SDG 4: Pendidikan Berkualitas Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/sdg-4-pendidikan-berkualitas/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sat, 29 Aug 2026 03:30:33 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.12 Peneliti UGM Ungkap Potensi Kolagen Kulit Kambing dan Domba untuk Antioksidan dan Penurun Tensi  https://ugm.ac.id/id/berita/peneliti-ugm-ungkap-potensi-kolagen-kulit-kambing-dan-domba-untuk-antioksidan-dan-penurun-tensi/ https://ugm.ac.id/id/berita/peneliti-ugm-ungkap-potensi-kolagen-kulit-kambing-dan-domba-untuk-antioksidan-dan-penurun-tensi/#respond Sat, 29 Aug 2026 03:26:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97073 Kulit kambing dan domba sering digunakan sebagai bahan baku bagi industri penyamakan kulit untuk diolah menjadi kulit tersamak (leather) yang diolah menjadi produk kerajinan kulit dari produk sandang, aksesoris fashion hingga furniture. Namun di tangan Dosen Peternakan UGM, kolagen yang terkandung dalam kulit tersebut mampu diolah menjadi bahan Oligopeptida yang mempunyai kemampuan sebagai agen antihipertensi […]

Artikel Peneliti UGM Ungkap Potensi Kolagen Kulit Kambing dan Domba untuk Antioksidan dan Penurun Tensi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kulit kambing dan domba sering digunakan sebagai bahan baku bagi industri penyamakan kulit untuk diolah menjadi kulit tersamak (leather) yang diolah menjadi produk kerajinan kulit dari produk sandang, aksesoris fashion hingga furniture. Namun di tangan Dosen Peternakan UGM, kolagen yang terkandung dalam kulit tersebut mampu diolah menjadi bahan Oligopeptida yang mempunyai kemampuan sebagai agen antihipertensi dan antioksidan. “Kolagen yang diisolasi dari Kulit kambing dan domba dapat menghasilkan Oligopeptida yang mempunyai kemampuan sebagai agen antihipertensi dan antioksidan,” kata Guru Besar Fakultas Peternakan UGM bidang teknologi hasil ternak Prof. Yuny Erwanto, Sabtu (29/8).

Alsan Yuny memilih sumber kolagen dari kulit domba dan kambing dikarenakan sumber bahan tersebut populer di masyarakat karena sebagai sumber daging yang banyak dikonsumsi. Sementara pengolahan kulit kambing dan domba selama ini lebih banyak digunakan sebagai bahan baku penyamakan. “Potensi hasil ikutan berapa kulit sebagai kolagen akan memberikan nilai tambah bagi usaha pemotongan kambing dan domba,” jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk mendapatkan senyawa oligopeptida dari kolagen kulit kambing dan domba ini diisolasi dengan berbagai metode kemudian dilakukan proses hidrolisis dengan enzim pencernaan manusia. Selanjutnya, hasil pemotongan oligopeptida menjadi rantai pendek inilah yang kemudian mampu menghambat kerja Angiotensin Converting Enzyme yaitu Enzim yang merubah angiotensin 1 menjadi angiotensin 2 yang memicu tekanan darah tinggi. “Apabila kerja enzim ini dihambat dengan Oligopeptida maka bersamaan akan menurunkan tekanan darah,” paparnya.

Menurutnya, potensi pemurnian kolagen menjadi Oligopeptida punya peluang besar sebagai terapi gangguan tekanan darah tinggi melalui mekanisme biologis karena merupakan bahan natural yang tidak memberikan efek samping sebagaimana obat kimia selama ini.

Atas hasil penelitiannya ini, Yuny diundang oleh Jining medical University, Jining, Shandong Province, China sebagai Pembicara Utama dalam acara The 2026 International Symposium on Functional Foods and Health Promotion 25-26 Agustus 2026. Selain Yuny, Guru Besar Farmasi UGM, Prof Abdul Rohman menyampaikan presentasi terkait dengan pengembangan metode analisis untuk autentifikasi pangan.

Dekan School of Public Health Jining Medical University Prof. Leen Li menyambut baik dan mengapresiasi materi yang disampaikan oleh dua pakar UGM tersebut. Dekan Leen Li menegaskan Pemerintah Provinsi Shandong memberikan dukungan penuh untuk pengembangan pangan functional masa depan yang sangat dinantikan untuk mendukung gaya hidup sehat. Usai pelaksanaan Symposium dilanjutkan diskusi dan permintaan dukungan pada pakar UGM terkait rencana pembentukan laboratorium deteksi halal yang ingin dibangun oleh Kampus tersebut.

Seperti diketahui, Provinsi Shandong merupakan daerah pertanian di China yang menghasilkan banyak produk yang di ekspor ke Banyak Negara. Dukungan lembaga halal akan sangat bermanfaat agar market share produk produk pertanian dan peternakan mereka semakin meluas. Perintisan kerjasama ini telah diinisiasi Prof Yuny Erwanto sejak setahun lalu bersama dengan Mitra dari Korea dalam penelitian dan publikasi bersama.

Penulis : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Peneliti dan shutterstock

Artikel Peneliti UGM Ungkap Potensi Kolagen Kulit Kambing dan Domba untuk Antioksidan dan Penurun Tensi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peneliti-ugm-ungkap-potensi-kolagen-kulit-kambing-dan-domba-untuk-antioksidan-dan-penurun-tensi/feed/ 0
TVS Motor Company Buka Peluang Karier Mahasiswa UGM Lewat Program Magang Strategis https://ugm.ac.id/id/berita/tvs-motor-company-buka-peluang-karier-mahasiswa-ugm-lewat-program-magang-strategis/ https://ugm.ac.id/id/berita/tvs-motor-company-buka-peluang-karier-mahasiswa-ugm-lewat-program-magang-strategis/#respond Fri, 28 Aug 2026 09:28:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97055 Universitas Gadjah Mada bersama dengan PT TVS Motor Company resmi menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan Sumber Daya Manusia. Nota Kesepahaman ditandatangani langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., dan Direktur PT TVS Motor Company Indonesia, R. Rajesh Ramani […]

Artikel TVS Motor Company Buka Peluang Karier Mahasiswa UGM Lewat Program Magang Strategis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada bersama dengan PT TVS Motor Company resmi menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan Sumber Daya Manusia. Nota Kesepahaman ditandatangani langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., dan Direktur PT TVS Motor Company Indonesia, R. Rajesh Ramani pada Kamis (27/8) di Gedung Pusat UGM. Salah satu bentuk kerja sama ini yaitu program magang mahasiswa yang terbuka bagi mahasiswa UGM dari program studi Manajemen, Teknik Elektro dan Teknik Mesin.

Direktur PT TVS Motor Company Indonesia, Rajesh Ramani mengaku gembira dengan adanya perjanjian kerja sama bersama pihak universitas. Ia berharap, kerja sama ini dapat memberikan keuntungan dan manfaat bagi kedua belah pihak. Banyak alumni dari lembaga pendidikan yang sudah bekerja di TVS, tetapi supaya setiap generasinya memiliki kompetensi yang sama, maka skill-nya harus di tingkatkan. Oleh karena itu, program magang menjadi salah satu cara di mana mahasiswa yang akan dikenalkan dengan lingkungan industri yang profesional. “Saya gembira adanya kerja sama ini dan semoga kedepannya dapat menjadi lebih baik lagi,” ungkap Rajesh.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama membuka peluang magang dan beasiswa bagi mahasiswa yang akan mendapatkan manfaat langsung dengan terjun ke industri. “Industri saat ini banyak yang menggunakan mekanisme beasiswa agar mahasiswa memiliki pengalaman mendalam dengan industri yang akan menjadi tempatnya berkarier nantinya,” katanya.

