Pengabdian Masyarakat Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pengabdian-masyarakat/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 21 Aug 2026 07:58:13 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Jaga Ekosistem Perairan, Dosen dan Mahasiswa UGM Aksi Bersih Embung Tambakboyo https://ugm.ac.id/id/berita/jaga-ekosistem-perairan-dosen-dan-mahasiswa-ugm-aksi-bersih-embung-tambakboyo/ https://ugm.ac.id/id/berita/jaga-ekosistem-perairan-dosen-dan-mahasiswa-ugm-aksi-bersih-embung-tambakboyo/#respond Fri, 21 Aug 2026 07:58:13 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96842 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui aksi Bersih Embung Tambakboyo pada Kamis (20/8) di Kabupaten Sleman. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-63 Departemen Perikanan UGM ini menjadi bentuk kepedulian civitas universitas terhadap kebersihan dan keberlanjutan ekosistem perairan tawar. Aksi tersebut melibatkan sekitar 70 peserta […]

Artikel Jaga Ekosistem Perairan, Dosen dan Mahasiswa UGM Aksi Bersih Embung Tambakboyo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui aksi Bersih Embung Tambakboyo pada Kamis (20/8) di Kabupaten Sleman. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-63 Departemen Perikanan UGM ini menjadi bentuk kepedulian civitas universitas terhadap kebersihan dan keberlanjutan ekosistem perairan tawar. Aksi tersebut melibatkan sekitar 70 peserta yang terdiri atas dosen Departemen Perikanan UGM, pengelola Embung Tambakboyo, serta mahasiswa di semua jenjang. Melalui kegiatan ini, peserta terlibat langsung dalam menjaga kebersihan kawasan embung sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan perairan.

Embung Tambakboyo merupakan kawasan perairan yang secara geografis mencakup wilayah Desa Wedomartani, Desa Condongcatur, dan Desa Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Embung tersebut berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS Serayu Opak) dan memiliki fungsi ekologis serta sosial bagi masyarakat sekitar. Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., menyampaikan bahwa menjaga kondisi perairan tawar memerlukan kepedulian bersama dari perguruan tinggi, pengelola, mahasiswa, dan masyarakat. “Embung ini memiliki fungsi ekologis dan sosial bagi masyarakat, sehingga menjaga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama. Harapannya kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian dan mendorong semakin banyak pihak untuk ikut menjaga ekosistem perairan,” ujarnya.

Aksi bersih embung dilakukan dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di kawasan tersebut. Para peserta membersihkan sampah plastik maupun sampah organik yang tersebar di sekitar embung. Rangkaian kegiatan juga mencakup pemasangan papan anjuran serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai penanganan ikan dan pentingnya menjaga ekosistem perairan. Dari kegiatan pembersihan, peserta berhasil mengumpulkan lebih dari 25 trashbag sampah.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pengelola Embung Tambakboyo. Pengelola Embung Tambakboyo, Sumaryanto, menyampaikan bahwa sampah masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi di kawasan embung sehingga kegiatan pembersihan perlu dilakukan secara rutin. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak agar kebersihan dan kelestarian embung tetap terjaga. “Sampah masih menjadi salah satu persoalan di kawasan embung. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin dan berkelanjutan supaya kebersihan dan kelestarian Embung Tambakboyo tetap terjaga,” ungkapnya.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam Bersih Embung Tambakboyo menjadi kesempatan untuk belajar mengenai pengelolaan lingkungan perairan melalui pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan tersebut mempertemukan proses pembelajaran akademik dengan aksi nyata dalam menjaga ekosistem perairan tawar. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Bersih Embung Tambakboyo menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-63 Departemen Perikanan UGM sekaligus bentuk kontribusi akademisi dalam menjaga lingkungan perairan. Pembersihan kawasan, pemasangan papan anjuran, dan sosialisasi mengenai penanganan ikan menjadi rangkaian kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran bersama. Kolaborasi dengan pengelola embung juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan upaya pemeliharaan kawasan setelah kegiatan selesai. Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM berharap sinergi dengan pengelola embung dan masyarakat dapat terus berkembang untuk mewujudkan ekosistem perairan tawar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Reportase: Departemen Perikanan UGM

Editor: Triya Andriyani

Artikel Jaga Ekosistem Perairan, Dosen dan Mahasiswa UGM Aksi Bersih Embung Tambakboyo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/jaga-ekosistem-perairan-dosen-dan-mahasiswa-ugm-aksi-bersih-embung-tambakboyo/feed/ 0
KKN UGM Petakan Potensi Desa Dawung sebagai Tujuan Wisata Agroedukasi https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-petakan-potensi-desa-dawung-sebagai-tujuan-wisata-agroedukasi/ https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-petakan-potensi-desa-dawung-sebagai-tujuan-wisata-agroedukasi/#respond Tue, 18 Aug 2026 06:36:43 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96725 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada memetakan potensi Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya mengembangkan desa wisata berbasis agroedukasi. Desa Dawung memiliki lanskap agraris berupa hamparan sawah, aliran sungai, serta panorama Gunung Lawu yang menjadi bagian dari potensi alam setempat. Kekayaan tersebut juga didukung sumber daya manusia […]

Artikel KKN UGM Petakan Potensi Desa Dawung sebagai Tujuan Wisata Agroedukasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada memetakan potensi Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya mengembangkan desa wisata berbasis agroedukasi. Desa Dawung memiliki lanskap agraris berupa hamparan sawah, aliran sungai, serta panorama Gunung Lawu yang menjadi bagian dari potensi alam setempat. Kekayaan tersebut juga didukung sumber daya manusia dan keterampilan masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis edukasi. Melalui program KKN, mahasiswa berupaya mengidentifikasi dan mengemas berbagai potensi yang telah dimiliki desa agar dapat dikembangkan tanpa menghilangkan karakter lokal.

