pendidikan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pendidikan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 26 Aug 2026 09:09:30 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 UGM dan University of Melbourne Resmi Buka Tiga Program Double Degree https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-university-of-melbourne-resmi-buka-tiga-program-double-degree/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-university-of-melbourne-resmi-buka-tiga-program-double-degree/#respond Wed, 26 Aug 2026 09:09:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96941 Universitas Gadjah Mada bersama The University of Melbourne meluncurkan tiga program Master’s Double Degree dalam rangka pengembangan Transnational Education (TNE), Rabu (26/8). Peluncuran ini menjadi babak baru dalam kemitraan kedua universitas yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan berkembang melalui berbagai kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta mobilitas akademik. Tiga program yang diluncurkan mencakup bidang […]

Artikel UGM dan University of Melbourne Resmi Buka Tiga Program Double Degree pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada bersama The University of Melbourne meluncurkan tiga program Master’s Double Degree dalam rangka pengembangan Transnational Education (TNE), Rabu (26/8). Peluncuran ini menjadi babak baru dalam kemitraan kedua universitas yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan berkembang melalui berbagai kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta mobilitas akademik. Tiga program yang diluncurkan mencakup bidang teknologi agroindustri, ilmu komunikasi, serta kebijakan dan manajemen kesehatan. Ketiganya menjadi bagian dari upaya memperluas bentuk kemitraan UGM dan University of Melbourne melalui pendidikan transnasional.

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., mengatakan pertemuan kedua institusi menjadi momentum strategis untuk memperluas dan memperkuat kerja sama yang telah berjalan. Danang berujar kerja sama kedua universitas dalam lima tahun terakhir telah menghasilkan berbagai capaian, baik dalam pendidikan maupun penelitian. Kolaborasi tersebut mencakup mobilitas profesor, mobilitas mahasiswa, serta lebih dari 150 publikasi bersama. Selain itu, saat ini terdapat 17 perjanjian kerja sama aktif antara kedua institusi yang menjadi bagian dari fondasi pengembangan kemitraan. “Kami benar-benar mengapresiasi kehadiran dari University of Melbourne, karena ini menunjukkan bahwa kita memiliki semangat yang sama untuk membangun kerja sama yang semakin kuat di masa depan,” tutur Danang.

Lebih lanjut Danang menyebut pengembangan kerja sama berikutnya perlu diarahkan pada keterlibatan mahasiswa yang lebih luas, peningkatan kolaborasi penelitian, serta penyusunan agenda bersama yang dapat dikembangkan oleh kedua institusi. Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan topik, kegiatan, dan sumber daya bersama yang dapat ditindaklanjuti. Penguatan tersebut juga diharapkan dapat memperluas manfaat kemitraan bagi kedua negara dan wilayah yang terhubung melalui kerja sama UGM dan University of Melbourne.

Dari perspektif University of Melbourne, pengembangan TNE tersebut menjadi bagian dari hubungan yang telah terbangun dalam jangka panjang. Pro-Vice Chancellor Global University of Melbourne, Professor Frank Vetere, menyampaikan bahwa kedua universitas telah bekerja sama selama lebih dari 30 tahun dengan kolaborasi yang mencakup hampir seluruh disiplin ilmu. Hubungan tersebut juga berkembang melalui publikasi bersama, forum akademik, mobilitas mahasiswa, serta berbagai bentuk kolaborasi pendidikan dan penelitian. “Dalam lingkungan yang semakin tidak pasti dan dibentuk oleh kompleksitas geopolitik, peran universitas tidak pernah menjadi lebih penting,” ucapnya.

Vetere menilai peluncuran tiga program double degree, meliputi Master of Agro-industrial Technology UGM dan Master of Agricultural Sciences University of Melbourne, Master of Communication Science UGM dan Master of Global Media Communications University of Melbourne, serta Master of Health Policy and Management UGM dan Master of Public Health University of Melbourne menjadi bagian dari perkembangan bentuk baru pendidikan transnasional dalam hubungan UGM dan University of Melbourne. Ia menekankan pentingnya co-design atau perancangan bersama dalam membangun program sehingga kedua institusi dapat merespons kebutuhan lokal sekaligus menciptakan peluang baru bagi mahasiswa. Menurutnya, kemitraan yang kuat akan menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak. “Melalui kemitraan yang benar-benar dibangun bersama, kita dapat merespons persoalan lokal dengan lebih baik sekaligus menciptakan peluang baru bagi mahasiswa,” ujarnya.

Associate Dean Global Engagement Faculty of Science University of Melbourne, Professor Willa Huston, menjelaskan bahwa TNE tidak semata-mata dipandang sebagai penyelenggaraan pendidikan di dua negara. Bagi University of Melbourne, pengembangan TNE perlu menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari pengalaman belajar, sekaligus membangun hubungan akademik yang kuat dan kemitraan yang dapat berkembang menjadi kolaborasi lebih luas. Pendekatan tersebut kemudian menjadi dasar dalam pengembangan program bersama mitra.

Huston mengatakan kemitraan pendidikan transnasional juga membuka peluang untuk mempertemukan pendidikan dengan penelitian dan keterlibatan industri. Menurutnya, hubungan yang dibangun melalui program pendidikan dapat berkembang menjadi penelitian yang dirancang bersama dan diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata, baik bagi komunitas lokal maupun mitra industri. Dengan demikian, mahasiswa pascasarjana dapat menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan pendidikan, penelitian, dan kebutuhan masyarakat. “Bagi kami, pertukaran dua arah menjadi salah satu titik temu antara pendidikan transnasional, penelitian, dan industri,” tutur Huston.

Perspektif serupa terlihat dalam pengalaman kerja sama FISIPOL UGM dan Faculty of Arts University of Melbourne. Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, S.I.P., M.P.P., M.Sc., menjelaskan bahwa kemitraan tersebut juga mencakup pertukaran akademisi, visiting scholars, joint courses, forum akademik, serta berbagai kegiatan pengembangan kapasitas dan pengetahuan. Selama sekitar satu dekade, berbagai kegiatan bersama telah mempertemukan akademisi, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat untuk membahas isu strategis, mulai dari pandemi, lingkungan, demokrasi, dan keragaman hingga ketegangan geopolitik, pengetahuan masyarakat adat, dan kecerdasan artifisial. Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi kedua institusi untuk membuka babak kolaborasi berikutnya, termasuk melalui pengembangan inisiatif baru di bidang ilmu komunikasi.

Pengalaman kemitraan multidimensi tersebut juga terlihat dalam bidang kesehatan yang telah menghubungkan UGM dan University of Melbourne. Associate Dean International Faculty of Medicine, Dentistry and Health Sciences University of Melbourne, Professor Margie Danchin, menyoroti kolaborasi penelitian kesehatan anak yang antara lain menghasilkan pengembangan vaksin rotavirus dan transfer teknologi untuk produksi vaksin di Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana kerja sama akademik dapat berkembang dari penelitian bersama menjadi penguatan kapasitas dan menghasilkan manfaat yang lebih luas. “Ini merupakan kisah luar biasa tentang bagaimana sebuah vaksin dikembangkan oleh institusi akademik, bukan oleh perusahaan farmasi,” tuturnya.