Menurut Wening, sejak awal, mahasiswa UGM memang sudah dikenalkan dengan perusahaan, terjun langsung dalam projek, dan bekerja langsung di perusahaan tersebut. Selain itu, ia menyampaikan bahwa mahasiswa UGM memiliki keunggulan dalam attitude  dan sekitar 80-87 persen mahasiswa teknik UGM bekerja sesuai dengan bidang kompetensi masing-masing.

Aryo Gusdawar selaku Senior General Manager HR PT TVS Motor Company Indonesia memaparkan bahwa PT TVS Motor Company merupakan perusahaan yang dimulai dari jasa penyedia transportasi di India yang mengutamakan ketepatan waktu. Pada tahun 1980an, mereka baru memproduksi motor yang berjalan hingga sekarang. Pada 2006, mereka melakukan ekspansi di Indonesia dan secara resmi mulai beroperasi pada 2007. Pada tahun lalu, mereka berhasil memproduksi 200 ribu motor dan sebesar 98% dari total produksi pabrik di Indonesia dialokasikan untuk pasar ekspor (seperti Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, Timur Tengah, dan ASEAN), sementara pasar domestik Indonesia hanya menyerap sekitar 2%. TVS berada di urutan ketiga secara global dan menunjukkan tren pertumbuhan positif sebesar 0,8% pada tahun 2025–2026 di tengah kelesuan industri otomotif global.

Penulis : Jesi

Editor : Gusti Grehenson

Foto. : Donnie

Artikel TVS Motor Company Buka Peluang Karier Mahasiswa UGM Lewat Program Magang Strategis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tvs-motor-company-buka-peluang-karier-mahasiswa-ugm-lewat-program-magang-strategis/feed/ 0
Bantu Petani, Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Deteksi Cepat Penyakit Cabai https://ugm.ac.id/id/berita/bantu-petani-mahasiswa-ugm-kembangkan-inovasi-deteksi-cepat-penyakit-cabai/ https://ugm.ac.id/id/berita/bantu-petani-mahasiswa-ugm-kembangkan-inovasi-deteksi-cepat-penyakit-cabai/#respond Fri, 28 Aug 2026 04:38:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97027 Permasalahan gagal panen para petani cabai kerap disebabkan oleh virus yang menyerang tanaman saat dewasa. Virus kuning atau Pepper Yellow Leaf Curl Indonesian Virus (PYLCIV) merupakan virus yang menyerang tanaman cabai dan meninggalkan ciri-ciri mencolok berupa daun berwarna kekuningan. Penanganan yang dilakukan sering kali terlambat karena gejala muncul saat tanaman cabai akan dipanen. Berangkat dari […]

Artikel Bantu Petani, Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Deteksi Cepat Penyakit Cabai pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Permasalahan gagal panen para petani cabai kerap disebabkan oleh virus yang menyerang tanaman saat dewasa. Virus kuning atau Pepper Yellow Leaf Curl Indonesian Virus (PYLCIV) merupakan virus yang menyerang tanaman cabai dan meninggalkan ciri-ciri mencolok berupa daun berwarna kekuningan. Penanganan yang dilakukan sering kali terlambat karena gejala muncul saat tanaman cabai akan dipanen.

Berangkat dari hal tersebut, lima mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim SPECTRA dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) mengembangkan inovasi deteksi dini pada tanaman cabai sebagai langkah awal untuk mengetahui status penyakit menggunakan sensor multispektral dan analisis machine learning. Kelima mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan tersebut yaitu Hasan Rabbani (S1 Fisika) sebagai ketua tim, beserta empat anggota lainnya, yaitu Nur Johan Pratama (S1 Proteksi Tanaman), Priamitra Aditiya Satriamukti (S1 Proteksi Tanaman), Saktian Hutama (S1 Biologi), dan Zaskia Fakhira Priatna (S1 Biologi), dengan Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dosen sekaligus dekan FMIPA UGM sebagai pembimbing.

Di tahap awal penelitian ini adalah dengan menumbuhkan 30 buah tanaman cabai sebagai sampel di wilayah Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Lokasi ini dipilih karena letaknya berada di kaki Gunung Merapi, sehingga sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman. “Cabai harus ditanam di lingkungan dengan suhu harian yang normal, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, agar menghasilkan daun sehat dan dapat dianalisis sebagai sampel. Hal ini bertujuan agar hasil penelitian akurat,” ujar Priamitra, selaku anggota tim dalam rilis yang dikirimkan Jumat (28/8).

Sebanyak setengah dari total tanaman tersebut ditumbuhkan secara sehat di dalam kandang dengan perawatan rutin seperti penyiraman dan pemberian pupuk. Sedangkan sisanya akan dijadikan sampel yang akan diuji ke dalam tiga tahapan pokok. Selanjutnya, tim melakukan pemeliharaan kutu kebul di dalam kandang, dilanjutkan dengan penularan dengan virus kuning yang dibawa oleh kutu kebul. Kemudian, setelah kedua tahapan itu selesai, tahap terakhir adalah analisis menggunakan sensor multispektral dan machine learning.

Hasil sementara penelitian ini menunjukkan bahwa kutu kebul membawa virus kuning dan dapat menularkan tanaman cabai sehat. Selanjutnya daun dari masing-masing tanaman cabai, baik yang tertular virus maupun tidak, selanjutnya diuji menggunakan polymerase chain reactions (PCR) untuk mengetahui status penyakit secara valid. Setelah dipastikan, langkah berikutnya adalah pengambilan data dari daun tanaman cabai menggunakan sensor multispektral dan dilanjutkan dengan machine learning.

Cara kerja sensor ini sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan menjepit daun menggunakan alat multispektral selama lima detik hingga keluar grafik pembacaan. Karakteristik cahaya yang dipantulkan oleh daun dapat digunakan untuk membedakan kondisi tanaman cabai yang sehat (tidak tertular virus kuning) atau sakit (tertular virus kuning). “Model yang dikembangkan juga mampu mencapai tingkat ketepatan hampir 80% untuk membedakan dua kondisi tersebut,” katanya.

Hasan selaku ketua tim menyebutkan bahwa penelitian ini penting dilakukan mengingat cara deteksi penyakit pada tanaman cabai, khususnya virus kuning, masih dilakukan secara sederhana dengan melihat langsung kondisi daun. Sekalipun bisa dilakukan analisis PCR, tidak dapat dipungkiri bahwa biaya yang dikeluarkan relatif besar dan perlu kemampuan khusus untuk mengoperasikannya. Terlebih, para petani memerlukan terobosan yang efisien, fleksibel, dan tentunya terjangkau. “Tujuan dari penelitian selama empat bulan ini sebenarnya untuk mengetahui sejauh mana sensor multispektral mampu mendeteksi tanaman cabai yang terserang virus kuning. Uji PCR dilakukan untuk memvalidasi bahwa sensor multispektral yang digunakan bekerja dengan baik,” pungkasnya.

Luaran penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara sensor multispektral dan machine learning berpotensi menjadi cara baru untuk mendeteksi serangan virus pada tanaman cabai secara lebih cepat tanpa merusak tanaman. Hasan dan tim pun berharap agar ke depannya inovasi ini dapat berkembang lebih baik dan dapat dimanfaatkan oleh  seluruh lapisan masyarakat, khususnya para petani.