Salah satu gagasan yang diusung mahasiswa KKN adalah pengembangan kawasan agroedukasi dengan memadukan potensi pertanian, lingkungan, dan keterampilan masyarakat. Mahasiswa Filsafat UGM, Michael Cosmas Hamonangan Silalahi, menggagas konsep tersebut dengan melihat Desa Dawung telah memiliki sumber daya alam dan kemampuan masyarakat yang dapat menjadi fondasi pengembangan wisata. Kawasan agroedukasi diarahkan menjadi ruang belajar langsung bagi pengunjung, terutama generasi muda, mengenai produksi pangan berkelanjutan dan keterampilan kerajinan lokal. “Kami melihat Desa Dawung sebenarnya sudah memiliki banyak modal untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Karena itu, kami ingin mengemas potensi yang sudah ada menjadi pengalaman wisata yang juga memberi ruang belajar bagi pengunjung,” ujar Michael, Selasa (18/8).

Konsep tersebut kemudian didukung dengan upaya memperkenalkan potensi Desa Dawung melalui media digital. Mahasiswa KKN memproduksi delapan konten video visual yang dipublikasikan melalui akun Instagram Pemerintah Desa Dawung untuk memperkenalkan lanskap, potensi, dan aktivitas masyarakat kepada khalayak yang lebih luas. Perangkat desa menyambut positif inisiatif tersebut dan berharap konsep kawasan agroedukasi dapat mulai diterapkan ketika dukungan pendanaan tersedia. Publikasi digital diharapkan menjadi salah satu modal awal bagi desa untuk mengenalkan potensinya secara lebih luas.

Selain publikasi digital, mahasiswa KKN menyusun Peta Potensi Desa untuk mengidentifikasi berbagai kekayaan Desa Dawung secara spasial. Peta tersebut dirancang agar dapat membantu pemerintah desa melihat persebaran potensi wilayah sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengelolaan pariwisata. Proses pemetaan dilakukan oleh mahasiswa Teknik Sipil UGM, Yudhistira Zhafran Hamid, melalui survei lapangan untuk mengumpulkan titik-titik potensi desa. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan lembar kerja digital dan divisualisasikan dengan QGIS hingga menghasilkan peta tata letak yang siap dicetak.

Bagi Yudhistira, proses pemetaan menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung potensi yang tersebar di Desa Dawung sekaligus menerjemahkannya ke dalam informasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa. Pemetaan dilakukan dengan turun ke lapangan untuk mengumpulkan data sebelum diolah dan divisualisasikan dalam bentuk peta. Hasilnya kemudian diserahkan secara resmi kepada perangkat Desa Dawung pada 5 Agustus 2026. “Kami ingin peta ini bisa menjadi gambaran yang lebih jelas mengenai potensi yang dimiliki Desa Dawung. Harapannya, data yang sudah dikumpulkan dapat membantu desa menentukan potensi mana yang bisa dikembangkan dan menjadi dasar untuk merencanakan pengembangan wisata ke depan,” ujarnya.

Pengembangan Desa Dawung sebagai desa wisata diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal yang telah dimiliki masyarakat. Konsep agroedukasi memberikan alternatif pengembangan wisata dengan memadukan aktivitas pertanian dan pengalaman belajar mengenai produksi pangan berkelanjutan serta keterampilan masyarakat. Peta Potensi Desa juga menjadi instrumen pendukung agar pengembangan tersebut memiliki dasar informasi mengenai kondisi dan persebaran potensi wilayah. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan wisata diharapkan dapat berjalan secara bertahap sambil tetap mempertahankan karakter alam, aktivitas pertanian, dan keterampilan lokal Desa Dawung.

Reportase: Jovita M.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel KKN UGM Petakan Potensi Desa Dawung sebagai Tujuan Wisata Agroedukasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-petakan-potensi-desa-dawung-sebagai-tujuan-wisata-agroedukasi/feed/ 0
Lestarikan Tradisi Lokal, KKN UGM Inisiasi Festival Momaya di Gorontalo https://ugm.ac.id/id/berita/lestarikan-tradisi-lokal-kkn-ugm-inisiasi-festival-momaya-di-gorontalo/ https://ugm.ac.id/id/berita/lestarikan-tradisi-lokal-kkn-ugm-inisiasi-festival-momaya-di-gorontalo/#respond Wed, 05 Aug 2026 09:10:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96303 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Pesisir Gorontalo menyelenggarakan Festival Momaya di Botuboluo Beach Park, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, pada 30 Juli hingga 2 Agustus silam sebagai puncak rangkaian pengabdian Periode II Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema ‘Bersatu dalam Semangat, Berpisah dengan Hangat’ ini menjadi wadah untuk mengenalkan budaya, […]