Setelah panel diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi informasi bagi calon mahasiswa yang membahas pengenalan program, kurikulum, proses penerimaan, serta jalur mobilitas mahasiswa. Sesi tersebut menjadi ruang bagi calon mahasiswa untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai peluang mengikuti tiga program double degree yang baru diluncurkan. Ke depan, pengembangan TNE juga diharapkan tidak berhenti pada tiga program yang diluncurkan. Kedua universitas melihat peluang untuk memperluas mobilitas mahasiswa non-gelar, joint lectures, kolaborasi penelitian, hingga pengembangan program doktoral sebagai bagian dari kelanjutan kemitraan. Penguatan pendidikan transnasional dengan demikian menjadi salah satu pijakan untuk membawa hubungan UGM dan University of Melbourne menuju bentuk kolaborasi yang semakin luas dan berdampak.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel UGM dan University of Melbourne Resmi Buka Tiga Program Double Degree pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-university-of-melbourne-resmi-buka-tiga-program-double-degree/feed/ 0
Sarat Prestasi, Anak Pedagang Ikan Keliling Wujudkan Mimpi Kuliah di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/sarat-prestasi-anak-pedagang-ikan-keliling-wujudkan-mimpi-kuliah-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/sarat-prestasi-anak-pedagang-ikan-keliling-wujudkan-mimpi-kuliah-di-ugm/#respond Fri, 17 Jul 2026 06:33:18 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95615 Impian ternyata tidak cukup hanya cukup disimpan dalam hati dan pikiran, namun harus dirawat dan diwujudkan menjadi kenyataan melalui kerja keras. Itulah yang dilakukan oleh Rofi Arif Robbani. Saat duduk di bangku SMA Negeri 1 Maos, Cilacap, Jawa Tengah,  ia mengisi hari-harinya dengan belajar, berorganisasi, melakukan penelitian, dan mengikuti berbagai kompetisi. Baginya, setiap tanggung jawab […]

Artikel Sarat Prestasi, Anak Pedagang Ikan Keliling Wujudkan Mimpi Kuliah di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Impian ternyata tidak cukup hanya cukup disimpan dalam hati dan pikiran, namun harus dirawat dan diwujudkan menjadi kenyataan melalui kerja keras. Itulah yang dilakukan oleh Rofi Arif Robbani. Saat duduk di bangku SMA Negeri 1 Maos, Cilacap, Jawa Tengah,  ia mengisi hari-harinya dengan belajar, berorganisasi, melakukan penelitian, dan mengikuti berbagai kompetisi. Baginya, setiap tanggung jawab harus diselesaikan dengan sebaik mungkin melalui skala prioritas yang jelas. Ketika harus menyelesaikan penelitian untuk Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) di tengah persiapan ujian akhir sekolah, ia memilih menuntaskan penelitian tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap apa yang telah dimulai.

Kerja keras itu membuahkan hasil. Rofi berhasil mengoleksi delapan penghargaan mulai dari tingkat kabupaten, nasional, hingga internasional. Prestasi tersebut meliputi Juara Harapan 1 Tour Guide Competition Cilacap English Festival 2025, Juara 2 KRENOVA Masyarakat Kabupaten Cilacap, Juara Harapan 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Pelita Fair 2023 Universitas Tidar, Juara 1 Festival ELINS FMIPA UGM 2024, Silver Medal Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2023, serta Bronze Medal International Science and Invention Fair (ISIF) 2023, Youth International Science Fair (YISF) 2024, dan International Youth Business Competition (IYBC) 2024. Selain aktif mengikuti kompetisi, ia juga memimpin Duta Literasi Perpustakaan Griya Pasinaon dan menjadi anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di sekolahnya.

Di antara seluruh pencapaian tersebut, ada satu pengalaman yang paling membekas dalam ingatan Rofi. Jauh sebelum mengenakan jaket almamater UGM, ia lebih dulu menginjakkan kaki di kampus itu sebagai finalis Festival Elektronika dan Instrumentasi (ELINS) FMIPA UGM 2024. Saat berdiri di lingkungan kampus, ia berulang kali berkata dalam hati bahwa suatu hari nanti harus kembali ke tempat itu, bukan lagi sebagai peserta lomba, melainkan sebagai mahasiswa. Tekad tersebut semakin kuat ketika timnya berhasil meraih Juara 1. “Waktu datang ke FMIPA UGM saya benar-benar bilang ke diri sendiri, pokoknya saya harus keterima UGM bagaimana pun caranya,” tuturnya ketika ditemui Tim Pemberitaan Humas UGM,  Jumat (17/7).

Banyak teman sekolahnya mengira Rofi akan melanjutkan langkahnya di bidang sains atau rekayasa. Namun, ia justru memilih jalan yang berbeda. Ketertarikannya pada Psikologi lahir dari keinginan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental. Menurutnya, kesadaran mengenai kesehatan mental memang mulai tumbuh di kalangan generasi muda, tetapi masih diperlukan pemahaman yang lebih luas agar dapat diterima lintas generasi. Karena itu, selepas lulus nanti ia bercita-cita melanjutkan pendidikan profesi psikolog atau studi magister agar dapat berkontribusi meningkatkan mental health awareness dan membantu mengurangi konflik yang sering muncul akibat perbedaan cara pandang dalam keluarga.

Hingga pada suatu sore di rumahnya di Adipala, Cilacap. Sebelum membuka pengumuman SNBP, ia sengaja meminta ibunya segera pulang agar mereka dapat melihat hasilnya bersama. Di ruang tamu rumahnya, rasa cemas lebih dulu mengalahkan rasa percaya diri. Bahkan sebelum laman pengumuman terbuka, air matanya sudah mengalir karena membayangkan kemungkinan tidak diterima. Kekhawatiran itu seketika berubah menjadi haru saat layar menampilkan tulisan bahwa dirinya diterima di Fakultas Psikologi UGM. Yang pertama saya bilang waktu itu cuma, ‘Hah, keterima’,” kenang Rofi

Mimpinya sejak kecil untuk kuliah di UGM akhirnya kesampaian, ia dinyatakan diterima di Fakultas Psikologi UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Beberapa waktu setelah dinyatakan diterima di UGM, kebahagiaan keluarga kembali bertambah ketika Rofi mengetahui dirinya memperoleh UKT 0. Saat itu ia sedang berkumpul bersama teman-temannya dan sempat dibuat bingung ketika melihat nominal subsidi yang diberikan UGM. Setelah memastikan bahwa biaya kuliahnya benar-benar menjadi nol rupiah, ia langsung menghubungi ibunya melalui panggilan video. “Itu benar-benar sebuah berkah bagi kami. Saya jadi bisa kuliah dengan lebih tenang tanpa harus terlalu memikirkan biaya,” ucapnya.

Di balik perjalanan tersebut, ada sosok Hasan Ismail, ayah dari Rofi, yang setiap pagi berkeliling dari rumah ke rumah membawa dagangan ikan di wilayah Cilacap. Ada hari ketika dagangannya habis terjual, ada pula hari ketika sebagian harus dibawa pulang. Namun, ia tidak pernah berhenti berangkat. Baginya, bekerja adalah ikhtiar untuk memastikan anak-anaknya memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik. “Yang penting saya usaha. Berapa pun hasilnya, itu rezeki kami,” katanya.

Hasan mengaku sempat heran ketika putranya yang masih kecil bercita-cita kuliah di UGM. Meski demikian, ia memilih mendukung mimpi tersebut sepenuh hati. Baginya, pendidikan merupakan jalan yang dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masa depan anak-anaknya. Karena itu, rasa haru tak terbendung ketika mengetahui Rofi benar-benar diterima di kampus impiannya. “Saya tidak menyangka anak saya bisa diterima di UGM. Harapan saya, Rofi bisa kuliah dengan baik, terus berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Perjalanan Rofi juga tidak lepas dari peran Suharti yang selama ini menjadi tempat pertama bagi putranya untuk berbagi cerita. Dukungan emosional yang diberikan sang ibu membuat Rofi mampu bangkit setiap kali menghadapi tekanan saat belajar maupun mengikuti kompetisi. Karena itu, ketika mengetahui putranya memperoleh subsidi UKT 100%, rasa syukur yang ia rasakan bukan semata karena terbantu secara finansial, melainkan karena Rofi dapat melangkah lebih tenang mengejar cita-citanya. “Saya sangat bersyukur, terima kasih UGM. UKT nol ini sangat membantu sehingga Rofi bisa lebih fokus belajar,” ujarnya.

Kini, kesempatan belajar di UGM dimaknai Rofi sebagai awal dari perjalanan baru. Ia ingin aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan, memperluas jejaring, sekaligus menemukan cara terbaik agar ilmu yang dipelajarinya dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Baginya, kuliah bukan sekadar mengejar gelar, tetapi kesempatan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang mampu membawa dampak positif bagi orang lain.

