Tim KKN PPM UGM Kesan Barisan 2026 menggelar program pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi mengenai kesuburan tanah di Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dusun Selatan tersebut membahas tentang cara menjaga kesuburan tanah, pemupukan berimbang, serta pelatihan penggunaan alat tebar pupuk sederhana.
Program interdisipliner yang diinisiasi oleh tiga mahasiswa UGM, yakni Kukuh Dwi Indiana, Rahadyan Sarwana Halim, dan Aqtila Arnire Regiano, bertujuan agar masyarakat Desa Pararapak yang bekerja di sektor pertanian dapat memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas tanah, penggunaan pupuk sesuai kebutuhan tanaman, serta praktik pemupukan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Koordinator Mahasiswa Tingkat Sub-unit (Kormasit) Desa Pararapak, Kukuh Dwi Indiana, mengatakan bahwa program sosialisasi ini disusun berdasarkan permasalahan berupa penurunan kesuburan tanah yang tengah dialami oleh petani setempat. “Kami bersama para petani belajar bersama mengenai produktivitas pertanian tidak hanya bergantung pada banyaknya pupuk yang diberikan, tetapi juga bagaimana pupuk digunakan secara tepat sesuai dosis agar tidak menimbulkan resistensi pada tanaman,” kata Kukuh dalam keterangan yang dikirim Rabu (12/8).
Selain kegiatan sosialisasi, tim juga memperkenalkan alat tebar pupuk sederhana yang terbuat dari pipa paralon yang dapat digunakan untuk mempermudah petani dalam pemberian pupuk di lapangan. “Kita sengaja mendesain untuk memudahkan petani beri pupuk dengan dosis yang sesuai,” jelasnya.
Menanggapi program ini, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Dusun Selatan, Paska Aprianto, S.P., M.Si., menilai bahwa penerapan pemupukan berimbang menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian. Menurutnya, hasil panen ditentukan oleh ketersediaan unsur hara yang paling rendah sehingga penggunaan pupuk harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah. Tak lupa, Paska juga mengungkapkan bahwa kesalahan yang sering ditemui di lapangan adalah adanya penggunaan urea secara berlebihan. “Padahal, kelebihan nitrogen membuat tanaman rentan rebah dan mudah terserang hama maupun penyakit. Karena itu kami terus mendorong petani menerapkan prinsip 5T, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pararapak, Tikno, menyambut baik program kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UGM. Senada dengan Paska, ia menyebut bahwa pemupukan berimbang sangat penting guna memproduksi hasil panen yang maksimal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi petani. “Harapan kami, seluruh petani di Desa Pararapak semakin konsisten menjaga kesuburan tanah agar hasil pertanian terus meningkat,” pungkasnya.
Selain memberikan materi, Tim KKN PPM UGM Kesan Barisan 2026 juga mendemonstrasikan penggunaan alat tebar pupuk sederhana berbahan pipa PVC yang mampu membantu penyebaran pupuk menjadi lebih merata dan efisien. Sebagai bentuk keberlanjutan program, tiga unit alat tebar pupuk sederhana diserahkan kepada Pemerintah Desa Pararapak agar dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani dalam kegiatan pemupukan serta menjadi contoh bagi masyarakat untuk membuat alat serupa secara mandiri.
Melalui program ini, tim KKN berharap agar program yang telah dilaksanakan dapat menjawab permasalahan sekaligus tantangan yang dihadapi oleh petani Desa Pararapak. Adapun melalui sosialisasi tentang kesuburan tanah yang dilakukan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dusun Selatan dapat meningkatkan pengetahuan petani setempat tentang kesuburan tanah dan pemupukan berimbang guna menjaga produktivitas pertanian sekaligus kualitas lahan di Desa Pararapak.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim KKN