Artikel Lestarikan Tradisi Lokal, KKN UGM Inisiasi Festival Momaya di Gorontalo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Pesisir Gorontalo menyelenggarakan Festival Momaya di Botuboluo Beach Park, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, pada 30 Juli hingga 2 Agustus silam sebagai puncak rangkaian pengabdian Periode II Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema ‘Bersatu dalam Semangat, Berpisah dengan Hangat’ ini menjadi wadah untuk mengenalkan budaya, potensi lokal, serta berbagai luaran program yang dikembangkan bersama masyarakat Desa Lobuto Timur, Botuboluo, dan Luluo. Festival tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Gorontalo, perangkat desa, serta masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Momentum ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya serta pengembangan potensi desa.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., menilai Festival Momaya mencerminkan hasil kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan festival menunjukkan bahwa program pengabdian mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan bersama. Antusiasme masyarakat yang tinggi juga menjadi indikator keberhasilan mahasiswa dalam membangun kedekatan dengan lingkungan tempat mereka mengabdi. “Selama bertahun-tahun mendampingi berbagai tim KKN, baru kali ini saya menyaksikan sebuah kelompok yang mampu menginisiasi festival dengan skala sebesar ini,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Festival Momaya, Dewaku Sahaja, mengatakan penyelenggaraan festival merupakan hasil gotong royong mahasiswa bersama masyarakat di tiga desa selama masa pengabdian. Berbagai tantangan yang dihadapi sejak awal pelaksanaan KKN tidak mengurangi semangat tim untuk menghadirkan kegiatan yang mampu mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada publik. Melalui festival tersebut, mahasiswa berharap hasil pengabdian yang telah dilakukan dapat terus memberikan manfaat setelah program KKN berakhir. “Kami sangat berterima kasih atas antusiasme dan partisipasi masyarakat yang telah menyukseskan Festival Momaya. Semoga kegiatan ini menjadi ruang untuk merayakan kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi desa yang telah kami bangun bersama,” tuturnya.

Selama festival berlangsung, masyarakat disuguhi beragam pertunjukan seni dan budaya, termasuk Tari Dana-Dana yang dibawakan sebagai penyambutan tamu undangan. Mahasiswa juga memperkenalkan berbagai hasil pengabdian yang telah dikembangkan bersama masyarakat, mulai dari website dan masterplan potensi desa hingga sejumlah program pemberdayaan yang dipamerkan kepada pengunjung. Rangkaian kegiatan turut diramaikan dengan edukasi literasi keuangan dari Bank Indonesia, bazar UMKM, serta pameran produk unggulan masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi desa sekaligus hasil kolaborasi yang terbangun selama pelaksanaan KKN.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Momaya turut disampaikan perwakilan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Gorontalo, Yusrianto Kadir, M.Ec.Dev. Menurutnya, sinergi yang dibangun mahasiswa bersama masyarakat menjadi contoh nyata bagaimana pengabdian perguruan tinggi dapat mendorong pembangunan daerah berbasis kolaborasi. Ia berharap semangat tersebut terus terjaga dan berkembang melalui berbagai inisiatif setelah program KKN selesai. “Sinergi yang telah terjalin sangat baik antara mahasiswa dan masyarakat desa merupakan contoh nyata dari semangat pengabdian yang harus terus dipertahankan untuk pembangunan daerah ke depan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga menyambut baik berbagai program yang dihasilkan mahasiswa KKN-PPM UGM selama berada di Kecamatan Biluhu. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Gorontalo, Drs. Nawir Tondako, M.E., menilai keberlanjutan program menjadi faktor penting agar manfaat pengabdian dapat terus dirasakan masyarakat. Komitmen tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan perguruan tinggi. “Program pengabdian masyarakat hendaknya tidak berhenti, tetapi perlu dijaga keberlanjutannya agar dampak positifnya dapat terus dirasakan secara jangka panjang oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Nawir.

Festival Momaya 2026 ditutup dengan pemutaran video dokumentasi perjalanan KKN-PPM UGM yang merekam berbagai program pengabdian selama mahasiswa berada di Kecamatan Biluhu. Dokumentasi tersebut menjadi pengingat atas kolaborasi yang telah terbangun antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai mitra dalam mengembangkan potensi desa. Melalui Festival Momaya, mahasiswa KKN-PPM UGM berharap semangat pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi lokal terus berlanjut meskipun masa pengabdian telah berakhir.

Reportase: Tim KKN-PPM Gorontalo

Penulis: Triya Andriyani

Artikel Lestarikan Tradisi Lokal, KKN UGM Inisiasi Festival Momaya di Gorontalo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/lestarikan-tradisi-lokal-kkn-ugm-inisiasi-festival-momaya-di-gorontalo/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Dampingi Pengembangan Ekowisata Kalitalang dan Produk Unggulan Desa di Lereng Merapi https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-dampingi-pengembangan-ekowisata-kalitalang-dan-produk-unggulan-desa-di-lereng-merapi/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-dampingi-pengembangan-ekowisata-kalitalang-dan-produk-unggulan-desa-di-lereng-merapi/#respond Mon, 03 Aug 2026 07:50:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96199 Universitas Gadjah Mada bersama Yayasan Astra Honda Motor  meresmikan Gerbang Ekowisata Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Minggu (2/8). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi KKN-PPM UGM yang telah berlangsung selama 50 hari di Desa Balerante, Sidorejo, dan Bumiharjo. Pada kesempatan tersebut, UGM turut menyerahkan bantuan 30 tangki air bersih untuk mendukung […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Dampingi Pengembangan Ekowisata Kalitalang dan Produk Unggulan Desa di Lereng Merapi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada bersama Yayasan Astra Honda Motor  meresmikan Gerbang Ekowisata Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Minggu (2/8). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi KKN-PPM UGM yang telah berlangsung selama 50 hari di Desa Balerante, Sidorejo, dan Bumiharjo. Pada kesempatan tersebut, UGM turut menyerahkan bantuan 30 tangki air bersih untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat sekitar.

Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. mengatakan pengembangan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi ruang bagi lahirnya berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan desa. “Generasi muda selalu memiliki ide-ide kreatif dan kekinian. Kami berharap apa yang dikembangkan di sini memberi manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Balerante,” ujarnya.

Ova menuturkan keterlibatan mahasiswa melalui KKN menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata berbasis potensi lokal. Ia berharap berbagai program yang telah dirintis dapat terus dikembangkan oleh masyarakat bersama para mitra. “Semoga Gerbang Ekowisata Kali Talang membawa keberkahan dan menjadi awal bagi pengembangan kawasan ini di masa mendatang,” katanya.

Ketua Yayasan Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbuddin, menyampaikan pembangunan Gerbang Ekowisata Kali Talang merupakan bentuk komitmen yayasan dalam mendukung pengembangan potensi wisata sekaligus pemberdayaan masyarakat di lereng Merapi. Program tersebut lahir dari hasil diskusi bersama masyarakat, UGM, dan berbagai mitra yang melihat besarnya potensi kawasan tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. “Hari ini menjadi awal dari niat baik kita untuk mendukung potensi ekowisata di daerah ini,” tuturnya.

Ia menjelaskan kolaborasi bersama UGM akan terus dilanjutkan melalui program Desa Sejahtera Astra dan KKN Tematik Satu Hati agar masyarakat memperoleh pendampingan secara berkelanjutan. Keberhasilan pengembangan wisata, menurutnya, akan tercapai apabila seluruh pihak berjalan bersama. “Kami berkomitmen mendampingi masyarakat agar Desa Balerante menjadi desa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pada sesi monitoring dan evaluasi, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM Drs. Iqmal Tahir, M.Si. memaparkan mahasiswa melaksanakan 155 program kerja selama 50 hari dengan fokus pada penguatan keselamatan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, tata kelola desa, serta pengembangan kawasan wisata. Berbagai program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di tiga desa lokasi KKN. “Mahasiswa benar-benar mendedikasikan waktu dan pemikirannya untuk mengabdi di lokasi ini sehingga setiap program yang dijalankan menjadi program unggulan,” katanya.

Selain itu, mahasiswa juga turut mengembangkan beragam inovasi, mulai dari pemasangan reflektor jalan, lampu tenaga surya, digitalisasi promosi wisata dan UMKM, sistem reservasi camping ground, pelatihan hospitality dan bahasa asing, hingga konservasi anggrek endemik Vanda tricolor. Mahasiswa juga mendorong masyarakat menghadirkan produk yang dapat dibawa pulang wisatawan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi lokal. “Harapannya pengunjung tidak sekadar datang menikmati pemandangan, tetapi ada produk masyarakat yang bisa menjadi buah tangan,” ujar Iqmal.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ekowisata Kali Talang, Jainu, mengungkapkan pendampingan mahasiswa memberikan dampak positif terhadap pengelolaan kawasan wisata. Tren kunjungan wisatawan terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, meski penguatan kapasitas sumber daya manusia masih menjadi kebutuhan utama. “Kami ingin wisatawan asing yang datang ke sini bisa menikmati lebih banyak layanan dan produk masyarakat sehingga manfaat ekonominya semakin besar,” katanya.

Menurut Jainu, kemampuan bahasa asing, peningkatan kualitas layanan wisata, hingga pengembangan fasilitas menjadi kebutuhan yang terus diupayakan agar destinasi wisata semakin berkembang. Ia berharap kolaborasi bersama UGM dan para mitra dapat terus berlanjut. “Kami masih membutuhkan pendampingan agar pengelolaan wisata ini semakin baik,” harapnya.

Melalui program KKN, mahasiswa juga mendampingi masyarakat mengembangkan berbagai produk bernilai tambah berbasis potensi lokal. Susu segar diolah menjadi yoghurt, kopi Balerante dikembangkan menjadi sabun kopi, limbah organik dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC), sementara serasah bambu diolah menjadi humus bambu. Mahasiswa turut menyusun peta tracking kawasan wisata, mengembangkan media promosi digital, desain kemasan produk UMKM, hingga materi edukasi bagi wisatawan. Berbagai pelatihan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi desa sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel Mahasiswa KKN UGM Dampingi Pengembangan Ekowisata Kalitalang dan Produk Unggulan Desa di Lereng Merapi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-dampingi-pengembangan-ekowisata-kalitalang-dan-produk-unggulan-desa-di-lereng-merapi/feed/ 0
UGM Bekali Tim Ekspedisi Patriot 2026 untuk Pengabdian di Papua Selatan dan Maluku Utara https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bekali-tim-ekspedisi-patriot-2026-untuk-pengabdian-di-papua-selatan-dan-maluku-utara/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bekali-tim-ekspedisi-patriot-2026-untuk-pengabdian-di-papua-selatan-dan-maluku-utara/#respond Sat, 01 Aug 2026 00:45:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96089 Universitas Gadjah Mada melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) membekali Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 sebelum diterjunkan ke kawasan transmigrasi di Provinsi Papua Selatan dan Maluku Utara. Melalui workshop yang diselenggarakan pada 23 Juli 2026 silam, peserta memperoleh pembekalan mengenai kesehatan mental, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), manajemen risiko, hingga pemahaman sosial budaya sebagai bekal […]