Dua belas tahun lalu, seorang anak kelas satu SD pernah mengucapkan kalimat sederhana tanpa benar-benar memahami maknanya. Hari ini, kalimat itu bukan lagi sekadar mimpi. Bagi Rofi, UGM menjadi bukti bahwa mimpi tidak pernah ditentukan oleh latar belakang keluarga, melainkan oleh keberanian untuk menjaganya tetap hidup. Karena itu, kepada anak-anak muda yang masih ragu mengejar cita-cita, ia menitipkan satu pesan. “Jangan pernah merasa mimpi kalian ketinggian. Jangan pernah merasa tidak punya kesempatan. Kesempatan itu akan selalu ada selama kita mau berusaha. Apa pun tantangannya, mulai saja dulu. Insyaallah apa yang dimulai dengan niat baik pasti akan mendapatkan hasil yang baik juga,” tutup Rofi.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel Sarat Prestasi, Anak Pedagang Ikan Keliling Wujudkan Mimpi Kuliah di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sarat-prestasi-anak-pedagang-ikan-keliling-wujudkan-mimpi-kuliah-di-ugm/feed/ 0
UGM Terima Mahasiswa Baru Lewat Jalur Ujian Masuk CBT https://ugm.ac.id/id/berita/4-480-mahasiswa-baru-diterima-lewat-jalur-um-ugm-cbt/ https://ugm.ac.id/id/berita/4-480-mahasiswa-baru-diterima-lewat-jalur-um-ugm-cbt/#respond Fri, 12 Jun 2026 11:34:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=94501 Universitas Gadjah Mada menerima sebanyak 4.480 calon mahasiswa baru melalui jalur Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada Computer Based Test (UM UGM CBT) 2026. Jumlah tersebut diseleksi dari total 44.972 peserta yang mengikuti ujian pada 2–8 Juni 2026 di Yogyakarta dan Jakarta. Seleksi mandiri menjadi jalur penerimaan terakhir dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru UGM tahun akademik […]

Artikel UGM Terima Mahasiswa Baru Lewat Jalur Ujian Masuk CBT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada menerima sebanyak 4.480 calon mahasiswa baru melalui jalur Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada Computer Based Test (UM UGM CBT) 2026. Jumlah tersebut diseleksi dari total 44.972 peserta yang mengikuti ujian pada 2–8 Juni 2026 di Yogyakarta dan Jakarta. Seleksi mandiri menjadi jalur penerimaan terakhir dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru UGM tahun akademik 2026/2027. Dengan jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu orang, persaingan dalam seleksi ini berlangsung sangat ketat.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., mengatakan proses seleksi dilakukan secara objektif dan menyeluruh untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki kesiapan akademik serta potensi terbaik. Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan kepercayaan masyarakat yang besar terhadap UGM sebagai institusi pendidikan tinggi. Namun demikian, universitas tetap menjaga jumlah penerimaan sesuai kapasitas yang dimiliki agar kualitas pendidikan dapat dipertahankan. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan capaian peserta pada seluruh komponen ujian yang telah ditetapkan. “Tingginya minat masyarakat untuk masuk UGM tentu kami syukuri sebagai bentuk kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang kami kembangkan. Namun, kami tetap harus menjaga keseimbangan antara jumlah mahasiswa yang diterima dan kapasitas yang kami miliki agar proses pembelajaran dapat berlangsung optimal,” ujarnya.

Dari 93 program studi sarjana dan sarjana terapan yang ditawarkan melalui jalur UM UGM CBT, sejumlah program studi kembali mencatat tingkat persaingan yang sangat tinggi. Program studi dengan tingkat daya saing tertinggi tahun ini adalah Kedokteran dengan rasio [1:96] , diikuti Kedokteran Gigi, Teknik Industri, Manajemen, dan Manajemen Kebijakan Publik. Tingginya daya saing menunjukkan bahwa minat calon mahasiswa masih terkonsentrasi pada beberapa bidang ilmu tertentu. Meski demikian, hampir seluruh program studi di UGM mencatat jumlah peminat yang jauh melampaui daya tampung yang tersedia. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya animo masyarakat terhadap pendidikan tinggi di UGM.

Selain program studi dengan persaingan tertinggi, beberapa program studi juga mencatat jumlah peminat terbesar pada pelaksanaan UM UGM CBT tahun ini. Program studi tersebut antara lain Kedokteran, Kedokteran Gigi, Hukum, Psikologi, dan Manajemen. Data tersebut menunjukkan bahwa bidang kesehatan, sosial humaniora, dan bisnis masih menjadi pilihan utama sebagian besar peserta. Pada saat yang sama, sejumlah program studi lain juga menunjukkan peningkatan minat dibandingkan tahun sebelumnya. “Bidang kesehatan, hukum, dan bisnis masih menjadi pilihan utama banyak calon mahasiswa. Di sisi lain, kami juga melihat semakin banyak peserta yang mulai melirik program studi lain sesuai minat dan rencana pengembangan diri yang ingin mereka capai,” kata Wening.

Menurut Wening, keberagaman pilihan program studi menunjukkan semakin luasnya minat dan aspirasi calon mahasiswa dalam menentukan bidang pendidikan yang akan ditempuh. UGM terus berupaya menyediakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa di berbagai disiplin ilmu. Melalui proses seleksi yang kredibel dan akuntabel, universitas berharap dapat menjaring calon mahasiswa yang siap berkembang serta memberikan kontribusi bagi masyarakat. Seleksi mahasiswa baru menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kualitas pendidikan yang dikembangkan UGM. “Kami berharap peserta yang diterima dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi bagi masyarakat. Bagi yang belum berhasil melalui jalur ini, perjalanan untuk meraih pendidikan tinggi masih terbuka melalui banyak kesempatan lainnya,” pungkasnya.

Hasil seleksi UM UGM CBT 2026 dapat diakses melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru UGM di admissions.ugm.ac.id/pengumuman. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi diwajibkan mengikuti tahapan registrasi dan verifikasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan universitas. Informasi mengenai registrasi, pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta proses administrasi lainnya dapat diakses melalui laman resmi UGM. Universitas mengimbau seluruh peserta untuk memperhatikan jadwal dan ketentuan yang berlaku agar proses registrasi berjalan lancar. Calon mahasiswa yang diterima juga diharapkan segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Penulis : Triya Andriyani

Foto     : Dok. Humas UGM

Artikel UGM Terima Mahasiswa Baru Lewat Jalur Ujian Masuk CBT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/4-480-mahasiswa-baru-diterima-lewat-jalur-um-ugm-cbt/feed/ 0
44.972 Peserta Ikut Ujian Masuk UGM CBT https://ugm.ac.id/id/berita/44-972-peserta-ikut-ujian-masuk-ugm-cbt/ https://ugm.ac.id/id/berita/44-972-peserta-ikut-ujian-masuk-ugm-cbt/#respond Thu, 04 Jun 2026 08:00:54 +0000 https://ugm.ac.id/?p=94151 Sebanyak 44.972 peserta tercatat mengikuti Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada Computer Based Test (UM UGM CBT) 2026 yang berlangsung pada 2–8 Juni. Mayoritas peserta memilih lokasi ujian di Yogyakarta dengan jumlah mencapai 40.190 orang, sementara 4.782 peserta lainnya mengikuti ujian di Jakarta. Para peserta tersebut memperebutkan 3.729 kursi pada program sarjana dan sarjana terapan yang […]

Artikel 44.972 Peserta Ikut Ujian Masuk UGM CBT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 44.972 peserta tercatat mengikuti Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada Computer Based Test (UM UGM CBT) 2026 yang berlangsung pada 2–8 Juni. Mayoritas peserta memilih lokasi ujian di Yogyakarta dengan jumlah mencapai 40.190 orang, sementara 4.782 peserta lainnya mengikuti ujian di Jakarta. Para peserta tersebut memperebutkan 3.729 kursi pada program sarjana dan sarjana terapan yang masih tersedia melalui jalur mandiri. Dengan jumlah peserta yang mencapai hampir 45 ribu orang, tingkat persaingan dalam seleksi ini tergolong ketat. Secara rata-rata, satu kursi di UGM diperebutkan oleh lebih dari 13 peserta.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa pelaksanaan UM UGM CBT terus mengalami penyempurnaan dari tahun ke tahun. Berbagai evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya menjadi dasar bagi universitas untuk memperkuat sistem penyelenggaraan ujian. Salah satu perhatian utama adalah mengantisipasi potensi kecurangan yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi. UGM memperketat berbagai prosedur pengawasan, mulai dari pemeriksaan peserta sebelum memasuki ruang ujian hingga pengaturan barang bawaan selama ujian berlangsung. “Dengan perkembangan teknologi saat ini, potensi kecurangan bisa muncul dalam berbagai bentuk. Karena itu, kami terus memperkuat mitigasi dan pengawasan agar proses seleksi tetap berjalan secara adil dan kredibel,” ujar Rektor dalam kegiatan monitoring dan evaluasi UM UGM CBT, Kamis (4/6).