Penulis: Leony

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Dok. PKM

Artikel Bantu Petani, Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Deteksi Cepat Penyakit Cabai pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bantu-petani-mahasiswa-ugm-kembangkan-inovasi-deteksi-cepat-penyakit-cabai/feed/ 0
Telusuri Jejak Penyelam TNI AL, Dosen Sejarah UGM Raih Brevet Kehormatan https://ugm.ac.id/id/berita/telusuri-jejak-penyelam-tni-al-dosen-sejarah-ugm-raih-brevet-kehormatan/ https://ugm.ac.id/id/berita/telusuri-jejak-penyelam-tni-al-dosen-sejarah-ugm-raih-brevet-kehormatan/#respond Fri, 28 Aug 2026 04:20:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97021 Di era Perang Kemerdekaan, Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) lebih banyak bertempur di palagan darat. Bahkan pasca Konferensi Meja Bundar, ALRI baru dapat melanjutkan membangun kekuatan mereka di laut. Namun tidak banyak yang mengungkap peran penyelam TNI AL dalam mempertahankan kemerdekaan hingga dalam era mengisi kemerdekaan dalam kegiatan penyelaman dan penyelamatan bawah air. Sejarawan UGM […]

Artikel Telusuri Jejak Penyelam TNI AL, Dosen Sejarah UGM Raih Brevet Kehormatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Di era Perang Kemerdekaan, Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) lebih banyak bertempur di palagan darat. Bahkan pasca Konferensi Meja Bundar, ALRI baru dapat melanjutkan membangun kekuatan mereka di laut. Namun tidak banyak yang mengungkap peran penyelam TNI AL dalam mempertahankan kemerdekaan hingga dalam era mengisi kemerdekaan dalam kegiatan penyelaman dan penyelamatan bawah air.

Sejarawan UGM Satrio Dwicahyo, M.Sc., M.A., bergabung dalam tim riset sejarah penyelam Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut (TNI-AL). Tim riset ini dipimpin langsung oleh Komandan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) Komando Armada Republik Indonesia, Laksamana Pertama TNI Liber Sihombing.

Bersama tim, Satrio turut berpartisipasi dalam upaya penelusuran berbagai sumber sejarah terkait penyelam TNI-AL yang tersimpan di berbagai tempat seperti Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta, Perpustakaan Universitas Leiden, dan Arsip Nasional Belanda di Den Haag. Menariknya, Satrio adalah satu-satunya akademisi di dalam tim ini.

Menurut Satrio, penelitian mengenai sejarah penyelam TNI-AL memiliki tantangan tersendiri. Namun, kerja sama di dalam tim sangat konstruktif. Dikatakan Satrio, dalam praktiknya, menulis sejarah tak ubahnya pekerjaan penyelam, yakni menyelami sumber sejarah dan melakukan pengangkatan fakta-fakta untuk menciptakan narasi sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Satrio menuturkan bahwa perlu ada penyegaran perspektif dalam sejarah militer Indonesia, yaitu perspektif yang lebih luas dari sorotan atas adegan pertempuran. “Sejarah yang hanya fokus pada pertempuran relatif tidak dapat menangkap kompleksitas masa lalu, bahkan cenderung seperti film Hollywood. Pembaca sering disuguhkan narasi ketika kapal perang beraksi, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa sejarah angkatan laut lebih luas daripada topik tersebut” ujar Satrio, Jumat (28/8).

Dalam riset sejarah kali ini, kontribusi penyelam TNI-AL dapat dijadikan format ideal satuan militer di era modern dimana kemampuan penyelaman dan penyelamatan bawah air membuat mereka selalu relevan dalam konteks perang maupun damai” imbuhnya.

Meski begitu, dinamika organisasi dan perubahan nomenklatur satuan penyelam TNI-AL dari masa ke masa membuat proses penelusuran arsip menjadi lebih kompleks dan membutuhkan verifikasi yang cermat.

Hasil riset ini dituangkan buku berjudul “Wicak Wirèng Warih: Penyelam TNI-AL dalam Arus Sejarah Selam Indonesia”, yang untuk sementara akan mengalami pengkajian lebih lanjut sebelum menjadi sebuah bacaan publik. Dikatakan Satrio, narasi konsep buku ini mencakup sejarah penyelam TNI-AL yang turut membangun eksplorasi dunia bawah air di Indonesia dengan rentang waktu sejak tahun 1950-an hingga tahun 2025. Adapun Frasa Wicak Wirèng Warih bermakna “bijaksana dan berani di air” dan merupakan motto para penyelam TNI-AL.

Atas kontribusinya, Komandan Koppeba Koarmada RI, Laksamana Pertama TNI Liber Sihombing menganugerahkan Satrio berupa brevet kehormatan penyelam TNI-AL yang juga dikenal sebagai brevet “Wicak Wirèng Warih” atau brevet “Lumba-lumba Perkasa.” Brevet ini adalah penghargaan yang amat sakral bagi penyelam TNI-AL. Brevet yang identik dengan lambang dua lumba-lumba saling berhadapan itu sejatinya hanya dapat diperoleh prajurit TNI-AL yang telah menempuh pendidikan penyelam militer selama tujuh bulan di Sekolah Selam TNI-AL Surabaya. Adapun proses penyerahannya dilakukan oleh Wakil Komandan Koppeba Koarmada RI saat itu, Kolonel Laut (T) Kuswahyudi, S.A.P.,M.Si. di Markas Koppeba Koarmada RI, Jakarta.

Mengikuti rangkaian perayaan secara daring dari Belanda, tempat ia sedang menjalani studi doktoral di Universitas Leiden, Satrio mengaku sangat terhormat menerima penghargaan tersebut. “Saya memahami betapa berharganya sebuah brevet bagi seorang prajurit. Saya menerima penghargaan ini dengan segala kerendahan hati,” kata Satrio.

Sebagai peneliti sejarah, Satrio mengaku penghargaan terbesar bagi saya adalah dapat turut menyusun literatur sejarah dengan target pembaca kalangan profesional, seperti rekan-rekan penyelam TNI-AL.

Sekedar informasi, bertepatan dengan acara tasyakuran peringatan hari jadi Penyelam TNI-AL ke-74 yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 lalu, naskah buku tersebut diserahkan kepada Panglima Komando Armada Republik Indonesia, Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M.

Penulis : Salwa

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. TNI AL

Artikel Telusuri Jejak Penyelam TNI AL, Dosen Sejarah UGM Raih Brevet Kehormatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/telusuri-jejak-penyelam-tni-al-dosen-sejarah-ugm-raih-brevet-kehormatan/feed/ 0
Gelanggang Expo Resmi Dibuka, Yuk Kenali Ragam UKM dan Komunitas Kampus https://ugm.ac.id/id/berita/gelanggang-expo-resmi-dibuka-yuk-kenali-ragam-ukm-dan-komunitas-kampus/ https://ugm.ac.id/id/berita/gelanggang-expo-resmi-dibuka-yuk-kenali-ragam-ukm-dan-komunitas-kampus/#respond Fri, 28 Aug 2026 03:30:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97015 Rangkaian kegiatan Gelanggang Expo (Gelex) Universitas Gadjah Mada resmi dibuka pada Kamis (27/8) di Lapangan Pancasila. Mengusung tema Gelora Imaji Gelanggang, Gelex tahun 2026 membawa ragam inovasi yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal, mengeksplorasi, dan mengembangkan minat, bakat, serta potensi diri melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas di lingkungan UGM. Pelaksanaan Gelex 2026 […]

Artikel Gelanggang Expo Resmi Dibuka, Yuk Kenali Ragam UKM dan Komunitas Kampus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rangkaian kegiatan Gelanggang Expo (Gelex) Universitas Gadjah Mada resmi dibuka pada Kamis (27/8) di Lapangan Pancasila. Mengusung tema Gelora Imaji Gelanggang, Gelex tahun 2026 membawa ragam inovasi yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal, mengeksplorasi, dan mengembangkan minat, bakat, serta potensi diri melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas di lingkungan UGM.

