pertanian Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/pertanian/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 28 Aug 2026 05:29:45 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 UGM dan Pemda DIY Dorong Regenerasi Petani melalui Tandur Muda https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemda-diy-dorong-regenerasi-petani-muda-melalui-tandur-muda/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemda-diy-dorong-regenerasi-petani-muda-melalui-tandur-muda/#respond Fri, 28 Aug 2026 05:25:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97031 Universitas Gadjah Mada bersama Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong penguatan regenerasi petani melalui program Tandur Muda DIY. Program ini dirancang untuk mengajak generasi muda kembali melihat pertanian sebagai bidang yang dapat dikembangkan sekaligus memperkuat perekonomian desa. Upaya tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan UGM dalam menyiapkan keberlanjutan sektor pertanian di Yogyakarta. […]

Artikel UGM dan Pemda DIY Dorong Regenerasi Petani melalui Tandur Muda pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada bersama Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong penguatan regenerasi petani melalui program Tandur Muda DIY. Program ini dirancang untuk mengajak generasi muda kembali melihat pertanian sebagai bidang yang dapat dikembangkan sekaligus memperkuat perekonomian desa. Upaya tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan UGM dalam menyiapkan keberlanjutan sektor pertanian di Yogyakarta. Hal tersebut disampaikan dalam audiensi Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan Rektor UGM, Kamis (27/8) di Kantor Kepatihan Yogyakarta.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., mengatakan perhatian terhadap pertanian dan generasi muda menjadi salah satu gagasan yang dibahas dalam audiensi tersebut. UGM telah menyiapkan konsep bersama sejumlah pihak di lingkungan universitas untuk merespons gagasan tersebut. Konsep itu kemudian dilaporkan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai bagian dari pembahasan pengembangan program. “Beliau punya keinginan untuk pertanian, untuk generasi muda, itu beliau konsepnya di situ,” ujar Ova.

Ova menjelaskan, pengembangan program tersebut juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai unsur. Selain pemerintah daerah dan universitas, UGM melibatkan alumni, komunitas masyarakat, serta korporasi dalam mendukung pelaksanaan program di lapangan. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat ekosistem program sekaligus membuka peluang pengembangan yang lebih luas. “Jadi ini saya kira salah satu bukti kerjasama yang real ya, di lapangan antara pemerintah daerah dengan universitas, bahkan dengan alumni, kemudian juga dengan komunitas masyarakat dan korporat,” kata Ova.

Dekan Fakultas Filsafat UGM, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum., mengatakan program tersebut berangkat dari keinginan Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk mengubah cara pandang generasi muda terhadap pertanian. UGM bersama Pemda DIY kemudian merancang program yang tidak hanya mendorong minat anak muda, tetapi juga memperkuat proses regenerasi di sektor pertanian. Desain tersebut diarahkan untuk menghidupkan kembali semangat generasi muda agar melihat pertanian sebagai bidang yang layak dikembangkan. “Sultan HB X ini menghendaki untuk bagaimana merubah mindset para pemuda-pemuda di Yogyakarta untuk mencintai kembali ke pertanian,” tutur Siti.

 

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., mengatakan dukungan bagi petani muda juga disiapkan melalui aspek pendanaan dan kepastian pasar. Pendanaan dapat bersumber dari pemerintah daerah maupun dana keistimewaan, sedangkan jejaring alumni melalui Kagama diharapkan dapat berperan sebagai offtaker bagi hasil pertanian. Skema tersebut diharapkan memberi kepastian kepada petani muda untuk terus mengembangkan kegiatan pertaniannya. “Dan mudah-mudahan ini nanti terus bergilir dan juga menular ke yang lain, sehingga regenerasi petani juga bisa berhasil,” kata Jaka.

Pengembangan petani muda juga diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berangkat dari desa. Dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di tingkat desa, generasi muda diharapkan memiliki peluang untuk bekerja dan mengembangkan usaha tanpa harus berpindah ke kota. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan generasi muda agar tetap memiliki keterikatan ekonomi dengan wilayah perdesaan. “Harapan Sultan adalah ekonomi desa itu berkembang dari desa, bukan di kota,” tegas Jaka.

Lebih lanjut, dalam pelaksanaan program, UGM akan mengambil peran supervisi terhadap kegiatan yang dijalankan Pemda DIY. Peran tersebut diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan memiliki mekanisme pengawasan dalam pelaksanaannya. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat melengkapi pelaksanaan program pemerintah daerah yang sebelumnya belum memiliki pendampingan supervisi dari universitas. “Jadi ini tugas universitas akan menjadi supervisi, bisa memastikan bahwa programnya berjalan, programnya sesuai rencana,” ucap Jaka.

Kini, program Tandur Muda DIY telah melalui tahap pilot dan selanjutnya akan dikembangkan ke skala yang lebih luas. Pengembangan tersebut juga mencakup penyiapan struktur organisasi agar kerja sama antara pemerintah daerah dan UGM memiliki kerangka yang lebih formal. Struktur tersebut diperlukan, antara lain, agar dukungan pendanaan dari pemerintah daerah dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program ini nantinya dirancang dengan pendekatan pertanian holistik yang mempertimbangkan berbagai aspek dalam pengembangan kegiatan pertanian. Jaka menjelaskan pendekatan tersebut memungkinkan berbagai potensi persoalan diperhitungkan sejak awal sehingga risiko kegagalan dapat diantisipasi dalam pelaksanaan program. Keberlanjutan program menjadi salah satu perhatian agar manfaatnya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat desa. “Nah inilah yang menjadi hal baru, bagaimana Tandur Muda DIY ini bisa berkelanjutan dan mengangkat kesejahteraan di tingkat desa,” katanya.