Ova menambahkan bahwa peningkatan jumlah peserta tahun ini turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan UM UGM CBT. Karena itu, berbagai aspek penyelenggaraan terus dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, perbaikan tidak hanya dilakukan pada aspek pengawasan, tetapi juga pada sistem pendukung pelaksanaan ujian secara keseluruhan. Langkah tersebut dilakukan agar proses seleksi dapat berjalan lancar sekaligus memberikan pengalaman yang baik bagi peserta. “Setiap tahun kami belajar dari pelaksanaan sebelumnya sehingga berbagai potensi kendala dapat diantisipasi lebih awal dan kualitas penyelenggaraan terus meningkat,” tuturnya.

Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., menjelaskan bahwa UM UGM CBT tahun ini mencakup 93 program studi sarjana dan sarjana terapan. Menurutnya, tingginya jumlah peserta tidak berpengaruh terhadap kuota penerimaan mahasiswa baru yang tetap mengikuti daya tampung yang telah ditetapkan universitas. Dari total peserta yang mengikuti seleksi, hanya sekitar 3.729 peserta yang nantinya akan diterima melalui jalur mandiri. Kondisi tersebut membuat persaingan pada sejumlah program studi menjadi sangat ketat. “Ini kan ada 93 prodi ya, jadi dari 44.972 itu nanti yang akan diterima sekitar 3.729 orang. Pada prodi tertentu, daya saingnya bahkan lebih dari satu banding tiga belas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gandes menyebutkan bahwa program studi Kedokteran, Manajemen, dan Hukum masih menjadi pilihan utama peserta UM UGM CBT tahun ini. Selain itu, beberapa program studi juga mengalami peningkatan jumlah peminat dibandingkan tahun sebelumnya, di antaranya Kedokteran Gigi dan Hukum. Menurutnya, tren tersebut menunjukkan bahwa calon mahasiswa semakin mempertimbangkan prospek dan minat akademik dalam menentukan pilihan studi. Sementara itu, materi yang diujikan dalam UM UGM CBT tahun ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. “Mata ujinya tetap sama seperti tahun lalu, meskipun soal yang digunakan tentu berbeda pada setiap pelaksanaan seleksi,” jelasnya.

Selain memastikan kualitas pelaksanaan seleksi, UGM juga memberikan perhatian khusus kepada peserta disabilitas yang mengikuti UM UGM CBT 2026. Kepala Unit Layanan Disabilitas UGM, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa peserta disabilitas netra ditempatkan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) agar dapat memperoleh pendampingan yang lebih optimal selama ujian berlangsung. UGM telah menyiapkan komputer yang dilengkapi aplikasi pembaca layar untuk membantu peserta membaca soal berbasis teks. Namun, untuk soal yang masih memuat gambar atau ilustrasi visual, peserta tetap memerlukan bantuan pendamping untuk membacakan informasi yang tidak dapat diakses melalui aplikasi tersebut. “Karena masih ada beberapa soal berbentuk gambar, setiap peserta netra didampingi satu orang pendamping yang membantu menarasikan informasi visual yang tidak dapat dibaca oleh screen reader,” terangnya.

Sementara itu, peserta dengan disabilitas fisik, tuli, dan disabilitas mental ditempatkan di lokasi ujian lain yang telah disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Menurut Wuri, pengaturan lokasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap peserta memperoleh dukungan yang sesuai tanpa mengurangi kemandirian mereka dalam mengerjakan ujian. Persiapan layanan dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan seleksi, termasuk pemasangan aplikasi pembaca layar dan penyiapan ruang ujian yang aksesibel. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen UGM dalam menghadirkan proses seleksi yang inklusif bagi seluruh calon mahasiswa. “Prinsipnya, kami ingin memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam mengikuti seleksi,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel 44.972 Peserta Ikut Ujian Masuk UGM CBT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/44-972-peserta-ikut-ujian-masuk-ugm-cbt/feed/ 0
Dikukuhkan jadi Guru Besar UGM, Aris Munandar Soroti Cara Komunikasi Bahasa Inggris Masyarakat RI https://ugm.ac.id/id/berita/dikukuhkan-jadi-guru-besar-ugm-aris-munandar-soroti-cara-komunikasi-bahasa-inggris-masyarakat-ri/ https://ugm.ac.id/id/berita/dikukuhkan-jadi-guru-besar-ugm-aris-munandar-soroti-cara-komunikasi-bahasa-inggris-masyarakat-ri/#respond Thu, 07 May 2026 08:11:52 +0000 https://ugm.ac.id/?p=93309 Bahasa Inggris saat ini berkembang sebagai bahasa komunikasi global di tengah masyarakat yang semakin multibahasa. Sementara  penggunaan bahasa Inggris di Indonesia memiliki karakteristik tersendiri karena dipengaruhi latar budaya dan bahasa lokal.  Masyarakat Indonesia cenderung membawa nilai kesantunan lokal ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Hal tersebut terlihat dari cara menyampaikan pendapat, meminta maaf, hingga menjaga hubungan […]

Artikel Dikukuhkan jadi Guru Besar UGM, Aris Munandar Soroti Cara Komunikasi Bahasa Inggris Masyarakat RI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bahasa Inggris saat ini berkembang sebagai bahasa komunikasi global di tengah masyarakat yang semakin multibahasa. Sementara  penggunaan bahasa Inggris di Indonesia memiliki karakteristik tersendiri karena dipengaruhi latar budaya dan bahasa lokal.  Masyarakat Indonesia cenderung membawa nilai kesantunan lokal ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Hal tersebut terlihat dari cara menyampaikan pendapat, meminta maaf, hingga menjaga hubungan interpersonal dalam percakapan. “Karakteristik bahasa Inggris yang digunakan masyarakat Indonesia memiliki kekhasan yang dipengaruhi bahasa Indonesia dan bahasa daerah,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB ) UGM, Prof. Dr. Aris Munandar, M.Hum., dalam pidato pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar UGM pada hari Kamis (7/5) di ruang Balai Senat. Dalam pengukuhan jabatan Guru Besar di Bidang Pragmatik Inggris, ia menyampaikan pidato berjudul ‘Kompetensi Pragmatik Bahasa Inggris dalam Konteks Masyarakat Multilingual Indonesia’.

Aris menjelaskan bahwa bahasa Inggris saat ini tidak lagi dimiliki oleh satu kelompok negara tertentu, tetapi telah berkembang menjadi bahasa internasional yang digunakan masyarakat dengan latar budaya beragam. Dalam konteks Indonesia, penggunaan bahasa Inggris turut dipengaruhi pengalaman sosial, budaya, dan kebiasaan komunikasi masyarakat sehari-hari.

Lebih lanjut, Aris menilai keberagaman praktik berbahasa Inggris di berbagai negara perlu dipahami sebagai realitas komunikasi global saat ini. Ia mengungkapkan bahwa orientasi pembelajaran bahasa Inggris yang terlalu berfokus pada standar penutur asli sering kali membuat variasi lain dianggap kurang tepat. Padahal, komunikasi internasional kini banyak berlangsung antarsesama penutur dari negara non-bahasa Inggris. Dalam situasi tersebut, kemampuan memahami konteks budaya dan strategi komunikasi menjadi hal yang sangat penting. “Bahasa Inggris bukan lagi bahasa yang monolingual, melainkan pluralistis,” kata Aris.

Aris turut menyinggung posisi Indonesia sebagai negara multibahasa dengan ratusan bahasa daerah yang hidup berdampingan. Kondisi tersebut membentuk masyarakat yang terbiasa bernegosiasi dengan perbedaan bahasa dan budaya sejak lama. Pengalaman hidup dalam lingkungan multilingual dinilai memberi pengaruh terhadap cara masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Inggris. Aris mengatakan pola komunikasi masyarakat Indonesia cenderung mengedepankan keharmonisan, solidaritas, dan kedekatan sosial. “Penggunaan strategi kesantunan positif lebih dominan digunakan di Indonesia,” ungkapnya.