Pelaksanaan Gelex 2026 melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem kegiatan kemahasiswaan UGM. Sebanyak 224 panitia terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan yang diikuti 54 UKM, 24 komunitas, dan 635 penampil. Keterlibatan tersebut menunjukkan kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan mengenal lebih dekat kehidupan kemahasiswaan di luar ruang kelas.

Ketua Pelaksana Gelex 2026, Muhammad Bintang Arrizki, mengatakan Gelex tidak hanya diselenggarakan sebagai agenda pengenalan UKM kepada mahasiswa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi UKM dan komunitas untuk bertemu, bersinergi, dan berkolaborasi dalam menciptakan pengalaman yang dapat mendukung proses pengembangan diri mahasiswa. “Gelanggang Expo bukan hanya acara pengenalan UKM. Gelanggang Expo adalah tempat teman-teman UKM dan komunitas bersinergi dan berkolaborasi,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi yang dibangun dalam Gelex diharapkan dapat membantu mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, dalam menemukan jati diri, minat dan bakat, serta mengembangkan keterampilan sosial. Kehadiran berbagai UKM dan komunitas sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menemukan lingkungan yang sesuai dengan ketertarikan dan potensi masing-masing. “Harapannya sinergi dan kolaborasi itu dapat membantu mahasiswa, terkhususnya mahasiswa baru, untuk dapat menemukan jati diri, minat bakat, social skill, dan juga membantu untuk menjunjung tinggi nilai kebogeman, yaitu mengakar kuat menjulang tinggi,” katanya.

Bintang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun dalam Gelex dapat terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ingatan kolektif mahasiswa UGM. “Harapannya nilai-nilai kegelanggangan dapat terus menjadi ingatan kolektif, yang terus membanggakan, yang terus menjadi kenangan ke generasi-generasi mendatang,” pungkasnya.

Ketua Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa (Forkom UKM) UGM, Muhammad Arief Maulana, dalam sambutannya menyampaikan jika UKM tidak hanya menjadi organisasi pendukung kegiatan kampus. Menurutnya, berbagai proses yang berlangsung di dalam UKM memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran akademik. “Di dalamnya banyak proses berpikir, menelaah, dan menelisik banyak pengetahuan dan pengalaman secara aktual,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwasannya kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mencakup pengalaman mahasiswa dalam menghadapi perbedaan, membangun kerja sama, mempertanggungjawabkan keputusan, serta menjalani peran sebagai pemimpin maupun anggota.

Menurutnya, keterampilan yang kerap disebut sebagai soft skill tidak selalu diperoleh melalui pelatihan atau seminar. Pengalaman tersebut justru dapat tumbuh melalui berbagai persoalan dan situasi nyata yang dihadapi mahasiswa ketika terlibat dalam organisasi.

Dalam konteks tersebut, Gelex menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai pilihan kegiatan kemahasiswaan yang tersedia di UGM. Mahasiswa tidak hanya dapat melihat dan mengenali UKM, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bertanya dan menemukan lingkungan yang dapat menjadi ruang untuk berkembang. “Gelanggang Expo menjadi wadah pertama untuk teman-teman memulai perjalanan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Forkom UKM dan panitia Gelex 2026 yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia mengatakan Gelex merupakan agenda rutin yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mengenalkan UKM dan komunitas kepada mahasiswa UGM. “Acara Gelanggang Expo adalah acara rutinitas yang memang digelar oleh teman-teman Forkom UKM sebagai bagian upaya dari pengenalan unit-unit kegiatan mahasiswa dan juga komunitas yang ada di lingkungan Universitas Gadjah Mada,” jelasnya.

Ia menyebut UGM memiliki 76 UKM dan komunitas dengan bidang kegiatan yang beragam, mulai dari kerohanian, olahraga, seni, hingga kegiatan khusus serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan prestasi maupun nonprestasi. Keberagaman tersebut, menurutnya, memberikan banyak pilihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik. “Artinya ini menjadi sebuah wadah penting bagi teman-teman, khususnya mahasiswa baru, untuk kemudian menempuh student journey soft skill yang akan ditempuh di Universitas Gadjah Mada ini,” katanya.

Hempri menekankan proses belajar mahasiswa tidak terbatas pada capaian akademik. Pengalaman berinteraksi dengan orang lain, mengenal lingkungan, serta terlibat dalam organisasi juga menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa selama berada di UGM. “Belajar tidak harus di kelas, belajar saya kira bisa kemudian di luar arena kelas,” ungkapnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu mengukur keberhasilan melalui indeks prestasi. Pengalaman sosial yang diperoleh melalui organisasi juga penting untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam mengenal sesama, memahami lingkungan, serta mengembangkan karakter.

Bagi mahasiswa baru, Gelex menjadi salah satu tahap lanjutan setelah mengikuti rangkaian PIONIR. Melalui Gelex, mahasiswa dapat mengenali lebih jauh berbagai organisasi kemahasiswaan, UKM, dan komunitas yang ada di lingkungan UGM sebelum menentukan kegiatan yang ingin diikuti. “Gelanggang Expo ini menjadi sebuah wadah teman-teman untuk mengenali dan nanti menjadi anggota bagi UKM dan komunitas yang ada di Universitas Gadjah Mada yang ada saat ini,” tutur Hempri.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai UKM dan komunitas sebagai ruang pengembangan soft skill dan karakter. UGM, lanjutnya, tengah mengarahkan pengembangan karakter mahasiswa melalui karakter “BERANI”, yang mencakup bernalar, etis, relasional, adaptif, nyata berdampak, serta inklusif dan inisiatif.

Selain menjadi ruang pengenalan UKM dan komunitas, Gelex 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan yang dirancang lebih interaktif. Berdasarkan penjelasan pembawa acara, rangkaian kegiatan selama tiga hari, 27–29 Agustus 2026, menghadirkan sejumlah inovasi yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan UKM maupun komunitas.

Pada hari pertama dan ketiga, Gelex menghadirkan panggung olahraga yang menampilkan UKM dari bidang olahraga. Mahasiswa dapat menyaksikan berbagai penampilan sekaligus berinteraksi dengan anggota UKM untuk mengetahui lebih jauh kegiatan yang mereka jalankan.

Sementara itu, pada hari kedua akan digelar parade UKM yang melibatkan 162 peserta dari 54 UKM. Parade tersebut menjadi salah satu inovasi Gelex 2026 untuk menghadirkan UKM secara lebih interaktif kepada mahasiswa dengan mengelilingi area penyelenggaraan Gelex.

Selain parade dan panggung olahraga, Gelex 2026 juga menghadirkan Bingkai Kelana dan Kolase Imaji yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menikmati rangkaian acara Gelex 2026.  Lalu, berbagai tenant komunitas turut hadir untuk melengkapi kegiatan. Area makanan dan minuman atau F&B dan sejumlah sekber UKM tersebar di beberapa bagian venue. Kehadiran berbagai ruang dan aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses mengenal UKM dan komunitas. Mahasiswa dapat bertanya mengenai kegiatan, pengalaman, maupun kesempatan bergabung sebelum menentukan pilihan sesuai dengan minat dan bakatnya.

Aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung juga menjadi bagian dari pelaksanaan Gelex. Panitia menyediakan sistem sinyal SOS dengan tiga penanda warna untuk membantu pengunjung ketika menghadapi situasi tertentu. Sinyal merah digunakan untuk kendala medis, hijau untuk laporan pelecehan seksual, dan biru untuk kondisi yang berkaitan dengan kejahatan.

Penulis : Zabrina Kumara

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Gelanggang Expo Resmi Dibuka, Yuk Kenali Ragam UKM dan Komunitas Kampus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gelanggang-expo-resmi-dibuka-yuk-kenali-ragam-ukm-dan-komunitas-kampus/feed/ 0
Sinergi Reposisi Brand, MarkPlus Corporate Beri Penghargaan ke Rektor UGM https://ugm.ac.id/id/berita/sinergi-reposisi-brand-markplus-corporate-beri-penghargaan-ke-rektor-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/sinergi-reposisi-brand-markplus-corporate-beri-penghargaan-ke-rektor-ugm/#respond Thu, 27 Aug 2026 08:55:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=97005 MarkPlus Corporate memberikan sertifikat penghargaan kepada Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaannya kepada Mcorp dalam mendukung reposisi Universitas Gadjah Mada dalam mengusung slogan “Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan”. Pemberian penghargaan ini diberikan langsung oleh Pendiri MarkPlus Corporation, Hermawan Kartajaya, Kamis (27/8), di sela rangkaian Indonesia Marketing Festival 2026: […]

Artikel Sinergi Reposisi Brand, MarkPlus Corporate Beri Penghargaan ke Rektor UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
MarkPlus Corporate memberikan sertifikat penghargaan kepada Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaannya kepada Mcorp dalam mendukung reposisi Universitas Gadjah Mada dalam mengusung slogan “Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan”. Pemberian penghargaan ini diberikan langsung oleh Pendiri MarkPlus Corporation, Hermawan Kartajaya, Kamis (27/8), di sela rangkaian Indonesia Marketing Festival 2026: Winning The Competition in The Age of AI yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Yogyakarta.

Rektor UGM, Ova Emilia, menceritakan bahwa dulunya universitas memiliki slogan mengakar kuat menjulang tinggi, tetapi untuk istilah baru ini menguatkan makna yang lebih dalam. Ia menyebutkan penggalian slogan baru yang berupa “Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan” ini merupakan sinergi dari berbagai pihak baik melalui bantuan MCorp, mahasiswa, dosen, serta segenap sivitas akademika.

Ova menggarisbawahi sedari dulu universitas ini senantiasa menonjolkan karakteristik kerakyatannya. Ia menyebut kemanapun UGM bergerak bersama dengan alumni di belahan daerah senantiasa tidak menjadi pihak yang memonopoli. Sebaliknya, UGM melalui kurang lebih 400 ribu alumninya senantiasa bisa menjadi pihak yang memberdayakan masyarakat untuk maju bersama.

Hermawan Kartajaya mengapresiasi kerja sama MarkPlus dengan pihak UGM yang sudah terjalin selama ini. Selain perubahan slogan, di bidang edukasi pihaknya ikut menginisiasi jurusan Doktor Administrasi Bisnis (DBA) pertama di Indonesia bersama Fakultas Pertanian UGM. Jurusan ini berkaitan dengan agrikultur internasional marketing. “Luar biasa UGM ini tetap menjalankan repositioning di kala masa sulit. Setuju menjadi universitas yang merakyat, mandiri, dan berkelanjutan,” sebutnya.

Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pidato sambutannya menyoroti konsep pemasaran yang berpusat pada pelanggan perlu dilakukan selangkah lebih maju. Pasalnya, konsep isu kepatuhan menjadi strategi pertumbuhan karena kepercayaan menjadi bernilai sebagai sumber keunggulan. Sultan menyebutkan kecerdasan AI dapat memenangkan perhatian atau meningkatkan transaksi, tetapi hanya kepercayaan yang dapat memenangkan masa depan. “Bukan hanya menjadi lebih cepat, akurat, canggih, tetapi kemenangan sejati kemajuan teknologi bersamaan dengan kemajuan moral. Tidak menghilangkan empati, tidak mengorbankan kepercayaan, dan ketika AI tetap berada di bimbingan kebijaksanaan manusia,” pesannya.

Ia menyebutkan bahwa persaingan AI telah menempatkan teknologi yang semakin mampu membaca pilihan manusia. Menurutnya, hal yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana kemenangan diraih dan nilai yang tetap dijaga ketika teknologi memberi pengaruh besar. “Dalam budaya Jawa adanya ungkapan tuna satak bathi sanak yang artinya kebijaksanaan mengajarkan kehilangan sedikit untuk memperoleh sesuatu yang lebih bernilai seperti hubungan baik, kepercayaan, persaudaraan,” ungkapnya.

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Sinergi Reposisi Brand, MarkPlus Corporate Beri Penghargaan ke Rektor UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sinergi-reposisi-brand-markplus-corporate-beri-penghargaan-ke-rektor-ugm/feed/ 0
Antisipasi Ancaman Krisis Pangan 2050, Kerja Sama Riset Pertanian Lintas Negara Perlu Ditingkatkan https://ugm.ac.id/id/berita/antisipasi-ancaman-krisis-pangan-2050-kerja-sama-riset-pertanian-lintas-negara-perlu-ditingkatkan/ https://ugm.ac.id/id/berita/antisipasi-ancaman-krisis-pangan-2050-kerja-sama-riset-pertanian-lintas-negara-perlu-ditingkatkan/#respond Thu, 27 Aug 2026 08:21:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96999 Dunia diprediksi akan menghadapi ancaman krisis ketahanan pangan pada tahun 2050 dimana proyeksi populasi mencapai 9,7 miliar jiwa. Kondisi ini menuntut peningkatan produksi pangan hingga 70 persen tanpa memperluas lahan pertanian demi menjaga keanekaragaman hayati. Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus merespons perubahan pola diet masyarakat global yang semakin tinggi proteinnya, diperlukan kolaborasi riset internasional yang […]

Artikel Antisipasi Ancaman Krisis Pangan 2050, Kerja Sama Riset Pertanian Lintas Negara Perlu Ditingkatkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Dunia diprediksi akan menghadapi ancaman krisis ketahanan pangan pada tahun 2050 dimana proyeksi populasi mencapai 9,7 miliar jiwa. Kondisi ini menuntut peningkatan produksi pangan hingga 70 persen tanpa memperluas lahan pertanian demi menjaga keanekaragaman hayati.

Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus merespons perubahan pola diet masyarakat global yang semakin tinggi proteinnya, diperlukan kolaborasi riset internasional yang strategis. Fokus solusi didorong mencakup intensifikasi pertanian berkelanjutan bagi petani kecil, pemanfaatan teknologi cerdas dan rekayasa genetika, penutupan kesenjangan hasil panen, serta penekanan angka kehilangan pangan sebelum dan sesudah panen yang saat ini masih mencapai 50 persen.

Hal itu mengemuka dalam Diskusi Research Talk yang bertajuk “Improving Food Security through Sustainable Agriculture and Global Partnerships”, sebagai rangkaian dari peluncuran Double Degree Program Master in Agro-Industrial Technology UGM and Master of Agricultural Sciences University of Melbourne pada Rabu (26/8) di Operation Room Lt 2, FTP UGM.

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., mengungkapkan UGM dan Universitas Melbourne sepakat membuka program double degree agar mahasiswa untuk memperoleh pengalaman berkuliah di dua tempat, namun lebih dari itu, program ini mencerminkan komitmen bersama untuk terus mengembangkan talenta yang memiliki wawasan global, memperkuat kolaborasi penelitian, serta menjawab tantangan masa depan di bidang pangan, pertanian, dan keberlanjutan melalui ilmu pengetahuan dan inovasi. “Kolaborasi ini merupakan kesempatan yang sangat berarti untuk mempertemukan kekuatan dan keunggulan yang kita miliki, memperluas wawasan akademik, serta membangun wadah bagi mahasiswa dan akademisi untuk belajar, berkolaborasi, dan berinovasi lintas batas,”katanya.