Artikel UGM Bekali Tim Ekspedisi Patriot 2026 untuk Pengabdian di Papua Selatan dan Maluku Utara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) membekali Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 sebelum diterjunkan ke kawasan transmigrasi di Provinsi Papua Selatan dan Maluku Utara. Melalui workshop yang diselenggarakan pada 23 Juli 2026 silam, peserta memperoleh pembekalan mengenai kesehatan mental, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), manajemen risiko, hingga pemahaman sosial budaya sebagai bekal menjalankan program pengabdian di lapangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan bagi alumni UGM dan mitra dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026.

Workshop dirancang untuk memperkuat kesiapan peserta, baik dari aspek teknis maupun kemampuan beradaptasi dengan masyarakat di wilayah penugasan. Selain mengikuti berbagai materi pembekalan, peserta juga berdiskusi dengan perwakilan pemerintah daerah agar program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat setempat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengabdian yang lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UGM, Muklis, mengatakan workshop menjadi pelengkap dari berbagai persiapan yang telah dilakukan sebelum keberangkatan. Menurutnya, selain memperkuat pemahaman mengenai materi teknis, peserta juga memperoleh simulasi penanganan kondisi darurat dan perlengkapan kesehatan yang akan mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. “Pembekalan ini sangat lengkap karena tidak hanya membahas materi, tetapi juga memberikan simulasi menghadapi situasi darurat. Kami juga mendapatkan perlengkapan kesehatan yang tentu sangat bermanfaat sebagai bekal di lapangan,” ujarnya.

Bagi peserta, pembekalan tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi selama menjalankan pengabdian. Tri Nuryati, anggota Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang akan bertugas di Kawasan Transmigrasi Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan di lapangan. “Workshop ini sangat bermanfaat dan relevan untuk kami, terutama karena mendapatkan materi mulai dari kesehatan hingga manajemen risiko. Harapannya teman-teman Patriot dapat menjalankan program dengan lancar dan selalu diberikan kesehatan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan peserta Tim Ekspedisi Patriot UGM 2026, Bima Aditya, yang juga akan ditempatkan di Muting, Kabupaten Merauke. Ia berharap seluruh peserta dapat menjalankan pengabdian dengan baik serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penempatan. “Saya berharap kami dari Tim Ekspedisi Patriot UGM dapat memberikan kebermanfaatan, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat di daerah penempatan. Seperti pepatah Jawa urip iku urup, semoga apa yang kami lakukan dapat memberi manfaat bagi sesama,” tutur Bima.

Melalui Workshop Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026, DPkM UGM berharap seluruh peserta memiliki kesiapan yang lebih komprehensif sebelum diterjunkan ke wilayah transmigrasi. Bekal pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi yang diperoleh selama pembekalan diharapkan mendukung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi UGM dalam pembangunan kawasan transmigrasi di Indonesia.

Reportase: Humas DPkM UGM

Penulis: Triya Andriyani

Artikel UGM Bekali Tim Ekspedisi Patriot 2026 untuk Pengabdian di Papua Selatan dan Maluku Utara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bekali-tim-ekspedisi-patriot-2026-untuk-pengabdian-di-papua-selatan-dan-maluku-utara/feed/ 0
KKN UGM Hadirkan Inovasi Pertanian Terpadu untuk Dukung Ketahanan Pangan di Kutai Kartanegara https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-hadirkan-inovasi-pertanian-terpadu-untuk-dukung-ketahanan-pangan-di-kutai-kartanegara/ https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-hadirkan-inovasi-pertanian-terpadu-untuk-dukung-ketahanan-pangan-di-kutai-kartanegara/#respond Thu, 30 Jul 2026 11:44:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96063 Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada menghadirkan berbagai inovasi pertanian terpadu untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Selama hampir 40 hari pelaksanaan KKN-PPM Periode 2 Tahun 2026, Tim Samasta Kukar mengembangkan berbagai teknologi tepat guna yang diterapkan melalui Kawasan Pertanian Terpadu di Desa Sumber […]

Artikel KKN UGM Hadirkan Inovasi Pertanian Terpadu untuk Dukung Ketahanan Pangan di Kutai Kartanegara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada menghadirkan berbagai inovasi pertanian terpadu untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Selama hampir 40 hari pelaksanaan KKN-PPM Periode 2 Tahun 2026, Tim Samasta Kukar mengembangkan berbagai teknologi tepat guna yang diterapkan melalui Kawasan Pertanian Terpadu di Desa Sumber Sari dan Desa Karang Tunggal. Program tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan sektor pertanian sekaligus mendorong keberlanjutan pengelolaan pangan berbasis potensi lokal.