Pengembangan kapasitas generasi muda juga menjadi bagian dari program Tandur Muda DIY. Pemuda akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dan sertifikasi sebagai bagian dari penguatan kemampuan dalam bidang pertanian. Dukungan tersebut juga dapat diperluas melalui berbagai kegiatan promosi dan pengembangan jejaring pertanian yang melibatkan pemuda Yogyakarta.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel UGM dan Pemda DIY Dorong Regenerasi Petani melalui Tandur Muda pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemda-diy-dorong-regenerasi-petani-muda-melalui-tandur-muda/feed/ 0
Harga BBM Naik, Distribusi Pangan Diperkirakan Sektor Paling Terdampak https://ugm.ac.id/id/berita/harga-bbm-naik-distribusi-pangan-diperkirakan-sektor-paling-terdampak/ https://ugm.ac.id/id/berita/harga-bbm-naik-distribusi-pangan-diperkirakan-sektor-paling-terdampak/#respond Thu, 18 Jun 2026 08:40:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=94643 Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang berlaku mulai 10 Juni 2026 memunculkan perhatian berbagai kalangan, termasuk sektor pertanian dan pangan. Meski tidak seluruh aktivitas pertanian menggunakan Pertamax secara langsung, kenaikan harga BBM berpotensi meningkatkan biaya pada berbagai mata rantai agribisnis. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha di sektor hulu, tetapi […]

Artikel Harga BBM Naik, Distribusi Pangan Diperkirakan Sektor Paling Terdampak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang berlaku mulai 10 Juni 2026 memunculkan perhatian berbagai kalangan, termasuk sektor pertanian dan pangan. Meski tidak seluruh aktivitas pertanian menggunakan Pertamax secara langsung, kenaikan harga BBM berpotensi meningkatkan biaya pada berbagai mata rantai agribisnis. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha di sektor hulu, tetapi juga dapat memengaruhi distribusi dan pemasaran hasil pertanian. Kondisi tersebut berpotensi menekan keuntungan pelaku usaha dan berdampak pada harga yang diterima konsumen.

Dosen Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memberikan dampak yang cukup besar terhadap sektor agribisnis. Menurutnya, aktivitas mobilitas pangan masih sangat bergantung pada transportasi sehingga perubahan biaya energi akan memengaruhi berbagai pihak yang terlibat dalam rantai pasok pangan. Mulai dari produsen, pelaku distribusi, hingga pedagang berpotensi menghadapi tambahan biaya operasional. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat mengurangi margin keuntungan yang selama ini diperoleh pelaku usaha. “Pasti dampaknya besar karena mobilitas pangan menggunakan transportasi yang membutuhkan BBM. Pada akhirnya biaya bertambah dan keuntungan pelaku usaha berkurang,” ujarnya, Kamis (18/6).

Hani menjelaskan dampak kenaikan BBM dapat dirasakan di sepanjang rantai agribisnis, mulai dari proses produksi, pascapanen, distribusi, hingga pemasaran. Setiap tahapan membutuhkan dukungan energi dan transportasi yang tidak sedikit sehingga perubahan harga BBM akan memengaruhi struktur biaya usaha. Namun demikian, menurutnya sektor distribusi diperkirakan menjadi bagian yang paling rentan terdampak karena berkaitan langsung dengan mobilitas barang dari sentra produksi menuju pasar. Semakin jauh jarak distribusi, semakin besar pula potensi kenaikan biaya yang harus ditanggung pelaku usaha. “Di dalam rantai pemasaran atau value chain, mulai dari produksi, pascapanen, distribusi hingga pemasaran pasti terdampak dengan adanya kenaikan BBM ini,” katanya.

Meski demikian, Hani menilai kenaikan biaya operasional tidak serta-merta diikuti oleh kenaikan harga pangan di tingkat konsumen. Pelaku usaha umumnya akan berupaya mempertahankan daya beli masyarakat dengan berbagai penyesuaian sebelum menaikkan harga jual produknya. Beberapa strategi yang kerap dilakukan antara lain menekan margin keuntungan, mengurangi ukuran produk, atau melakukan efisiensi pada proses usaha. Langkah tersebut dipilih untuk menghindari beralihnya konsumen ke produk lain yang lebih murah. “Kadang lebih mudah mengurangi kualitas atau ukuran produk daripada langsung menaikkan harga karena pelaku usaha juga mempertimbangkan respons konsumen,” jelasnya.

Menurut Hani, tekanan akibat kenaikan biaya energi berpotensi dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan rumah tangga berpendapatan rendah. Ia mencontohkan pelaku usaha pengolahan kopi yang menghadapi kenaikan berbagai biaya produksi, namun belum dapat menaikkan harga jual produknya karena mempertimbangkan kondisi pasar. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha sering kali harus menyerap sebagian beban kenaikan biaya agar tetap mampu mempertahankan pelanggan. Akibatnya, keuntungan yang diperoleh menjadi semakin terbatas. “Input produksi meningkat, tetapi pelaku usaha belum tentu bisa langsung menaikkan harga karena ada pertimbangan daya beli konsumen,” tuturnya.

Untuk mengurangi dampak gejolak harga energi terhadap sektor pangan, Hani menekankan pentingnya dukungan pemerintah yang tepat sasaran, khususnya bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah. Selain itu, penguatan produksi dalam negeri dan peningkatan kemandirian pangan perlu terus didorong agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi harga global. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan dari produksi domestik akan membantu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing nasional. Dengan demikian, dampak perubahan harga energi di pasar internasional dapat diminimalkan. “Ketika kita semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor, maka pengaruh fluktuasi harga global juga dapat ditekan,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Kompas

Artikel Harga BBM Naik, Distribusi Pangan Diperkirakan Sektor Paling Terdampak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/harga-bbm-naik-distribusi-pangan-diperkirakan-sektor-paling-terdampak/feed/ 0
Gandeng Mitra, Mahasiswa UGM Dampingi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Kakao di Dlingo Bantul https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-mitra-mahasiswa-ugm-dampingi-penguatan-kelembagaan-kelompok-tani-kakao-di-dlingo-bantul/ https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-mitra-mahasiswa-ugm-dampingi-penguatan-kelembagaan-kelompok-tani-kakao-di-dlingo-bantul/#respond Wed, 22 Apr 2026 07:24:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=92727 Pengembangan potensi produktivitas komoditas kakao di wilayah Dlingo, Bantul, masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada aspek kelembagaan dan pemasaran. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya nilai tambah yang diperoleh petani. Menjawab situasi tersebut, mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP), Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada melaksanakan program pendampingan melalui skema Merdeka Belajar Kampus Berdampak […]

Artikel Gandeng Mitra, Mahasiswa UGM Dampingi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Kakao di Dlingo Bantul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pengembangan potensi produktivitas komoditas kakao di wilayah Dlingo, Bantul, masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada aspek kelembagaan dan pemasaran. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya nilai tambah yang diperoleh petani. Menjawab situasi tersebut, mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP), Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada melaksanakan program pendampingan melalui skema Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) . Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Terong dengan melibatkan kelompok tani kakao setempat. Program difokuskan pada penguatan kapasitas sosial dan organisasi petani sebagai fondasi pengembangan kakao berkelanjutan.