Kendati begitu, masih kuat pandangan yang menempatkan variasi bahasa Inggris tertentu sebagai standar utama dalam pembelajaran dan pengujian kemampuan bahasa Inggris. Ia mencontohkan penggunaan tes bahasa Inggris internasional yang umumnya masih mengacu pada norma negara-negara penutur asli. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat variasi bahasa Inggris yang berkembang di negara lain kurang mendapat perhatian. Padahal, bentuk penggunaan bahasa Inggris di berbagai negara berkembang sesuai konteks sosial dan budaya masing-masing. “Bahasa Inggris yang dituturkan masyarakat Indonesia masih kurang mendapat perhatian,” tuturnya.

Menurut Aris, pemahaman terhadap pragmatik dan komunikasi lintas budaya menjadi bekal penting dalam membangun interaksi global yang lebih efektif. Ia menilai kemampuan berbahasa Inggris tidak cukup diukur dari ketepatan tata bahasa semata, melainkan juga kemampuan memahami konteks sosial lawan bicara. Dalam komunikasi internasional, seseorang perlu mampu menyesuaikan pilihan bahasa dengan situasi budaya yang berbeda-beda. Karena itu, ia mendorong pendekatan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih terbuka terhadap keberagaman praktik komunikasi. “Masyarakat Indonesia tidak boleh terjebak pada orientasi monolingualisme,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel Dikukuhkan jadi Guru Besar UGM, Aris Munandar Soroti Cara Komunikasi Bahasa Inggris Masyarakat RI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dikukuhkan-jadi-guru-besar-ugm-aris-munandar-soroti-cara-komunikasi-bahasa-inggris-masyarakat-ri/feed/ 0
Peringati Hardiknas, Rektor UGM Dorong Akses Pendidikan yang Inklusif dan Berkeadilan https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hardiknas-rektor-ugm-dorong-akses-pendidikan-yang-inklusif-dan-berkeadilan/ https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hardiknas-rektor-ugm-dorong-akses-pendidikan-yang-inklusif-dan-berkeadilan/#respond Sat, 02 May 2026 05:00:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=93108 Universitas Gadjah Mada kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan menggelar upacara bendera di halaman Balairung, Sabtu (2/5). Dihadiri oleh perwakilan sivitas, momen ini menjadi ruang refleksi kolektif tentang arah dan masa depan pendidikan Indonesia. Dalam upacara tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.ed, Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan pidato bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu […]

Artikel Peringati Hardiknas, Rektor UGM Dorong Akses Pendidikan yang Inklusif dan Berkeadilan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan menggelar upacara bendera di halaman Balairung, Sabtu (2/5). Dihadiri oleh perwakilan sivitas, momen ini menjadi ruang refleksi kolektif tentang arah dan masa depan pendidikan Indonesia. Dalam upacara tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.ed, Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan pidato bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Upacara berlangsung khidmat dengan partisipasi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Rektor menyebutkan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang pendidikan bangsa. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai ajaran Ki Hajar Dewantara seperti Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani tetap relevan sebagai fondasi pendidikan Indonesia. Menurut Rektor, pendidikan harus mampu membangun kapasitas diri sekaligus menumbuhkan karakter dan semangat belajar sepanjang hayat. Ia menambahkan bahwa pendidikan berperan sebagai ruang pembebasan yang menghadirkan keadilan dan kemajuan bagi masyarakat. “Peringatan Hardiknas tahun ini mengajak kita merefleksikan perjalanan panjang pendidikan bangsa sekaligus meneguhkan peran nilai-nilai luhur dalam membangun masa depan Indonesia,” ujarnya.

Rektor menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang kompleks. Ia menyebutkan adanya kesenjangan akses, rendahnya literasi, serta belum meratanya fasilitas dan kualitas pendidikan di berbagai wilayah. Disamping itu, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan turut menghadirkan tantangan baru terkait integritas akademik dan relevansi lulusan. Ia menekankan bahwa penguatan partisipasi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut. “Penguatan partisipasi semesta diharapkan membuka peluang bagi setiap masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif dan inklusif,” jelasnya.

Dalam pidatonya, Rektor juga memaparkan berbagai capaian dan kontribusi UGM dalam mendukung pendidikan inklusif. Ia menyebutkan pengembangan skema penerimaan mahasiswa dari latar belakang ekonomi terbatas serta daerah 3T, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas. Selain itu, program fast track, peningkatan jumlah mahasiswa pascasarjana, serta program double degree terus diperluas untuk mendukung pengembangan akademik dan kolaborasi global. Penguatan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi dilakukan melalui berbagai inovasi, termasuk platform UGM Online yang menyediakan kredensial mikro dan kursus daring terbuka. “Berbagai inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen UGM dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” ungkap Rektor.

Rektor menambahkan bahwa program KKN-PPM menjadi salah satu wujud nyata kontribusi UGM yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa melalui kolaborasi lintas sektor, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang memperkuat empati, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama. Menurut Rektor, pendidikan harus mampu membentuk karakter yang berlandaskan nilai moral, etika, dan penghormatan terhadap budaya lokal. Ia menegaskan bahwa tantangan pendidikan ke depan perlu dijawab melalui kerja kolektif, inovasi, dan evaluasi berkelanjutan. “Melalui pendidikan bermutu dan kolaborasi yang kuat, kita dapat mencetak sumber daya manusia unggul sebagai fondasi pembangunan bangsa,” tegasnya.

Sebagai penutup rangkaian upacara, UGM memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 112 aparatur sipil negara, yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian selama 30 tahun kepada 15 orang, 20 tahun kepada 36 orang, dan 10 tahun kepada 61 orang. Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi atas komitmen dan pengabdian dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel Peringati Hardiknas, Rektor UGM Dorong Akses Pendidikan yang Inklusif dan Berkeadilan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hardiknas-rektor-ugm-dorong-akses-pendidikan-yang-inklusif-dan-berkeadilan/feed/ 0
Cegah Kecurangan dan Joki, UGM Perketat Pengawasan UTBK SNBT https://ugm.ac.id/id/berita/cegah-kecurangan-dan-joki-ugm-perketat-pengawasan-utbk-snbt/ https://ugm.ac.id/id/berita/cegah-kecurangan-dan-joki-ugm-perketat-pengawasan-utbk-snbt/#respond Sat, 25 Apr 2026 10:14:33 +0000 https://ugm.ac.id/?p=92884 Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di sejumlah lokasi ujian, Sabtu (25/4). Kegiatan ini diawali dari Balairung UGM sebelum dilanjutkan ke dua titik lokasi ujian di lingkungan kampus. Dalam peninjauan tersebut, pimpinan universitas melihat secara langsung pelaksanaan ujian di ruang […]

Artikel Cegah Kecurangan dan Joki, UGM Perketat Pengawasan UTBK SNBT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di sejumlah lokasi ujian, Sabtu (25/4). Kegiatan ini diawali dari Balairung UGM sebelum dilanjutkan ke dua titik lokasi ujian di lingkungan kampus. Dalam peninjauan tersebut, pimpinan universitas melihat secara langsung pelaksanaan ujian di ruang berbasis komputer. Pemantauan mencakup kesiapan perangkat, sistem pengawasan, serta kondisi peserta selama mengikuti ujian. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses UTBK berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan untuk mencegah kecurangan dan praktik joki.

Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di UGM berlangsung pada 21–25 April dan 27 April 2026 dengan jumlah peserta mencapai 15.502 orang. Ujian diselenggarakan dalam dua sesi per hari dengan kapasitas 1.452 peserta per sesi. Sebanyak 14 lokasi dan 44 ruang ujian disiapkan untuk mendukung pelaksanaan di berbagai unit dan fakultas. Rerata tingkat kehadiran peserta tercatat mencapai 97,97 persen selama ujian berlangsung. Secara umum, pelaksanaan UTBK di UGM berjalan tertib dengan dukungan kesiapan sarana dan prasarana yang memadai.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa pelaksanaan UTBK tahun ini menunjukkan perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Berbagai upaya mitigasi terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kendala selama ujian berlangsung. Salah satu perhatian utama adalah pencegahan kecurangan, termasuk praktik perjokian yang sempat menjadi perhatian publik. UGM memperketat pemeriksaan sebelum peserta memasuki ruang ujian serta memastikan barang bawaan tidak berada di dekat peserta selama ujian berlangsung. “Dengan perkembangan teknologi saat ini, potensi kecurangan bisa semakin beragam, sehingga pengawasan kami lakukan lebih ketat sejak sebelum ujian dimulai,” ujarnya.