Sementara Direktur Riset Pascasarjana, School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne, Associate Professor Dorin Gupta, pun turut menyampaikan hal yang selaras. Disebutkan bahwa perguruan tinggi ikut berkontribusi membangun bangsa yang lebih baik ketika kita mampu berkolaborasi dengan melampaui batas-batas negara.

Ia pun menyoroti bagaimana Australia dan Indonesia memiliki sejarah yang panjang dalam membangun komitmen bersama demi masa depan yang lebih baik, dalam konteks ini, untuk mewujudkan masa depan yang aman dan berkelanjutan, di mana setiap orang dapat memperoleh pangan yang cukup. “Kami juga berharap dapat terus mengembangkan sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.

Dorin Gupta menambahkan pendekatan inovasi yang dirancang langsung bersama petani serta perluasan program kolaborasi akademis, kemitraan lintas negara ini diharapkan mampu menciptakan sistem produksi pertanian yang lebih efisien, tangguh terhadap perubahan iklim, dan memastikan ketersediaan pangan untuk generasi mendatang. “Kolaborasi internasional semacam ini memberikan dampak yang sangat luas. Kita bisa bekerja sama untuk meningkatkan kualitas penyimpanan pascapanen, memastikan keamanan pangan, menciptakan nilai tambah, menjaga kesehatan tanah dan siklus hara (nutrisi), serta menerapkan pengelolaan air yang cerdas,” jelasnya.

Dalam sesi selanjutnya, Dr. Antanas Spokevicius sebagai Direktur Pendidikan Pascasarjana, School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, University of Melbourne mengatakan saat ini dunia dihadapkan pada tingginya kebutuhan material bangunan berbahan kayu tanpa harus mengorbankan lahan ketahanan pangan atau merusak fungsi hutan alam. Ia mendorong pengembangan hutan tanaman yang sebaiknya diakselerasi melalui pemuliaan molekuler genetik dan kecerdasan buatan (AI). Mengingat pohon memiliki siklus tumbuh dan pemuliaan yang sangat panjang dibandingkan dengan tanaman pangan, teknologi genetika dan model prediktif AI digunakan untuk mengidentifikasi serta menyeleksi sifat fisik kayu unggul, seperti kepadatan dan kecepatan tumbuh, sejak usia dini.

Menurutnya, inovasi ini telah sukses diimplementasikan pada proyek kehutanan yang dikelola masyarakat adat di Kepulauan Tiwi, Australia, di mana pemetaan DNA pada spesies Eucalyptus tropis berhasil mengurai struktur genetik yang kompleks untuk menghasilkan benih unggul dengan pertumbuhan sangat cepat yakni mencapai 2,5 meter dalam beberapa bulan. Terobosan ini tidak hanya mempercepat proses domestikasi pohon sebagai solusi pemenuhan kebutuhan papan yang ramah energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi mandiri bagi masyarakat adat sekaligus menjadi model produksi kayu yang efisien untuk wilayah tropis secara global. “Secara lebih luas, jenis Eucalyptus tropis ini dapat dikembangkan di berbagai wilayah tropis lainnya sebagai tanaman budidaya untuk memenuhi kebutuhan produksi kayu dan bahan bangunan. Hal ini menjadi keberhasilan besar bagi Kehutanan Tiwi, sebuah inisiatif yang dikelola oleh masyarakat adat, karena mampu membuka peluang ekonomi, menyediakan kayu untuk kebutuhan rumah tangga, sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk sejahtera di kawasan tropis,” jelasnya.

Sementara Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Logistik dan Rantai Pasok FTP UGM Prof. Kuncoro Harto Widodo menyoroti rantai pasok dan logistik distribusi pangan di Indonesia sebagai negara kepulauan menghadirkan tantangan besar akibat ketimpangan sebaran penduduk dan pusat industri yang masih didominasi oleh Pulau Jawa. Kondisi geografis ini memicu empat masalah utama, yaitu ketidakseimbangan pasokan dan permintaan antarpulau, disparitas volume kargo perdagangan antara wilayah barat dan timur, kendala infrastruktur, serta hambatan birokrasi antarpelaku logistik.

Meskipun demikian, Indonesia mencatat kemajuan signifikan dengan menurunnya rasio biaya logistik nasional terhadap PDB secara drastis dari 24 persen menjadi 14,29 persen pada tahun 2023. Untuk terus menekan inefisiensi dan meningkatkan daya saing global, pemerintah kini memfokuskan perbaikan melalui dua kebijakan strategis, yaitu Cetak Biru Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang berfokus pada penguatan enam pilar utama, termasuk infrastruktur, teknologi informasi, dan sumber daya manusia, serta National Logistic Ecosystem (NLE) yang mengintegrasikan alur dokumen dan pergerakan barang secara digital.

Transformasi ini juga membuka peluang kolaborasi internasional yang menjanjikan, termasuk dengan Australia, khususnya dalam pengembangan teknologi pelacakan dan sistem informasi logistik yang lebih mumpuni. “Peraturan ini bertujuan untuk memperkuat dan memperluas kebijakan sebelumnya dengan menciptakan ekosistem digital terintegrasi. Ekosistem ini dirancang untuk menyelaraskan arus pergerakan barang, dokumen logistik internasional, dan sistem operasional, mulai dari kedatangan awal armada pengangkut hingga tiba di gudang atau pabrik tujuan.,” ujarnya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Antisipasi Ancaman Krisis Pangan 2050, Kerja Sama Riset Pertanian Lintas Negara Perlu Ditingkatkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/antisipasi-ancaman-krisis-pangan-2050-kerja-sama-riset-pertanian-lintas-negara-perlu-ditingkatkan/feed/ 0
Kisah Ayyub Rizqullah, Lulus Sarjana Terapan UGM di Usia 20 Tahun  https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-ayyub-rizqullah-lulus-sarjana-terapan-ugm-di-usia-20-tahun/ https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-ayyub-rizqullah-lulus-sarjana-terapan-ugm-di-usia-20-tahun/#respond Thu, 27 Aug 2026 07:45:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96992 Usianya baru 20 tahun 3 bulan 10 hari ketika Ayyub Rizqullah menyabet gelar Sarjana Terapan dari Program Studi Perbankan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada usia tersebut, ia tercatat sebagai lulusan termuda di antara 672 lulusan program Sarjana Terapan yang diwisuda pada Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Rabu […]

Artikel Kisah Ayyub Rizqullah, Lulus Sarjana Terapan UGM di Usia 20 Tahun  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Usianya baru 20 tahun 3 bulan 10 hari ketika Ayyub Rizqullah menyabet gelar Sarjana Terapan dari Program Studi Perbankan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada usia tersebut, ia tercatat sebagai lulusan termuda di antara 672 lulusan program Sarjana Terapan yang diwisuda pada Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Rabu (19/8). Padahal usia rata-rata lulusan Program Sarjana Terapan yang diwisuda kalli ini adalah 22 tahun 6 bulan 15 hari

Ayyub, panggilan akrabnya, menceritakan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari komitmen dan motivasi yang ia pegang selama duduk di bangku perkuliahan. Baginya, dukungan penuh dari keluarga menjadi salah satu dorongan terbesarnya demi memberikan yang terbaik selama menjalani studi di Prodi Perbankan UGM.