Program pendampingan dipimpin oleh Salma Darajatun sebagai Person in Charge (PIC) bersama rekan tim mahasiswa lainnya yang terdiri dari Azarine Malika Zayyan, Aisya Alifarizki, dan Muhammad Rafi Gunadi. Pendampingan dirancang dengan pendekatan partisipatif agar petani terlibat aktif dalam setiap proses. Selain berfokus pada peningkatan produksi, kegiatan ini juga membidik penguatan sistem kelompok tani. “Kami ingin petani tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi memiliki kelembagaan yang kuat dan mampu mengambil keputusan secara mandiri,” ujar Salma dalam keterangan yang dikirim Rabu (22/4).

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa menggandeng PT Cipta Inovasi Berkelanjutan (Ailesh) sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan yang mengintegrasikan inovasi, komunikasi, serta prinsip keberlanjutan. Ailesh turut mendukung proses pendampingan melalui edukasi dan penguatan praktik pemberdayaan masyarakat. “Sinergi ini memperkaya perspektif mahasiswa dan petani dalam mengelola komoditas kakao. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem yang berkelanjutan di tingkat lokal,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan melalui berbagai kegiatan partisipatif, salah satunya Focus Group Discussion (FGD). Melalui forum ini, petani bersama mahasiswa dan mitra mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang pengembangan kakao. Proses ini menjadi ruang untuk menggali aspirasi sekaligus merumuskan solusi bersama. Petani dilibatkan sebagai subjek utama dalam proses perencanaan dan implementasi program. Hasil diskusi menjadi dasar pengembangan strategi penguatan kelembagaan dan pemasaran kakao.

Dari hasil FGD, teridentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi petani kakao di Dlingo. Permasalahan meliputi serangan hama dan penyakit tanaman, keterbatasan air, hingga kebutuhan bibit yang belum terpenuhi secara optimal. Selain itu, sistem pemasaran yang belum terorganisir membuat nilai jual kakao masih rendah. Kepercayaan petani terhadap sistem pemasaran kolektif juga masih perlu diperkuat. Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam perumusan program pendampingan lanjutan.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Jasema, Sugiyono, menyampaikan optimismenya terhadap pengembangan kakao di wilayah tersebut. Ia menilai potensi kakao di Dlingo masih dapat ditingkatkan jika dikelola dengan baik. Pengalaman dari daerah lain menjadi referensi bagi petani untuk berkembang. Semangat petani untuk belajar dan beradaptasi juga terus meningkat. “Harapannya ke depan, hasil kakao di sini bisa meningkat hingga skala kuintal bahkan ton,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Rohmat Hidayat, menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan sistem pemasaran. Ia menilai persoalan utama tidak hanya terletak pada budidaya, tetapi juga pada nilai jual produk. Rohmat menegaskan upaya penguatan kelembagaan menjadi kunci untuk mendorong pemasaran kolektif yang lebih efektif. Dukungan dari BPP diharapkan mampu memperkuat program pendampingan yang telah berjalan. “Ke depan, perlu dibangun kelembagaan yang kuat dan terbuka agar petani mampu meningkatkan nilai jual kakao,” jelasnya.

Melalui program MBKB ini, mahasiswa UGM tidak hanya memberikan pendampingan awal, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan. Sinergi antara mahasiswa, mitra, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat sistem pertanian lokal. Program ini menjadi contoh nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi wilayah. Penguatan kapasitas dan kelembagaan menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing petani. Dengan upaya yang konsisten, kakao Dlingo diharapkan mampu berkembang sebagai komoditas unggulan yang berkelanjutan.

Reportase : Aisya Alifarizki

Penulis      : Triya Andriyani

Foto          : Dok.Tim

Artikel Gandeng Mitra, Mahasiswa UGM Dampingi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Kakao di Dlingo Bantul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-mitra-mahasiswa-ugm-dampingi-penguatan-kelembagaan-kelompok-tani-kakao-di-dlingo-bantul/feed/ 0
Godzilla El Nino Ancam Pertanian Indonesia, Pakar UGM ungkap Dampak dan Strategi Mitigasi https://ugm.ac.id/id/berita/godzilla-el-nino-ancam-pertanian-indonesia-pakar-ugm-ungkap-dampak-dan-strategi-mitigasi/ https://ugm.ac.id/id/berita/godzilla-el-nino-ancam-pertanian-indonesia-pakar-ugm-ungkap-dampak-dan-strategi-mitigasi/#respond Thu, 02 Apr 2026 07:48:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=92092 Fenomena El Nino kembali menjadi perhatian global seiring meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia. Dalam beberapa waktu terakhir, istilah ‘Godzilla El Nino’ semakin sering digunakan untuk menggambarkan intensitas El Nino yang sangat kuat. Kondisi ini diperkirakan membawa dampak signifikan bagi negara-negara tropis, termasuk Indonesia, yang sangat […]

Artikel Godzilla El Nino Ancam Pertanian Indonesia, Pakar UGM ungkap Dampak dan Strategi Mitigasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fenomena El Nino kembali menjadi perhatian global seiring meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia. Dalam beberapa waktu terakhir, istilah ‘Godzilla El Nino’ semakin sering digunakan untuk menggambarkan intensitas El Nino yang sangat kuat. Kondisi ini diperkirakan membawa dampak signifikan bagi negara-negara tropis, termasuk Indonesia, yang sangat bergantung pada kestabilan musim. Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan karena ketergantungannya pada ketersediaan air. Kekeringan berkepanjangan berpotensi menurunkan produktivitas sekaligus mengganggu ketahanan pangan nasional.