Ova menambahkan bahwa perbaikan sistem pelaksanaan terus dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan. Berbagai pengalaman dari pelaksanaan sebelumnya menjadi dasar dalam menyusun strategi yang lebih baik. UGM juga memastikan setiap tahapan ujian berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas seleksi nasional yang kredibel. “Kami melihat pelaksanaan tahun ini semakin baik karena berbagai upaya perbaikan terus dilakukan secara konsisten,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, menegaskan bahwa daya tampung mahasiswa baru melalui jalur SNBT di UGM tahun ini berkisar 2.800 kursi atau sekitar 30 persen dari total kapasitas penerimaan. Ia menyebut jumlah tersebut relatif stabil dari tahun ke tahun dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Informasi yang beredar mengenai peningkatan jumlah penerimaan dalam jumlah besar dinilai tidak benar. “UGM tidak pernah menaikkan jumlah penerimaan secara drastis seperti yang beredar, angka tersebut tidak benar dan perlu diluruskan,” tegas Wening.

Ia juga menekankan pentingnya membangun integritas dalam proses pendidikan sejak awal. Upaya pencegahan kecurangan perlu diimbangi dengan kesadaran bersama dari seluruh pihak. Menurutnya, praktik kecurangan yang terorganisasi masih menjadi tantangan dalam sistem seleksi secara nasional. Karena itu, komitmen untuk menjunjung kejujuran harus terus diperkuat. “Yang paling penting adalah membangun kesadaran bahwa pendidikan harus dijalankan dengan jujur sejak awal,” tuturnya.

Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D, menjelaskan bahwa pelaksanaan UTBK berbasis komputer menuntut kesiapan sistem yang optimal. Dua aspek utama yang menjadi perhatian adalah stabilitas sistem dan konektivitas jaringan selama ujian berlangsung. UGM memastikan sistem yang digunakan telah diperbarui untuk meminimalkan potensi celah yang dapat dimanfaatkan untuk kecurangan. “Kami memastikan sistem yang digunakan lebih aman dan terkendali sehingga dapat mendukung pelaksanaan ujian yang lebih baik,” ujar Gandes

Ia menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur juga didukung oleh sistem server dan jaringan yang telah melalui berbagai tahapan pengujian. Sistem dirancang dengan mekanisme cadangan untuk menjaga keberlangsungan layanan apabila terjadi gangguan. Selain itu, koordinasi dengan panitia pusat terus dilakukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ujian. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen UGM dalam menjaga kualitas pelaksanaan UTBK. “Stabilitas sistem dan konektivitas menjadi kunci agar ujian dapat berlangsung tanpa hambatan,” imbuhnya.

Selain itu, UGM juga memastikan pelaksanaan UTBK berjalan inklusif bagi seluruh peserta. Gandes menyampaikan bahwa peserta disabilitas pada tahun ini difasilitasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Untuk pelaksanaan di UGM, peserta yang difasilitasi terdiri dari disabilitas tuli dan disabilitas fisik, sementara peserta disabilitas netra difasilitasi secara terpusat di perguruan tinggi lain sesuai kebijakan panitia pusat. Penempatan ini dilakukan untuk memastikan dukungan yang diberikan dapat berjalan lebih optimal. “Kami memastikan setiap peserta mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya agar dapat mengikuti ujian dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel Cegah Kecurangan dan Joki, UGM Perketat Pengawasan UTBK SNBT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cegah-kecurangan-dan-joki-ugm-perketat-pengawasan-utbk-snbt/feed/ 0
UGM Sediakan Kuota 2.837 Mahasiswa Baru di SNBT 2026 https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-sediakan-kuota-2-837-kursi-di-snbt-utbk-2026/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-sediakan-kuota-2-837-kursi-di-snbt-utbk-2026/#respond Thu, 23 Apr 2026 08:22:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=92707 Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjadi salah satu perguruan tinggi yang diminati dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pada tahun ini, UGM menyediakan daya tampung sebanyak 2.837 kursi atau sekitar 30 persen dari total kapasitas program sarjana dan sarjana terapan. Seleksi dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan secara nasional dengan […]

Artikel UGM Sediakan Kuota 2.837 Mahasiswa Baru di SNBT 2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjadi salah satu perguruan tinggi yang diminati dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pada tahun ini, UGM menyediakan daya tampung sebanyak 2.837 kursi atau sekitar 30 persen dari total kapasitas program sarjana dan sarjana terapan. Seleksi dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan secara nasional dengan sistem terpusat. Mekanisme seleksi terus disempurnakan untuk menjaga objektivitas dan pemerataan akses bagi seluruh peserta. UGM memastikan proses seleksi berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D menjelaskan bahwa sistem seleksi tahun ini membawa perubahan pada mekanisme penempatan peserta. Peserta tidak lagi memilih pusat UTBK secara langsung, melainkan hanya menentukan kota lokasi ujian. Selanjutnya, panitia pusat akan mendistribusikan peserta ke perguruan tinggi dalam kota tersebut secara merata. Skema ini dirancang untuk menjaga keadilan sekaligus meningkatkan keamanan pelaksanaan seleksi. “Kami ingin semua peserta punya peluang yang sama, tanpa bergantung pada pilihan lokasi tertentu,” ujar Gandes, Kamis  (23/4).

Perubahan mekanisme tersebut sejalan dengan meningkatnya minat calon mahasiswa dari berbagai daerah untuk melanjutkan studi di UGM. Kampus ini dikenal memiliki reputasi akademik yang kuat dan dipercaya masyarakat luas sebagai tujuan pendidikan tinggi. Daya tarik tersebut terasa hingga ke luar Pulau Jawa, yang menunjukkan jangkauan UGM sebagai universitas nasional. Lingkungan belajar yang terbuka turut memperkuat posisi UGM sebagai ruang bertumbuh bagi mahasiswa dari latar belakang beragam. “Banyak yang datang dengan harapan memperbaiki masa depan, dan kami melihat itu sebagai sesuatu yang sangat berarti,” tuturnya.

Selain reputasi, faktor lokasi juga menjadi pertimbangan penting bagi calon mahasiswa. Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar dengan biaya hidup yang relatif terjangkau dan suasana akademik yang kondusif. Lingkungan yang egaliter membuat mahasiswa lebih mudah beradaptasi dan merasa diterima. Kondisi ini mendukung proses belajar yang lebih optimal, baik secara akademik maupun sosial. “Di sini mereka bukan hanya kuliah, tapi juga belajar hidup dan berkembang bersama,” jelas Gandes.

Menurut Gandes, ketertarikan calon mahasiswa juga terlihat dari pilihan program studi yang cenderung strategis. Program seperti Kedokteran, Hukum, dan Psikologi masih menjadi favorit dengan tingkat persaingan yang tinggi. Di sisi lain, bidang Teknik, Manajemen, serta Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer terus menunjukkan peningkatan minat. Pilihan tersebut mencerminkan pertimbangan terhadap peluang karier di masa depan. “Banyak keluarga melihat pendidikan sebagai jalan untuk membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anaknya,” ungkapnya.

Untuk menjawab kebutuhan mahasiswa dari berbagai daerah, UGM menyiapkan sistem pendukung yang cukup lengkap. Salah satunya melalui penyediaan hunian di UGM Residence dengan kapasitas lebih dari 1.500 mahasiswa. Gandes menjelaskan fasilitas ini dilengkapi ruang belajar, kantin, serta sistem keamanan selama 24 jam. Selain itu, berbagai program beasiswa juga tersedia, termasuk KIP Kuliah dan skema afirmasi bagi daerah 3T. “Kami ingin mahasiswa bisa fokus belajar tanpa terlalu terbebani oleh hal-hal di luar akademik,” ia berkata.

Upaya tersebut dilengkapi dengan program yang mendukung proses adaptasi mahasiswa baru. Kegiatan orientasi PIONIR dirancang untuk membantu mahasiswa mengenal lingkungan kampus sekaligus membangun jejaring pertemanan. Asrama mahasiswa juga menjadi ruang interaksi lintas budaya yang memperkaya pengalaman belajar. Mahasiswa didorong untuk tetap membawa identitasnya sekaligus terbuka terhadap perbedaan.

Di sisi lain, UGM juga terus menyesuaikan diri dengan dinamika minat calon mahasiswa terhadap bidang ilmu tertentu. Salah satu yang menjadi perhatian adalah tren penurunan minat pada matematika murni. Kondisi ini direspons melalui pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual dan aplikatif. Matematika diintegrasikan ke dalam bidang seperti data science, kecerdasan buatan (AI), dan aktuaria.

