lebih sama, tapi mungkin ada tambahan, karena lagi mengejar kelulusan. Mungkin sekarang fokus mengerjakan tugas akhir dulu,” jelas Fajar.

Keduanya berharap pengalaman yang diperoleh di IMC 2026 dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan. Hanif berpesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi matematika agar memperbanyak latihan, membangun lingkungan belajar yang mendukung, serta tidak ragu belajar secara mandiri. “Banyak belajar, bisa mencari teman yang frekuensinya sama untuk belajar. Kalau tidak ada, bisa belajar secara mandiri. Manfaatkan teknologi yang sudah ada seperti AI dan sebagainya,” jelas Hanif.

Fajar menambahkan, motivasi menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki sebelum seseorang memutuskan untuk mengikuti kompetisi. Motivasi tersebut, kata Fajar, dapat menjadi pengingat ketika proses persiapan mulai terasa berat. “Cari motivasi kenapa ingin ikut. Kalau sudah dapat motivasinya, selalu ingat itu terus,” pungkas Fajar.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Tim

Artikel Harumkan Nama Indonesia, Mahasiswa UGM Bawa Pulang Medali Perunggu dari Ajang IMC Bulgaria pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/harumkan-nama-indonesia-mahasiswa-ugm-bawa-pulang-medali-perunggu-dari-ajang-imc-bulgaria/feed/ 0
Peringati HUT ke-81 RI, UGM Teguhkan Semangat Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hut-ke-81-ri-ugm-teguhkan-semangat-merakyat-mandiri-dan-berkelanjutan/ https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hut-ke-81-ri-ugm-teguhkan-semangat-merakyat-mandiri-dan-berkelanjutan/#respond Mon, 17 Aug 2026 03:58:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96698 Universitas Gadjah Mada memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui upacara bendera yang berlangsung pada Senin (17/8). Upacara tahun ini mengusung semangat refleksi atas makna kemerdekaan dengan tema nasional ‘Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian Dies Natalis ke-77 UGM. Dalam upacara tersebut, UGM juga memberikan sejumlah […]

Artikel Peringati HUT ke-81 RI, UGM Teguhkan Semangat Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui upacara bendera yang berlangsung pada Senin (17/8). Upacara tahun ini mengusung semangat refleksi atas makna kemerdekaan dengan tema nasional ‘Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian Dies Natalis ke-77 UGM. Dalam upacara tersebut, UGM juga memberikan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi sivitas akademika serta mitra yang turut memperkuat kiprah universitas. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan yang berdaulat, berkeadilan, dan menyejahterakan masyarakat.

Kemerdekaan, menurut Rektor, merupakan gerbang baru bagi perjalanan bangsa yang perlu diisi dengan pembangunan yang berdaulat dan berkeadilan. Pembangunan tersebut perlu dilandasi semangat persatuan, gotong royong, dan toleransi sebagai bagian dari kehidupan kebangsaan. Kedaulatan juga menjadi fondasi bagi bangsa untuk mengoptimalkan kekuatan dan potensi yang dimiliki secara mandiri. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan ilmu pengetahuan dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kemerdekaan merupakan pintu gerbang baru perjalanan bangsa yang wajib diisi dengan pembangunan berdaulat, berkeadilan dan dijiwai semangat persatuan, gotong-royong, serta toleransi kebangsaan,” ujar Rektor.