Menanggapi fenomena ini, Guru Besar bidang Agroklimatologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, menjelaskan bahwa El Nino merupakan bagian dari siklus iklim yang telah berlangsung lama. Namun, perubahan iklim global membuat pola kemunculannya semakin dinamis dan sulit diprediksi. Ia menilai bahwa istilah ‘Godzilla El Nino’ merujuk pada intensitas yang jauh lebih kuat dari biasanya. Kondisi ini membawa konsekuensi serius bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada air. “El Nino itu sebenarnya siklus alami, sudah lama terjadi. Tapi sekarang polanya terasa makin cepat karena pemanasan global. Nah, kalau intensitasnya sudah sangat kuat, dampaknya pasti terasa ke pertanian, terutama dari sisi produksi,” jelas Bayu, Kamis (2/4).

Dampak tersebut, menurut Bayu, paling terasa pada komoditas pangan utama yang membutuhkan air dalam jumlah besar. Tanaman seperti padi dan jagung menjadi sangat rentan karena fase pertumbuhannya bergantung pada kecukupan air. Ketika suplai air menurun, tanaman tidak dapat berkembang secara optimal. Dalam kondisi ekstrem, tanaman bahkan berpotensi mengalami kerusakan permanen. “Padi dan jagung ini paling terasa dampaknya karena butuh air cukup banyak. Kalau airnya kurang, pertumbuhannya terganggu, bahkan bisa berujung gagal panen,” tuturnya.

Kerentanan ini kemudian berlanjut pada risiko jangka pendek yang langsung dihadapi petani di lapangan. Penurunan ketersediaan air menyebabkan hasil panen menurun dan kualitas produksi ikut terdampak. Bayu menuturkan situasi ini berimbas pada pendapatan petani yang sangat bergantung pada hasil panen. Di sisi lain, biaya produksi yang telah dikeluarkan berpotensi tidak kembali. “Kalau kekeringan terjadi setelah tanam, petani bisa gagal panen. Artinya, biaya yang sudah dikeluarkan itu tidak kembali dan jadi kerugian,” kata Bayu.

Menghadapi kondisi tersebut, Bayu menekankan langkah mitigasi di tingkat petani menjadi semakin penting untuk menekan risiko kerugian. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah memperkuat komunikasi antara petani dan penyuluh pertanian. Akses informasi mengenai kondisi cuaca dan pilihan varietas tanaman menjadi faktor penentu dalam strategi budidaya. Pendampingan yang intensif membantu petani menyesuaikan praktik di lapangan. “Kuncinya ada di komunikasi petani dan penyuluh. Kalau informasinya jelas, petani bisa ambil keputusan yang lebih tepat di lapangan,” terangnya.

Upaya adaptasi ini, menurut Bayu, sebenarnya sudah didukung oleh pengalaman Indonesia dalam menghadapi fenomena El Nino pada periode sebelumnya. Bahkan berbagai program telah dijalankan untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk penguatan infrastruktur dan teknologi pertanian. Inovasi seperti irigasi hemat air dan pengembangan varietas tahan kekeringan terus dikembangkan. Selain itu, informasi cuaca kini semakin mudah diakses secara real time. “Sebenarnya kita sudah punya pengalaman di tahun 2024, misalnya lewat pompanisasi dan inovasi irigasi tetes. Varietas tahan kekeringan juga sudah dikembangkan, tinggal dimanfaatkan dengan baik,” papar Bayu.

Meski demikian, efektivitas berbagai upaya tersebut tetap bergantung pada kapasitas adaptasi petani di lapangan. Ia menekankan peran penyuluh menjadi penting dalam menjembatani inovasi dengan praktik pertanian sehari-hari. Pendampingan yang berkelanjutan membantu petani memahami dan menerapkan teknologi secara tepat. Dengan dukungan tersebut, petani dapat lebih siap menghadapi kondisi iklim ekstrem. “Peran penyuluh ini penting sekali, terutama saat petani menghadapi kekeringan panjang seperti sekarang,” tegasnya.

Dalam konteks kebijakan, langkah strategis perlu dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga terkait. Penyediaan informasi yang akurat hingga ke tingkat desa menjadi krusial dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Di sisi lain, inovasi teknologi pertanian perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan sektor pangan. Bayu menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi. “Pemerintah melalui BMKG perlu memberikan early warning yang akurat hingga level desa, sementara perguruan tinggi harus terus didorong untuk menghasilkan inovasi varietas tahan kekeringan supaya dampak El Nino bisa ditekan,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Dok.Pribadi

Artikel Godzilla El Nino Ancam Pertanian Indonesia, Pakar UGM ungkap Dampak dan Strategi Mitigasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/godzilla-el-nino-ancam-pertanian-indonesia-pakar-ugm-ungkap-dampak-dan-strategi-mitigasi/feed/ 0
Rektor UGM Beri Penghargaan untuk 86 Insan Berprestasi https://ugm.ac.id/id/berita/86-penghargaan-untuk-insan-insan-ugm-berprestasi-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/86-penghargaan-untuk-insan-insan-ugm-berprestasi-2024/#respond Thu, 14 Nov 2024 07:33:46 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72826 Universitas Gadjah Mada kembali memberikan Anugerah Insan Berprestasi tahun 2024. Sebanyak 86 penghargaan diberikan kepada para alumni, dosen, mahasiswa, unit kerja, maupun tenaga kependidikan yang telah memberikan kontribusi dan kinerja terbaiknya sehingga memberi manfaat bagi Universitas dan berdampak bagi masyarakat luas. Dari 86 orang penerima penghargaan terdiri dari 5 pemenang kategori penghargaan Bidang Publikasi Terbaik, […]

Artikel Rektor UGM Beri Penghargaan untuk 86 Insan Berprestasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali memberikan Anugerah Insan Berprestasi tahun 2024. Sebanyak 86 penghargaan diberikan kepada para alumni, dosen, mahasiswa, unit kerja, maupun tenaga kependidikan yang telah memberikan kontribusi dan kinerja terbaiknya sehingga memberi manfaat bagi Universitas dan berdampak bagi masyarakat luas. Dari 86 orang penerima penghargaan terdiri dari 5 pemenang kategori penghargaan Bidang Publikasi Terbaik, 7 pemenang kategori Penghargaan Bidang Penelitian, 3 penghargaan untuk dosen Berprestasi Inspiratif Tingkat UGM, dan 7 penghargaan untuk bidang Pengabdian kepada Masyarakat.