Anggota Tim KKN-PPM UGM Samasta Kukar, Aisyah Ghulam Alwutsqo, mengatakan pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan desa. Tim Samasta Kukar merupakan tim KKN-PPM UGM yang kembali melaksanakan pengabdian di Kabupaten Kutai Kartanegara setelah lebih dari satu dekade. Selama pelaksanaan program, sebanyak 30 mahasiswa menjalankan lebih dari 100 kegiatan di bidang sosial budaya, pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga pengembangan inovasi teknologi. “Kami berharap inovasi yang kami kembangkan tidak berhenti saat KKN selesai, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di desa,” ujarnya, Kamis (30/7).

Berbagai inovasi yang dikembangkan meliputi sistem irigasi hemat air menggunakan sprinkler dan irigasi tetes (drip irrigation), integrasi budidaya perikanan dan pertanian melalui sistem akuaponik bertenaga surya, hingga integrated farming yang mengombinasikan budidaya maggot dan ayam petelur. Seluruh inovasi tersebut diterapkan di Kawasan Pertanian Terpadu sebagai model pengelolaan pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Melalui penerapan teknologi tepat guna, mahasiswa berharap masyarakat dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia di desa.

Dalam pelaksanaannya, Tim Samasta Kukar turut berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara untuk memperkuat keberlanjutan program. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ananias, mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan mahasiswa dan berharap program tersebut dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat. “Semoga apa yang sudah dibuat dapat diajarkan kepada masyarakat sehingga dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pertanian lokal,” ujarnya.

Sebagai penutup rangkaian pengabdian, Tim Samasta Kukar akan menyelenggarakan Festival Rakyat di Desa Sumber Sari dan Desa Karang Tunggal pada 1–2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut akan menampilkan hasil-hasil program KKN melalui tur Kawasan Pertanian Terpadu, pameran inovasi, layanan cek kesehatan, pasar murah, pameran UMKM, jalan sehat, dan senam bersama yang melibatkan masyarakat. Festival Rakyat diharapkan menjadi ruang berbagi inovasi sekaligus memperkuat semangat gotong royong serta memperkenalkan potensi lokal desa kepada masyarakat yang lebih luas.

Reportase: Tim KKN-PPM UGM Samasta Kukar

Penulis: Triya Andriyani

Artikel KKN UGM Hadirkan Inovasi Pertanian Terpadu untuk Dukung Ketahanan Pangan di Kutai Kartanegara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ugm-hadirkan-inovasi-pertanian-terpadu-untuk-dukung-ketahanan-pangan-di-kutai-kartanegara/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pertanian Terpadu di Madiun https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-dorong-pengembangan-desa-wisata-berbasis-pertanian-terpadu-di-madiun/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-dorong-pengembangan-desa-wisata-berbasis-pertanian-terpadu-di-madiun/#respond Fri, 10 Jul 2026 01:46:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=95342 Potensi pertanian, kekayaan budaya, hingga geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi modal yang dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Sora Madiun untuk mendorong lahirnya desa wisata berbasis pertanian terpadu. Berbagai inisiatif tersebut dipaparkan mahasiswa dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN yang berlangsung di Balai Desa […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pertanian Terpadu di Madiun pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Potensi pertanian, kekayaan budaya, hingga geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi modal yang dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Sora Madiun untuk mendorong lahirnya desa wisata berbasis pertanian terpadu. Berbagai inisiatif tersebut dipaparkan mahasiswa dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN yang berlangsung di Balai Desa Tulungrejo, Kabupaten Madiun, Kamis (9/7). Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh masukan untuk memperkuat pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Subdirektorat KKN Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., mengatakan KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa yang diarahkan untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan KKN yang telah menjadi tradisi UGM sejak awal berdirinya merupakan wujud kedekatan perguruan tinggi dengan masyarakat melalui pengabdian. Karena itu, setiap program yang dijalankan mahasiswa diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. “KKN memang menjadi mata kuliah wajib. Namun, yang kami harapkan bukan mahasiswa datang hanya untuk menjalankan kewajiban akademik, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Itu menjadi tujuan utama pelaksanaan KKN,” ujarnya.

Nanung mengatakan UGM juga akan mengenalkan varietas padi Gamagora kepada petani di Kecamatan Madiun. Sebelum dibawa ke Madiun, varietas tersebut telah dikembangkan di berbagai wilayah, termasuk Pulau Enggano, Bengkulu. Menurutnya, hasil evaluasi penanaman di Desa Gunungsari akan menjadi dasar untuk melihat potensi pengembangan Gamagora di wilayah lain di Madiun. “Kalau ini menjadi teknologi yang memang memberikan dampak yang luas kepada masyarakat dan memberikan kemanfaatan yang besar bagi masyarakat, maka ini menjadi satu titik yang sangat bagus untuk menjadikan peran UGM lebih dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN Desa Tulungrejo menjelaskan berbagai program yang berfokus pada penguatan UMKM melalui pendampingan legalitas usaha, sertifikasi produk, branding, dan promosi. Tim juga menyelenggarakan edukasi kesehatan masyarakat serta menjalin koordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok tani dalam mendukung pengembangan sektor pertanian. Berbagai program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi kebutuhan masyarakat sejak awal pelaksanaan KKN. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendukung pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.