Rektor  menyampaikan bahwa UGM terus mengambil peran sebagai lokomotif perubahan dan transformasi sosial di tengah kompleksitas perkembangan nasional maupun global. Peran tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. Nilai merakyat, mandiri, dan berkelanjutan menjadi semangat yang terus ditumbuhkembangkan dalam berbagai karya dan kontribusi UGM. Menurutnya, nilai tersebut sekaligus menjadi pijakan UGM dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa. “Kita semua patut bersyukur sebab UGM senantiasa menjadi lokomotif untuk perubahan dan transformasi sosial di tengah kompleksitas perkembangan ekosistem nasional dan global,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, UGM memberikan penghargaan kepada Hermawan Kartajaya atas kontribusinya dalam perumusan dan peneguhan semangat nilai ‘Merakyat, Mandiri, Berkelanjutan’ yang menjadi pesan penting bagi UGM. Hermawan Kartajaya dikenal sebagai sosok yang turut merumuskan tagline tersebut bagi UGM. Rektor menyampaikan apresiasi atas kecintaan dan kontribusinya terhadap UGM meskipun Hermawan bukan merupakan alumni UGM. Kontribusi tersebut dipandang menjadi bagian dari upaya memperkuat pesan bahwa UGM hadir untuk memberikan solusi dan dampak nyata bagi masyarakat. “Terkhusus kepada Bapak Hermawan Kartajaya, kami mengucapkan terima kasih,” tutur Rektor.

Penghargaan juga diberikan kepada para dosen dan tenaga kependidikan pegawai negeri sipil UGM yang menerima Satya Lancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang telah menunjukkan kesetiaan, kejujuran, kecakapan, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan pengabdian di lingkungan UGM. Sebanyak 53 orang menerima penghargaan tersebut, terdiri atas 18 penerima Satya Lancana Karya Satya 30 tahun, 15 penerima 20 tahun, dan 20 penerima 10 tahun. Rektor menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kesungguhan sivitas akademika dalam menjalankan peran bagi universitas.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada para penggagas Wanagama Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), yakni Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM Wawan Mas’udi, Ph.D., Dekan Fakultas Kehutanan UGM Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU., serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM. Wanagama Nusantara dikembangkan sebagai pusat riset, inovasi, dan pengembangan berkelanjutan yang dipelopori UGM. Pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung konsep Forest City sekaligus merespons tantangan perubahan iklim global. Inisiatif tersebut juga mencerminkan kontribusi UGM dalam mendorong kemandirian, kedaulatan, dan pembangunan berkelanjutan.

Wanagama Nusantara dikembangkan dari Hutan Pendidikan Wanagama dengan luasan 621 hektare sebagai living laboratory masa depan. Kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang riset lintas disiplin yang mencakup berbagai bidang, antara lain lingkungan dan biodiversitas, green blue economy, future government, serta digital society, health and longevity. Pengembangan ini memperluas peran UGM dalam menghadirkan ekosistem riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan masa depan. Bagi UGM, kontribusi tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan dan menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak. “UGM terus mengembangkan isu-isu yang relevan di bidang pangan, energi, kesehatan, maupun bidang sains dan teknologi,” tutur Rektor.

Upacara peringatan HUT ke-81 RI tersebut sekaligus membuka rangkaian Dies Natalis ke-77 UGM yang mengusung tema ‘Tumbuh Bersama Berdampak Bersama’. Tema tersebut merefleksikan semangat sinergi dan kolaborasi dalam mengembangkan UGM melalui karya dan inovasi di bidang tridarma perguruan tinggi. Pembukaan rangkaian Dies Natalis menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan seluruh sivitas universitas dan pemangku kepentingan UGM. Rektor berharap seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis nantinya dapat menjadi ruang untuk memperkuat kontribusi universitas dalam menjawab tantangan bangsa. “Momentum pembukaan rangkaian kegiatan Dies Natalis hari ini sekaligus menjadi perwujudan doa dan pengharapan bersama untuk kelancaran seluruh agenda dan menjadi pemantik semangat baru bagi kita semua, untuk terus berkarya serta berinovasi dengan penuh keteguhan sebagai bagian dari perjuangan misi kemerdekaan,” pungkas Rektor.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto dan Donnie