Penghargaan diberikan pula untuk 3 dosen Pengembang Inovasi Konten Pembelajaran Daring melalui Video Diseminasi Ilmu Pengetahuan (Direktorat KIA), 3 Dosen Pengembang Inovasi Pembelajaran Daring Melalui MOOC dalam platform UGM ONLINE (Direktorat KIA), 3 Program Studi Pascasarjana dengan Perencanaan dan Pengembangan Modular Course (Direktorat KIA), Kategori Kaprodi Penggerak MBKM (Direktorat Pendidikan dan Pengajaran), 10 Kategori Program Studi Calon Penerima PDDIKTI AWARD 2024 Tingkat Universitas (Direktorat Pendidikan dan Pengajaran), 18 Tenaga Kependidikan Berprestasi (Inspiratif) Tingkat UGM, 3 PPID Pelaksanan Terbaik dalam Evaluasi dan Monitoring Layanan Informasi Publik UGM Tahun 2024, dan 16 Mahasiswa Berprestasi.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Sp.OG (K)., Ph.D mengatakan penhargaan insan berpretasi ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan apresiasi kepada para alumni, dosen, mahasiswa, unit kerja, tenaga kependidikan yang telah memberi kontribusi terbaiknya untuk Universitas Gajah Mada. Sebagai pimpinan UGM, ia merasa berbahagia karena semua yang hadir secara luring dan daring menjadi saksi penyerahan kurang lebih ada 89 penghargaan untuk insan UGM berprestasi. “Saya mengucapkan selamat sekaligus terima kasih kepada seluruh peserta baik dosen, peneliti, tenaga kependidikan, alumni, mahasiswa yang telah berpartisipasi ataupun kemudian menjadi kandidat yang diusulkan untuk mengikuti ajang insan UGM berprestasi,” ujarnya di Grha Sabha Pramana, Rabu malam (13/11).

Ova meyakini semua yang sudah menjadi peserta dan diusulkan adalah orang-orang terpilih di bidangnya. Bagi yang belum menerima penghargaan, Rektor berharap untuk tidak merasa kecewa karena masih ada kesempatan-kesempatan berikutnya bagi upaya mengembangkan kapasitas diri. “Tentunya pada malam hari ini mudah-mudahan apa yang diterima oleh Ibu dan Bapak sebagai pemenang akan menjadi atau mendorong untuk mewujudkan tanggung jawab baru sebagai Suri Tauladan yang perlu menginspirasi dan memotivasi rekan sejawat lainnya, ataupun kalau mahasiswa-mahasiswa lainnya agar senantiasa dapat bergerak bersama menjadi satu kekuatan Universitas Gajah Mada,” imbuhnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si turut memberikan apresiasi kepada para mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan yang telah berprestasi di berbagai bidang. Arie menyebut pemberian penghargaan merupakan cara Universitas Gadjah Mada merekognisi atas peran semua civitas akademika dalam mendedikasikan pengetahuan, tenaga, pikiran sehingga Unitas Gadjah Mada terus berperan, dan mampu membangun serta berkontribusi untuk bangsa. “Selamat kepada bapak ibu, adik-adik mahasiswa, anugerah ini diberikan kepada semua yang berprestasi, dan ini sebetulnya sudah dikerjakan sejak tahun 2006,” katanya.

Sebagai Ketua Panitia Dies Natalis ke-75 dan lustrum ke-15 Universitas Gadjah Mada, Arie berharap pemberian penghargaan Insan UGM Berprestasi mampu menginspirasi yang lain yang tersebar di Indonesia bahkan dunia. Berbagai prestasi ini juga diharapkan akan menginspirasi buat civitas akademika Universitas Gadjah Mada untuk terus berinovasi di dalam memperkuat nilai kebangsaan dan keadaban. “Tentu akan berpengaruh buat perkembangan pertumbuhan dan kekuatan bangsa ini. Sekali lagi selamat kepada para penerima penghargaan, semoga terus berkarya bagi bangsa dan negara, dan untuk UGM agar selalu unggul dan berdaya saing,” pintanya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto     : Donnie

Artikel Rektor UGM Beri Penghargaan untuk 86 Insan Berprestasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/86-penghargaan-untuk-insan-insan-ugm-berprestasi-2024/feed/ 0
Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/#respond Wed, 23 Oct 2024 04:16:54 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71895 Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam lomba Agritech Innovations Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya pada 20 Oktober lalu. Tim mahasiswa Fapet UGM terdiri dari Bangkit Setiyoko sebagai Ketua Tim, dan Anjeli Astriani serta Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai anggota ini  berhasil menyabet gelar juara 1 […]

Artikel Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam lomba Agritech Innovations Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya pada 20 Oktober lalu. Tim mahasiswa Fapet UGM terdiri dari Bangkit Setiyoko sebagai Ketua Tim, dan Anjeli Astriani serta Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai anggota ini  berhasil menyabet gelar juara 1 dalam cabang lomba Esai. Selain mendapat juara 1, tim yang mendapat bimbingan Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng ini juga berhasil menyabet gelar sebagai Best Presentation dan Best Paper

Dalam lomba tersebut, tim UGM mengangkat esai yang berkaitan dengan tema lomba, yakni Innovating the Future: Pioneering Sustainable Agricultural Technology for a Resilient Future. Adapun sub tema yang dilombakan antara lain Inovasi Pangan Lokal, Ketahanan Pangan, Inovasi Bioteknologi Pangan, Sistem Pertanian Berkelanjutan, Peran loT dalam Pertanian Cerdas dan Inovasi Teknik Irigasi Pertanian.