Berkat dorongan orang tua, Ayyub berusaha menentukan prioritas selama kuliah. Meski ia paham betul bahwa perjalanan perkuliahannya tak selalu berjalan mulus. Ada kalanya ia menghadapi berbagai tantangan dan merasa kewalahan, terutama saat menyusun tugas akhir. Ayyub menceritakan, ia bahkan mulai mencari referensi lebih awal agar memiliki gambaran mengenai tahapan yang perlu dilalui dalam penyusunan tugas akhir. “Aku tahu tujuan awalku. Aku mau lulus tepat waktu, jadi aku harus dedikasikan waktuku lebih, khususnya dalam penyusunan tugas akhir,” katanya, Kamis (27/8).

Meski menargetkan lulus tepat waktu, Ayyub tak lantas membatasi dirinya berkutat hanya pada kegiatan di ruang kuliah. Ketertarikannya pada bidang finansial juga membawanya bergabung dengan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) di Departemen Ekonomika dan Bisnis SV UGM. Tak hanya itu, ia juga mengambil pekerjaan paruh waktu di Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) dan bergabung pada divisi yang berfokus pada pemberdayaan UMKM.

Tak berhenti di situ, Ayyub juga sempat mengikuti Trading Competition yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2023. Bersama seorang rekannya, ia berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi tersebut. “Selama bangku perkuliahan, kita kan hanya mendapat teori. Lewat ikut kegiatan-kegiatan seperti ini, aku bisa mendapat pengalaman praktis,” kenangnya.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan di Program Studi Perbankan, Ayyub ingin segera terjun ke dunia kerja untuk merasakan pengalaman bekerja secara langsung, khususnya di bidang perpajakan. Ketertarikannya pada bidang tersebut turut didukung oleh sertifikasi perpajakan yang telah ia ambil sebelum lulus. Berbekal pengetahuan yang diperoleh selama bangku kuliah serta sertifikasi tersebut, Ayyub mantap mendaftar pekerjaan yang berkaitan dengan bidang perpajakan. “Sekarang, aku ingin mencoba pengalaman bekerja di bidang perpajakan secara langsung terlebih dahulu,” sambungnya.

Di akhir wawancara, Ayyub berpesan kepada mahasiswa yang masih menjalani studi agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dimiliki selama berkuliah. Baginya, kesempatan menempuh pendidikan di UGM merupakan sebuah privilege lantaran tidak banyak orang yang berpeluang untuk studi di UGM.  Karena itu, waktu yang ada semestinya dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk dengan memilih lingkungan pertemanan yang mendukung sekaligus tetap menikmati proses perkuliahan. “Jangan sia-siakan waktu yang berharga ini. Pandai-pandai pilih teman, gunakan waktu sebaik mungkin, dan juga nikmati perkuliahannya,” pesannya.

Penulis : Agito Sitepu

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok. Ayyub

Artikel Kisah Ayyub Rizqullah, Lulus Sarjana Terapan UGM di Usia 20 Tahun  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-ayyub-rizqullah-lulus-sarjana-terapan-ugm-di-usia-20-tahun/feed/ 0
Perkuat Jejaring Global, Mahasiswa UGM Ikut Project Pemberdayaan Masyarakat dari AUS https://ugm.ac.id/id/berita/perkuat-jejaring-global-mahasiswa-ugm-ikut-project-pemberdayaan-masyarakat-dari-aus/ https://ugm.ac.id/id/berita/perkuat-jejaring-global-mahasiswa-ugm-ikut-project-pemberdayaan-masyarakat-dari-aus/#respond Thu, 27 Aug 2026 04:26:13 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96973 Sebanyak enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengikuti Asian Undergraduate Symposium (AUS) 2026 yang diselenggarakan oleh NUS College di National University of Singapore (NUS) pada 6–18 Juli 2026. Program dua pekan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara Asia untuk berkolaborasi menyelesaikan isu sosial dan keberlanjutan. Dari program tersebut, tiga proyek yang melibatkan mahasiswa UGM berhasil meraih […]

Artikel Perkuat Jejaring Global, Mahasiswa UGM Ikut Project Pemberdayaan Masyarakat dari AUS pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengikuti Asian Undergraduate Symposium (AUS) 2026 yang diselenggarakan oleh NUS College di National University of Singapore (NUS) pada 6–18 Juli 2026. Program dua pekan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara Asia untuk berkolaborasi menyelesaikan isu sosial dan keberlanjutan. Dari program tersebut, tiga proyek yang melibatkan mahasiswa UGM berhasil meraih Seed Grant untuk merealisasikan ide yang telah mereka kembangkan.

Delegasi UGM terdiri atas Clairina Elvina Indriani, Fazmi Rizki Al Ghifari, dan Jovita Melinda Susanti dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB); Dhio Amirul Muqsith Fajriyan dan Elizabeth Tyasayu Auradina dari Fakultas Psikologi; serta Zalfa Syahira dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Selama dua pekan, keenam mahasiswa ini bersama peserta dari berbagai negara Asia mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari diskusi, pembelajaran langsung bersama komunitas, hingga pengembangan proyek yang berfokus pada isu sosial dan keberlanjutan.

Dhio menuturkan, salah satu pengalaman paling berkesan sekaligus mengubah cara pandangnya selama AUS adalah rangkaian kegiatan learning journey–sesi belajar bersama komunitas–yang dijalani bersama peserta lain. “Saya jadi lebih memahami bahwa meskipun pemerintah punya peran yang krusial bagi kemajuan bangsa, kekuatan komunitas juga sama pentingnya. Jadi, kita tidak selalu harus menunggu pemerintah bergerak, tapi bisa untuk mengambil inisiatif dan berkontribusi untuk lingkungan sekitar ” ujarnya, Kamis (27/8).

AUS 2026 mengusung tema Communities in Action dengan tiga subtema, yakni Sustainability and Innovation, Inclusivity and Resilience, serta Heritage and Culture. Para peserta mengikuti sesi diskusi akademik, lokakarya, kunjungan lapangan, hingga interaksi langsung dengan komunitas.

Peserta mengunjungi sejumlah komunitas di Singapura, seperti CREUSE, Vidacity, Skillseed, Growthbeans, dan Orang Laut SG, untuk memperoleh wawasan mengenai praktik keberlanjutan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat. Berbekal pengalaman tersebut, peserta kemudian membentuk kelompok berisi mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang studi untuk mengembangkan proyek berbasis komunitas. Setiap proyek disempurnakan melalui bimbingan mentor NUSC dan sesi Project World Cafe, sebelum tim melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan kesediaan mitra dan relevansi proyek dengan kebutuhan komunitas.

Dari 15 proyek yang memperoleh Seed Grant sebesar SG$5.000, tiga di antaranya melibatkan mahasiswa UGM. Fazmi Rizki Al Ghifari tergabung dalam tim AlirCita yang memberdayakan komunitas di Majalaya untuk menangani permasalahan banjir dan kesiapsiagaannya. Elizabeth Tyasayu Auradina tergabung dalam tim E-MOTION, yang mengembangkan board game interaktif berbasis social-emotional learning bagi anak usia 9–12 tahun di Filipina untuk membantu mereka mengenali emosi serta mengurangi stigma terhadap kesehatan mental. Adapun Clairina Elvina Indriani tergabung dalam tim Piring Ijo yang mengolah pelepah pinang dari Riau menjadi piring biodegradable dan kerajinan budaya sebagai pengganti plastik sekali pakai di Yogyakarta, sekaligus memberdayakan warga Mendungan melalui pelatihan produksi dan pengelolaan usaha.