Artikel Peringati HUT ke-81 RI, UGM Teguhkan Semangat Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hut-ke-81-ri-ugm-teguhkan-semangat-merakyat-mandiri-dan-berkelanjutan/feed/ 0
Aksi 11.099 Mahasiswa Baru UGM Bentuk 18 Formasi Patracita  https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-11-099-mahasiswa-baru-ugm-bentuk-18-formasi-patracita/ https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-11-099-mahasiswa-baru-ugm-bentuk-18-formasi-patracita/#respond Sun, 16 Aug 2026 03:18:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96680 Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Universitas Gadjah Mada mengikuti penutupan PIONIR Gadjah Mada 2026 di Lapangan Pancasila UGM, Sabtu (15/8). Penutupan yang dikemas dalam Selebrasi Kolaborasi menjadi momen bagi Gadjah Mada Muda untuk merayakan kebersamaan setelah mengikuti rangkaian orientasi sejak 3 Agustus 2026. Puncak penutupan PIONIR Gadjah Mada 2026 ditandai dengan […]

Artikel Aksi 11.099 Mahasiswa Baru UGM Bentuk 18 Formasi Patracita  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Universitas Gadjah Mada mengikuti penutupan PIONIR Gadjah Mada 2026 di Lapangan Pancasila UGM, Sabtu (15/8). Penutupan yang dikemas dalam Selebrasi Kolaborasi menjadi momen bagi Gadjah Mada Muda untuk merayakan kebersamaan setelah mengikuti rangkaian orientasi sejak 3 Agustus 2026.

Puncak penutupan PIONIR Gadjah Mada 2026 ditandai dengan Selebrasi Formasi GAMADA 2026. Menggunakan kertas berwarna, seluruh mahasiswa baru menampilkan 18 formasi secara bergantian dalam waktu sekitar tujuh menit, hingga membentuk Formasi Patracita. Selebrasi tersebut ditutup dengan pesan ‘Sinergi Wujudkan Prestasi’ yang menggambarkan semangat mahasiswa untuk melanjutkan perjalanan di UGM dengan kebersamaan dan kolaborasi. Selebrasi Formasi menjadi bagian dari Selebrasi Kolaborasi yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian PIONIR Gadjah Mada 2026.

Rangkaian PIONIR tahun ini meliputi kegiatan tingkat universitas, fakultas, soft skill, hingga Action Plan yang berlangsung di lingkungan masyarakat. Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa diajak mengenal nilai-nilai ke-UGM-an, mengembangkan potensi diri, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Kegiatan penutupan sekaligus menjadi penanda dimulainya perjalanan Gadjah Mada Muda sebagai bagian dari keluarga besar UGM.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa rangkaian Action Plan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai ke-UGM-an melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada 9–14 Agustus tersebut dilaksanakan di 20 kelurahan, terdiri atas enam wilayah di Kabupaten Sleman dan 14 wilayah di Kota Yogyakarta. Mahasiswa dibagi dalam 201 gugus yang kemudian terbagi menjadi 754 kelompok kecil agar kegiatan dapat menjangkau berbagai wilayah. Selain berinteraksi dengan masyarakat, mahasiswa juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari penguatan kepedulian terhadap lingkungan dan Green Campus. “Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengimplementasikan nilai-nilai ke-UGM-an, khususnya kepedulian, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” tutur Arie.

Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), mengapresiasi tema PIONIR tahun ini yang mengajak mahasiswa mengukir jati diri dan membangun kemandirian. Sebagai alumni UGM, Hasto mengatakan proses pendidikan di UGM telah membekalinya dengan kemampuan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan pelayanan dengan penuh kesabaran. Ia mengajak Gadjah Mada Muda mengenali potensi dan keunikan diri sekaligus menjadikan berbagai tantangan selama menjalani pendidikan sebagai proses untuk membangun ketangguhan. “Saya dididik oleh Gadjah Mada ini untuk kemudian bisa mandiri, bisa juga menyelami keperluan masyarakat dan bisa melayani masyarakat dengan sabar,” ujarnya.