Bangkit Setiyoko, mengatakan tema dipilih untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas serta inovasi mahasiswa seluruh Indonesia di bidang teknologi pertanian sebagai wadah mengeksplorasi dan mempresentasikan ide-ide inovatif. Dengan tema tersebut diharapkan mampu berkontribusi pada perkembangan teknologi pertanian, serta untuk memajukan pengetahuan dan aplikasi teknologi pertanian di Indonesia.

Adapun tim UGM menawarkan ide tentang inovasi solusi revolusioner untuk menjaga kesegaran dan kualitas hasil produksi pascapanen secara optimal. Produk ini menggabungkan teknologi nano dalam bentuk edible coating (bagian yang dapat dimakan) dengan sistem Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning untuk memberikan pemantauan langsung dan real-time terhadap kondisi buah dan sayuran,”jelasnya.

Sistem AI dan Machine Learning, kata Bangkit, mampu memantau perubahan kondisi buah-buahan secara langsung, mengenali pola perubahan seiring waktu, dan memberikan informasi real-time melalui aplikasi seluler terhubung. Produsen maupun konsumen dapat dengan mudah memantau umur simpan, kandungan nutrisi, tingkat kematangan, dan perubahan yang mengindikasikan kerusakan buah dan sayur. “Produk pertanian adalah produk yang mudah rusak . Jika tidak ditangani dengan baik, produk pertanian akan cepat mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Maka dari itu kami mengembangkan SmarSeal sebagai solusi atas permasalahan ini,” terangnya.

Ia menambahkan inovasi SmarSeal dilengkapi dengan teknologi AI dan Machine Learning  yang dapat diakses melalui Android maupun iOS. Melalui pengembangan teknologi yang berkembang saat ini, petani tidak perlu khawatir akan penurunan kuantitas dan kualitas dari produk pascapanen mereka. “SmartSeal menciptakan lapisan pelindung yang efektif dalam memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas produk pertanian. SmartSeal tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDGs,” paparnya.

Reportase  : Satria/Humas Fapet

Penulis       : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/feed/ 0
Fakultas Pertanian UGM Terima Penghargaan sebagai Mitra Strategis dari Kabupaten Sleman https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-ugm-terima-penghargaan-sebagai-mitra-strategis-dari-kabupaten-sleman/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-ugm-terima-penghargaan-sebagai-mitra-strategis-dari-kabupaten-sleman/#respond Fri, 16 Aug 2024 03:22:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69467 Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Gadjah Mada memperoleh penghargaan sebagai Mitra Strategis Pengembangan Sumber Daya Manusia Petani Milenial dari Kabupaten Sleman. Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Sleman, Dra. Kustini Sri Purnomo kepada Dody Kastono, S.P., M.P., selaku ketua Tim Pemberdayaan Fakultas Pertanian UGM, di Gedung Serbaguna Sleman belum lama ini dalam acara Akselerasi 1000 Petani Milenial […]

Artikel Fakultas Pertanian UGM Terima Penghargaan sebagai Mitra Strategis dari Kabupaten Sleman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Gadjah Mada memperoleh penghargaan sebagai Mitra Strategis Pengembangan Sumber Daya Manusia Petani Milenial dari Kabupaten Sleman. Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Sleman, Dra. Kustini Sri Purnomo kepada Dody Kastono, S.P., M.P., selaku ketua Tim Pemberdayaan Fakultas Pertanian UGM, di Gedung Serbaguna Sleman belum lama ini dalam acara Akselerasi 1000 Petani Milenial Sleman Menuju Hilirisasi Produk Pertanian.

Dengan penghargaan ini, Bupati Sleman berharap agar kelompok petani milenial Kabupaten Sleman dapat berperan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Ketua Petani Milenial Komda Sleman, Taufiq Mawadani, berharap agar produk petani milenial menjadi produk utama yang dicari di DIY maupun Indonesia, sehingga hilirisasi produk menjadi fokus utama.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian UGM, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P menyatakan petani milenial perlu memahami dan memiliki kemampuan yang cukup dalam pencatatan keuangan usaha pertanian. Hal tersebut tentunya akan dapat dicapai melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Scaling-Up Intervention (YESS-SI) yang akan dilakukan di Kabupaten Sleman mulai tahun 2025.

“Petani milenial perlu menyadari dan memahami betapa pentingnya pengaturan keuangan usaha pertanian dalam rangka mengatur pencicilan kredit usaha rakyat (KUR). Nantinya, petani milenial yang tergabung dalam program YESS-SI akan mendapatkan fasilitas pelatihan,” ujarnya di Faperta UGM, jumat (15/8).

Menurutnya keterlibatan Fakultas Pertanian UGM dalam pemberdayaan ekonomi petani milenial di Kabupaten Sleman menjadi wujud tingginya komitmen untuk mencapai kehidupan berkelanjutan tanpa Kemiskinan dan menuju pada kehidupan yang sehat dan sejahtera.

Reportase : Hanita Athasari Zain

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Fakultas Pertanian UGM Terima Penghargaan sebagai Mitra Strategis dari Kabupaten Sleman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-ugm-terima-penghargaan-sebagai-mitra-strategis-dari-kabupaten-sleman/feed/ 0
Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/ https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/#respond Sat, 10 Aug 2024 11:36:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69202 Transformasi penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, dan komunikasi pembangunan memainkan peran kunci dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kondisi SDM yang dihadapi Indonesia baik secara teknis maupun sosial tentunya masih menjadi kendala. Kurangnya jumlah tenaga penyuluh yang berkualitas dan terlatih menjadikan persoalan ini harus diselesaikan dengan segera. Guru Besar […]

Artikel Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Transformasi penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, dan komunikasi pembangunan memainkan peran kunci dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kondisi SDM yang dihadapi Indonesia baik secara teknis maupun sosial tentunya masih menjadi kendala. Kurangnya jumlah tenaga penyuluh yang berkualitas dan terlatih menjadikan persoalan ini harus diselesaikan dengan segera.

