Universitas Gadjah Mada dan Universitas Balikpapan (Uniba) resmi memperpanjang nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk lima tahun kedepan, Jumat(21/8), di Gedung Pusat UGM. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perguruan tinggi lokal serta pengembangan riset yang sesuai dengan kebutuhan Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi lokal merupakan bagian dari misi UGM ketika terlibat dalam pengembangan kolaborasi pendidikan dan IKN di Kalimantan. “Kita bukan ingin memperlebar ke Kalimantan, tapi kami juga ingin ada misi yang sifatnya adalah untuk pemberdayaan dan pembinaan. Kami di UGM juga tidak bisa berjalan sendiri, kami butuh mitra-mitra lain,” tuturnya.
Dalam kerja sama ke depan, kedua universitas sepakat mendorong pengembangan riset yang berangkat dari persoalan dan kebutuhan daerah. Ova menyebut penelitian yang dikembangkan bersama sebaiknya bersifat locally needed atau benar-benar dibutuhkan masyarakat dan dapat diterapkan di lapangan. Salah satu fokus yang dinilai relevan adalah perubahan iklim (climate change), terutama dalam mendukung pengembangan IKN sebagai forest city. “Riset-riset yang dikembangkan itu adalah riset-riset yang locally needed,” terangnya.
Selain penelitian, UGM dan Universitas Balikpapan juga membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan melalui team teaching. Skema ini memungkinkan dosen dari kedua perguruan tinggi mengajar bersama pada program studi yang memiliki bidang keilmuan yang bersesuaian. Kolaborasi juga dapat diperluas melalui pengembangan staf serta penelitian bersama dengan dukungan hibah dan matching fund dari perguruan tinggi lokal. “Dengan begitu, nantinya kerja sama dapat diarahkan menjadi program konkret dalam memperkuat kapasitas akademik,” pungkas Ova.
Rektor Uniba, Dr. Ir. Isradi Zainal, menuturkan bahwa kerja sama dengan UGM diharapkan dapat menjadi ruang bagi perguruan tinggi di daerah untuk mendapatkan pendampingan sekaligus berkembang bersama. Ia menilai, keterlibatan kampus lokal penting agar kerja sama dan berbagai proyek yang dikembangkan di daerah tidak hanya menghadirkan keahlian dari luar, tetapi juga memperkuat kapasitas perguruan tinggi setempat. “Kampus lokal perlu mendapat kesempatan untuk berkontribusi sekaligus meningkatkan kapasitasnya melalui kolaborasi,” ujarnya.
Zainal menyoroti adanya keresahan di Kalimantan Timur ketika berbagai proyek lebih banyak melibatkan perguruan tinggi besar, sementara kampus di daerah sendiri belum selalu mendapatkan kesempatan yang memadai. Ia berharap UGM dapat memberikan bimbingan dan dukungan kepada perguruan tinggi di luar Jawa agar dapat berkembang bersama. “Jadi poin yang disampaikan yakni kami meminta bimbingannya agar perguruan tinggi di luar Jawa bisa berkembang bersama-sama,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi kiprah jaringan alumni Kagama yang terdapat di Kalimantan Timur. Menurutnya, jejaring tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pihak dalam pengembangan daerah.
Penulis : Cyntia Noviana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