Hasto juga mengingatkan mahasiswa agar tetap memegang nilai-nilai luhur di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial yang berlangsung cepat. Menurutnya, kemampuan teknologi perlu berjalan bersama kejujuran akademik, kepekaan sosial, dan kepedulian terhadap kemanusiaan. Ia berharap Gadjah Mada Muda mampu menjadi generasi yang mandiri, progresif, dan tetap dekat dengan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan. “Ukirlah jati diri dengan ilmu, integritas, dan juga pengabdian. Berdirilah di atas kaki sendiri, tetapi jangan pernah lupa berjalan bersama-sama masyarakat,” katanya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel Aksi 11.099 Mahasiswa Baru UGM Bentuk 18 Formasi Patracita  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-11-099-mahasiswa-baru-ugm-bentuk-18-formasi-patracita/feed/ 0
UGM, Indosat, dan NVIDIA Resmi Luncurkan AI Technology Center  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-indosat-dan-nvidia-resmi-luncurkan-ai-technology-center/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-indosat-dan-nvidia-resmi-luncurkan-ai-technology-center/#respond Thu, 13 Aug 2026 08:58:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96630 Universitas Gadjah Mada bersama dengan Indosat Ooredoo Hutchison dan NVIDIA telah resmi meluncurkan AI Technology Center di GIK UGM, pada Kamis (13/8). Peluncuran pusat teknologi AI ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem AI nasional yang menjadikan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan pengembangan talenta berbasis AI yang […]

Artikel UGM, Indosat, dan NVIDIA Resmi Luncurkan AI Technology Center  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada bersama dengan Indosat Ooredoo Hutchison dan NVIDIA telah resmi meluncurkan AI Technology Center di GIK UGM, pada Kamis (13/8). Peluncuran pusat teknologi AI ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem AI nasional yang menjadikan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan pengembangan talenta berbasis AI yang dapat menjawab berbagai persoalan di Indonesia.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, menyampaikan bahwa sejak tahun 2023, UGM berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan AI dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan UGM AI Society sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin. “Sejak tahun 2023, UGM telah berkomitmen untuk mewujudkan universitas cerdas melalui optimalisasi pemanfaatan AI di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut adalah menginisiasi pengembangan UGM AI Society,” jelasnya.

Ova menuturkan bahwa UGM telah melakukan berbagai riset AI yang telah berkembang dan memberikan kontribusi baik di tingkat nasional maupun internasional. “Pengembangan tersebut antara lain mencakup pemanfaatan AI dalam penanganan pandemi Covid-19, etika AI, dukungan terhadap diagnosis tuberkulosis, serta teknologi pertanian pintar,” tuturnya.

Adapun ia menuturkan bahwa kolaborasi ini menciptakan berbagai produk unggulan yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Di antaranya aplikasi manajemen bencana, platform AI untuk analisis dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, terdapat juga teknologi smart agriculture yang mengintegrasikan Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan AI.

Ia berharap, kolaborasi ini tidak berhenti pada pembangunan pusat teknologi, tetapi terus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global. “Kami berharap sinergi ini akan terus melahirkan solusi inovatif di bidang AI, serta terobosan teknologi yang akan bermanfaat bagi Indonesia dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan di kancah global,” tuturnya.

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menuturkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pencipta inovasi AI. Menurutnya, persoalan Indonesia bukan karena kekurangan talenta, melainkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang belum merata. Investasi pada manusia menjadi bagian penting agar Indonesia siap menghadapi perkembangan AI. Ia menambahkan, dalam pemanfaatannya perlu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, termasuk pertanian, pendidikan, dan tenaga kesehatan. “Namun yang terpenting, masyarakat harus merasakan manfaatnya. Kami memproduksi di Indonesia untuk Indonesia dan untuk dunia,” tuturnya.