Pendekatan lintas disiplin ini menjadi bagian dari strategi UGM dalam menjaga relevansi pendidikan tinggi. Mahasiswa didorong untuk memahami keterkaitan antarbidang ilmu dalam menjawab tantangan zaman. Proses pembelajaran tidak lagi berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dalam konteks yang lebih luas. Hal ini sekaligus memperkuat peran UGM sebagai institusi pendidikan yang adaptif dan responsif. “Kami ingin apa yang dipelajari di kampus benar-benar terasa manfaatnya ketika mereka terjun ke masyarakat,” pungkas Gandes.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel UGM Sediakan Kuota 2.837 Mahasiswa Baru di SNBT 2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-sediakan-kuota-2-837-kursi-di-snbt-utbk-2026/feed/ 0
UGM Fasilitasi 15 Peserta Disabilitas di UTBK SNBT 2026 https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-fasilitasi-15-peserta-disabilitas-utbk-snbt/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-fasilitasi-15-peserta-disabilitas-utbk-snbt/#respond Tue, 21 Apr 2026 06:26:11 +0000 https://ugm.ac.id/?p=92675 Universitas Gadjah Mada berupaya memastikan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 berlangsung inklusif bagi seluruh peserta, termasuk 15 peserta disabilitas yang mengikuti ujian di UGM pada 21-27 April 2026. Komitmen ini diwujudkan melalui penyediaan layanan dan penyesuaian yang mempertimbangkan kebutuhan individu peserta disabilitas. Sejak tahap persiapan, Unit Layanan Disabilitas […]

Artikel UGM Fasilitasi 15 Peserta Disabilitas di UTBK SNBT 2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada berupaya memastikan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 berlangsung inklusif bagi seluruh peserta, termasuk 15 peserta disabilitas yang mengikuti ujian di UGM pada 21-27 April 2026. Komitmen ini diwujudkan melalui penyediaan layanan dan penyesuaian yang mempertimbangkan kebutuhan individu peserta disabilitas. Sejak tahap persiapan, Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM telah dilibatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta secara lebih spesifik. Pendekatan ini dilakukan agar setiap bentuk fasilitasi yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing peserta.

Kepala ULD UGM, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D menjelaskan bahwa pihaknya melakukan asesmen kebutuhan peserta sejak awal melalui formulir khusus. Formulir tersebut memuat data pribadi, jenis disabilitas, serta kebutuhan yang diperlukan selama pelaksanaan UTBK. Selain itu, peserta juga diminta melampirkan surat keterangan disabilitas dari tenaga medis sebagai bagian dari verifikasi. Proses ini membantu ULD dalam merancang bentuk dukungan yang tepat bagi setiap peserta. “Kami ingin memastikan setiap peserta mendapatkan fasilitasi yang sesuai dengan kebutuhannya, bukan disamaratakan,” ujar Wuri, Selasa (21/4).

Ia menjelaskan bahwa dari total 15 peserta disabilitas, sebanyak 13 peserta mengisi formulir asesmen kebutuhan yang terdiri dari 12 peserta tuli dan 1 peserta dengan disabilitas fisik, sedangkan 2 peserta lainnya tidak membutuhkan pendampingan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan bentuk layanan yang diberikan kepada peserta selama pelaksanaan UTBK. Dalam pelaksanaan tahun ini, UGM difokuskan untuk memfasilitasi peserta dengan disabilitas tuli dan fisik. Sementara itu, peserta dengan disabilitas netra difasilitasi secara terpusat di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sesuai pengaturan panitia pusat. “Melalui asesmen ini kami bisa memahami kebutuhan masing-masing peserta secara lebih tepat sekaligus menyesuaikan bentuk layanan yang diberikan,” jelasnya.

Untuk peserta tuli, UGM memberikan perhatian pada kebutuhan komunikasi selama pelaksanaan ujian. Peserta pada umumnya dapat mengerjakan soal secara mandiri tanpa bantuan khusus. Namun, mereka memerlukan penerjemah bahasa isyarat untuk memahami instruksi yang disampaikan oleh panitia. Dalam praktiknya, tidak semua peserta menggunakan bahasa isyarat sehingga pendekatan komunikasi perlu disesuaikan. “Ada peserta yang menggunakan bahasa isyarat, ada juga yang membaca gerak bibir, sehingga pendekatannya perlu fleksibel,” tutur Wuri.

ULD UGM juga menekankan pentingnya penggunaan alat bantu dengar bagi peserta tuli selama ujian berlangsung. Alat bantu tersebut merupakan bagian dari kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari pengguna. Oleh karena itu, penggunaannya tidak dapat dilarang dalam pelaksanaan ujian. Di sisi lain, terdapat potensi risiko penyalahgunaan yang perlu diantisipasi melalui pengawasan. “Meminta peserta melepas alat bantu dengar sama dengan melanggar hak dasar mereka sebagai penyandang disabilitas,” tegas Wuri.

Sebagai langkah mitigasi, ULD sebenarnya merekomendasikan penyediaan ruang khusus bagi peserta tuli. Ruang terpisah dinilai dapat membantu pengawasan sekaligus memudahkan penyampaian instruksi. Namun, skema ini belum sepenuhnya dapat diterapkan karena pengaturan ruang mengikuti ketentuan panitia pusat. Akibatnya, pengawasan terhadap peserta tuli dilakukan secara lebih intensif di ruang ujian reguler. “Idealnya mereka berada dalam satu ruang agar lebih mudah dipantau tanpa mengurangi kenyamanan,” ujarnya.

Selain itu, ULD juga menyiapkan dukungan pendampingan dalam bentuk penerjemah selama ujian berlangsung. Pendamping hadir untuk membantu menyampaikan instruksi yang berkaitan dengan pelaksanaan ujian. Peran ini menjadi penting agar peserta tidak mengalami kesulitan dalam memahami arahan dari pengawas. Pendamping tidak terlibat dalam proses pengerjaan soal sehingga kemandirian peserta tetap terjaga. “Pendamping hanya membantu pada aspek komunikasi, bukan pada substansi ujian,” jelas Wuri.

Meskipun pelaksanaan UTBK bagi peserta netra dipusatkan di UNY, ULD UGM tetap menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk mendukung pelaksanaan ujian yang inklusif. Salah satunya adalah penggunaan komputer yang dilengkapi pembaca layar atau screen reader serta headphone. Selain itu, diperlukan ruang terpisah agar peserta dapat fokus tanpa terganggu suara dari peserta lain. Penyesuaian ini penting untuk memastikan peserta netra dapat mengakses soal secara optimal. “Perangkat dan lingkungan yang sesuai akan sangat menentukan kemandirian peserta netra dalam mengerjakan soal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wuri juga menyoroti pentingnya penyesuaian bentuk soal bagi peserta netra. Soal yang berbasis gambar atau diagram perlu dinarasikan agar dapat diakses melalui screen reader. Tanpa penyesuaian tersebut, peserta akan kesulitan memahami isi soal. Selain itu, peserta netra memerlukan tambahan waktu pengerjaan minimal 30 persen dari waktu normal. “Mereka membutuhkan waktu lebih karena tidak bisa membaca secara cepat seperti peserta lain,” ucapnya.

Dalam kondisi tertentu, peserta netra juga memerlukan pendamping untuk membantu proses pengerjaan ujian. Pendamping ini disiapkan oleh ULD UGM dan telah melalui proses seleksi. Idealnya, satu peserta didampingi oleh satu pendamping agar kebutuhan dapat terpenuhi secara optimal. Hal ini menjadi bagian dari praktik baik yang telah dilakukan pada pelaksanaan sebelumnya. “Pendampingan dilakukan agar peserta tetap mandiri, tetapi tidak kesulitan dalam memahami materi ujian,” jelas Wuri.

Pelaksanaan layanan inklusif ini mengacu pada sejumlah regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satunya adalah Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 tentang akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas. Selain itu, terdapat panduan layanan mahasiswa disabilitas dari Kemenristekdikti tahun 2017. Kedua regulasi tersebut menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan dan praktik layanan di UGM. “Kami memastikan setiap layanan yang diberikan sesuai dengan prinsip akomodasi yang layak,” ungkap Wuri.