Guru Besar Bidang Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S., menyatakan penyuluhan di Indonesia saat ini menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai efektivitas yang optimal. Tantangan utama yaitu keterbatasan akses dan infrastruktur, mengingat di beberapa daerah, terutama yang terpencil atau terisolasi, akses terhadap penyuluhan sering kali terbatas karena infrastruktur yang kurang memadai. “Terbatasnya infrastruktur membuat sulitnya mencapai masyarakat yang membutuhkan penyuluhan. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan bahasa yang besar, ini bisa menjadi tantangan dalam menyampaikan pesan penyuluhan secara efektif kepada berbagai kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan dan pemahaman yang berbeda”, katanya pada Seminar Nasional Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan yang bertajuk Transformasi Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Komunikasi Pembangunan dalam Penyiapan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas, di UC UGM, Kamis (8/8).

Sunaru mengungkapkan penyuluh terkadang harus mencakup wilayah yang luas dengan jumlah sumber daya manusia yang terbatas. Sementara mengubah perilaku masyarakat seringkali merupakan tantangan yang besar dalam penyuluhan. Beberapa masyarakat bahkan mungkin memiliki praktik atau kebiasaan tertentu yang begitu sulit untuk diubah meski telah diberikan informasi yang memadai. “Tingkat literasi yang rendah dan kurangnya akses terhadap pendidikan formal juga menjadi tantangan tersendiri dalam penyampaian informasi yang efektif. Masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah mungkin kesulitan dalam memahami pesan-pesan penyuluhan yang disampaikan dalam bentuk tulisan maupun media cetak lainnya”, ungkapnya.

Seminar Nasional yang diselenggarakan Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Magister dan Doktoral Sekolah Pascasarjana UGM dalam rangka purna tugas Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S, ini menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S., Staf Khusus Menko PMK RI selaku Keynote speech, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek (daring) dan Dr. Ramadani Saputra, S.ST., M.EP., selaku Ketua Kelompok Penyelenggara Penyuluhan.

Ravik Karsidi menyampaikan komunikasi pembangunan berbasis data menjadi hal sangat penting saat ini. Sudah seharusnya pihak terkait memanfaatkan data dan informasi yang akurat dan terpercaya untuk mendukung komunikasi pembangunan yang efektif. Pengumpulan, analisis, dan penyajian data yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan dan membangun kesadaran masyarakat tentang isu-isu pembangunan sangat perlu untuk dilakukan.

Penyuluhan atau pemberdayaan  Masyarakat, menurutnya, sudah seharusnya beradaptasi  dengan dengan kemajuan teknologi digital. Percepatan Pembangunan infrastruktur teknologi informasi menjadi prasyarat utama untuk peningkatan kualitas pembelajaran  dan akses. “Penyuluhan harus mengubah pendekatan pembelajaran kearah student Student Centered Learning. Konten pembelajaran menjadi public domain dan teknologi informasi memungkinkan percepatan untuk penguasaan materi pembelajaran,” jelasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/feed/ 0
Fapet UGM-NLU HCMC Vietnam Kerja Sama Adakan The 5th International Joint Graduate Seminar on Animal and Agricultural Sciences https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-nlu-hcmc-vietnam-kerja-sama-adakan-the-5th-international-joint-graduate-seminar-on-animal-and-agricultural-sciences/ https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-nlu-hcmc-vietnam-kerja-sama-adakan-the-5th-international-joint-graduate-seminar-on-animal-and-agricultural-sciences/#respond Fri, 05 Jul 2024 09:23:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65870 Sebanyak 21 mahasiswa program doktoral, magister, dan insinyur dari Fakultas Peternakan bersama 10 mahasiswa dari Nong Lam University-Ho Chi Minh City (NLU-HCMC) mengikuti The 5th International Joint Graduate Seminar on  Animal and Agricultural Sciences, 1-4 Juli 2024. Forum yang menggandeng Japfa Comfeed Vietnam itu menyoroti komitmen kedua institusi untuk memajukan ilmu pertanian melalui kerja sama […]

Artikel Fapet UGM-NLU HCMC Vietnam Kerja Sama Adakan The 5th International Joint Graduate Seminar on Animal and Agricultural Sciences pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 21 mahasiswa program doktoral, magister, dan insinyur dari Fakultas Peternakan bersama 10 mahasiswa dari Nong Lam University-Ho Chi Minh City (NLU-HCMC) mengikuti The 5th International Joint Graduate Seminar on  Animal and Agricultural Sciences, 1-4 Juli 2024.

Forum yang menggandeng Japfa Comfeed Vietnam itu menyoroti komitmen kedua institusi untuk memajukan ilmu pertanian melalui kerja sama internasional serta menjanjikan masa depan yang lebih cerah untuk penelitian dan inovasi di bidang tersebut.

Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., yang ikut mendampingi para mahasiswa menuturkan kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi riset dan persahabatan antar akademisi di Indonesia maupun Vietnam.

“Seminar ini menampilkan presentasi yang mencakup berbagai topik terkait praktik pertanian berkelanjutan dan kesejahteraan hewan,” papar Budi Guntoro, didampingi Ketua Panitia IJGS 2024, Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Jumat (5/7).

Dekan sangat berharap dengan kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi riset dan persahabatan antar akademisi di Indonesia maupun Vietnam. Mengangkat tema tentang peternakan serta dampaknya terhadap lingkungan, para peserta dari Fapet UGM dan Nong Lam University (NLU) pun terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengetahuan.

“Seminar ini menampilkan presentasi yang mencakup berbagai topik terkait praktik peternakan berkelanjutan serta kesejahteraan hewan,”papar Budi Guntoro

Sejumlah dosen dari Fakultas Peternakan UGM yang ikut mendampingi para mahasiswa diantaranya Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra,  S.Pt., M.Sc. Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., IPU., Prof. Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agr., Ph.D., IPM., dan Dr. Ir. Suci Paramitasari Syahlani, M.M., IPM.