Adapun Indosat memilih UGM sebagai salah satu mitra karena memiliki komitmen kuat terhadap riset dan inovasi. Menurutnya, komitmen yang dibutuhkan dalam pengembangan pusat AI bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga waktu dan keseriusan seluruh pihak yang terlibat. “Ini soal penelitian, ini soal inovasi. Jadi, komitmennya bukan soal uang, melainkan soal waktu bagi semua orang,” jelasnya.

Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA, Marc Hamilton, menjelaskan pentingnya keberadaan infrastruktur AI atau AI factory untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut. Ia mengibaratkan AI factory seperti pabrik yang mengolah bahan baku berupa data menjadi model AI yang menghasilkan nilai. “AI Factory adalah konsep yang sangat menarik. Prinsip kerjanya sama seperti reaktor. Menerima bahan baku, mengolahnya, dan menghasilkan barang jadi,” ucapnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal talenta yang besar. Ia menyebut terdapat lebih dari 500.000 pengembang perangkat lunak Indonesia yang terdaftar di GitHub. Akan tetapi, pengembangan AI membutuhkan infrastruktur komputasi yang lebih besar. Karenanya, akses terhadap AI Factory perlu diperluas agar mahasiswa, universitas, dan perusahaan di Indonesia dapat mengembangkan teknologi AI secara mandiri.

NVIDIA, lanjut Mark, juga menyediakan model terbuka yang dapat digunakan universitas maupun perusahaan untuk mengembangkan model AI sendiri. Hasil pelatihan menggunakan data institusi tetap menjadi milik institusi yang melakukan pelatihan tersebut. “Setiap universitas atau perusahaan di sini yang tidak mampu mengeluarkan dana sebesar satu miliar dolar dapat memulai dengan menggunakan model kami, kemudian mengembangkan model mereka sendiri, dan memiliki hasil yang diperoleh,” katanya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie, menegaskan pentingnya kedaulatan data dalam pengembangan AI di Indonesia. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak menyerahkan data secara cuma-cuma kepada negara lain untuk meningkatkan kemampuan algoritma mereka. “Kita boleh memperdagangkan data kita. Kita boleh menjual data kita untuk mendapatkan imbalan, tetapi kita tidak boleh sama sekali memberikan data tersebut,” jelasnya.

Stella juga meminta pusat AI bersama di UGM memiliki target yang jelas dan berorientasi pada kebutuhan Indonesia. Menurutnya, keberadaan pusat AI ini tidak boleh hanya berhenti pada aktivitas dan pembangunan prototipe, tetapi harus mampu menghasilkan solusi yang benar-benar bermanfaat. Perkembangan AI saat ini mampu menyelesaikan persoalan dengan aturan yang kaku menuju persoalan yang semakin terbuka dan kompleks. Perkembangan ini menurutnya menuntut perguruan tinggi untuk dapat mengantisipasi perubahan dan mempersiapkan SDM lebih baik lagi. “Tugas utama sebuah pusat AI saat ini di atas segalanya adalah mengantisipasi. Mengantisipasi apa yang akan terjadi dan kapan hal itu akan terjadi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengetahui persoalan yang hendak diselesaikan, waktu yang tepat untuk mengadopsi teknologi, serta pihak yang akan mengoperasikan AI dengan tetap menempatkan manusia sebagai pengendali.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menuturkan bahwa UGM dipilih setelah melalui proses penjajakan terhadap sejumlah perguruan tinggi. Dalam hal ini, UGM menunjukkan keseriusan, kualitas riset, serta inovasi yang kuat, sehingga pada akhirnya menjadi mitra dalam pendirian AI Technology Center ini. “Keseriusan, mutu riset, dan juga inovasi yang kuat yang membuat hari ini kita bisa tiba pada tahap ini,” ujar Meutya.