Dalam pelaksanaannya, UGM juga menghadapi sejumlah tantangan dalam mewujudkan UTBK yang inklusif, mulai dari belum sepenuhnya tersedianya soal yang ramah bagi peserta netra hingga masih adanya peserta yang belum terbuka dalam mendeklarasikan kondisi disabilitasnya. Kondisi ini dapat memengaruhi ketepatan dalam pemberian fasilitasi selama ujian berlangsung. Meski demikian, UGM terus berupaya meningkatkan kualitas layanan inklusif melalui berbagai evaluasi berdasarkan pengalaman pelaksanaan sebelumnya. Kampus juga memastikan lokasi ujian yang digunakan telah memenuhi aspek aksesibilitas, termasuk jalur masuk dan fasilitas pendukung bagi peserta disabilitas. “Inklusivitas bukan sekadar memastikan peserta bisa mengikuti ujian, tetapi juga memastikan mereka merasa aman, dihargai, dan didukung sejak datang ke lokasi,” pungkas Wuri.

Penulis. : Triya Andriyani

Foto.      : Firsto

Artikel UGM Fasilitasi 15 Peserta Disabilitas di UTBK SNBT 2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-fasilitasi-15-peserta-disabilitas-utbk-snbt/feed/ 0
15.502 Peserta Ikut UTBK SNBT di Kampus UGM https://ugm.ac.id/id/berita/15-502-peserta-ikut-utbk-snbt-di-kampus-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/15-502-peserta-ikut-utbk-snbt-di-kampus-ugm/#respond Tue, 21 Apr 2026 03:35:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=92659 Sebanyak 15.502 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) di Kampus Universitas Gadjah Mada. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian berbasis komputer pada 21-27 April  ini, panitia menyiapkan infrastruktur teknologi informasi (TI) secara menyeluruh mencakup memastikan kesiapan jaringan internet, perangkat komputer, sistem server, hingga mekanisme pengawasan selama ujian berlangsung untuk mencegah terjadinya […]

Artikel 15.502 Peserta Ikut UTBK SNBT di Kampus UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 15.502 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) di Kampus Universitas Gadjah Mada. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian berbasis komputer pada 21-27 April  ini, panitia menyiapkan infrastruktur teknologi informasi (TI) secara menyeluruh mencakup memastikan kesiapan jaringan internet, perangkat komputer, sistem server, hingga mekanisme pengawasan selama ujian berlangsung untuk mencegah terjadinya tindak kecurangan. Selama pelaksanaan ujian menuntut stabilitas sistem dan konektivitas tinggi di seluruh lokasi ujian yang tersebar di 14 titik di berbagai fakultas dan unit yang ada di UGM. Bahkan berbagai langkah antisipatif akan dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan teknis sehingga seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan lancar dan nyaman.

Direktur Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UGM, Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM, menyampaikan bahwa UGM menggunakan dua penyedia layanan internet, yakni Telkom dan Indosat, untuk menjaga keandalan koneksi selama ujian. Skema dual ISP ini memungkinkan koneksi tetap tersedia meskipun salah satu jaringan mengalami gangguan. Pengecekan rutin terhadap perangkat jaringan seperti access point dan firewall juga terus dilakukan untuk menjaga keamanan sistem. Infrastruktur ini dirancang agar seluruh titik lokasi ujian memperoleh konektivitas yang stabil. “Kami menyiapkan jalur cadangan sehingga layanan tetap berjalan tanpa mengganggu peserta saat ujian berlangsung,” ujar Ridi, Minggu (19/4).

Ia menjelaskan bahwa konektivitas antar lokasi diperkuat melalui jaringan fiber optik dengan jalur ganda yang menghubungkan pusat data dengan seluruh lokasi ujian. Setiap fakultas dan unit telah dilengkapi koneksi berkapasitas besar untuk mendukung lalu lintas data selama ujian. Kecepatan jaringan yang tersedia berkisar antara 1 hingga 10 Gbps. Infrastruktur ini memastikan akses jaringan tetap lancar pada 14 titik lokasi ujian yang digunakan. “Dengan jalur ganda ini, distribusi jaringan bisa tetap stabil meski terjadi gangguan di salah satu sisi,” jelasnya.

Pada pelaksanaan UTBK 2026, total ruang ujian yang digunakan mencapai 44 ruang dengan dukungan 1.452 unit komputer. Jumlah perangkat tersebut meningkat sebanyak 80 unit dibandingkan pelaksanaan UTBK 2025 yang berjumlah 1.372 unit. Ridi meyakinkan seluruh komputer telah disiapkan dari sisi sistem operasi dan perangkat lunak sesuai standar nasional. “Penambahan ini kami lakukan agar kapasitas tetap memadai seiring meningkatnya kebutuhan pelaksanaan tahun ini,” ungkapnya.

Dari sisi sistem, UGM mengoperasikan empat unit server untuk mendukung pelaksanaan ujian. Seluruh server telah melalui tahapan uji beban dan uji coba nasional yang dilaksanakan pada 1 dan 2 April 2026 silam. Sistem monitoring juga disiapkan untuk memantau performa server selama ujian berlangsung. Selain itu, sistem dilengkapi mekanisme failover sehingga layanan tetap berjalan jika terjadi gangguan pada salah satu server. “Kalau ada kendala di satu server, sistem langsung dialihkan ke server lain agar peserta tetap bisa melanjutkan ujian,” tutur Ridi.

Untuk menjaga stabilitas sistem UTBK, UGM mengikuti rangkaian uji coba nasional serta alur pelaksanaan yang ditetapkan panitia pusat. Pengujian dilakukan dalam beberapa iterasi guna memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal. Panitia juga menyiapkan unit komputer cadangan untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran ujian berbasis komputer. “Kami memastikan setiap perangkat benar-benar siap digunakan, termasuk menyiapkan cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan,” ujar Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa Perangkat Lunak ini.

Dalam mengantisipasi gangguan eksternal, UGM melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Pihak kampus telah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama pelaksanaan UTBK. Selain itu, komunikasi dengan penyedia layanan internet juga dilakukan untuk menjaga kualitas koneksi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko yang telah disiapkan sebelumnya. “Koordinasi ini penting agar seluruh layanan pendukung tetap berjalan tanpa kendala selama ujian berlangsung,” jelasnya.

Dari aspek pengawasan, UGM telah melaksanakan pembekalan bagi seluruh petugas UTBK pada 16 April 2026. Kegiatan ini mencakup strategi pengawasan serta pencegahan kecurangan selama ujian berlangsung. Panitia juga telah mengidentifikasi berbagai pola kecurangan, termasuk yang memanfaatkan perangkat keras maupun perangkat lunak. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh dengan tetap mengacu pada prosedur yang berlaku. “Kami membekali petugas agar sigap mengenali potensi kecurangan dan bisa merespons dengan tepat di lapangan,” kata Ridi.

Pada tahun ini, sistem UTBK menggunakan sistem operasi khusus berbasis Linux yang dijalankan melalui media USB. Sistem ini dirancang dalam lingkungan yang terkontrol dengan aplikasi yang terintegrasi langsung dalam sistem operasi. Tidak terdapat pembaruan otomatis maupun aplikasi latar belakang yang berpotensi mengganggu jalannya ujian. Ridi menekankan sistem ini juga mampu mencegah penggunaan perangkat lunak jarak jauh yang kerap dimanfaatkan untuk kecurangan. “Lingkungan sistem yang tertutup ini membantu menjaga proses ujian tetap fokus dan aman dari intervensi luar,” ungkapnya.

Ridi menambahkan bahwa mekanisme penentuan lokasi ujian juga mengalami penyesuaian pada tahun ini. Peserta tidak lagi memilih langsung pusat UTBK, melainkan hanya memilih lokasi ujian seperti kota. Selanjutnya, panitia pusat akan melakukan penentuan pusat UTBK secara acak, termasuk di UGM, UNY, UPN, maupun ISI Yogyakarta. Kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi potensi kecurangan yang terorganisasi. “Dengan sistem penempatan yang lebih terkontrol, kami ingin memastikan proses seleksi berjalan adil bagi semua peserta,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Dok. Humas

Artikel 15.502 Peserta Ikut UTBK SNBT di Kampus UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/15-502-peserta-ikut-utbk-snbt-di-kampus-ugm/feed/ 0