Penulis: Satria

Foto: Panitia

Artikel Fapet UGM-NLU HCMC Vietnam Kerja Sama Adakan The 5th International Joint Graduate Seminar on Animal and Agricultural Sciences pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-nlu-hcmc-vietnam-kerja-sama-adakan-the-5th-international-joint-graduate-seminar-on-animal-and-agricultural-sciences/feed/ 0
Tim PKM-PM DryFarm UGM Kembangkan Transformasi Pertanian Presisi 3E https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-dryfarm-ugm-kembangkan-transformasi-pertanian-presisi-3e/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-dryfarm-ugm-kembangkan-transformasi-pertanian-presisi-3e/#respond Thu, 04 Jul 2024 06:56:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65762 Kebutuhan pangan saat ini menjadi poin sangat krusial. Hal ini disebabkan karena persediaan kebutuhan pangan di dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Laporan Neraca Bahan Makanan yang dikeluarkan oleh Badan Pangan Nasional menyatakan hingga saat ini semua kebutuhan pangan strategis di Indonesia belum dapat dipenuhi dengan produksi domestik. Sejumlah pangan utama masih harus impor. […]

Artikel Tim PKM-PM DryFarm UGM Kembangkan Transformasi Pertanian Presisi 3E pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kebutuhan pangan saat ini menjadi poin sangat krusial. Hal ini disebabkan karena persediaan kebutuhan pangan di dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Laporan Neraca Bahan Makanan yang dikeluarkan oleh Badan Pangan Nasional menyatakan hingga saat ini semua kebutuhan pangan strategis di Indonesia belum dapat dipenuhi dengan produksi domestik. Sejumlah pangan utama masih harus impor.

Ngawis, Gunungkidul merupakan salah satu daerah pemasok kebutuhan pangan seperti padi, kacang-kacangan, jagung, dan cabai cukup banyak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan ketua Karang Taruna Harapan Jaya di Dusun Ngawis 2 didapati sejumlah permasalahan pertanian yang menjadi keluhan para mitra.

Permasalahan tersebut mulai dari masalah hama, menurunnya produktivitas lahan, kekeringan, metode pemupukan dan manajemen pemeliharaan tanaman yang masih sederhana, hingga sistem pertanian yang belum modern.

Berbagai permasalahan tersebut tentunya memerlukan solusi karena Dusun Ngawis 2 memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang bisa dikembangkan menjadi lebih baik. Karenanya dusun ini sangat mengharapkan solusi dan penyuluhan dari pihak luar yang bisa membantu mengurai permasalahan pertanian di Dusun Ngawis 2.

“Saat ini permasalahan pertanian yang sedang dihadapi mulai dari hama, manajemen pertanian, kekeringan, hingga sistem pertanian yang masih tradisional. Kami sangat berharap adanya penyuluhan dari pihak luar agar bisa mengubah ini semua dan bisa mendatangkan sumber bisnis tambahan bagi kami,” ujar Sutar selaku anggota Karang Taruna Harapan Jaya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada bersama mitra Karang Taruna Harapan Jaya mengembangkan transformasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang berjudul “Drylands Farming“: Penguatan Potensi Karang Taruna Berbasis Agroedutainment and Smart Innovation Menuju Transformasi Pertanian Presisi 3E di Dusun Ngawis, Gunungkidul.

Tim ini beranggotakan Faris Ariwibowo, Awaliyatul Mukaromah, Sofi, Adry Aqwam Thoriq (Mahasiswa Fakultas Peternakan), Ana Nur Fauziah  (Mahasiswa Teknologi Pertanian), dan Vania Zerlin Azaria (Mahasiswa Fakultas Pertanian). Dengan dosen pendamping Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng, dosen Fakultas Peternakan, Departemen Sosial Ekonomi Peternakan.

Faris Ariwibowo selaku ketua Tim PKM-PM mengatakan para mahasiswa UGM dalam program ini berusaha mengembangkan sistem pertanian di Dusun Ngawis 2 melalui pemberdayaan Karang Taruna berbasis agroedutainment dan smart innovation sebagai agen of change. Dengan pemberdayaan yang dilakukan diharapkan mampu membawa perubahan kedepannya sekaligus seiring dengan tujuan pembangunan  berkelanjutan (SDGs). Saat melakukan survei lokasi, dia menyampaikan hadirnya smart innovation melalui penciptaan inovasi smart bag fertinnovation and sprinkler application diharapkan akan memudahkan masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian di Dusun Ngawis 2 dengan efektif, efisien, dan ekonomis.

“Dengan keberlanjutan program ini tentunya akan membuka kemungkinan adanya pembuatan usaha konveksi smart bag fertinnovation dan juga penjualan pupuk kompos mandiri, sehingga akan mampu menjadi usaha tambahan bagi masyarakat dan mitra,” ujar Faris, di Kampus UGM, Kamis (4/7).

Menurut Faris skala prioritas yang perlu dilakukan adalah menghadirkan penguatan potensi karang taruna berbasis agroedutainment dan smart innovation. Kegiatan agroedutainment terdiri dari program pelatihan pengolahan lahan, penanaman, pengecekan kondisi tanah, metode pemupukan, irigasi, pembuatan pupuk kompos mandiri, praktik pembuatan inovasi, dan pemanenan.

Data BPS tahun 2021 menyebut Kecamatan Karangmojo memiliki luas lahan produktif sekitar 2.021 hektare. Luas lahan ini mencakup lahan yang ada di Dusun Ngawis 2. Dengan program drylands farming yang terdiri dari kegiatan agroedutainment sebagai penguatan potensi karang taruna diharapkan dapat membentuk jiwa entrepreneur sebagai modal peningkatan taraf hidup masyarakat dan mitra.

“Keterlibatan anggota karang taruna dalam hal ini Karang Taruna Harapan Jaya yang memiliki usia produktif akan menciptakan sumber daya manusia yang unggul, meningkatkan segi ekonomi, dan mengenalkan inovasi yang tepat guna sebagai upaya peralihan menuju pertanian yang modern. Tercapainya sistem pertanian presisi 3E (efisien, efektif, dan ekonomis) dimungkinkan mempermudah bagi masyarakat mitra dalam mengembangkan potensi pertanian yang lebih baik,” paparnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Tim PKM-PM DryFarm UGM Kembangkan Transformasi Pertanian Presisi 3E pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-dryfarm-ugm-kembangkan-transformasi-pertanian-presisi-3e/feed/ 0