Adapun AI Technology Center ini, kata Meutya, merupakan bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence yang dipimpin oleh Kementerian Komunikasi dan Digital dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, serta perusahaan teknologi penting dalam memperkuat kemampuan AI nasional, sekaligus menghasilkan solusi bagi persoalan nyata di Indonesia. Ia mendorong penerapan pendekatan sovereign cloud agar pengelolaan pusat data tetap berada dalam yurisdiksi Indonesia dan memenuhi standar keamanan yang diperlukan. “Kedaulatan AI tidak berarti Indonesia mengisolasi diri atau harus mengembangkan semua teknologi sepenuhnya sendiri. Kolaborasi dan kedaulatan dapat berjalan beriringan,” kata Meutya.

Menurutnya, keberhasilan pusat AI tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan pelatihan, maupun prototipe yang dihasilkan. Indikator utamanya adalah peningkatan kompetensi talenta, pemanfaatan solusi oleh publik dan industri, hingga lahirnya inovasi kekayaan intelektual yang dikembangkan Indonesia. “Keberhasilan harus terlihat dalam pengembangan talenta dan kompetensi, penerapan temuan-temuan penelitian terbaru, solusi yang dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri, serta inovasi dan kekayaan intelektual yang dikembangkan oleh Indonesia,” tutup Meutya.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel UGM, Indosat, dan NVIDIA Resmi Luncurkan AI Technology Center  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-indosat-dan-nvidia-resmi-luncurkan-ai-technology-center/feed/ 0
Panut Mulyono dan Wahyudi Kumorotomo Pimpin DGB dan SA UGM  https://ugm.ac.id/id/berita/panut-mulyono-dan-wahyudi-kumorotomo-pimpin-dgb-dan-sa-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/panut-mulyono-dan-wahyudi-kumorotomo-pimpin-dgb-dan-sa-ugm/#respond Sun, 09 Aug 2026 08:25:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96424 Mantan Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Guru Besar (DGB) UGM periode 2026–2031 dalam Pemilihan yang berlangsung di Ruang Multimedia Lantai 3, Gedung Pusat UGM, Jumat (7/8). Dalam pemilihan tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D., juga terpilih sebagai Sekretaris Dewan Guru Besar UGM. Sementara […]

Artikel Panut Mulyono dan Wahyudi Kumorotomo Pimpin DGB dan SA UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mantan Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Guru Besar (DGB) UGM periode 2026–2031 dalam Pemilihan yang berlangsung di Ruang Multimedia Lantai 3, Gedung Pusat UGM, Jumat (7/8). Dalam pemilihan tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D., juga terpilih sebagai Sekretaris Dewan Guru Besar UGM.

Sementara Guru Besar Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP., terpilih sebagai Ketua Senat Akademik (SA) UGM periode 2026-2031. Sedangkan Dosen dari Fakultas Biologi, Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Si., Ph.D., terpilih sebagai sekretaris Senat Akademik.

Dalam pidato sambutannya usai sesi serah terima jabatan dengan pengurus DGB sebelumnya, Panut menegaskan komitmennya untuk melanjutkan capaian positif kepengurusan sebelumnya. Juga, ia berharap kepengurusan DGB periode yang baru dapat mendorong kontribusi yang lebih besar bagi UGM dan pembangunan bangsa. “Tentu kami sebagai pimpinan DGB yang baru dengan motto continuous improvement, yakni ingin mengulang langkah sukses yang telah dijalankan oleh kepengurusan sebelumnya. Mudah-mudahan kita semua bisa berkontribusi lebih besar dan lebih kuat untuk pembangunan bangsa ini,” ujar Panut.

Tak lupa, Panut juga mengajak seluruh anggota DGB untuk membangun kerja sama yang solid selama masa kepengurusan mendatang. “Mari kita bekerja bersama-sama secara bersinergi, saling asah, saling asih, saling asuh, dan mudah-mudahan kita bisa lebih berkontribusi, lebih kuat untuk kemajuan UGM dan kemajuan bangsa kita,” tutupnya.