Sementara itu, mahasiswa di Desa Gunungsari mengangkat Museum Purabaya sebagai salah satu potensi unggulan desa wisata. Tim KKN melakukan pendokumentasian koleksi museum, menyusun deskripsi setiap koleksi, serta menyiapkan berbagai materi pendukung agar informasi sejarah lebih mudah diakses pengunjung. Selain itu, mahasiswa turut mengembangkan Pasar Pundensari melalui penataan spot foto sebagai daya tarik wisata sekaligus mendukung promosi UMKM lokal. Program tersebut dilengkapi dengan pendampingan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Di Desa Tanjungrejo, mahasiswa memanfaatkan potensi sejarah, budaya, dan pertanian sebagai fondasi pengembangan desa wisata. Program yang dijalankan meliputi inventarisasi warisan budaya, penyusunan katalog potensi wisata, pengembangan website desa, pendampingan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga koordinasi bersama kelompok tani untuk mendukung sektor pertanian. Mahasiswa juga menyiapkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat sebagai upaya memperkuat promosi desa berbasis budaya lokal. Beragam program tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas desa sekaligus meningkatkan nilai tambah potensi yang dimiliki masyarakat.

Komitmen untuk menjaga keberlanjutan program juga datang dari Pengurus Cabang Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Madiun. Melalui jejaring alumni yang memiliki berbagai latar belakang profesi, KAGAMA siap mendukung pendampingan program yang telah dirintis mahasiswa, mulai dari penguatan legalitas UMKM, pendampingan sektor pertanian, hingga pengembangan desa wisata. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi antara UGM, pemerintah daerah, dan masyarakat sehingga manfaat program KKN dapat terus berkembang setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Dalam sesi evaluasi, Komisi II Senat Akademik UGM mengingatkan mahasiswa agar setiap program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata. Mahasiswa didorong untuk memastikan program yang telah dijalankan benar-benar diterapkan masyarakat serta memiliki peluang untuk terus dikembangkan setelah KKN selesai. “Ketika Anda membina sesuatu, jangan merasa sudah selesai, tapi coba monitoring. Lihat apakah sudah diterapkan atau belum, tanyakan ada kesulitan apa dan ada masalah apa sehingga bisa didiskusikan bersama,” ujar Prof. Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D., IPU.

Perwakilan Pemerintah Desa Tulungrejo, Maryadi, menyambut baik berbagai program yang dijalankan mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Ia berharap kolaborasi antara UGM dan pemerintah desa dapat terus berlanjut sehingga berbagai inovasi yang telah diperkenalkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Kami sangat terbuka bagaimana proses pelaksanaan KKN dari UGM ini nanti bisa membawa kemajuan bagi desa kami, dan juga bagi desa-desa di sekitarnya,” tutupnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Artikel Mahasiswa KKN UGM Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pertanian Terpadu di Madiun pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-dorong-pengembangan-desa-wisata-berbasis-pertanian-terpadu-di-madiun/feed/ 0
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Tanam Mangrove dan Lepas Tukik di Pesisir Bantul https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-gelar-aksi-tanam-mangrove-dan-lepas-tukik-di-pesisir-bantul/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-gelar-aksi-tanam-mangrove-dan-lepas-tukik-di-pesisir-bantul/#respond Mon, 08 Jun 2026 08:38:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=94294 Alumni dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Yayasan Inisiasi Berkelanjutan Indonesia (Insive) menggelar serangkaian aksi konservasi dan restorasi ekosistem pesisir di kawasan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 4–5 Juni 2026. Kegiatan dua hari ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai respons nyata terhadap ancaman pencemaran sampah plastik di pesisir serta […]

Artikel Mahasiswa UGM Gelar Aksi Tanam Mangrove dan Lepas Tukik di Pesisir Bantul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Alumni dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Yayasan Inisiasi Berkelanjutan Indonesia (Insive) menggelar serangkaian aksi konservasi dan restorasi ekosistem pesisir di kawasan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 4–5 Juni 2026. Kegiatan dua hari ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai respons nyata terhadap ancaman pencemaran sampah plastik di pesisir serta kepunahan satwa laut yang dilindungi. Rangkaian program mencakup tiga pilar aksi utama, yakni pelepasan tukik lekang, bersih-bersih pantai, dan penanaman bibit mangrove secara kolaboratif. Yayasan Insive menegaskan bahwa kepedulian lingkungan tidak cukup berhenti pada wacana, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan yang konsisten dan terukur.

Salah satu momen paling emosional dalam kegiatan ini adalah pelepasan 20 ekor tukik lekang atau anak penyu abu-abu yang termasuk satwa dilindungi ke habitat alaminya di Pantai Goa Cemara. Dengan menggunakan batok kelapa sebagai media proteksi, para peserta melepas satu per satu tukik tersebut secara perlahan menuju laut bebas. Aldina Himmarila M., Alumnus Fakultas Biologi UGM sekaligus Program Manager Yayasan Insive menyatakan langkah ini menjadi simbol harapan sekaligus pengingat bahwa perlindungan fauna laut membutuhkan sinergi multipihak yang berkelanjutan. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk aksi nyata dan kepedulian generasi muda dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir,” tuturnya.

Yayasan Insive juga menggelar aksi bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Baros guna menekan dampak sampah anorganik di wilayah pesisir. Dalam aksi ini, tim berhasil mengumpulkan total 300 kilogram sampah yang didominasi plastik sekali pakai, styrofoam, popok sekali pakai, dan material non-organik lainnya. Seluruh sampah yang terkumpul kemudian diserahterimakan kepada pengelola Pantai Baros untuk diproses dan didaur ulang. Angka 300 kilogram itu menjadi cerminan nyata betapa besarnya tekanan sampah yang menghantam ekosistem pesisir Bantul setiap harinya.

