Mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada diajak memanfaatkan masa kuliah sebagai kesempatan untuk mengenali diri dan membangun nilai-nilai hidup. Pesan tersebut disampaikan psikolog keluarga, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S.Psi., M.Sc., Psikolog, dalam sesi Cerita Citta, salah satu rangkaian pembekalan pada hari kedua PIONIR Psikologi Rumah Kita (PRK) 2026, Kamis (6/8).
Menurut Alissa, kesempatan mengembangkan potensi diri selama di bangku perkuliahan perlu dimanfaatkan sejak awal masa perkuliahan. Ia mengingatkan bahwa pengalaman belajar di perguruan tinggi tidak hanya bertujuan memperoleh nilai akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengasah keterampilan mengenali dan mengelola diri sebagai bekal menghadapi berbagai peran di masa depan. “Jadikan masa di UGM ini bukan hanya masa untuk sekadar dapat nilai bagus, tapi gunakan justru untuk betul-betul menajamkan nurani, menajamkan keterampilan diri dan menajamkan pengelolaan diri,” ujar putri Presiden Republik Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) .
Dalam pemaparannya, Alissa mengingatkan bahwa pencapaian tidak akan berarti apabila seseorang tidak memiliki arah yang jelas. Ia mengibaratkan banyak orang baru menyadari tangga yang dipanjat bersandar pada tembok yang salah setelah berhasil mencapai puncaknya. Menurutnya, nilai-nilai hidup menjadi pegangan agar setiap langkah yang diambil memiliki arah dan tujuan yang jelas. “Yang akan bisa membuat temboknya itu benar adalah nilai-nilai yang kalian pegang. Itu yang akan membuat kita bisa bergerak ke mana-mana,” ujarnya.
Melalui analogi lain, Alissa menggambarkan manusia seperti seekor burung yang bertengger di atas ranting. Burung tersebut tidak bergantung pada ranting yang dipijaknya, melainkan pada sayap yang dimilikinya untuk tetap terbang ketika ranting itu patah. Begitu pula seseorang perlu membangun kepercayaan terhadap diri sendiri dengan berpegang pada nilai-nilai yang diyakini. “Percayalah pada diri sendiri, kenali diri sendiri, pahami nilai-nilai apa yang memandu kehidupan teman-teman, dan itulah yang akan jadi sayap teman-teman,” katanya.
Usai menyampaikan materi, Alissa menilai mahasiswa Fakultas Psikologi UGM memiliki peluang lebih besar untuk mengenali dirinya melalui proses pembelajaran. Menurutnya, materi yang dipelajari selama perkuliahan, mulai dari kepribadian, karakter, hingga dinamika psikologi manusia dan lingkungannya, dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami dirinya sendiri sekaligus mempersiapkan masa depan. “Mahasiswa Fakultas Psikologi UGM harus mampu memanfaatkan ruang-ruang belajar yang kita sebetulnya belajar secara teoritis, tetapi sangat bisa kita gunakan untuk mengenali diri kita. Mengenali diri kita itu adalah kunci untuk membuka pintu-pintu kemajuan dalam perjalanan kehidupan kita ke depan,” ungkapnya.
Bagi Alissa, kemampuan mengenali diri merupakan bekal yang akan selalu relevan, apapun profesi yang kelak dijalani. Karena itu, ia berharap mahasiswa memanfaatkan setiap proses belajar di Fakultas Psikologi UGM bukan hanya untuk memahami orang lain, tetapi juga untuk semakin memahami dirinya sendiri. “Di mana pun itu, apakah kita memilih menjadi ibu rumah tangga, maupun menjadi pemimpin di perusahaan multinasional, atau menjadi menteri, atau bahkan menjadi presiden. Selamat berjuang!” tuturnya.
Reportase : Erna Tri Nofiyana/Humas Psikologi
Penulis : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Fakultas Psikologi