Ketua SA UGM terpilih, Wahyudi Kumorotomo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para dosen dan guru besar yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. “Tugas Senat Akademik memang lumayan berat,” ujarnya.

Menurut Wahyudi, salah satu fokus awal kepemimpinannya adalah memastikan para pimpinan dan organ universitas dapat bekerja sama dengan baik. Sinergi antara pimpinan universitas, Senat Akademik, dan Dewan Guru Besar dinilai penting untuk memastikan kebijakan akademik berjalan selaras dengan tujuan bersama.

Ia juga melihat peningkatan reputasi akademik internasional sebagai salah satu agenda yang perlu dikawal. Meski pemeringkatan bukan satu-satunya tujuan UGM, sejumlah indikator yang digunakan dalam pemeringkatan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan reputasi akademik universitas. “Yang tentu saya ingin lakukan sementara di awal ini adalah memastikan bahwa para pemimpin universitas dan organ universitas, baik MWA, SA, maupun DGB, bisa bekerja sama dengan baik,” katanya.

Wahyudi menilai persoalan yang dihadapi perguruan tinggi semakin kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu disiplin ilmu. Karena itu, ia mendorong penguatan kolaborasi lintas disiplin dan sinergi antar komponen universitas.

Ia menambahkan bahwa berbagai program yang telah berjalan pada periode sebelumnya akan terus dilanjutkan dengan penyesuaian terhadap tantangan baru. Menurutnya, kombinasi keilmuan dan pengalaman yang dimiliki anggota Senat Akademik periode 2026–2031 menjadi modal penting untuk menjalankan mandat tersebut. “Yang terbaik dari yang dulu kita lanjutkan, yang tentu saja tantangan-tantangan baru kita harapkan juga kita jawab bahwa semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D. menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan Senat Akademik dan Dewan Guru Besar berlangsung di tengah tantangan universitas yang semakin kompleks akibat perubahan lingkungan masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan organisasi yang tanggap, inovatif, adaptif, serta memiliki daya saing melalui kepemimpinan transformasional. “Kita menghadapi tantangan besar untuk menghadapi kompleksitas perubahan lingkungan di masyarakat. Situasi tersebut memerlukan organisasi yang tanggap, inovatif, dan adaptif, serta memerlukan transformational leadership,” ujar Rektor.

Menurutnya, kepemimpinan transformasional diperlukan untuk mendorong perubahan positif dan inovatif, sekaligus membangun karakter dan martabat institusi sehingga seluruh unsur universitas dapat bergerak menuju visi bersama.

Ia menyampaikan sejumlah agenda yang perlu dikawal bersama pada periode mendatang. Salah satunya adalah peningkatan kualitas proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk melalui penguatan tata kelola program studi dan pusat studi serta pengembangan ekosistem inovasi.

Selain itu, UGM terus mendorong penguatan ekosistem inovasi, pengembangan karier, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya manusia. Penguatan kampus inklusif juga menjadi perhatian, termasuk penyediaan beasiswa, penciptaan lingkungan kampus yang aman, pencegahan kekerasan, serta pengelolaan ruang terbuka hijau secara berkelanjutan.

UGM juga akan terus mendorong agenda kampus berkelanjutan, termasuk menuju zero emission campus, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor pada tingkat nasional maupun global. “Ini sebetulnya memerlukan dukungan dari semua pihak. Bagaimana kita akan maju apabila kolaborasi antar komponen tidak sinergis,” tuturnya.

Ia pun menegaskan bahwa Senat Akademik memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan akademik UGM di tengah ambisi peningkatan reputasi dan kualitas universitas di tingkat global. Menurutnya, target peningkatan peringkat internasional bukan merupakan satu-satunya tujuan, tetapi berbagai komponen yang digunakan dalam pemeringkatan juga berkaitan dengan internasionalisasi, peningkatan standar, dan kualitas akademik. Oleh karena itu, diperlukan berbagai perubahan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Senat Akademik diharapkan dapat berperan dalam mengawal kebijakan akademik agar sejalan dengan arah pengembangan universitas.

