Universitas Gadjah Mada bersama Yayasan Astra Honda Motor meresmikan Gerbang Ekowisata Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Minggu (2/8). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi KKN-PPM UGM yang telah berlangsung selama 50 hari di Desa Balerante, Sidorejo, dan Bumiharjo. Pada kesempatan tersebut, UGM turut menyerahkan bantuan 30 tangki air bersih untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat sekitar.
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. mengatakan pengembangan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi ruang bagi lahirnya berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan desa. “Generasi muda selalu memiliki ide-ide kreatif dan kekinian. Kami berharap apa yang dikembangkan di sini memberi manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Balerante,” ujarnya.

Ova menuturkan keterlibatan mahasiswa melalui KKN menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata berbasis potensi lokal. Ia berharap berbagai program yang telah dirintis dapat terus dikembangkan oleh masyarakat bersama para mitra. “Semoga Gerbang Ekowisata Kali Talang membawa keberkahan dan menjadi awal bagi pengembangan kawasan ini di masa mendatang,” katanya.
Ketua Yayasan Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbuddin, menyampaikan pembangunan Gerbang Ekowisata Kali Talang merupakan bentuk komitmen yayasan dalam mendukung pengembangan potensi wisata sekaligus pemberdayaan masyarakat di lereng Merapi. Program tersebut lahir dari hasil diskusi bersama masyarakat, UGM, dan berbagai mitra yang melihat besarnya potensi kawasan tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. “Hari ini menjadi awal dari niat baik kita untuk mendukung potensi ekowisata di daerah ini,” tuturnya.
Ia menjelaskan kolaborasi bersama UGM akan terus dilanjutkan melalui program Desa Sejahtera Astra dan KKN Tematik Satu Hati agar masyarakat memperoleh pendampingan secara berkelanjutan. Keberhasilan pengembangan wisata, menurutnya, akan tercapai apabila seluruh pihak berjalan bersama. “Kami berkomitmen mendampingi masyarakat agar Desa Balerante menjadi desa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pada sesi monitoring dan evaluasi, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM Drs. Iqmal Tahir, M.Si. memaparkan mahasiswa melaksanakan 155 program kerja selama 50 hari dengan fokus pada penguatan keselamatan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, tata kelola desa, serta pengembangan kawasan wisata. Berbagai program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di tiga desa lokasi KKN. “Mahasiswa benar-benar mendedikasikan waktu dan pemikirannya untuk mengabdi di lokasi ini sehingga setiap program yang dijalankan menjadi program unggulan,” katanya.
Selain itu, mahasiswa juga turut mengembangkan beragam inovasi, mulai dari pemasangan reflektor jalan, lampu tenaga surya, digitalisasi promosi wisata dan UMKM, sistem reservasi camping ground, pelatihan hospitality dan bahasa asing, hingga konservasi anggrek endemik Vanda tricolor. Mahasiswa juga mendorong masyarakat menghadirkan produk yang dapat dibawa pulang wisatawan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi lokal. “Harapannya pengunjung tidak sekadar datang menikmati pemandangan, tetapi ada produk masyarakat yang bisa menjadi buah tangan,” ujar Iqmal.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ekowisata Kali Talang, Jainu, mengungkapkan pendampingan mahasiswa memberikan dampak positif terhadap pengelolaan kawasan wisata. Tren kunjungan wisatawan terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, meski penguatan kapasitas sumber daya manusia masih menjadi kebutuhan utama. “Kami ingin wisatawan asing yang datang ke sini bisa menikmati lebih banyak layanan dan produk masyarakat sehingga manfaat ekonominya semakin besar,” katanya.

Menurut Jainu, kemampuan bahasa asing, peningkatan kualitas layanan wisata, hingga pengembangan fasilitas menjadi kebutuhan yang terus diupayakan agar destinasi wisata semakin berkembang. Ia berharap kolaborasi bersama UGM dan para mitra dapat terus berlanjut. “Kami masih membutuhkan pendampingan agar pengelolaan wisata ini semakin baik,” harapnya.
Melalui program KKN, mahasiswa juga mendampingi masyarakat mengembangkan berbagai produk bernilai tambah berbasis potensi lokal. Susu segar diolah menjadi yoghurt, kopi Balerante dikembangkan menjadi sabun kopi, limbah organik dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC), sementara serasah bambu diolah menjadi humus bambu. Mahasiswa turut menyusun peta tracking kawasan wisata, mengembangkan media promosi digital, desain kemasan produk UMKM, hingga materi edukasi bagi wisatawan. Berbagai pelatihan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi desa sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Donnie