Sebagai puncak kegiatan, Yayasan Insive bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Baros menanam 100 bibit pohon mangrove di kawasan Pantai Baros. Mangrove berperan sebagai penahan abrasi, peredam erosi, dan habitat vital bagi ikan, udang, kepiting, hingga burung pesisir, sekaligus membuka peluang ekowisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Di tengah ancaman kenaikan permukaan air laut global, penanaman ini menjadi investasi ekologis jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang. “Mangrove yang ditanam diharapkan mampu tumbuh secara optimal untuk menyerap dan menyimpan karbon dalam jangka waktu yang lama, serta berkontribusi dalam pengurangan CO₂ di atmosfer,” harapnya.

Melalui integrasi tiga pilar aksi ini, Yayasan Insive menegaskan bahwa esensi Hari Lingkungan Hidup Sedunia terletak pada tindakan konkret yang berkelanjutan, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Sinergi antara alumni dan mahasiswa yang diwadahi Yayasan Insive diharapkan terus tumbuh sebagai model kolaborasi generasi muda yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan langkah yang konsisten seperti ini, kontribusi nyata terhadap pemulihan ekosistem pesisir Indonesia dapat terus diperluas ke depannya.

Reportase/Foto: Azarine Malika Zayyan

Penulis: Triya Andriyani

Artikel Mahasiswa UGM Gelar Aksi Tanam Mangrove dan Lepas Tukik di Pesisir Bantul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-gelar-aksi-tanam-mangrove-dan-lepas-tukik-di-pesisir-bantul/feed/ 0
Peringati Hari Lahir Pancasila, UGM Teguhkan Komitmen pada Persatuan dan Inklusivitas https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hari-lahir-pancasila-ugm-teguhkan-komitmen-pada-persatuan-dan-inklusivitas/ https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hari-lahir-pancasila-ugm-teguhkan-komitmen-pada-persatuan-dan-inklusivitas/#respond Tue, 02 Jun 2026 07:33:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=94012 Universitas Gadjah Mada kembali memperingati Hari Lahir Pancasila dengan menggelar upacara bendera di halaman Balairung, Senin (1/6). Upacara diikuti oleh sivitas UGM sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara sekaligus momentum refleksi kebangsaan. Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Tema tersebut menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan […]

Artikel Peringati Hari Lahir Pancasila, UGM Teguhkan Komitmen pada Persatuan dan Inklusivitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali memperingati Hari Lahir Pancasila dengan menggelar upacara bendera di halaman Balairung, Senin (1/6). Upacara diikuti oleh sivitas UGM sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara sekaligus momentum refleksi kebangsaan. Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Tema tersebut menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Dalam kesempatan itu, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan amanat mengenai relevansi Pancasila dalam menjawab tantangan zaman.

Dalam amanatnya, Rektor menyebutkan bahwa Pancasila merupakan jiwa sekaligus pedoman hidup bangsa yang berperan sebagai pemersatu keberagaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya lahir dari semangat kebinekaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Keberagaman, menurutnya, bukan alasan untuk menyeragamkan, melainkan kekuatan yang perlu dirawat untuk memperkokoh persatuan bangsa. Penghormatan terhadap pluralitas menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kemerdekaan, kesetaraan, dan keadilan sosial. “Pancasila mengajarkan kita untuk melihat perbedaan sebagai kekuatan bersama yang menghidupi persatuan dan memperkuat ikatan kebangsaan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Arus globalisasi, dinamika geopolitik internasional, serta beragam kepentingan ekonomi dan politik global menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi kehidupan berbangsa. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk tetap berpegang pada nilai-nilai dasar yang menjadi pijakan bersama. Pancasila, kata Ova, harus terus menjadi acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar pembangunan berjalan dengan arah yang jelas dan berkeadilan. “Di tengah perubahan yang bergerak begitu cepat, Pancasila tetap menjadi kompas moral yang menuntun langkah bangsa menuju masa depan yang lebih bermartabat,” tuturnya.

Sebagai Universitas Pancasila, UGM terus berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan karakter generasi penerus. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan akses pendidikan yang inklusif bagi masyarakat luas. UGM telah menjangkau mahasiswa dari daerah afirmasi 3T, mengembangkan platform pembelajaran daring terbuka, serta memperkuat program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai program tersebut dirancang untuk mendorong inovasi, memperluas akses pengetahuan, dan meningkatkan daya saing bangsa. “Ikhtiar yang kami lakukan merupakan bentuk penghayatan nilai Pancasila yang diwujudkan melalui pendidikan, kolaborasi, dan pengabdian bagi kemajuan masyarakat,” ungkapnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila, lanjut Ova, menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika perubahan dan ketidakpastian global. Situasi tersebut membutuhkan tanggung jawab kolektif untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu dibumikan dalam praktik kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Semangat kerukunan, penghormatan terhadap perbedaan, dan gotong royong menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan. “Mari kita hidupkan Pancasila dalam tindakan sehari-hari, merawat persaudaraan, serta menghadirkan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel Peringati Hari Lahir Pancasila, UGM Teguhkan Komitmen pada Persatuan dan Inklusivitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hari-lahir-pancasila-ugm-teguhkan-komitmen-pada-persatuan-dan-inklusivitas/feed/ 0