Clairina berharap, tim Piring Ijo dapat menciptakan peluang kerja dan sumber pendapatan tambahan bagi komunitas sasaran, khususnya ibu-ibu PKK, petani, dan pemuda lokal. “Selain memberikan manfaat ekonomi, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam proses produksi, pengelolaan usaha, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Masyarakat juga bisa melihat bahwa material yang selama ini dianggap sampah, seperti pelepah pinang, sebenarnya memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, ia berharap Piring Ijo mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan, memperkuat kemandirian komunitas, serta mendorong terbentuknya ekonomi sirkular yang manfaatnya kembali kepada masyarakat. Pendanaan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan ide-ide proyek yang telah dikembangkan selama program berlangsung. “Keikutsertaan keenam mahasiswa UGM dalam AUS 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UGM dalam kolaborasi internasional dan penyelesaian isu sosial serta keberlanjutan lintas negara,” pungkasnya.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok Tim

Artikel Perkuat Jejaring Global, Mahasiswa UGM Ikut Project Pemberdayaan Masyarakat dari AUS pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/perkuat-jejaring-global-mahasiswa-ugm-ikut-project-pemberdayaan-masyarakat-dari-aus/feed/ 0
Ratusan Mahasiswa Asing dari 53 Negara Ikuti Orientasi PIONEER UGM https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-mahasiswa-asing-dari-53-negara-ikuti-orientasi-pioneer-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-mahasiswa-asing-dari-53-negara-ikuti-orientasi-pioneer-ugm/#respond Thu, 27 Aug 2026 01:46:56 +0000 https://ugm.ac.id/?p=96966 Sebanyak 424 mahasiswa internasional dari belahan 53 negara yang tengah menempuh studi di kampus UGM mengikuti rangkaian PIONEER (Program for International Orientation and New-student Empowerment to Enhance Readiness). Rangkaian ini merupakan orientasi bagi mahasiswa internasional baru dalam mengenal kampus UGM. Kegiatan PIONEER resmi dibuka pada Rabu (26/8) di Grha Sabha Pramana UGM. Wakil Rektor UGM […]

Artikel Ratusan Mahasiswa Asing dari 53 Negara Ikuti Orientasi PIONEER UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 424 mahasiswa internasional dari belahan 53 negara yang tengah menempuh studi di kampus UGM mengikuti rangkaian PIONEER (Program for International Orientation and New-student Empowerment to Enhance Readiness). Rangkaian ini merupakan orientasi bagi mahasiswa internasional baru dalam mengenal kampus UGM. Kegiatan PIONEER resmi dibuka pada Rabu (26/8) di Grha Sabha Pramana UGM.

Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., menyampaikan bahwa salah satu kekuatan dari UGM adalah program internasionalnya. Ia menyebutkan adanya mahasiswa dari berbagai belahan dunia dan kebudayaan yang berbeda akan memperkaya lingkungan akademik yang ada. “Mahasiswa asing membawa perspektif baru, pengalaman, ide-ide, dan pertemanan yang membuat kampus semakin terhubung secara global,” ujarnya pada saat sambutan.

Ia menjabarkan peserta PIONEER di antaranya datang dari program gelar dan non-gelar karena terdiri dari tingkat Sarjana, Magister, dan Doktoral. Selain itu, Wening mengenalkan bahwa adanya pertukaran mahasiswa internasional serta program Indonesian Language and Culture Learning Service (INCULS). Ia menyebutkan dari beragamnya mahasiswa asing, kegiatan PIONEER ini menjadi salah satu fasilitas untuk mengenalkan lingkungan kampus UGM. “Harapannya, waktu kalian di UGM bermakna di ranah akademik, pribadi, serta berkesan secara budaya. Selamat datang di keluarga besar UGM, semoga kalian mendapat pengalaman luar biasa dan meraih sukses dalam perjalanan ke depan,” pesannya.

Dalam sesi selanjutnya, dosen UGM, I Made Andi Arsana, Ph.D., menyampaikan materi terkait ke-UGM-an dan pemahaman lintas budaya. Ia menyambut mahasiswa internasional baru di UGM dan mengenalkan Yogyakarta sebagai daerah istimewa yang memiliki berbagai keunikan. Ia menjelaskan bahwa Yogyakarta merupakan daerah dengan Sumbu Filosofis Yogyakarta yang menggambarkan perjalanan kehidupan manusia. Selain itu, ia juga mengenalkan mahasiswa baru terkait dengan tempat wisata dan bersejarah lainnya.

Lebih lanjut, Andi mengenalkan nilai-nilai UGM yang terdiri atas lima identitas, yaitu universitas perjuangan, universitas nasional, universitas Pancasila, universitas kerakyatan, dan pusat kebudayaan. Ia menjelaskan bahwa UGM sebagai universitas perjuangan memiliki sejarah dalam perjalanan bangsa dan menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk menyampaikan pendapat. “Di UGM kebebasan berpendapat diperbolehkan seperti adanya gerakan demonstrasi selama dilaksanakan sesuai aturan,” sebutnya.

Andi kemudian menjelaskan UGM sebagai universitas Pancasila yang mengedepankan keberagaman. Ia mengenalkan keberadaan pusat-pusat keagamaan bagi berbagai agama di lingkungan UGM sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap keberagaman. Menurutnya, keberadaan berbagai pusat keagamaan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dari latar belakang yang berbeda dapat hidup dan belajar bersama di lingkungan UGM.

Selanjutnya, ia mengenalkan UGM sebagai universitas kerakyatan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya, UGM telah mengirimkan mahasiswa ke berbagai daerah di Indonesia untuk membantu masyarakat. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi program KKN yang mewajibkan mahasiswa untuk tinggal dan belajar bersama masyarakat, sekaligus memahami dan memberdayakan masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa salah satu hal terpenting dari UGM adalah mahasiswa. Menurut Andi, berbagai fasilitas, gedung, dan simbol yang ada di kampus memang penting, tetapi mahasiswa merupakan bagian paling penting karena sivitas akademika ini yang nantinya membawa nilai-nilai UGM ke masyarakat dan dunia. “Ini bukan hanya tentang pembelajaran, tetapi dampak nyata terhadap dunia. Hal terpenting adalah tentang kesuksesan diri sendiri dan juga bersama,” ujarnya.

Salah satu peserta asal Lithuania, Eropa, Rapolas, menyatakan bahwa kesempatan belajar di UGM merupakan hal yang sangat menyenangkan. Ia menilai UGM sebagai universitas yang sangat terbuka, maju, dan ramah bagi mahasiswa asing. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Rapolas mengaku sangat penasaran dengan mata kuliah yang berkaitan dengan perfilman. Meski demikian, ia meyakini bahwa proses belajar akan terasa jauh lebih menyenangkan jika dibersamai oleh pembawaan dosen yang interaktif.

Sebagai pendatang, ia juga menyampaikan antusiasmenya untuk menjelajahi berbagai tempat di Indonesia. Setelah menyelesaikan studi, Rapolas bermimpi untuk membawa pulang seluruh ilmu yang didapatkan ke negara asalnya. Ia berharap dapat mempraktikkan pengetahuan tersebut demi berkontribusi langsung pada perkembangan dan pertumbuhan negaranya. “Harapannya ingin kembali dengan membawa perubahan dan pertumbuhan baik ke negara asal,” ucapnya.

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Ratusan Mahasiswa Asing dari 53 Negara Ikuti Orientasi PIONEER UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-mahasiswa-asing-dari-53-negara-ikuti-orientasi-pioneer-ugm/feed/ 0