Potensi ekonomi digital di Indonesia tumbuh luar biasa dengan 235 juta pengguna internet, sekitar 81.72 persen dari populasi. Namun belum dibarengi dengan keamanan siber yang kuat terutama untuk pelaku UMKM. Untuk memperkuat kompetensi UMKM dalam meningkatkan keamanan digital, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan APAC Cybersecurity Clinics Academics Champions Convening yang berlangsung di Ruang Multimedia Lantai 3, Gedung Pusat UGM, Kamis (20/8).
Adapun kegiatan ini dihadiri oleh para akademisi, mitra internasional, mahasiswa, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperkuat kolaborasi dalam bidang keamanan siber. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak mengamati secara langsung pelaksanaan cybersecurity clinic dan belajar dari pengalaman mahasiswa, mitra, serta UMKM yang terlibat dalam program.
Perwakilan Cyberclinic UGM, Siti Baroroh, menjelaskan bahwa program cybersecurity clinic dirancang untuk meningkatkan keamanan digital sekaligus mengurangi risiko serangan siber. Program tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, dan presentasi mahasiswa, sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada mereka dalam mendampingi UMKM. “Ya, program ini kami tujukan untuk meningkatkan keamanan digital dan mengurangi risiko serangan siber,” ujar Siti.
Lebih lanjut, Siti memaparkan bahwa program ini melibatkan 15 mahasiswa dan 30 UMKM dalam proyek percontohan. Sebelum diterjunkan ke UMKM, mahasiswa mendapatkan pelatihan yang mencakup keterampilan komunikasi, keterampilan teknis, serta pemahaman mengenai keamanan digital. Mereka kemudian memberikan edukasi dan asistensi kepada UMKM melalui sejumlah metode, seperti focus group discussion, interactive learning, serta outreach and education. “Di sini (Cyberclinic UGM), kami ingin mengembangkan kemampuan komunikasi, presentasi, sekaligus memberikan mereka pengalaman dalam pendidikan digital dan UMKM,” paparnya lebih lanjut.
Director of Community Services The Asia Foundation, Nadya Subramaniam, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun melalui program tersebut. Menurutnya, pertemuan akademisi, mahasiswa, dan UMKM menjadi bagian penting untuk memperkuat jejaring dan keberlanjutan program keamanan siber di kawasan Asia-Pasifik.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, , Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks. Menurutnya, transformasi digital memberikan berbagai peluang bagi UMKM, tetapi sekaligus menghadirkan risiko baru yang perlu dipahami dan dikelola. “Keamanan siber menjadi semakin penting ketika perusahaan mikro, kecil, dan menengah terus mengadopsi teknologi digital dalam kegiatan bisnis mereka,” tuturnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat berkembang melalui berbagai kerja sama baru dan penguatan Network Cyber Security Clinics di kawasan Asia-Pasifik.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Jesi