Sementara itu, Dewan Guru Besar diharapkan terus menjaga marwah akademik UGM, terutama dalam pembinaan integritas moral dan etika, pengembangan keilmuan dan budaya, serta memberikan pertimbangan strategis, baik bagi universitas maupun bagi pembangunan bangsa.

Ova juga mengingatkan agar proses pergantian kepemimpinan berlangsung dalam semangat kekeluargaan. Pemilihan pimpinan, menurutnya, bukan sekedar kompetisi antar kandidat, melainkan upaya memilih sosok yang mampu mewakili dan mengakomodasi pemikiran seluruh anggota Senat Akademik.

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM, Prof. Dr. Ir. Tumiran, M.Eng., IPU., Ph.D., turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Senat Akademik dan Dewan Guru Besar periode 2026–2031. Ia menekankan bahwa mandat yang diberikan kepada para anggota terpilih merupakan ruang untuk memberikan pemikiran dan kontribusi kelembagaan bagi kemajuan UGM.

Menurutnya, tantangan lima tahun mendatang tidak ringan. Salah satu hal mendasar yang perlu menjadi perhatian adalah memastikan bahwa pendidikan yang diberikan UGM mampu menjawab perubahan yang berlangsung cepat sehingga lulusan memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan. “Kita ada di sini karena ada mahasiswa. Kita ada di sini karena ada orang tua yang menitipkan anak-anaknya kepada UGM,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberadaan organ-organ universitas harus diarahkan untuk memastikan kepentingan mahasiswa menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan. Senat Akademik, Dewan Guru Besar, MWA, dan jajaran eksekutif universitas perlu membangun harmonisasi dan sinergi dalam merumuskan serta menjalankan kebijakan.

Menurutnya, ketentuan dalam statuta dan berbagai regulasi universitas dapat menjadi guiding dalam menjalankan fungsi masing-masing organ. Namun, berbagai ketentuan tersebut juga perlu terus disempurnakan mengikuti dinamika perubahan agar UGM dapat semakin adaptif dan responsif.

Selain sinergi kelembagaan, Ketua MWA juga mendorong optimalisasi jejaring yang dimiliki para anggota Senat Akademik dan Dewan Guru Besar. Jejaring tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuka akses bagi mahasiswa, mendukung penelitian dosen, serta menghadirkan pengalaman dan praktik terbaik dari berbagai sektor.

Ia juga menyoroti pentingnya peran alumni. Prestasi dan kiprah alumni di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga dunia usaha, secara tidak langsung mencerminkan kualitas pendidikan yang diberikan institusi. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para anggota Senat Akademik dan Dewan Guru Besar diharapkan dapat turut memikirkan bagaimana pengalaman, jejaring, dan pengetahuan yang dimiliki dapat dikapitalisasi menjadi gagasan kebijakan yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.

Dengan terbentuknya kepemimpinan baru Senat Akademik UGM dan DGB UGM periode 2026–2031, UGM berharap sinergi antar organ universitas semakin kuat dalam mengawal kebijakan akademik, meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, serta memastikan UGM mampu merespons perubahan dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Pergantian pimpinan Dewan Guru Besar UGM tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan pimpinan DGB periode 2021–2026 yang sebelumnya dipimpin oleh Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., sebagai Ketua dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P., sebagai Sekretaris. Sementara pimpinan Senat Akademik periode 2021-2026 dipimpin oleh  Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum. dan Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni,S.IP., M.Si., sebagai sekretaris.

Penulis : Agito Sitepu dan Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto dan Donnie

Artikel Panut Mulyono dan Wahyudi Kumorotomo Pimpin DGB dan SA UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/panut-mulyono-dan-wahyudi-kumorotomo-pimpin-dgb-dan-sa-ugm/feed/ 0